Wisata Pantai Gunungkidul, Yogyakarta

Apr 14, 2012 by     5 Comments    Posted under: Gunungkidul, Hobby, New Posts, Pantai / Laut

Pantai Drini, GunungkidulGunungkidul merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Yogyakarta, dan kalau melihat peta wilayahnya Yogyakarta, Gunungkidul merupakan kabupaten terluas di provinsi DIY. Seperti namanya, posisi kabupaten Gunungkidul yang pusat pemerintahannya di Wonosari, berada di sebelah selatan provinsi DIY yang sebagian besarnya berada di ketinggian yang berupa perbukitan dan pegunungan kapur yang merupakan bagian dari pegunungan Sewu. Dan kalau saya mendengar informasi di TV kata Gunungkidul sepertinya daerah yang kering dan jauh dari pembangunan dan sepertinya stigma itu setelah saya melihat ke sana salah total. Mungkin kalo kering pas kemarau iya, walopun sepanjang jalan raya Wonosari yang menghubungkan Gunungkidul, sejauh mata memandang kondisi tanahnya hijau dan kelihatan subur. Tapi tidak terjamah dari pembangunan hmmmm saya melihat justru sebaliknya kalo jalan raya yang menghubungkan Yogyakarta ke Gunungkidul bahkan sampai ke kawasan wisata pantainya saya acungkan jempol dan ada 2 alternatif jalan untuk menuju kawasan pantai Gunungkidul yang dua-duanya dalam kondisi ok membuat saya salut buat pemerintah yang telah mengurus daerah ini.

Kondisi jalan yang jauh berbeda apabila di bandingkan dengan kondisi jalan2 wisata di Jabar seperti Ujung Genteng,Pelabuhanratu atupun Pangandaran yang notabene lebih ramai tetapi kondisi jalanya tidak bisa di bandingkan dengan kondisi jalan Gunungkidul, suasana kota Wonosari yang rapih tertata bersih pun saya acungkan jempol. Padahal kondisi pariwisata di pantai Gunung Kidul tidak seramai pariwisata di Jabar yg sy sebutkan tadi tetapi pemerintahannya benar2 care masalah jalan raya. Kalo di bilang wajarlah bagus karena sepi dan tidak banyak dipakai hmmm kalo di Jabar mungkin akan sebaliknya, kalo akses jalan ke tempat pariwisata tersebut sepi mungkin pemprov ato pemkab ato pemkot di Jabar malah sama sekali tidak akan memperhatikan jalan tersebut dan tidak akan membangun jalan yang mulus.

Kamis malam tanggal 5 April 2012, pulang kerja saya sudah menuju Bandung memakai kereta Argo Parahiyangan yang jam 15.50 wib. Sesampainya di Bandung langsung cabut ke rumah orang tua saya di Maleber Utara disini sudah lengkap ada kakak saya, dan setelah packing sebagian saja, pergi jemput adik saya di daerah Buahbatu dan setelah itu barulah packing full semua barang-barang pribadi yang ada di rumah saya di daerah Cipadung. Xixixi sebenarnya ini bukan acara ‘khusus’ jalan-jalan tetapi acara mudik ortu yang ingin silaturahmi ke rumah sodara2nya yg ada di Gombong, juga buat nyekar ke makam kakek-nenek saya. Tapi acara yg lebih besarnya yaa sekalian jalan-jalan wkwkwkw. Keluar dari kawasan Maleber sebenarnya jam 21.00wib dan setelah ke Buahbatu dan Cipadung ternyata keluar dari bunderan Cibiru itu sekitar jam 22.30 malam. Agak kesel karena tertahan lumayan lama di daerah Malangbong dan tanjakan Gentong yang macetnya juga entah karena apa tiba-tiba selepas tanjakan Gentong jalan super sepi lagi. Kalau saya berangkat malam sekitar jam 10 atau 11 malam biasanya sampai Gombong itu sebelum adzan subuh tetapi karena tertahan lama di Malangbong tadi sampai Gombong sekitar jam 8.15 pagi :( . Karena jadwal yg sudah meleset tanpa basa-basi langsung silaturahmi ke rumah kakak dan adik bokap yg super cepet. Setelah itu ke makam kakek nenek saya sebentar juga. Setelah itu barulah sadar kalau perut minta diisi wkwkwk, akhirnya setelah perut di isi di rumah om saya sekitar jam 10.30 pagi lanjut menuju Yogyakarta.

Sebenarnya saya agak ‘kurang suka’ jalan pake mobil ke daerah jawa tengah bagian selatan, karena kondisi jalanya itu yang seperti dianaktirikan oleh pemprov Jateng (atau juga pemkab2 sekitarnya), padahal jalanya merupakan jalan utama untuk menuju Yogyakarta dari arah barat. Dengan mata tertutup pun saya bakalan tahu ketika memasuki wilayah Jawa Tengah selepas Banjar Jawa Barat begitu pula ketika memasuki wilayah Yogyakarta selepas Jawa Tengah saya akan tahu juga hehe. Karena anak kecil pun sudah pasti bisa merasakan gimana kondisi jalan Selepas Banjar Jawa Barat sampai memasuki Yogyakarta serasa berada di negara yang berbeda :( . Karena sepanjang jalan uatama di Jawa Tengah banyak sekali jebakan2 lobang dan kalo ada jalan yang tidak ada lobangnya pun tetap bergelombang karena tambalan2 jalan-nya itu yg tidak rata. Jalan antara Banjar s/d Kulonprogo merupakan alasan kalo saya males tuk melewati daerah ini.

Jam 11.30 sembari istirahat juga, kami Jum’atan terlebih dahulu di daerah Kebumen dan habis jum’atan lanjut terus karena waktu yg sudah siang sedangkan jarak masih jauh. Dan akhirnya sampai di Yogyakarta sekitar jam 15.30-an. Dan makan siang (yg telat hehe) dulu di daerah Wijilan yg terkenal dengan centra Gudeg-nya. Makan di warung gudeg yg biasa kita makan yaitu di warung gudeg bu Lies, cuma entah kenapa makan gudeg di wijilan kali ini tidak terasa nikmat, mungkin juga karena kebanyakan ngemil di mobil jadinya perut tidak terlalu lapar juga atau juga karena di buru-buru oleh waktu yang semakin sore hehe.

Jarum jam belum sampai jam 16.30 sore perjalanan pun langsung dilanjutkan ke arah jalan raya Wonosari. Dan kurang lebih setelah menempuh perjalanan 425KM lebih sampai di perempatan Ring Road jogja sama jalan raya Wonosari. Kurang lebih 8.3 KM dari perempatan jl ring road-jl raya wonosari kondisi jalan yang sangat mulus mulai berkelok-kelok dan naik layaknya jalan yang melewati pegunungan. Dan 31 km dari ring road tadi akhirnya sampai juga di alun-alun Wonosari, sebagai pusat pemerintahan kabupaten Gunungkidul. Kurang lebih 1.3 KM (32.4) dari alun-alun sampai ke pertigaan yang menuju pantai Baron, dan kami pun ambil kanan menuju jalan Baron.

Wonosari, Gunungkidul Wonosari, Gunungkidul
Wonosari, Gunungkidul Wonosari, Gunungkidul

Kondisi jalan menuju Gunungkidul dari areah Yogyakarta amat sangat mulus :) .. bravo buat aparat pemerintahan yang telah menyediakan jalan raya wonosari yang mantab. Selayaknya, beberapa daerah lain patut meniru apa yang telah ada di kab.Gunungkidul. Kondisi jalan dari kota Yogya sampai ke Pantai Baron yang notabene nya lokasi yang berada di entah berantah amat sangat layak untuk di kunjungi. Sekali lagi berbeda dengan ruas jalan dari Wanareja sampai Purwerejo Jawa Tengah yang notabene nya jalan utama yang menghubungkan daerah barat dan timur pulau jawa kondisinya amat sangat memprihatinkan. Pemerintah Jateng sekali lagi WAJIB berkaca dan liat study banding untuk melihat jalan di Gunungkidul. Atau juga pemerintah yang menghandle jalan antara Sukabumi-Ujung Genteng dan Carita-Sumur di Banten, wajib berkaca ke sini untuk melihat seperti apa mulusnya jalan disini.

Dan kurang lebih 54 KM dari pertigaan ring road yogya-wonosari akhirnya sampai juga di pintu gerbang kawasan wisata pantai Gunungkidul. Waktu sudah menunjukan sekitar jam 19.00 dan suasana sudah benar-benar gelap dan agak sedikit serem juga. Beberapa saat sebelum masuk pintu gerbang, beberapa kendaraan motor dan mobil berkelompok keluar dari arah kawasan wisata pantai. Dan setelah saya liat-liat di daerah sekitar sepertinya cuma mobil yg kami kendarai yang malam-malam melewati jalur ini menuju pantai selatan, sedangkan banyak sekali motor dan mobil yang berkendara berkelompok menuju yogya/wonosari. Agak sedikit bertanya-tanya apakah mereka ngak mau menginap di kawasan wisata pantai gunung kidul atau memang tidak ada penginapan atau penginapannya penuh ?? hmmmm. Akhirnya setelah melewati gerbang wisata pantai tanpa membayar sepeserpun kami tanya2 lokasi penginapan. Setelah survei sebentar di daerah pantai Kukup dan Baron akhirnya kami putuskan menginap di penginapan di pantai Baron. Dan penginapan disini sepi banget, dari sekian kamar yang banyak sepertinya cuma kita dan beberapa orang yang menginap disini hehe. Wajar mereka ngak menginap di kawasan ini karena beberapa penginapan disini memang ngak layak alias seperti kos-kos-an :p. Tapi karena kondisi fisik yang sudah lelah dan ngak mungkin balik lagi ke Wonosari apalagi jogja akhirnya kamipun memilih penginapan yang seadanya :( .

Pantai Baron

Pantai Baron, Gunungkidul Pantai Baron, Gunungkidul
Pantai Baron, Gunungkidul Pantai Baron, Gunungkidul

Pagi hari saya sudah keluar penginapan untuk menghirup udara segar (yg ternyata bau amis ikan) untuk melihat-lihat suasana pantai Baron. Dan kesan pertama pantainya tidak panjang dan biasa-biasa saja tidak ada yg istimewa. Panjang pantainya jauh lebih pendek di banding panjang deretan kios2 penjual makanan atau cendramata. Cukup kecewa juga setelah perjalanan yg lumayan jauh dan capai ‘hanya’ untuk melihat pantai seperti ini :( hikhikhik.. Soalnya kesan pertama yg saya lihat seperti memasuki kawasan pasar tradisional bukan kawasan wisata pantai. Setelah cukup kecewa sama suasana pantai Baron akhirnya tanpa menunggu lama setelah mandi pagi perjalanan di lanjutkan dan akan menyisir kawasan pantai Gunungkidul ke arah timur.

Pantai Kukup

Pantai Kukup, Gunungkidul Pantai Kukup, Gunungkidul
Pantai Kukup, Gunungkidul Pantai Kukup, Gunungkidul

Setelah cukup kecewa dengan suasana pantai Baron, setidaknya ketika masuk ke pantai Kukup lebih mendingan walaupun masih ada ‘sedikit’ terkesan kumuh tapi suasana pantainya bagi saya jauh lebih menarik di banding pantai Baron, mungkin karena ada gazebo yang berdiri diatas batu karang yg dihubungkan dengan jembatan betonlah yang membuat suasana disini menjadi lebih menarik di banding Baron. Suasana di pantai Kukup pagi ini jauh lebih ramai di banding dengan pantai Baron, dan ombak khas pantai selatan yang masih pasang sampai menutupi pasir pantai yang indah dan menyentuh dinding tembok yang cukup tinggi. Sebenarnya ketika malam sebelumnya sempet survey penginapan di pantai Kukup, tetapi ketika malam hari melihat2 penginapan disini kesannya agak angker hehehe jadilah ambil penginapan yang di pantai Baron.

Pantai Sepanjang

Pantai Sepankang, Gunungkidul Pantai Sepankang, Gunungkidul

Setelah jalan2 sebentar di pantai Kukup, lanjut ke sebelah timur ada pantai Sepanjang. Akses jalan kesini masih baru dan masih di bangun, hanya ada adukan semen dua jalur pas di ban mobil saja, malah ketika beberapa ratus meter terlewati adukan semen tersebut berganti dengan batu yang disusun supaya ban mobil tidak selip. Dan setelah melintasi pos parkir jalan lebih mendingan sudah full seperti jalan makadam dan lebih rapih. Sepertinya beberapa waktu kedepan jalan yg rapih tersebut akan terus sampai ke belokan jalan rayanya. Suasana pantai Sepanjang sangat sepi dan jauh dari hiruk pikuk seperti suasana pantai Kukup. Pantainya landai dan jauh lebih panjang di banding Baron dan Kukup, disisi sepanjang pantai ada jalan yg bisa di lewati mobil dan antara jalan dan pantai berdiri warung-warung non permanent yang terbuat dari kayu dan bambu. Dan tidak terkesan kumuh seperti warung2 di Baron dan Kukup. Walopun warung2 tersebut agak sedikit menghalangi pemandangan pantai, tapi tidak di pungkiri ketika duduk ‘ngadem’ di warung tersebut sambil melihat ke arah laut lumayan nyaman juga hehe. Pantainya mengingatkan saya di pantai Pangumbahan Ujung Genteng. Karena pemandangannya yg ok dan suasana yang sepi lumayan agak lama kami menikmati pantai Sepanjang, tetapi waktu sudah agak siang akhirnya kami terus kan lagi ke arah timur untuk melihat pantai selanjutnya.

Pantai Drini

Pantai Drini, Gunungkidul Pantai Drini, Gunungkidul
Pantai Drini, Gunungkidul Pantai Drini, Gunungkidul

Setelah cukup puas dengan suasana pantai Sepanjang, perjalanan dilanjutkan ke arah timur dan ada plang nama pantai Watu Kodok tetapi melihat kondisi jalan masuk ke pantainya sepertinya masih jalan tanah sehingga kami skip, dan terus sampai ke pertigaan menuju pantai Drini. Secara pemandangan pantai dan pasir pantainya pantai Drini menurut saya pantai yang paling asik buat photo2 diantara pantai2 di gunung Kidul. Ada pasir putih yang lumayan tebal dan luas terhampar antara pulau jawa dan pulau Drini. Dan ketika sampai disini juga ternyata banyak orang-orang yang sedang mengabadikan keindahan pantai Drini. Ketika sampai di sini lagi ada pelelangan lobster hasil tangkapan nelayan dan lobsternya lumayan gede2 dan menggiurkan hehe tapi harganya lumayan kenceng juga di tingkat TPI harga 1 kg lobster dihargai 400rb, seingat saya waktu di santolo harga lobster di warung makan dan sudah dimasakain mateng 1kg 350rb tapi itu dua atau tiga tahun yang lalu. Suasana batu karang yang berdiri kokoh diantara pantai Drini dan di tengah2nya hamparan pasir putih yang berkilau di tempa sinar matahari membuat pemandangan di pantai Drini benar-benar spektakular bagi saya. Tidak pernah bosan untuk jalan di hamparan pasir putihnya yang tebal tersebut walopun sengatan matahari ke tubuh saya lumayan membuat panas badan saya tapi saya ngak pedulikan karena justru di cuaca yang menyengat inilah kwalitas warna photo akan lebih bagus di bandingkan kalo lagi mendung. Setelah lagi2 lumayan lama keliling untuk ambil gambar di sini akhirnya lanjut kembali ke sebelah timur lagi yaitu pantai Krakal.

Pantai Krakal

Pantai Krakal, Gunungkidul Pantai Krakal, Gunungkidul
Pantai Krakal, Gunungkidul Pantai Krakal, Gunungkidul

Pantai Krakal adalah pantai yang landai dan cukup panjang mungkin mirip seperti di pantai Sepanjang tetapi tidak ada warung-warung yang menghalangi pemandangan pantai. Pasir pantai yang putih dan pantai yang agak melengkung panjang membuat pantai Krakal agak sedikit berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya. Suasana pantai disini sebenarnya cukup banyak pengunjung tetapi karena pantainya yang panjang dan luas kesan ramai tersebut seakan-akan hilang dan pengunjung yang ada terkesan lebih sedikit. Ketika sampai di gerbang pantai Krakal saya liat ada yang jualan rumput laut goreng tepung dan ketika di cobain lumayan enak juga hehehe. Karena hari sudah mulai siang sengatan sinar matahari semakin menjadi-jadi dan karena pantai landai yang terbuka di Krakal sengatan matahari tersebut semakin terasa hehe.. setelah jalan sebentar di sekitar Krakal, kembali kami lanjutkan susur pantai Gunungkidul kearah timur, dan pantai selanjutnya yang di tuju adalah pantai Sundak.

Pantai Sundak

Pantai Sundak, Gunungkidul Pantai Sundak, Gunungkidul

Pantai sundak adalah pantai yang tidak terlalu panjang dan di apit oleh batu karang yang gede, suasana dari tempat parkir ke pantai masih terjaga kebersihannya walopun terdapat banyak warung2 cendramata dan makanan. Pengunjung disini lebih padat, mungkin karena pantainya lebih pendek jadi kesan pengunjung lebih ramai di banding panai Krakal. Pasir putih di pantai Sundak lumayan tebal lagi-lagi tebalnya pasir di Sundak mirip dengan pasir pantai di Pangumbahan Sukabumi. Sebenarnya nongkrong di pantai Sundak lumayan asik juga tetapi karena posisi matahari sudah mulai tegak lurus, dan kondisi perut pun harus diisi akhirnya setelah dapat info ada cafe/resto di pantai berikutnya maka segara kamipun lanjut ke arah timur kembali.

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti, Gunungkidul Pantai Indrayanti, Gunungkidul
Pantai Indrayanti, Gunungkidul Pantai Indrayanti, Gunungkidul

Setelah dapat info kalo di pantai Indrayanti terdapat banyak warung makan dan resto akhirnya kami pantai Sundak hanya sebentar, dan ketika sampai di pantai Indrayanti hmmm … pantai ini merupakan pantai paling ramai ketika saya menyusur pantai2 di gunung Kidul. Banyak mobil-mobil yang parkir di tempat parkir yg telah di sediakan ataupun dipinggir-pinggir jalan. Dan disini terdapat cafe atau restaurant yang paling layak dan ok di banding tempat2 makan di pantai gunungkidul yang saya temui. Pasir putihnya begitu indah mungkin mirip seperti yang di pantai Sundak tetapi kalau di pantai Sundak harus masuk agak dalam terlebih dahulu dan melewati warung-warung cendramata, tetapi di Indrayanti pinggir jalan utamanya langsung terdapat pantai dan Cafe. Tidak heran kalau pantai ini paling ramai karena selain indah juga suasana disini lebih modern di bandingkan dengan pantai lainnya di gunungkidul. Lebih modern disini bukan berarti lebih ke western tetapi lebih rapih dan enak dilihat. Cafe pinggir pantainya juga asik untuk dijadikan tempat makan siang ada meja-meja dan gazebo-gazebo pinggir pantai, suasananya mengingatkan saya ke suasana pantai2 di Bali.

Summary :

Ini summary saya setelah melihat2 pantai di Gunungkidul dan sy ingatkan summary ini benar2 subjectif penilaian saya saja dan anda bebas untuk punya pendapat yang berbeda.
Untuk pantai Baron, komentar saya saat ini mungkin saya tidak akan pernah tertarik untuk kembali ke Baron titik hehe. Pantai Kukup masih 50-50 untuk balik lagi hehe. Untuk Pantai Sepanjang,Drini,Krakal,Sundak dan Indrayanti saya masih tertarik untuk kembali main ketempat ini hehe. Kalau anda mencari ketenangan dan pantai yang sepi pilih pantai Sepanjang untuk anda yang ingin melihat keramaian cafe seperti suasana di Bali pilih pantai Indrayanti. Menyusur pantai-pantai di gunungkidul sebenarnya bisa dilakukan dalam satu hari dan di karenakan penginapan di sekitar pantai2 Gunungkidul yang kurang ok (ato sy kebetulan tidak melihat penginapan yg ok) lebih baik sih menginap di Wonosari ato Jogja dan mulai perjalanan dari Wonosari ato Jogja di pagi hari banget. Sebenarnya rencana saya ingin menginap dua malam di sini tetapi setelah melihat-lihat situasi dan kondisi akhirnya cukup satu malam saja sedangkan malam berikutnya kami menginap di Yogyakarta.

Setelah makan siang di Indrayanti akhirnya kami putuskan malam berikutnya untuk menginap dan istirahat di Yogyakarta saja, karena selain tidak melihat penginapan yg ok juga dikarenakan waktu yg mepet kalau kami harus start dari Gunungkidul balik ke Bandung. Dan sampai di Jogjakarta sekitar jam 4 sore setelah keliling mencari penginapan akhirnya kami putuskan untuk menginap di Hotel Cakra Kembang di daerah Kaliurang. Setelah istirahat yg cukup di Kaliurang pagi harinya karena takut kejebak macet di daerah tanjakan Gentong dan Nagreg kamipun langsung beres-beres dan kembali ke Bandung.

Kondisi jalan dan keadaan sekitar adalah kondisi di bulan April 2012, mungkin setelah berlalunya waktu keadaan bisa jadi berubah ;)

5 Comments + Add Comment

  • Jadi, pantai yang seperti apa yang kamu sukai? selain bersih, indah, menarik, fasilitas (hotel. resto, cafe, toilet,tempat cenderamata) oke, infrastruktur (jalan dan penerangan) oke, apalagi menurut kamu? Mana yang lebih kamu sukai? pantai yang ada fasilitas main (speed boat, diving,etc) atau yang polos? :) terimakasih atas referensi pantai di Jogja. Aku Kemas, aku pingin mengembangkan pariwisata di Jogja, :) salam kenal,

    • @kemas : salam kenal juga … Hmmm pantai yg bagus berdasarkan kriteria saya bukan karena fasilitas jalan,listrik,cafe yg ok , tetapi cukup dengan sua§ana yg alami masih a§ri tanpa bnyk pembangunan yg merusak suasana alam. Dan satu lagi sy ngak terlalu suka pantai yg ada fasilitas banana boat/jetski ato sejenisnya karena memb uat suasana jadi berisik , Sy lebih suka pantai yg tenang dan bisa buat snorkeling ..

  • Ini salah satu objek wisata yang belum sempat saya singgahi. Setelah lihat foto2 gunung kidulnya mas Gunawan, jadi ingin segera kesana. Cantik sekali

    • @Tour Explore : yup .. suasana di gununugkidul masih asri ;) .. selama ini pantai di jogja identik sama parang tritis saja hehe

  • Deae mas gunawan dan mas kemas
    Wisata itu jg lebih menarik jika tempat nya mudah d jangkau oleh angkutan umum, krna untuk para backpakker mrka tdk mgkin membawa kendaraan pribadi, artikel nya udh bagus next ksh tau angkutan yg trsedia menuju tmpat tersebut
    Thx -nurulismi

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Contact : gun_ip@yahoo.com

Album Photo lengkap ada di : pictures.maleber.net