Ujung Genteng, Pangumbahan, Amanda Ratu & Curug Cikaso

Jul 10, 2011 by     11 Comments    Posted under: New Posts, Pantai / Laut, Places, Sukabumi

Trip ini sebenarnya sesuatu yang emosional bagi saya, 13 tahun yang lalu itulah terakhir saya menginjakan kaki di Ujung Genteng dan cerita nya ada disini. Dan sekarang perjalanan itu ingin saya ulang dengan kondisi yang berbeda tentunya. Dulu kami benar2 berpetualang keluar masuk hutan dan perkebunan melalui jalur offroad yang sama sekali tidak tidak tercantum di peta. Tetapi sekarang jaman sudah berubah, dulu perjalanan ditemani Toyota Land Cruiser yang tangguh sekarang cukup dengan Toyota Avanza hehehe. Dulu dengan berbekal kamera SLR Nikon temen saya yang masih pake Film, sekarang berbekal kamera DSLR Nikon. Dulu perjalanan mengandalkan peta lipat kabupaten Sukabumi dan Cianjur yang di beli di Gramedia , sekarang semuanya jauh di permudah dengan berbekal GPS yang sangat membantu. Dulu kami berempat sebagai teman kuliah emang berjiwa petualang ingin melihat sisi lain jawa barat yang belum tersentuh, tetapi sekarang semuanya lain, kali ini saya berangkat sama keponakan dan kakak saya dengan tujuan untuk berwisata guna mengisi waktu liburan anak sekolah hehe.

Jumat pagi saya sudah berkoordinasi dengan tim yang dari Bandung guna menanyakan kesiapan kendaraan dan lain2nya. Semuanya serba mendadak, dari persiapan mobil, orang2 yang mau ikut, serta tidak ada kepastian penginapan semuanya didadak di hari jum’at pagi. Karena niat itu sesuatu modal yang paling berharga dalam melakukan perjalanan maka semua kendala yang bisa menghalangi perjalanan ini terlewati. Kepastian total personel yang mau ikut didapat setelah jam 3 sore hehe. Saya sendiri pulang kerja dari jakarta pakai Travel jam 4 sore, dan sampai di rumah orangtua saya sekitar jam 8 malam. Saya sendiri benar2 tidak mempersiapkan segala sesuatunya, sampai rumah ortu hanya mandi dan makan serta istirahat sebentar, kami pun langsung berangkat sekitar jam 9.15 malam itupun menuju rumah saya di daerah Cipadung untuk mengambil perlengkapan kamera dan persediaan pakaian saya hehe. Moral point yang di dapet adalah segala sesuatu yang di rencanakan selalu gagal terlaksana karena Niat yang kurang hehe … kalo niat sudah bulat walopun tidak ada rencana sama sekali, itu tidak akan mengurungkan perjalanan yang sudah ada di benak kita hehe.

Sekitar jam 10 malam perjalanan dimulai dan start dari Cipadung Bandung mengarah ke pintu tol Buah Batu. Berapa saat kemudian keluar dari pintu tol padalarang dan melaju sampai di Cianjur. Di Cianjur kota agak sedikit tersesat mencari jalan arah Sukabumi hahahaha dan terselamatkan oleh GPS di hp saya :) . Setelah menemukan jalan keluar dari Cianjur menuju Sukabumi tidak terasa pula sampai di Sukabumi, dan sedikit tersesat (lagii) untuk mencari jalan keluar dari Sukabumi kota menuju daerah selatan Sukabumi. Again … GPS lah yang menuntun kami keluar dari Sukabumi kota hahahaha. Sebenarnya jalur yang akan di ambil kami adalah jalur Cikembar tetapi karena sebelum Cikembar tepatnya di pasar pangleseran (atau sekitar 125KM dari arah kami start kalau kata GPS) kami melihat petunjuk arah jalan kalau arah Surade & Jampang Kulon belok disini kami pun akhirnya belok kiri di pasar pangleseran dan ternyata ini adalah keputusan yang salah … amat sangat salah sekali karena jalan di sini jauh lebih ancur di banding lewat Cikembar .. kenapa kami bisa menilai seperti itu karena ketika pulang dari Ujung Genteng secara tidak sengaja kami mengambil jalur Cikembar dan jalannya sangat bagus. Jadi bagi yang mau ke Ujung Genteng dari Sukabumi kota jangan tertipu penunjuk jalan di pasar pangleseran ….tetap dengan jalur Cikembar, jangan pernah belok kiri di pasar pangleseran. Setelah melalui jalan yg sangat jelek tidak terasa posisi kilometer di GPS saya sudah menunjukan angka 176 KM dan tepat berada di pertigaan Kiara Dua, yaitu pertigaan antara jalur yang dari pelabuhan ratu dan sukabumi menyatu menjadi satu ke arah jampang kulon. Jalan dari Kiara Dua menuju Jampang Kulon kadang bagus kadang juga jelek dan tidak terasa juga Jampang Kulon sudah terlewati dan tepat di pertigaan antara ke Surade dan Tegal Buleud kilometer di GPS sudah menunjukan angka 207KM. Kami pun tetap lanjut dan Surade pun terlewati, tepat jam 4 subuh kami sampai di pasar ikan/dermaga nelayan Ujung Genteng dengan posisi kilometer di GPS menunjukan angka 231KM. Kurang lebih 6 jam perjalanan dari Bandung sampai juga di Ujung Genteng.

Jam 4 subuh kami keliling mencari penginapan, pondok hexa dan villa mang Ujang sudah penuh. Mama’s losmen penginapan berikutnya yang saya tuju tidak ketemu karena suasana gelap dan plang nama yang kecil. Akhirnya kami menuju Cibuaya sekitar 2km dari pasar ikan Ujung Genteng. Kami pun mendapatkan tempat beristirahat yang cukup bersih walopun cuman satu kamar. Tapi itu lebih dari cukup buat kami yang hanya akan beristirahat beberapa jam saja karena siangnya saya sendiri tetap akan mencari penginapan Mama’s Losmen yang banyak di rekomendasikan orang karena faktor kebersihannya.

Setelah beristirahat yang cukup singkat jam 7 saya sudah mulai menikmati pemandangan pantai dan muara di Cibuaya. Tidak ada yang sepesial di sini. Suasana pantai selatan pada umumnya yang berombak besar tergambarkan disini. Walopun terjangan ombak besar tersebut tidak sampai ke bibir pantai karena pecah terlebih dahulu di gugusan batu karang di depan pantai. Sekilas kondisi ini mengingatkan saya ke Pantai Sayang Heulang di Pamengpeuk Garut, dimana ombak besar sudah pecah terlebih dahulu di sambut oleh gugusan karang hitam yang kokoh dan pecahan ombak tersebut tidak pernah di kasih kesempatan untuk sampai ke bibir pantai, tetapi menurut pendapat pribadi saya di pantai sayang heulang suasana lebih asik dan pemandangan lebih bagus di banding pantai Cibuaya ini.


Sekitar jam 10 pagi kami pun hunting buat sarapan pagi (atau makan siang kali yah hehe), dan suatu kekurangan pariwisata disini adalah dalam hal makanan. Cukup susah kami kesana kemari sampai ke tempat pasar ikan guna mencari penjual bakar ikan. Tetapi tidak kami temukan, yang ada hanya warung2 bakar ikan yang kosong tidak menjual apapun. Akhirnya sekitar tengah hari kami balik lagi ke Cibuaya karena justru orang2 yang berjualan bakar ikan ada di situ hehe. Dengan rasa makanan yang seadanya kalo tidak di sebut kurang enak hehe tapi itulah makanan yang bisa kami dapatkan. Setelah itu kami pindah tempat menginap dari Cibuaya ke Mama’s Losmen sebelah Pondok Hexa. Dan beruntung kami masih kebagian 2 kamar kosong yang satu AC yang satu tidak ber AC. Dan benar kata kebanyakan orang, walopun secara fisik bangunan penginapan ngak sepecial tetapi kebersihan kamarnya sangat terjaga. Karena terus bolak balik antara pasar ikan dan Cibuaya saya tidak terlalu memperhatikan kondisi pantai sekitarnya, yang sebenarnya siang hari di pantai Cibuaya kondisi laut akan surut dan garis pantai jauh menyusut ke tengah lautan. Dan banyak orang yang jalan2 sampai ketengah karena kondisi laut yang surut dan karang2 mulai terlihat. Banyak juga biota laut yang terperangkap diantara batu karang yang membentuk kolam-kolam kecil yang berserakan dimana-mana.

Setelah ikut menikmati jalan2 di atas hamparan batu karang yang airnya lagi surut, kamipun beristirahat sejenak di losmen karena sekitar jam 5 sore harus ke Pangumbahan karena jam 5 tersebut merupakan jadwal pelepasan tukik pangumbahan.


Karena takut ketinggalan moment pelepasan tukik, sekitar jam 4 sore kami sudah siap2 berangkat ke Pangumbahan. Jalan menuju pangumbahan masih tetap offroad dan memory 13 tahun yang lalu benar2 sirna tidak berbekas. Setalah sampai dan membayar 5000 perorang kami pun masuk ke lokasi Pantai Pangumbahan. Dan wowww disinilah ternyata keindahan pantai sesungguhnya berada. Ombak besar, pasir halus bersih yang tebal mengingatkan suasana di pantai kuta. Tanpa menyia-nyiakan waktu saya kesana kemari ambil gambar sambil menikmati suasana Pangumbahan.


Beberapa ratus meter sebelum Pangumbahan sebenarnya ada spot buat surfing dan ternyata disini lebih banyak bule yang nongkrong di banding dengan orang indonesianya.

Tepat sekitar jam 6 sore, penjaga penangkaran membawa beberapa ember tukik dan garis pembatas pun dipasang. Sebenarnya garis pembatas di buat supaya pengunjung lebih tertib dan nyaman tetapi yang terjadi adalah kerusuhan :( orang2 tidak sabar dan tidak mempedulikan posisi orang lain dan garis pembatas di anggap suatu garis yang wajib di langgar …. agggggggggrrrrrr dasar manusia2 primitif yang sama sekali tidak mengerti aturan. Sampai akhirnya saya berteriak dan memaki orang2 yang melewati garis pembatas dengan sangat keras yang akhirnya beberapa orang di depan saya menyingkir.. mungkin mereka menyingkir mengira saya orang gila yang berteriak2 hahaha tapi ada untungnya juga mereka menyingkir, akhirnya saya berada tepat di belakang garis pembatas dan serasa jadi tamu VIP guna menikmati pelepasan tukik hahaha.

Setelah puas melihat pelepasan tukik akhirnya kami kembali ke losmen dan sekali lagi mencari makanan disini sangat sulit, akhirnya kami menemukan warung yang jualan nasi goreng di pasar ikan itupun sangat tidak enak .. lebih ngak enak di banding ketika makan siang … argghhhhhhh. Setelah perut terisi akhirnya istirahat yang sesungguhnya di mulai dari sini hehe. Tidur di atas kasur empuk di ruangan ber AC dalam kondisi yang sangat cape benar2 serasa di surga :).


Setelah tidur dengan cukup nyenyak, pagi hari sekitar jam 6 di manfaatkan buat nongkrong di depan pantai. Nongkrong di bale2 sambil sarapan bubur hmmmmmmm apalagi coba yang kurang hehe. Karena ini hari minggu dimana hari ini kami harus balik ke Bandung maka sekitar jam 8 pagi, kami pun harus cabut dari penginapan, karena dalam perjalanan pulang kami akan mampir di dua tempat yaitu Amanda Ratu dan Curug Cikaso. Berdasarkan GPS di tangan saya jarak antara Ujung Genteng dan Amanda Ratu kurang lebih sekitar 8.5 KM. Amanda Ratu sebenarnya merupakan Villa di tengah perkebunan kelapa yang mempunyai view laut yang sangat keren. Perpaduan muara sungai yang sangat besar dan posisi villa yang ada di ketinggian membuat pemandangan semakin asik di tambah suasana taman hotel yang terawat dan bersih. Agak menyesal juga kenapa tidak menginap disini hehe tapi waktu jugalah yang mengharuskan kami untuk cabut dari tempat yang indah ini. Dan tujuan berikutnya adalah Curug Cikaso. Tidak lupa sebelum keluar dari Surade saya membeli oleh2 khas Ujung Genteng yaitu Gula Kelapa seberat 17.5 Kg hahahaha.

Tiga Tempat yang wajib di kunjungi ketika anda berkunjung ke daerah Ujung Genteng sekitarnya :
1. Pantai Pangumbahan
2. Amanda Ratu
3. Berenang di Curug Cikaso


Sekitar 23KM dari Ujung Genteng, pertigaan menuju tegal buleud buat ke cikaso ada di depan kami, kami pun belok kanan ke arah tegal buleud dulu menuju Curug Cikaso. Curug Cikaso sendiri berjarak kurang lebih 8 km dari pertigaan tadi. Dan ketika sampai di depan Curug Cikaso hanya perasaan takjub yang ada. Curug Cikaso merupakan curug/air terjun terbesar dan terindah yang pernah saya lihat. Sebenarnya saya amat sangat gatal sekali buat berenang di situ, tapi apa daya waktu tidak memungkinkan saya buat berlama-lama di air terjun tersebut.

Kondisi jalan menuju Jampang Kulon benar-benar keriting, tetapi masih bisa di lalui dengan baik. Akses jalan jelek kembali ada di antara Amanda Ratu dan Ujung Genteng (tetapi terakhir kesana –Juli 2011– lagi dalam proses perbaikan) dan yang paling parah adalah sepanjang jalan Ujung Genteng-Cibuaya-Pangumbahan benar2 tidak layak buat jalan di suatu lokasi pariwisata yang terkenal. Saking ancurnya kalo mau bawa sedan lupakan buat di bawa ke daerah sini … Tapi WOW ternyata ada beberapa sedan juga yang benar2 NEKAD dan nyampe ke daerah sini hahaha, tapi saya sama sekali tidak merekomendasikan mobil sedan di daerah sini kecuali emang niat mau buang mobil :p

Akhirnya perjalanan pulang tetap harus dilanjutkan, mobil pun kembali mengarah ke arah Jampang Kulon, Kiara Dua, Bojong Lopang dan mengambil jalur Cikembar dengan tidak sengaja hehe yang ternyata ketidak sengajaan tersebut berbuah asik karena kondisi jalan yang jauh lebih bagus di banding lewat pasar pangleseran.

Tidak terasa beberapa menit abis magrib kamipun sampai kembali ke Bandung,sesampainya di rumah langsung unpacking barang2, sebarin oleh2 17.5kg gula kelapa :) yg akhirnya saya sendiri ngak ngambil, serta yang paling berat adalah mempersiapkan fisik dan mental buat rutinitas esok hari sebagai pekerja hehe.

11 Comments + Add Comment

  • Sebetulnya pengen juga ke ujung genteng. Tapi kayanya belum siap nih.
    Tunggu jalan tol sukabumi selesai kali…he…he…he. Kayanya medannya berat juga.
    Kasian juga memang pantai selatan jawa barat memang jalannya buruk.
    Tapi kalau jalan dari pelabuhan ratu ke ujung genteng bagus, pengen juga sih
    ke sana.

    • @nurohmat : wah kalo tunggu jalan tol sukabumi mah tunggu lebaran ‘kuya’ hehe. Sepertinya kawasan selatan jabar (kecuali jalur selatan garut yg sudah mulai bagus) harus mengaca dari kawasan selatan DIY Yogyakarta seperti gunungkidul, walopun jauh lebih terpencil dibanding ujunggenteng dan tidak terkenal, kawasan wisata pantai selatan jogja di gunungkidul akses jalannya patut di acungkan jempol, hotmix hitam yang SUPER MULUS .. saking bedanya ngak bisa di bandingkan sama jalan ke ujunggenteng hehe

  • kalo ke Amanda ratu ada biaya masuk ga? Kan itu resort bukan ya?

    • @irma : ngak ada biaya masuk … yup itu hotel gitu lah …

  • hai.. alll

    salam…
    untuk semuanya yang mau tour ke ujung genteng dengan harga penginapan (turtle Beach hotel)
    kami tawarkan harga scpl.. untuk anda

  • hii ikut coment ahh…
    Pantau Ujung Genteng Emang mantapb…. wow…banget dah… alamiiiii banguaettt..
    apalagi pas gw kesana nginap di hotel Turtle coz itu hotel paling bagus di sana……
    tadinya mau nginep di villa-villa tapi harganya malah mahalan di villa di villa 1 kamar tidur 700, di hotel juga 700 dengan 2 kamar tidur ada breakfast nya juga.. ya gw jelas pilih di hotel itu dong..

  • salam kenal,..
    pantai ujung genteng memang wajib untuk anda kunjungi.. dan bila anda mencari hotel atau penginapan.. hubungi kami
    kami menawarkan harga untuk menginap di hotel kami harga dari mulai 600rb 2 kamar tidur, livingroom, branda, wash room, dan breakfast.., kapasitas8 orang.
    untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi

    http://www.turtlebeachesresort.com
    atau hub 085860555177

    thanks

  • hrg di turtlebeach msh berlaku smp skrng? 600 rb 2 kmr? 1 malam?
    check in ? check out?

    thanks

  • hrg di turtlebeach msh berlaku smp skrng? 600 rb 2 kmr? 1 malam?
    check in ? check out?

    thanks

  • Uh indah nya kota ku hoooooooo

  • […] Cerita perjalanan ini membuat saya ingin kembali ke Ujung Genteng, akhirnya setelah 13 tahun menunggu untuk menjenguk suasana Ujung Genteng terkini tercapai juga. Jum’at malam tanggal 1 Juli 2011 dengan amat sangat mendadak perjalanan napak tilas Ujung Genteng pun terlaksana walaopun dengan kondisi yang amat sangat nyaman karena bukan berpetualangan offroad seperti 13 tahun yang lalu. Dan cerita perjalanan Ujung Genteng terkini pun akan berlanjut ….. to be continued (13 Tahun Kemudian) […]

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Contact : gun_ip@yahoo.com

Album Photo lengkap ada di : pictures.maleber.net