[Sepeda] Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole

Mar 17, 2012 by     1 Comment     Posted under: Bandung Utara, Gunung, New Posts, Sepeda

Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole Gunung Tangkuban Perahu merupakan cucu dari gunung Sunda Purba atau kalau kata Pak T.Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung gunung sunda purba di sebut gunung Jayagiri. Gunung Tangkuban Perahu merupakan hasil dari letusan gunung Sunda, sedangkan gunung Sunda hasil dari letusan gunung Sunda Purba. Tangkuban Perahu merupakan spot gunung aktif terfavorit buat pengunjung yang mengunjungi Bandung. Berada di ketinggian 2.084mdpl membuat suhu udara di puncak gunung ini sejuk. Berjarak kurang lebih 20KM utara kota Bandung, sepertinya Tangkuban Perahu semakin hari semakin ramai pengunjung, seakan-akan pengunjung tidak peduli kemacetan yang selalu menjerat Setiabudi Ledeng apalagi di hari libur. Sebenarnya saya sendiri lebih sering lewat jalur Dago lalu keluar di Maribaya lalu ke Lembang dari pada lewat Setiabudi-Ledeng. Selain jalan yang lebih sepi jalur ini menurut saya mempunyai pemandangan yang lebih ok, walopun kondisi jalan yang jauh lebih kecil khas jalan kampung dan ‘agak’ rusak di beberapa titik. Cuma bagi orang yang tidak tahu jalur ini lebih baik tetap pake jalur Setiabudi-Ledeng hehe, kenapa saya sarankan begitu , karena beberapa temen saya yang maksa lewat sini selalu nyasar walopun mengandalkan GPS xixi.

Berkali-kali main ke Tangkuban Perahu, tapi belum pernah sekalipun naik ke tangkuban perahu pake sepeda :p. Dan terakhir treking jalan kaki ke Tangkuban Perahu pun itu sudah lebih dari 15 tahun yang lalu, ketika itu lewat Jayagiri. Yang paling sering sih kalau lagi nganter temen jalan kesini, dan yang pasti saya tinggal parkir mobil di samping kawahnya hehe. Dan kali ini kebetulan agenda jalan2 sepeda ke Tangkuban Perahu, jam 5.30 pagi sepeda di loading dari Cipadung sampai ke Lembang, tepatnya di depan Hotel Panorama Lembang. Start di panorama Lembang sebenarnya bukan start point yang bagus harusnya lebih jauh lagi karena ketika turun dari mobil pertama kali nggowes langsung di hadang tanjakan tanpa ada pemanasan di jalan datar biasa yang lama. Dari Panorama lewat jalan gunung putri dan 2.5KM pertama langsung di hadang tanjakan yang lumayan curam, padahal masih dalam kondisi mabok setelah perut di obok-obok ketika naik mobil bak (hahaha alesan aja padahal mah emang cape xixixi).

Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole
Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole

2 KM berikutnya jalan berbatu dan lumpur yang lumayan dalam semakin menambah seru treking kali ini :p. Ketika nggowes di jalan yang berbatu dan lumpur ban sepeda saya sering slip dan ternyata tekanan angin di ban sepeda saya terlalu keras, akhirnya saya kempesin lagi ban sepedanya dan lumayan enak buat di nggowes di kondisi jalan seperti ini. Suasana jalan tidak karuan di tambah kiri kanan hutan pinus membuat udara sekitar amat segar. Di perjalanan kami berpapasan dengan orang2 yang lagi berwisata offroad memakai mobil Land Rover. Dan bekas ban Land Rover di dalam kubangan lumpur itulah yang membuat jalan ini susah buat pengendara sepeda. Beberapa kali saya turun sepeda untuk melewati kubangan lumpur tersebut. Setelah itu kami ambil jalur tanah single trek, dan kondisi trek semakin tidak karuan hehe, akhirnya setelah kurang lebih 1.5km di jalur tanah tersebut sampailah kita di jalan aspal hancur parah di Cikole. DI samping kanan jalan Cikole ini ternyata ada jalur khusus Down Hills yang nantinya akan memakan korban salah satu temen gowes kami.

Sepanjang 2.2KM jarak yang harus di tempuh dari sini ke tempat parkir Bis Tangkuban Perahu, jalan aspal yang hancur dan yang terlihat hanya batu2 menonjol tidak menentu yang membuat bersepeda tidak nyaman. Dan kondisi jalan seperti inilah yang membuat akses ke Tangkuban Perahu lewat Cikole di tutup. Setelah sampai di tempat parkir Tangkuban Perahu kami pun langsung beristirahat sambil makan gorengan termahal yang pernah kita makan. Cukup lama kami beristirahat disini, dan cukup kesel juga kami di ‘getok sama si ibu gorengan, bisa di bayangkan kami beli gorengan dengan harga 75rb kesannya gorengannya berapa banyak wakakakakak.

Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole
Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole

Dari tempat parkir bis ini sebenarnya kami butuh sekitar 1.5KM lagi buat ke kawah ratu, untungnya jalan aspal super mulus menyambut kami walopun tanjakannya lumayan tapi karena di bantu jalan yang mulus tak terasa juga akhirnya sampai ke puncak. Sampai di kawah ratu tujuan utama yang di cari adalah tempat makan, setelah ketemu warung makan akhirnya pesen makanan dan istirahat (lagiii). Lumayan lama kami makan sambil istirahat disini, selepas makan kamipun bernarsis ria photo2 di kawah ratunya hehe. Dan setelah bernarsis ria akhirnya aktifitas favorit saya yaitu meluncur dengan sepeda di atas jalan aspal yang mulus dan terus menurun terlewati juga. Dan ketika sampai di trek down hill Cikole, beberapa temen saya penasaran ingin mencoba trek tersebut. Walopun saya suka meluncur di turunan (dengan jalan aspal mulus pastinya) tapi kalo untuk mencoba trek downhill yang sebenarnya saya tahu diri. Sepeda saya bukan di peruntukan buat trek sepeda downhills seperti ini apalagi saya ngak bawa body protector (alesan aja padahal nyalinya ciut hehe).

Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole
Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,CikoleTrek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole

Ada beberapa temen yang lewat jalur down hills cikole tapi sebagian besar tetap lewat jalur berbatu biasa. Setelah meluncur di depan sendirian di jalan Cikole yang berbatu parah, ban sepeda depan saya serasa bergetar dan setelah berhenti di cek ternyata emang ban sepeda depan saya kendor dan untungnya saya berhenti untuk mengecek karena kalau di biarkan terus bisa jadi akan lepas. Baru kali ini saya bersepeda sampai membuat ban depan sepeda saya kendor. Ketika berhenti membetulkan ban depan saya, koq rombongan temen saya tidak ada satupun yang lewat. hmmmmm saya sudah berprasangka buruk sepertinya saya yang nyasar hehe, padahal seinget saya jalur ini adalah jalur yang saya lalui ketika berangkat. Sinyal HP tidak ada, dan saya ngak bisa hubungi temen2 saya, tapi beberapa saat kemudian ada mobil bak terbuka yang mengangkut sepeda dan ternyata itu rombongan temen2 saya. Dalam hati saya berfikir hmm ternyata mereka ngeri kali turun di jalan berbatu yang super ancur, tapi setelah dekat temen saya yang masih pake sepeda di belakang mobil bak menyuruh saya mengikuti pake sapeda saja. Akhirnya saya tetap pake sepeda ngikuti mobil bak tersebut, dan emang inilah yang saya inginkan karena lebih nyaman pake sepeda di banding naik mobil bak terbuka. Tapi ternyata temen saya yg pake sepeda ngasih tau kalo salah satu temen ada yang celaka parah di trek down hill, dan itu membuat cemas saya. Akhirnya setelah sampai jalan raya sepeda saya pun di naikan ke bak, dan langsung menuju rumah sakit di daerah Maribaya. Setelah melihat korban kecelakaan benar2 membuat saya ngeri, tapi untungnya tidak terjadi cedera yang permanen, akhirnya dari Maribaya kamipun pulang ke Bandung dan sampai rumah sekitar jam 6 sore. Benar2 nmggowes full day yang melelahkan hehe.

1 Comment + Add Comment

  • wah mantap nih gan.. kira2 butuh biaya berapa kalo berangkat dari jakarta?? thanks :)

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Contact : gun_ip@yahoo.com

Album Photo lengkap ada di : pictures.maleber.net