5-6 December 2009, Tempat yang sangat dekat dengan Jakarta tapi terpencil ini menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Tidung sendiri terbagi menjadi 2 pulau yaitu Tidung besar disebalah barat yang berpenghuni dan Tidung kecil disebelah timur yang tidak berpenghuni. Kedua pulau ini dihubungkan oleh ICON pulau ini yaitu jembatan penghubung 2 pulau. Saya selalu menganggap sebelah mata daerah kepulauan seribu ini, dibenak saya kepulauan yang masih masuk wilayah DKI Jakarta ini tidak akan jauh kondisi joroknya dengan Jakarta daratan. Dan ternyata penilaian saya itu benar adanya setidaknya ketika memasuki dermaga daerah muara angke.
Update September 2010, Sebelum baca lebih lanjut saya ingatkan juga karena ada banyak yg email kesaya tentang kondisi terakhir Pulau Tidung dan isi emailnya kurang lebih sama dengan yg ada di facebooknya Word Traveler (sumber http://www.facebook.com/album.php?aid=22125&id=100000688579162 ), saya co-pas saja tulisannya , untuk photo2 joroknya bisa di lihat di fb nya world traveler :
P Tidung yang kian booming di kalangan pelancong Jakarta ini ternyata menyimpan sejuta kegetiran di baliknya. Mulai dari masalah sampah yang kian menumpuk, bergesernya nilai-nilai asli masyarakat setempat yang dulunya nelayan kini mencoba bisnis kecil2an dengan menyewakan penginapan, kapal dan alat snorkling.Lalu kemana jiwa2 nelayan yang dulu menghidupi mereka itu? Tak cuma itu, budaya LATAH traveler Jakarta ternyata juga mematikan pelan2 kehidupan pariwisata di pulau sekitar seperti Pulau Pramuka yang kini kian sepi, tak dilirik karna kalah pamor dengan Tidung (yang ternyata isinya sampah).
Lebih parah lagi, banjirnya pengunjung di Tidung ternyata memperparah hancurnya kehidupan laut di sana. Coral yang sedang tumbuh hancur diinjak2 turis yang (katanya sih) mau menikmati indahnya karang. Adanya BANANA BOAT (CAN YOU IMAGINE THAT??) dan JET SKI (O MY GOD!!) semakin mengancam keindahan bawah laut Pulau yang semakin terancam ini.
Mengapa info tsb sy tulis, supaya yg datang kesana tidak ber ekspektasi tinggi dengan keadaan Tidung sekarang, juga supaya pengunjung yg ke sana lebih bijak dalam bertindak, seperti tidak menginjak terumbu karang dan tidak membuang sampah sembarangan, soalnya kondisi terumbu di sekitar tidung terakhir sy kesana jauh lebih bagus di banding yg di pramuka sekitarnya
Yup memasuki daerah muara angke banjir air berwarna hitam ditambah bau busuk yang tidak bisa saya deskripsikan bau apa karena saking menyengatnya ditambah ketidak bersahabatan orang-orang sekitar dermaga membuat down mental temen perempuan saya , hmm setidaknya itu yang dia katakan setelah perjalanan pulang
. Gimana ngak down saya tanya orang2 dimana dermaga tempat perahu yang ke Pulau Tidung berada, ngak ada yg jawab mereka terlalu sibuk dengan pekerjaanya
. Ditambah salah masuk dermaga akhirnya naik turun benteng untuk menuju perahu yang ke Pulau Tidung. Hmmm kesan pertama ketika mau berangkat udah agak aneh, banjir air bau busuk, orang2 yang tidak bersahabat, naik turun benteng (karena salah jalan & ngak mau muter melewati genangan air yang bau busuk) dan terakhir setelah ketemu perahunya orang2 pada nyeletuk ‘Perahu yang ke pulau tidung tuh jelek dan banyak kecoanya’.
Dan ternyata celetukan orang2 tersebut sebagian besar benar walopun emang jelek tapi ngak jelek2 amat, tapi emang kecoanya sih berserakan hahaha. Tapi bagi saya hal2 tersebut bukan suatu yang menakutkan dan tidak akan pernah mengurungkan niat saya pergi ke pulau tidung.
Apabila ada orang yang mau bunuh diri terjun ke laut saya jamin dia akan mengurungkan niatnya tuk bunuh diri hahahaha soalnya air lautnya hitam berminyak bercampur kotoran manusia, ikan2 busuk dan sampah menyatu menjadi satu itulah muara angke
.
Tapi penumpang yang berangkat ke Pulau Tidung tidak sebanyak penumpang yang ke Pulau Pramuka jadi saya bisa tiduran dengan ‘agak’ nyaman tidak berdempet dempetan seperti sarden, walopun suasananya masih seperti para imigran pengungsi kapal hehe. Perahu yang ke pulau pramuka lebih dulu jalan sekitar pukul 6.30 dan sekitar 6.45 barulah perahu yang saya tumpangi berangkat (di ralat karena jam kamera saya yg lebih telat 1 jam harusnya sekitar jam 7.30-7.45 barulah perahu berangkat).
Tips bagi orang-orang yang ngak kuat terhadap suasana seperti yang saya jelasin diatas lebih baik berangkat dari dermaga Marina Ancol yang tentunya ongkosnya lebih mahal
hampir 10x lipat ato sekitar +-Rp300rb-ankalo numpang perahu cepat (bener2 cepettttt dan bagus) yg ke sepa atau kotok sekitar 180rb bisa juga naik kapal Kerapu yg ongkosnya kurang lebih sama dengan di muara angke tapi kapasitasnya dikit antrinya puanjaaaaaaaaang(Updated Juli 2010) bandingkan dengan ongkos dari Muara Angke yang cuma Rp33rb. Tapi bagi saya menikmati suasana perjalanan diatas perahu yang jendelanya blong tanpa kaca membuat tangan saya bisa merasakan cipratan air laut atau kalo cape bisa sambil lesehan dan tiduran dengan alas tikar seadanya atau juga ngobrol sama orang2 pulau (sebutan tuk org2 yg tinggal di kep.seribu) itu suatu pengalaman yang seru yang tidak akan terjadi apabila saya naik dari Marina Ancol. Dan pabila mau main kesana lagi pun saya tetep kan memilih Dermaga Muara Angke karena faktor murahnya hehe
Lepas dari muara angke kondisi air laut masih hitam pekat dan sedikt kental karena berminyak sampe2 riaknya ngak terlalu kelihatan saking ketalnya, tapi sekitar 30 menit s/d 1 Jam setelah agak bosan ngobrol dan tanya2 tentang tidung sama orang pulau , air laut sudah mulai membaik tangan saya sudah berani di keluarkan tuk menikmati cipratan air lautnya. Tapi karena efek Antimo yang saya minum karena takut mabok itu mujarab banget, setelah itu sampe nyampe sekitar 2 ato 3 jam perjalanan saya tidak sadarkan diri karena tidur saking lelapnya
dan setelah itu saya ngak mau minum antimo lagi karena efek ngantuknya masih saya rasakan sampe ke penginapan. Padahal niat saya minum antimo supaya ngak mabok dan bukan tuk tidur pulas selama di perjalanan hehe. Sekitar jam 10 lebih saya di bangunkan katanya sudah mau masuk ke dermaga pulau tidung.
Suasana di dermaga pulau tidung kontras banget sama suasana dermaga muara angke. Sepi tidak ada apa2 yang ada hanya beberapa gelintir tukang becak itupun pas saya keluar dari perahu dah hilang di booking penumpang laen. Tapi justru suasana sepi seperti inilah yag saya inginkan hehe. Turun dari perahu langsung jalan kaki dengan pedenya karena tidak takut akan nyasar di pulau yang kecil ini hehe. Setelah tanya2 losmen lima sodara di mana akhirnya ketemu juga tapi pas masuk losmen hmmmm kosong. Kantornya kosong tapi pintu terbuka, saya fikir hmmm ngak takut kemalingan apa hehe .. tapi sapa yg mo maling di pulau yang kecil gini hehe.
Halaman belakang losmen 5 sodara
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Pak Haji pemilik losmen 5 sodara datang juga, dan setelah pilih kamar lalu Pak Haji ngasih no hp penyewaan perahu dan katering kalo pengen makan. Akhirnya pesen makan dan janji ke tukang perahu tuk snorkeling jam 1.30 siangan. Kenapa harus jam setengah dua siang karena efek ngantuk antimo masih terasa banget untuk menghilangkan efek tersebut harus di tambah jam tidurnya. Losmen ini satu2nya penginapan yang ada di Pulau Tidung kondisinya lumayan bersih ada satu kamar tidur+tempat tidur double, ruang tengah + TV,ruang tamu + kasur single, dapur, kulkas , kipas angin dan kamar mandi yg lumayan bersih dan semuanya itu di tebus dengan Rp.200rb per hari dan maksimal 6 orang. Saya pun memilih losmen yang halaman belakangnya menghadap laut lepas. Ketika berdiri di halaman belakangnya barulah sadar walaupun masih ada beberapa sampah2 plastik dan sampah daun2 kering di laut tetapi jernihnya air laut tidak bisa di sembunyikan oleh sampah2 tersebut bawaanya jadi kepengen nyemplung berenang hehe.. Sayang katanya demi keamanan Pak Haji memasang pagar pembatas antara halaman belakang dan laut padahal kalo tidak ada pagar pembatas kita bisa lebih menikmati jernihnya air laut.
Jam setengah dua siang akhirnya kami berangkat ke spot buat snorkeling di sekitar pulau payung sekitar 20 menit-an naik perahu dari pulau tidung besar. Dan ketika melewati ICON pulau tidung yaitu jembatan penghubungnya saya benar2 takjub dan sampai saat ini suasana tidak mengenakan di Muara Angke dah lupa dan tergantikan oleh suasana pulau dengan jembatan penghubungnya yang sangat indah. Ketidaknyamanan di muara angke dibayar kontan dengan keindahan pulau Tidung.
Snorkeling di pulau payung, perjalanan ke Pulau Payung dan kondisi terumbu karang diambil diatas perahu
Dan ketika sampai di spot snorkeling yang berair jernih dengan keindahan terumbu karangnya semakin menenggelamkan pengalaman di muara angke. Saya tidak menyangka disini punya terumbu karang yang bagus, bagi saya kondisi air dan terumbu karang disini lebih bagus ketimbang waktu saya diving di tanjung benoa Bali (setidaknya spot yang saya kunjungi kurang ok). Bedanya disini tidak ada yang menyediakan peralatan diving selain snorkeling (peralatan snorkeling pun seadanya hehe sewa sekitar 15rbuan), serta suasananya sepi banget tidak ada siapa2 serasa laut milik saya sendiri hehe. Juga berbeda dengan di Tanjung Benoa Bali dimana operator diving ada dimana-mana serta ramai sama wisatawan.
Setelah puas-puasin diri snorkeling di pulau payung walaupun kurang puas juga sekitar jam 4 ato 4.30 sore kami harus segera balik ke penginapan karena pengen menikmati suasana sore hari di jembatan.
Setelah ambil sepeda dan pompa sendiri ban sepedanya
langsung sy cabut agak ngebut ke Jembatan penghubung tidung besar dan kecil, dan ternyata walaupun ketika snorkeling kurang puas tapi setelah melihat pemandangan dan jalan2 di jembatan tersebut membuat saya berpikir untuk menikmati perjalanan ini terlalu mepet karena cuman saptu minggu
minggu-nya pun pagi2 harus segera pulang. Tapi tetep saya manfaatkan jalan2 di jembatan tersebut tuk mengabadikan suasana sorenya. Setelah agak gelap saya balik ke losmen makan malam dan istirahat karena pagi harinya harus bangun subuh lagi tuk mengejar sunrise.
Dan ternyata minggu subuhnya terjadilah kejar-kejaran sama sunrise hehe .. saya memacu sepeda lebih cepat dari hari kemaren karena takut kehilangan momen sunrise blue hour dan golden hournya dan inilah gambar-gambar pemandangan di sekitar jembatan penghubung pulau tidung besar dan kecil :
Setelah photo2 di pagi hari dengan berat hati jam 6 pagi harus sudah packing balik ke Jakarta karena perahu yang ke Muara Angke adanya hanya sehari sekali Jam 7 Pagi. Tapi pendataan di dermaga Tidung jauh lebih rapih di banding di muara angke. Bayar tiket diluar dan ditongkrongi 2 cewe pulau serta di data nama alamatnya. Beda banget ketika di Muara angke boro-boro didata bayarnya di atas perahu seperti naik angkot hehe.Di perjalanan pulang ini saya tidak lagi minum antimo karena kapok
, dan baru ngeh ternyata beberapa pulau yang dekat dengan teluk jakarta airnya juga dah parah hitam kotor dan berminyak seperti di Pulau Untung jawa ketika perahu menurunkan penumpang di dermaga. Jadi cepetan deh pergi ke Kep.Seribu sebelum semua pulaunya rusak karena air laut yang semakin kotor. Sekilas daerah pulau Bidadari dan Onrust juga agak2 kotor tidak sebersih pulau2 yang agak ke utara.
Biaya perorang :
Ongkos perahu Muara Angke – P.Tidung Rp.33.000 (pp Rp.66.000)
Sewa peralatan snorkeling Rp.35.000
Makan Rp. 10.000 – Rp.15.000
Sewa Sepeda Rp. 15.000 seharian –> wajib soalnya cuma ini alat transportasi yang murah
Biaya yang di tanggung rame2 :
Losmen Rp. 200.000 perhari max 6 orang —> Bpk. Haji Abd Hamid 085888742129
Sewa perahu buat snorkeling Rp.250.000 —> Bpk. Wardi 085693565464
semakin banyak orang biaya akan semakin murah karena biaya losmen dan perahu buat snorkeling di tanggung rame2.
Oh iya buat komunikasi dan agar disana tak mati gaya bawa HP yang nomor depannya 085xxx.
Related post : Diving @Pulau Pramuka Kep.seribu
Tags: Kepulauan Seribu, Muara Angke, Pulau Tidung, Snorkeling


: 
Bos, gw sih bukan utk liburan, tp utk urusan kerjaan sekitar 3 hari.
Mo nanya, kalo di hari kerja jadwalnya sama?
Kalo yang speedyboat, adanya jam berapa aja, muat berapa orang dan berapa lama perjalanan?
Begitu juga sebaliknya, ada gak speedyboat P.Tidung – Jakarta? Jam berapa aja?
Itu 180rb ya?
Thanks a lot Bos sebelumnya..
[Reply]
gunawan.ip Reply:
September 23rd, 2010 at 8:56 pm
@Komara : hari kerja setahu saya sih jadwalnya sama ..
speedboat ada 2 macem ada yg pake kerapu ongkos kurang lebih 30rb itu muat sekitar 25 org dan terakhir sy tahu ngak bisa di booking siapa cepat dia dapet (dari marina ancol info kapal ini ada di comment atas) tp sy sendiri belum pernah merasakan perahu ini baik ketika ke tidung ato kalo lg jalan ke pramuka.
satu lagi yg 180rb itu speed boat yg ke pulau sepa ato kotok .. cuman belum tentu dapet dan jalan juga .. kalo ngak ada pengunjung yg ke kotok atau sepa speedboatnya juga ngak ada ato kebalik kalo lagi penuh pasti ngak kebagian. Cuman justru sy lebih sering dapet boat ini ato ojeg kapal yg dari muara angke.
Perbandingan kalo pake ojeg perahu kurang lebih 3jam tp kalo pake speedboat kurang lebih 1 jam. Terakhir sy pulang dari p.pramuka (kurang lebih sama dgn tidung jaraknya malah kayaknya lebih jauh dikit) pas tidak kebagian perahu reguler karena saking penuhnya.. untung 1 jam berikutnya ada org ngajak pulang pake speedboat pribadi dan sekitar 45 menit nyampe marina.
[Reply]
Hahahha tq boz atas info nya ane juga penjelajah pulau nih tapi karna waktu ane sempit jdi ane jarang” ke pulau hehe pulau pramuka lumayan bagus tpi disana penginapan mahal 450rb per hari komplit huft
[Reply]
Terima kasih atas infonya….
Kayak nya indah sekali tuch tempatnya mas..?
mahal sekali ya semuanya mulai dari penginapan sampai transport nya?
Salam kenal
[Reply]
mkasih bnyk unk info’a…
btw, klo dr marina ancol k p.tidung sekitar brp yupz?
[Reply]
gunawan.ip Reply:
November 10th, 2010 at 4:53 pm
@Fetris : sama2… makasih juga dah mampir ..
kalo yg di maksud ongkos … dari marina itu 30rb-an pake kerapu tapi antrinya panjang
kalo numpang kapal cepat yg ke kotok atau sepa … 180rb (itupun kalo kapalnya mau mampir lewat tidung)
[Reply]
mau tau paket wisata termurah ke pulau tidung??? Kunjungi aj http://tidungizland.blogspot.com terlengkap dan terhemat
[Reply]
itu harga kamar yg 200 ribu bwt 6 org masih apa enggak bwt akhr tahun??
tlg bantu info nya y,soal nya mw ksana akhr tahun..
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 7th, 2010 at 9:54 am
@bembi : terakhir sy tau sih dah ngak segitu lagi, tapi sekarang sudah bnyk koq penginapan yg laen. Kalo msh ada ato ngak mending telpon aja ke pak haji yg punya losmen
[Reply]
mas klw saya mw booking tmpt disana gmn cr nya y??
saya g ada CP atw knalan disana tuh,mw berlibur tp bingung..
kita kan mw tahun baruan disana,
kira2 10 org lah,
per org nya kira2 kna berapa y?
untuk penginapan 3 hari 2 mlm & ditambah biaya makan,speda sm yg lain2..
tlg dibantu info nya y mas??
klw ada CP disana&pengingapan murah tlg ksh tw,
thanks ^_^
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 7th, 2010 at 9:57 am
@bemby : expectasi tidung nya jgn terlalu tinggi takut kecewa he2 soalnya skarang sudah agak komersil n terlalu rame. Cp sy sih pak haji pemilik losmen saja soalnya sy berangkat nya go show ngak di planning
[Reply]
hai mas, mau nanya dong, ada kontak pak Haji yg punya losmen 5 sodara itu kah? makasih banyak yaaa
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 19th, 2010 at 6:49 pm
@Bunga : No Kontak Pak Haji Hamid.. dah saya tulis di atas ..
Selamat berlibur..
[Reply]
di sana ada sewa kapal buat mancing nya ga ??? makasih ,, tolong kasih tau yah???
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 27th, 2010 at 10:21 am
@akbar : sewa kapal ada biasanya perahu kayu yg kecil yg muat 6-8 org buat snorkeling, kalo buat mancing sy ngak tau kriterianya cocok ato ngak
, bisa hub pak wardi aja , no hp nya ada di atas
[Reply]
kl yg home stay ad ga? bisa kasih info kontaknya…
[Reply]
gunawan.ip Reply:
February 7th, 2011 at 1:58 pm
@ayu : sorry .. kalo home stay saya ngak punya kontaknya
[Reply]
mas kalo ikan ikan dsana boleh di tangkap ga ya?
[Reply]
gunawan.ip Reply:
February 8th, 2011 at 9:55 am
@gerith : wah kalo itu kurang tau ‘kayaknya’ sih gpp soalnya banyak org yg mancing juga
[Reply]
Pulau tidung emang mantab…. ane pernah sekali kesana waktu ngerayaiin lulus ujian dulu…..
[Reply]
untuk bulan maret 2011,Sabtu-Minggu
kira-kira biayanya berapa ya kalau boleh di total semua / orang
[Reply]
Wah, Pulau Tidung memang cukup oke juga buat alternatif libura..
Salam kenal
[Reply]
salam kenal
aq mau tanya dong sekarang kl sewa alat snorkeling kisaran brp duit y?
trz losmen Bpk. Haji Abd Hamid itu berupa Home stay bukan?
[Reply]
gunawan.ip Reply:
April 1st, 2011 at 9:18 am
@Silvi : kalo sekarang kurang tau mba … bisa jadi harga yg sy tulis sudah ngak valid ..
losmennya kayak hotel2 melati gitu .. dgn service tipikal penginapan di pulau tapi OK
[Reply]
Silvi Reply:
April 1st, 2011 at 11:43 am
satu losmen ituh bener bs muat 6 orang?
[Reply]
gunawan.ip Reply:
April 1st, 2011 at 2:10 pm
@Silvi : yup kondisi terakhir sy kesana , ada kasur besar 1, yg single 1, ada kasur gulung 1 dan masih ada karpet sama tikar :p
Teman2 Yang mau BBM an silahkan di add y pin: 310857F5 atw YM : kjajul@yahoo.com dan bisa jg di FB : bandar pulau tidung !!!
info2 PAKET MURAH LAGI MENYENANGKAN lainYa silahkan lihat Website ini : http://bandarpulautidung.blogspot.com
Slide Pulau Tidung : http://www.slide.com/r/NtsBiXr.....6qJhtnBlu8
[Reply]
klo buat bulan madu bisa gk ??
biaya nya berapa ??
fasilitas yg di dapatkan apa saja,hub saya di no 085711299525
[Reply]
salam kenal Mas Gun…
Mau tanya ya.. kebetulan kita ada rencana ke pulau tidung melalui EO dan berangkat dari Muara Angke… masalahnya.. saya berencana membawa anak2 usia antara 5 s.d 9 Tahun.. apakah cukup aman dan nyaman buat mereka (anak2 tsb).. maksudnya untuk perjalanan dengan perahu yang memakan waktu lumayan lama ( 3 jam ya..).. takutnya mereka malah mabuk laut krn di ombang ambing gelombang dan masuk angin di jalan krn kapalnya setengah terbuka bukan.. ?? dan apakah ada kamar kecil bila di perahu tersebut…??
Kira apa saja yang perlu diperhatikan bila membawa anak2 kesana….
tks atas informasinya…
[Reply]
gunawan.ip Reply:
May 23rd, 2011 at 10:02 am
@ami : salam kenal, juga. Kalo mabok tidaknya mungkin tergantung anaknya .. tapi sy sih suka lihat ada anak kecil di perahu. Kapalnya terturtup kalo yg setengah terbuka biasanya itu yang di atas, dan saran saya sih mending di dalam/bawah supaya goyangannya ngak terlalu terasa kuat dan minum obat anti mabok supaya ‘tidur pulas’ hehe. kamar kecil ada.
Buat anak2 yang makannya susah mending bawa sendiri, soalnya makanan di pulau bener2 seadanya .. apalagi sayurannya.. kurang fresh.
[Reply]
oh yaa.. kalo boleh sharing pengalaman jalan2 lainnya…kebetulan saya hobby juga travelling.. tks sebelumnya…
[Reply]
Teman2 terimakasih sudah membantu memasarkan pulau kami dan penginapan kami.
Saya sarankan teman2 kl ingin wisata kepulau kami mengutamakan penginapan 5 saudara karena penginapan 5 saudara merupakan penginapan termurah dan teraman di pulau tidung terimakasih warga tidung
[Reply]
bos…..,klo sya sewa 1 losmen, truz di dpan/diblakang losmen itu sya buat tenda(champing),kira2 boleh ga yah…..,coz buat menekan biaya juga.
[Reply]
gunawan.ip Reply:
August 18th, 2011 at 11:14 am
@Nana : wah kalo losmen tempat ane nginep mah ngak ada space buat diriin tenda hehe :p ….. tp sekarang sih penginapan buanyak bangettt dan kayaknya murah2, dan kalo buat rame2 mah sewa 1 losmen jatohnya murah banget
.. tapi kalo mau bawa tenda mah ‘mungkin’ kalo di izinin pasang di pulau tidung kecil yg tidak berpenghuni (kalo masalah boleh tidaknya pasang tenda di tidung kecil sy kurang tau) ….. cuman kalo pengalaman sy pas ke pramuka, sewa di rumah penduduk kita tidurnya sebagian malah di teras rumah yg lumayan nampung banyak :p
[Reply]
singgah disini^^
thanks yaa buat infonya
[Reply]
Diri in tenda di tidung kecil boleh kok..
cuma izin ame penjaga pulau,tapi di Tidung kecil air tawar agak susah.
[Reply]
haloo aku berminat mau ke pulau seribu, tapi aku bingung antara ke pulau tidung atau pulau pramuka, mohon infonya dong, thanks
[Reply]
gunawan.ip Reply:
September 21st, 2011 at 9:14 am
@fitri : dua2nya sama2 ok.. ada kelebihan dan kekurangannya seperti yg pernah saya tulis disini http://blog.maleber.net/index......an-seribu/ … kalo bingung dua2nya aja kunjungi
… pergi ke Tidung dulu sorenya nginap ke Pramuka lalu besoknya keliling pulau sekitar pramuka …
[Reply]
Bos, mohon update keadaan tidung island per sekarang. apakah masih Ok apa gimana ? Terima kasih
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 8th, 2011 at 4:20 pm
@Vicky : wah saya dah lama banget ngak kesana .. takut ngak valid info nya … terakhir sy kesana penginapan cuma 1, rumah makan cuma 1, ngak ada operator snorkeling apalagi selam , ketika ke jembatan cinta yg parkir-in sepeda cuma kami bertiga .. moto jembatan bisa leluasa karena sepi , sepanjang mata memandang ngak ada satu orang pun yg berenang di laut, di muara angke dulu perahu yg ke pramuka lebih banyak dan lebih cepet penuh sekarang kebalik .. tapi menurut temen yg udah balik dari sana sekitar 0ct 2011 suasana sudah ramai walopun masih tetep asik .. penginapan dimana2, tempat makan banyak , ada jetski sama banana boat … tp dari cerita temen saya sih keliatannya dia enjoy ..
[Reply]
boss, klo ke pulau tidung, pulau kotok atau pulau ayer gak nginep alias cma seharian ajas disana dan gak pake paket, tu bayar biaya naik speed boat aja yah? tu bisa gak sih? saya mau liburan kesana tahun baru ini. tolong dibalas secepatnya
[Reply]
gunawan.ip Reply:
December 28th, 2011 at 1:55 pm
@kuru muru : sebenarnya bisa pulang hari tapi jangan pake kapal yg dari muara angke … harus pake kapal cepat .. kalo pake kapal muara angke perjalanannya aja bisa 2-3 jam kalo pp kurang lebih 5jam-an ….. kalo pake kapal cepat kurang lebih 1 jam perjalanan
[Reply]
kalo yg dr muara angke tu kapalnya ada jam brp aja?
[Reply]