<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>http://blog.Maleber.NET</title>
	<atom:link href="http://blog.maleber.net/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.maleber.net</link>
	<description>Photography, Travelling,  Hiking, Cycling, Diving &#38; Snorkeling</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:42:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>[Sepeda] Trek Cigending &#8211; Palintang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 23:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Cigending]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[polygon cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[SD Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam. Sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1217" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874906_DSC_8666.JPG" alt="" align="left"/></a>Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam. Sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan laut membuat udara sekitar desa ini sejuk di tambah gunung/bukit yang memunggungi desa tersebut  selalu di selimuti oleh kabut membuat suasana pemandangan alam sekitar semakin redup dan seakan-akan membuat segala sesuatunya berjalan semakin melambat, semua beban pikiran seakan-akan tertarik oleh kabut sekitar dan menguap bersamaan dengan waktu.<br />
<span id="more-978"></span><br />
Berjalan sedikit keatas keluar dari desa Palintang ada lapangan yang lumayan luas yang di apit oleh pegunungan Palasari dan Manglayang, suasana hutan yang masih hijau memunggungi lapangan tersebut dan ke arah selatan melihat kebawah terlihat jejeran atap rumah desa palintang dan semakin kebawah ke arah selatan di kejauhan terlihat suasana kota yang berada di cekungan Bandung.  Beberapa penduduk desa yang sudah lumayan berumur terlihat berjalan dengan perlahan-lahan tetapi pasti melintasi lapangan ini sambil menggendong gundukan rumput di punggungnya. Dan sangat lah tepat karena keindahan suasana alam sekitar nya itu, menjadikan lapangan ini sebagai tempat buat sekedar menarik napas para nggoweser yang kecapaian dan juga tempat bercengkrama dengan nggoweser lainnya.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1211" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874866_DSC_8640.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1212" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874872_DSC_8653.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1214" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874886_DSC_8661.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1213" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874878_DSC_8659.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Sabtu pagi 7 Januari 2012, kami bertiga berangkat dari daerah Cipadung dekat bunderan Cibiru kearah Alun-alun Ujungberung. Setelah 800 meter turun dari jalan ds.Cipadung ke jalan raya AH.Nasution, suasana jalan raya yg lumayan dipenuhi angkot dan bis membuat nggowes di jalan ini tidak menyenangkan <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi untunglah jalan raya yg harus di lalui hanya sekitar 2.7 KM saja, karena sekitar 3.5 KM dari posisi start, kami sudah sampai di sekitar alun-alun Ujungberung. Memasuki jalan Cigending jalanan sudah mulai menanjak dan sekitar 1.5KM dari alun alun Ujungberung sampailah di pertigaan antara Cinangka dan Tanjakan Panjang, kita ambil jalan Tanjakan Panjang. Dan seperti namanya tanjakan disini bener2 puannnjangggg. Dan setelah melewati kampung Tanjakan Puaaaaanjang tsb sambil ngos-ngosan dan beberapa kali istirahat akhirnya sampai di pertigaan jalan Palalangon Wetan, tepatnya 4.8 KM dari alun2 Ujungberung. </p>
<p>Tepat 6 KM dari alun2 UB, kami istirahat lumayan lama di warung pinggir jalan, dan setelah ngobrol sama ngooweser yang lain juga, ternyata di lapangan Palintang para tentara lagi ngadain upacara. Dan entah upacara apa, menurut nggoweser yg sudah sampe ke lapangan katanya tidak bisa di lewati karena masih upacara. Tapi beberapa saat kemudian belasan truk dan kendaraan kecil yang di tumpangi tentara muncul dari arah atas, yang menandakan kalau upacaranya sudah selesai. Akhirnya nggowes kami lanjutkan kembali walopun dengan kondisi betis yg semakin mengeras hehe. </p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1207" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874846_DSC_8584.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1208" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874852_DSC_8588.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1209" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874856_DSC_8637.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1210" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874861_DSC_8639.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Dan akhirnya di jarak 7.8 KM dari Ujungberung atau 11.3 dari awal posisi start, kami sampai juga di SD Palintang sebagai penanda kalau kami sudah sampai di kampung Palintang. Masih ada beberapa  tentara sisa upacara di Palintang. Dengan sapaan ramah para tentara tsb mengajak untuk sekedar beristirahat dan mampir makan di warung dekat SD Palintang. Tetapi kami harus menolak karena kalo kebanyakan beristirahat di warung yang ada perut kami akan berat hehe. Dengan terlebih dahulu melewati tanjakan extrim untuk keluar dari kampung Palintang tersebut akhirnya 1 KM dari SD Palintang tadi kami sampai juga  di lapangan tempat para nggoweser berkumpul.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1216" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874897_DSC_8665.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1218" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874913_DSC_8674.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1215" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874892_DSC_8664.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Agak sedikit takjub setelah melihat pemandangan sekitar di lapangan Palintang ini. Karena lapangan di punggungi oleh pegunungan yang ditutupi kabut, dan ada jalan kecil yg nanjak berkelok-kelok menuju pegunungan Palasari. Dan di arah sebaliknya atap perkampungan Palintang dan kota Bandung di kejauhan terlihat dengan jelas. Semoga keindahan dan keasrian hutan,gunung di sekitar palintang tetap terjaga dengan baik, karena sangat terasa sekali udara disini yang sangat sejuk dan segar bebas dari polusi. Setelah beberapa saat menikmati keindahan Palintang, akhirnya karena waktu sudah makin siang kami akhirnya turun kembali dengan rasa puas tersendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pangandaran All In One&#8230; Jalan2, Sepeda, Photography, Snorkeling</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Eastern Hills]]></category>
		<category><![CDATA[Eastern Hills Regency]]></category>
		<category><![CDATA[Pangandaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Pangandaran All in one &#8230; karena kali ini 4 hobby saya yg menjadi satu dalam satu event hehe &#8230; jalan2 ok, Sepeda iya, Photo2 , Snorkeling bisa .. walopun bersepeda tidak secape biasanya, dan photo2 tidak seoptimal kalo bener2 hunting photo, apalagi snorkeling cuman sekedar nyemplung tapi overall acaranya tetep seru hehe. Ini merupakan acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align=center><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1115" target=_blank><img class=frame src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2012/01/1325052207_DSC_7933.jpg" alt="" title="1325052207_DSC_7933" width="500" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-962" /></a></p>
<p>Pangandaran All in one &#8230; karena kali ini 4 hobby saya yg menjadi satu dalam satu event hehe &#8230; jalan2 ok, Sepeda iya, Photo2 , Snorkeling bisa .. walopun bersepeda tidak secape biasanya, dan photo2 tidak seoptimal kalo bener2 hunting photo, apalagi snorkeling cuman sekedar nyemplung tapi overall acaranya tetep seru hehe. Ini merupakan acara jalan-jalan pertama yg paling banyak melibatkan orang2 komplek di Eastern Hills Regency, Cipadung Bandung. Bravo buat panitia all event di EHR  tanpa kerja keras panitia2 abadi tersebut acara ini tidak akan pernah terlaksanakan. Di tunggu trip2 berikutnya hehe.<br />
<span id="more-945"></span><br />
Postingan ini hanya sekedar dokumentasi photo2 acara nggoweser EHR jadi selamat menikmati &#8230;..</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1113" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052186_DSC_7825.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1112" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052172_DSC_7836.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1111" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052161_DSC_7860.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1110" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052135_DSC_7951.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1109" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052123_DSC_8058.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1108" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052112_DSC_8059.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1106" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052081_DSC_8114.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1105" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052052_DSC_8069.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1104" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052041_DSC_8220.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1102" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052019_DSC_8180.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1100" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051983_DSC_8264.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1099" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051969_DSC_8256.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1097" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051941_DSC_8295.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1096" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051918_DSC_8292.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1094" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051879_DSC_8282.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1093" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051820_DSC_8308.JPG" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Umang &amp; Oar, Kec.Sumur, Padeglang-Banten</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Oar]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Umang]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Kulon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Umang dan Pulau Oar merupakan dua pulau yg sangat berdekatan yang terletak di daerah kecamatan Sumur, kabupaten Pandeglang &#8211; Banten. Menurut angka yang ada di GPS Jakarta-Sumur berjarak 217km dari posisi kami start. Dan memakan waktu kurang lebih 5 setengah jam dengan jalan santai termasuk istirahat sekitar 45 menit di daerah Pandeglang buat sarapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1180" target="_blank"><img align="left" class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053685_DSC_0423.JPG" alt="" /></a>Pulau Umang dan Pulau Oar merupakan dua pulau yg sangat berdekatan yang terletak di daerah kecamatan Sumur, kabupaten Pandeglang &#8211; Banten. Menurut angka yang ada di GPS Jakarta-Sumur berjarak 217km dari posisi kami start. Dan memakan waktu kurang lebih 5 setengah jam dengan jalan santai termasuk istirahat sekitar 45 menit di daerah Pandeglang buat sarapan pagi serta narsis poto2an di gerbang Taman Nasional Ujung Kulon <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dari Jakarta kami melalui jalan tol Kebon Jeruk ke arah Serang, keluar di pintu tol Serang Timur Km 71, di lanjutkan ke arah Pandeglang, Labuan, Panimbang, Citeureup, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu dan berakhir di Desa Sumur. Dari sini anda harus strict melewati beberapa tempat yang saya sebutkan, jangan pernah percaya kepada saran GPS untuk belok ketempat2 yang tidak di sebutkan diatas. Apalagi selepas Cibaliung-Sumur seakan2 GPS sok tahu untuk menunjukan arah ke jalan yg sesat, mungkin dia menyarankan rute terpendek tapi tidak pernah melihat kondisi jalan seperti apa. Dari Cibaliung ikuti saja jalan Raya Sumur yang akan menuntun anda ke kec.Sumur Pandeglang.<br />
<span id="more-922"></span></p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1182" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053715_DSC_0399.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1181" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053705_DSC_0401.JPG" alt="" /></a><br />
Gerbang Taman Nasional Ujung Kulon
</p>
<p>Jam 5.30 pagi kami start dari daerah Sudirman Jakarta, mampir ke tangerang buat jemput teman.  Dari Jakarta sampai ke Labuan kami masih tetap mempercai petunjuk GPS, apalagi ketika di kota Serang dan Pandeglang. Jalanan sangat lancar, ketika keluar pintu tol Serang Timur suasananya masih pagi. Beberapa saat kemudian kota Serang-pun sudah berada beberapa kilometer dibelakang kami. Dan arah mobil menurut GPS terus ke arah kota Pandeglang, lagi2 ketika sampai ke kota Pandeglang GPS lah yang menuntun kami keluar dari suasana kota dan masuk ke jalan Raya Labuan. Posisi jam kalau ngak salah masih jam 7.30-an atau 8.00 dan kondisi perut salah satu temen saya sudah teriak ingin di isi. Dan di jalan Raya Labuan ini kami istirahat di warung kecil pinggir jalan buat sarapan pagi dengan mie instant sekitar 45 menit. Beberapa saat kemudian posisi pantai selat sunda sudah berada di sisi kanan kami. Dan tidak terasa kami sudah sampai ke daerah Panimbang. Dari Panimbang menuju pertigaan Tj.Lesung dan Sumur kami disambut jalan beton yang besar lurus dan mulus. Masih sedikit mobil yang hilir mudik di jalur ini sehingga saya bisa memacu mobil yang saya kendarai lebih kencang. Selepas pertigaan tj.Lesung (lurus) dan Sumur (belok kiri) maka kondisi jalan mulai agak rusak tetapi masih tidak terlalu parah .. dan tidak merepotkan kami meskipun kami memakai mobil Yaris yg pendek.  Kondisi rusak tersebut ada di beberapa titik dan tidak terlalu panjang. Setelah melewati titik2 jalan yg rusak dan cigeulis pun terlewati akhirnya kami sampai di Cibaliung. Dari sini jangan pernah mempercayai saran dari GPS (lebih tepatnya selepas pertigaan tj-lesung sumur) karena GPS seperti halnya google map akan menyarankan kita ke jalur terpendek bukan ke jalur jalan raya yang semestinya. Pokoknya dari Cibaliung harus teguh mengikuti jalan raya utama yaitu jalan Raya Sumur  walopun GPS menyarankan belok ke sana kemari. Beberapa saat dari Cibaliung kami sampai ke gerbang pintu Taman Nasional Ujung Kulon, ngak kuat buat narsis akhirnya kami muter balik untuk bernarsis ria sebentar di pintu gerbangnya hehe, dan akhirnya jam 11 siang kami sampai di tempat parkir/penitipan mobil atau Pos penyebrangan ke pulau umang.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1204" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054071_DSC_0586.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1174" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053636_DSC_0447.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1175" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053647_DSC_0443.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1164" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053576_DSC_0588.JPG" alt="" /></a><br />
Pulau Umang
</p>
<p>Pulau Umang dilihat dari sisi ini kelihatan kumuh dan menurut saya terlalu dekat ke pulau Jawa, tetapi sebaliknya ketika sampai ke pulau umang dan melihat pulau jawa hmmm pemandangannya benar2 keren. Setelah kurang lebih 5 menit menyebrang ke Pulau Umang dan di sambut dengan ramah sama pegawai disana sekilas saya melihat kondisi resort di sisi luar  sedikit kurang terawat walopun ketika masuk jauh lebih terawat dan bersih. Setelah istirahat sejenak di lobby akhirnya kami di antarkan ke villa yg kami sewa. Tidak semua villa terawat dengan baik, hanya beberapa vila saja yang masih kelihatan ok. Kami kebetulan mendapatkan posisi vila di vila sunrise yang sebenarnya kurang tepat disebut sunrise karena posisi vila sunrise ini justru berada di sebelah Utara dan vila sunset di sebelah selatan hehe. Dan ternyata vila sunrise jauh lebih asik pemandangannya di banding vila sunset. Kenapa asik karena di depan vila sunrise langsung ada pantai yang berpasir (walopun berkarang) .. kalo di vila sunset ngak ada pantai langsung menghadap laut yg di batasi oleh pembatas tembok.</p>
<p>Setelah sekian lama kami tidak menyelam dan ber-snorkeling, melihat suasana laut bawaanya ingin langsung nyebur. Tapi saya tahan dulu buat kasih kesempatan kepada otot2 di badan saya yg lumayan lelah setelah menyetir dari Jakarta, juga karena posisi matahari yg sangat2 terik membuat keinginan nyebur di laut agak tertahan. Setelah makan siang dan istirahat tiduran sebentar sambil nunggu matahari tidak terlalu panas, akhirnya keinginan buat nyebur di laut terlaksanakan juga hehe. Rush guard, Masker + Snorkel, Fin dan Sarung tangan sudah terpasang dengan rapi .. tanpa menunggu lebih lama langsung terjun ke laut. Pertama agak kaget karena beberapa meter dari bibir pantai banyak banget karangnya dan juga sangat dangkal itu menyulitkan sekali apalagi yang cuman ingin main air saja di bibir pantai di jamin nyesel hahaha karena berbeda dengan suasana pasir pantai umumnya.  Tetapi selepas beberapa meter di hadang terumbu karang yg tajam2 dan dangkal akhirnya sampai juga ke tempat yng dalam dan saya cukup surprise melihat kondisi terumbu karang disini yg masih terawat dengan baik walopun di beberapa titik sudah rusak dan ada sampah tapi over all ok banget. Jauh lebih ok di banding ketika saya snorkeling di Nusa Lembongan  Bali  dan apalagi kalo di bandingkan waktu sy nyelam di Tanjung Benoa bali jauuuuuh banget hehe. Setelah puas dan cukup lelah ambil gambar underwater akhirnya saya naik ke darat dan lagi2 perlu extra hati2 untuk naik ke darat karena terumbu karang yg dangkal dan sangat tajam2 . Beruntung saya menggunakan sarung tangan walopun di kaki lumayan banyak goresan2 dan ada sedikit cucuran darah bekas tergores sama terumbu karang. Setelah me-review beberapa gambar yg saya ambil di bawah ternyata banyak sekali softcoral dan  clown fish beserta anemonya bertebaran di mana-mana. Awalnya saya under estimate dengan suasana terumbu karang disini yg ternyata saya salah memprediksi &#8230; padahal kondisi terumbu karangnya keren.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1202" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054002_IMG_5956.jpg" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1201" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053995_IMG_5931.jpg" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1200" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053989_IMG_5924.jpg" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1199" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053975_IMG_5610.jpg" alt="" /></a><br />
Bawah Laut Pulau Umang &#038; Oar
</p>
<p>Setelah bersih2 dan mandi ketika makan malam kami lumayan terkejut dengan porsi makan yang benar2 jumbo buat berempat hehe sampai2 setelah makan malam tidak sempet untuk ngemil hehe. Suasana makan malam lumayan ok..  ada di luar ruangan di temani oleh organ tunggal yg dengan rayuan penyayinya bisa mengajak 2 temen saya ikut bernyanyi hehe. Setelah acara makan malam di bubarkan oleh gerimis, akhirnya kami istirahat karena esok harinya akan bermain full day.  Pagi harinya .. pagi2 banget masih tetap melaksanakan ritual snorkeling di laut hehe tetapi kali ini visibilitynya kurang , mungkin karena arus masih kenceng. Dan setelah siap2 buat main ke Pulau Oar, pulau yg tetanggaan sama pulau umang, kami lagi2 di kasi sarapan yg extra jumbo .. kali ini kami santap banyak karena buat persediaan seharian berenang di laut hehe.  Cuma butuh beberapa menit untuk sampai ke Pulau Oar dari pulau Umang. Setelah sampai dan melihat pasir putih tanpa banyak basa-basi kami berempat gerombolan yang maniak snorkeling langsung menyebur ke tengah laut dan berenang kesana kemari. Kondisi terumbu karang/coral disini lagi2 membuat kami terkaget2 karena jauh terawat dengan baik dan lagi2 di buat surprice karena hamparan soft coral yang luas seakan akan menyelimuti lautan. Setelah beberapa kali bolak balik naik turn, naik turun akhirnya kecapean juga dan istirahat sebentar. Dan tidak lupa buat keliling melihat keadaan pulau oar seperti apa. Setelah cukup puas akhirnya kami harus balik ke pulau Umang buat makan siang. Sampai pulau umang kami tidak makan langsung tapi berenang dulu di kolam hehe dan ketika makan siang semua baju renang masih menempel basah di tubuh hehe. Ngak peduli di lihatin orang yg penting enjoyyyyy. Saking maniaknya main air habis makan siang nyemplung lagi ke kolam hahaha. Setelah lumayan lelah akhirnya kami balik ke villa untuk istirahat memulihkan kondisi tubuh buat snorkeling lagi di sore harinya hehehe.  Setelah istirahat sesaat, sore harinya kembali terjun kelaut hehe tapi kali ini tidak terlalu lama karena saya ingin ambil gambar2 sunset di pulau umang.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1205" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054087_DSC_0634.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1188" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053802_DSC_0699.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1194" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053847_DSC_0647.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1185" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053780_DSC_0714.JPG" alt="" /></a><br />
Pulau Oar
</p>
<p>Setelah sunset lewat ..  dan makan malam  dengan suasana yg berbeda dibanding makan malam kemaren. Suasana makan malam kali ini mengingatkan saya ke suasana makan malam di Jimbaran. Kalau saja ada pesawat seperti pesawat yg lagi turun/naik di Bandara Ngurah Rai .. niscaya orang2 akan berfikir lagi di Jimbaran Bali hehehe.</p>
<p>Setelah kekenyangan karena makan malam yg jumbo kami langsung istirahat karena esok harinya mau langsung check-out agak pagian.  Resort ini cukup memuaskan buat penggemar aktifitas di laut tapi kurang maksimal kalau cuma di nikmati diatas pulau saja. Dan kategori pantai yang bagus bagi saya sekarang bertambah, selain keindahan pantainya yang penting pantainya bisa buat berenang dan snorkeling hehe. Rasanya kurang OK kalo ada pantai yang pemandangannya keren  tetapi ngak bisa buat berenang atau snorkeling :p.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1206" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054098_DSC_0797.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1203" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054062_DSC_0014.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1155" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053459_DSC_0794.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1154" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053453_DSC_0796.JPG" alt="" /></a><br />
Senja Di pulau Umang
</p>
<p>Ada beberapa info di beberapa blog orang yang mungkin sudah tidak valid , dan info yg akan saya sebutkan juga bisa juga akan tidak valid dalam kurun beberapa waktu kedapan. Jadi saya kasih note kalo info yang saya tulis adalah kejadian di bulan Nov 2011, yaitu :</p>
<ul>
<li>Isu : Pom bensin pertamax menurut isu cuman ada di Serang</li>
<ul>
<li>Realita : ternyata kurang tepat , karena setelah cibaliung pun kami menemukan pom bensin yang menyediakan Pertamax, Jadi buat orang2 yg tidak ingin menggunakan fasilitas subsidi BBM pemerintah jangan kawatirkan masalah Pertamax.</li>
</ul>
<li>Isu : Banyak blog yang setidaknya akan mengurangi niat orang2 yang akan pergi ke daerah Sumur di karenakan jalan yang jelek dan sampai ada beberapa warning jangan pernah menggunakan sedan untuk sampai kesana.</li>
<ul>
<li>Realita : Di beberapa titik jalan rusak tapi masih dalam kondisi wajar itupun tidak panjang, tidak serusak ketika terakhir saya jalan ke Ujung Genteng. Di Nov 2011, kami bahkan kesana menggunakan mobil pendek Yaris diisi oleh 3 orang yang gede2 + 1 orang agak kecil hehe + bagasi yang full. Dan sama sekali tidak ada kendala, so buat yang mempunyai mobil sedan jangan kwatir tidak sampai.  &lt;&#8211; sekali lagi tulisan ini sy buat di Nov 2011, mungkin beberapa tahun kedepan sudah tidak valid apakah jalan akan lebih bagus atau lebih jelek.</li>
</ul>
<li>Isu : jalan kecil berkelak-kelok + naik turun</li>
<ul>
<li>Realita : Yup betul jalan agak kecil dan berkelak kelok naik turun itupun ngak sepanjang perjalanan seperti itu .. tp lagi2 ini masih dalam taraf wajar dan bukan sesuatu yang memberatkan perjalanan. Jalan tersebut tidak lebih kecil dari jalan ketika ke Pelabuhan Ratu, atau Ujung Genteng, atau Pamengpeuk Garut atau Karang Bolong pantai ayah Kebumen.  Bahkan tingkat kesulitan kelak kelok naik turunya jauh lebih beradab di banding tanjakan  di jalur Rancabuaya-Ciwidey, atau Pelabuhanratu-Bayah atau bahkan kampung Toga Sumedang. Kelak-kelok naik turunnya bukan bandingan 3 tempat yang saya sebutkan tadi.</li>
</ul>
<li>Isu : Bawa makanan yang banyak buat di pulau.</li>
<ul>
<li>Kami benar2 termakan oleh isu ini. Kami menyiapkan makanan camilan dan berat yang banyak kalau2 di pulau kelaparan. Tapi ternyata (setidaknya) paket yang saya ambil ternyata full of meal &#8230;  porsi makannya buaaaaanyak bangeddd sampe2 ngak bisa ngemil saking kenyangnya. Air aqua botol besar yang kami bawa dari pulau jawa akhirnya balik lagi ke pulau jawa karena disanapun air bukan menjadi isu hahaha.</li>
</ul>
<li>Isu : Makanan di pulau Umang mahal ..</li>
<ul>
<li>Hahahaha kalo ini bener jd mendingan pilih paket yg sudah include makan jadi ngak pusing beli makanan tambahan.</li>
</ul>
<li>Isu : pantainya banyak karang jadi susah buat berenang.</li>
<ul>
<li>BETUL &#8230; pantainya banyak karang .. buat yang cuman main2 air dan berharap main dengan pasir putih seperti pantai kebanyakan pasti akan tidak senang karena banyak karang yg mengganggu. Tapi kalau berenang agak ke tengah wooowww terumbu karangnya keren2 dan ini  justru menjadi nilai plus buat kami yg maniak snorkeling. Sehari 3 kali kami snorkeling ketengah laut di depan villa .. pagi, siang dan sore hahaha sampai2 baju renang sy seharian ngak lepas. Dan pemandangan bawah lautnya bisa dikatakan salah satu terbaik yg pernah saya lihat setidaknya mirip2 dengan yang di Karimunjawa. Bahkan kumpulan ikan disini adalah kumpulan ikan terbanyak yang pernah saya lihat selama berenang di laut.</li>
</ul>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Oray Tapa &#8211; Desa Mekarmanik, Cimenyan</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 13:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Perkemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cimenyan]]></category>
		<category><![CDATA[Cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[Garung]]></category>
		<category><![CDATA[Manglayang]]></category>
		<category><![CDATA[Mekarmanik]]></category>
		<category><![CDATA[Oray Tapa]]></category>
		<category><![CDATA[polygon]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Oray Tapa merupakan salah satu Bumi perkemahan di sekitaran Bandung timur yang tidak seramai dan seterkenal Bumi Perkemahan Ranca Upas atau Cikole Lembang atau bahkan KiaraPayung, sepertinya beberapa Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur tenggelam dengan nama2 besar bumi perkemahan Bandung Utara atau Selatan. Padahal secara letak geography Bumi perkemahan yang berada di Bandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953567_DSC_7757.JPG" target="_blank"><img align="left" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953567_DSC_7757.JPG" class="frame"></a> Oray Tapa merupakan salah satu Bumi perkemahan di sekitaran Bandung timur yang tidak seramai dan  seterkenal Bumi Perkemahan Ranca Upas atau Cikole Lembang atau bahkan KiaraPayung, sepertinya beberapa Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur tenggelam dengan nama2 besar bumi perkemahan Bandung Utara atau Selatan. Padahal secara letak geography Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur benar2 dekat dengan pusat kota. Dan walaupun dekat dengan pusat kota tetapi suasana ketinggian dan hutan yang masih sejuk di tambah view kota bandung yang menawan  menjadikan menjadikan Oray Tapa nilai plus sendiri.  Berdasarkan angka GPS yg ada di gadget saya ketinggian gerbang Oray Tapa berada di titik 1279 meter diatas permukaaan laut dan lokasi Latitude di angka -6.8573211 serta Longitude di angka 107.6932883. Tidak heran suasana sejuk menyelimuti daerah ini.<br />
<span id="more-898"></span></p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1087" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953536_DSC_7784.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1085" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953477_DSC_7735.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1082" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953405_DSC_7743.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1081" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953385_DSC_7745.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1084" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953461_DSC_7738.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1072" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953187_DSC_7816.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Dan sekarang giliran Oray Tapa yang akan di sambangi sepeda saya hehe. Berbeda dari hari &#8216;wajib&#8217; jalan-jalan tim-nya nggoweser Eastern Hills yang biasa hari minggu pagi. Kali ini di luar jadwal dan dilaksanakan sabtu pagi. Karena perbedaan jadwal tersebut maka  tidak semua tim ikut.  Kenapa berbeda ??? &#8230; Karena Kru nggoweser EH sabtu malam ada tambahan extra kurikuler yaitu main bulu tangkis sampe gempor :p. Dan saking gempornya, minggu paginya kru yg ikut nggowes jadi susah bangun jadinya nggowes minggu pagi di trek yg  dekat2 hahaha. Jadilah mencoba nggowes di sabtu pagi karena ingin mencoba trek yg &#8216;agak&#8217; jauhan dikit hehe.</p>
<p>Jam 6.30 pagi saya sudah ready tetapi berangkat  dari rumah sekitar jam 6-an. Kali ini ngak sempet sarapan roti atau sereal karena kepagian, jadi masih dalam kondisi perut kosong langsung nggowes. Turun dari Eastern Hills di jalan ds.cipadung ke arah jalan AH. Nasution lalu berbelok kanan ke arah Ujung Berung, dan kurang lebih 3.5km sampai di pasar ujung berung.  Terus menuju arah cicaheum dan ketika angka di GPS menunjukan kilometer 6.1 tibalah di pertigaan jalan AH.Nasution &#8211; Arcamanik Sindanglaya. Dari sini belok kanan ke arah jalan Arcamanik-Sindanglaya, jalan masih tidak terlalu menanjak tetapi beberapa ratus meter kemudian jalan mulai menanjak, tidak curam tapi tidak ada ujungnya :p. </p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1080" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953369_DSC_7760.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1086" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953510_DSC_7767.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1074" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953227_DSC_7806.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1077" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953296_DSC_7787.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Nanjak terus dan beberapa saat kemudian istirahat sebentar tarik napas dan nanjak lagi ..kira2 seperti itulah kondisi jalan menuju oray tapa. Tanjakannya Oray Tapa  tidak securam tanjakan panjang di Cigending Ujung Berung atau tanjakan Batu Kuda tetapi tanjakan di sini konsntan dan sangat panjang, untunglah dibantu oleh kondisi jalan aspal yg mulus. Setalah tanya beberapa kali ke orang sekitar karena takut salah jalan, akhirnya sampai kita di ujung jalan aspal dan mulai memasuki jalan makadam. Dan trek ini benar2 menguras tenaga di paha saya, beberapa ratus meter menuju pintu gerbang Oray Tapa jalan semakin tidak karuan. Dan akhirnya ketika tiba di pintu gerbang masuk Bumi Perkemahan Oray Tapa , angka di GPS menunjukan kilometer 13.7. Artinya sekitar kurang lebih 7.6km panjang tanjakan konstant yg harus di lalui.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1073" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953213_DSC_7812.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1076" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953273_DSC_7798.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1079" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953338_DSC_7775.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1078" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953317_DSC_7776.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Sampe di atas saking laparnya 5 biji gehu mang Ako langsung habis hehe. Dan ternyata nggowes dalam keadaan perut kosong benar2 tidak mengenakan. Apakah karena sugesti belum sarapan atau emang cape banget tapi yg pasti jalur ini cukup membuat paha dan betis keras. Tetapi sampai di atas yang ada kepuasan karena bisa melihat pemandangan yang keren banget. Hamparan kota Bandung dari ketinggian dan suasana yang sejuk benar2 melupakan kelelahan yg menghiggapi saya.</p>
<p><iframe src="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=hITJc2SjPQ0&#038;width=300&#038;height=400" width="580" height="700" frameborder="0" scrolling="no"></iframe><br />
Setelah beristirahat dan 5 gehu abis maka di putuskan untuk balik lagi &#8230; dan kali ini ketika turun, saya benar2 menikmatinya.  Mungkin ini jalur turunan sepeda ternikmat yang pernah saya coba hehe. Setelah beberapa ratus meter melewati jalan yang hancur lalu masuk ke jalan aspal yang mulus dan berkelak-kelok turun terus membuat laju sepeda lumayan kenceng sampai menyalip beberapa sepeda motor di depan. Setelah melewati turunan tadi,  membuat saya sampai bertanya dalam hati kalo tadi pagi benar2 kelelahan karena emang nanjaknya jauh banget hehe. Dan wajar ketika nggowes nanjak sampe bertanya koq ngak ada ujungnya hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Garung &#8211; Cipulus &#8211; Cipadung (Bandung Timur)</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 09:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[Cipulus]]></category>
		<category><![CDATA[Cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[Garung]]></category>
		<category><![CDATA[Manglayang]]></category>
		<category><![CDATA[polygon]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Trek sepeda yang sangat pendek tapi lumayan menguras tenaga karena selain tanjakan yang ok juga dilengkapi dengan kondisi jalanan yang berbatu dan batunya yg segede2 gaban menambah tingkat kesulitan dalam mengayuh sepeda dan jangan sampai terpeleset atau jatuh karena sayang sepedanya selain badan anda yang bonyok hehe. Kalaulah kondisi jalannya rata walopun bukan aspal dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=994' target=_blank><img align=left class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173208_DSC_6511.JPG'></a>Trek sepeda yang sangat  pendek tapi lumayan menguras tenaga karena selain tanjakan yang ok juga dilengkapi dengan kondisi jalanan yang berbatu dan batunya yg segede2 gaban menambah tingkat kesulitan dalam mengayuh sepeda dan jangan sampai terpeleset atau jatuh karena sayang sepedanya  selain badan anda yang bonyok hehe. Kalaulah kondisi jalannya rata walopun bukan aspal dan tidak berbatu seperti itu sebenarnya trek ini biasa-biasa saja. Lokasi ngowes kali ini masih sekitaran Bandung Timur tepatnya di kaki Gunung Manglayang, dan jalan Garung sendiri bisa di akses dari beberapa tempat dan salah satunya dari jalan ds Cipadung. Start dari komplek rumah jl. Ds Cipadung kurang lebih 1 KM dari jalan utama Jl. AH. Nasution. Melaju dari Cipadung-Sukaluyu-Jadaria dan tidak terasa 2,1 KM pertama berdasarkan hitungan GPS, kiri kanan masih jalan kampung yang di penuhi rumah2 penduduk. Pas di kilometer tersebut ketika mau memasuki jalan Garung langsung di hadang tanjakan yg cukup curam tetapi tidak panjang kurang lebih 200M saja, dan kondisi jalan di tanjakan masih bagus.<br />
<span id="more-690"></span><br />
Di ujung tanjakan jalan sudah mulai keriting, rumah2 penduduk sudah menghilang di gantikan sama kebun dan ladang. Beberapa ratus meter terus mengayuh kondisi jalan semakain tidak ada bentuknya batu2 yang menonjol dari jalan sangat menggangu sekali, karena selain posisi batu yang tidak beraturan juga  karena ukuran batunya yg gede2. Tetapi pemandangan gunung Manglayang di depan mata dan hamparan kota Bandung, tepatnya Gede Bage di belakang sepeda serta kiri kanan kebun dan ladang penduduk yang keren,  membuat kondisi jalan yang keriting tidak ada apa-apanya. Tetapi ingat seindah dan sekeren pemandangan  tersebut tetap tidak bisa membantu napas dan lutut saya semakin kuat hehe.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=999' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173308_DSC_6494.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=997' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173272_DSC_6504.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=996' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173253_DSC_6505.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=995' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173222_DSC_6510.JPG'></a>
</p>
<p>Di kilometer 3.4 dari posisi start, rumah2 khas penduduk kampung bermunculan kembali, tetapi tidak sepadat di 2 kilometer pertama. Rumah2 penduduk masih jarang dan di selang-selingi oleh kebun dan ladang. Di Kilometer 4 rumah penduduk lumayan padat, dan kurang lebih 500 meter berikutnya tepat ada pos ronda dan pertigaan, dimana lurus menuju ke Batu Kuda Manglayang dan kiri menuju jalan terusan palasari. Kami ambil jalur kiri ngikutin jalan Cipulus menuju jalan terusan Palasari. Dan tepat di kilometer 5 ada pertigaan yang ada warungnya, kalo lurus terus ngikutin jalan Cipulus kalo kiri turun menuju jalan Terusan Palasari. </p>
<blockquote><p>Warung ini biasanya jadi tempat tujuan saya kalo bersepeda sore hari tetapi dengan trek Cipadung-Terusan Palasari dan berhenti di Warung ini .. lalu turun dengan jalur yang sama. Walupun amat sangat pendek tetapi buat nggowes sore hari lumayan ok karena tanjakannya juga lumayan membuat betis keras.
</p></blockquote>
<p>Kembali ke trek yang tadi setelah dari warung ini kami ambil kiri dan turunan lumayan tajam berkerikil langsung menyambut kami. Mungkin karena jalan yang berkerikil pemakain rem agak sulit di kontrol karena setiap kali nge-rem yg kuat dan mendadak ban akan selip dan sepeda tetap melaju walopun ban dalam posisi tidak berputar hehe. Hamparan kota Bandung di depan mata tidak di hiraukan karena kondisi yang focus di turunan. Tetapi akhirnya saya gatal juga melihat pemandangan di depan yang keren,  saya berhenti sebentar sekedar untuk ambil gambar saja hehe.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=993' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173184_DSC_6517.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=992' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173173_DSC_6522.JPG'></a>
</p>
<p>Dari warung di pertigaan tadi sampai dengan warung bandrek di dekat SMA Krida Nusantara berjarak kurang lebih 1.7 km dan kondisi jalan yang turun terus. Selepas warung bandrek disini kerumunan orang pasar kaget menyambut kami. Karena di daerah sini setiap minggu pagi selalu menjadi arena pasar kaget yang lumayan ramai. Dan biasanya kami istirahat dan makan di area pasar kaget ini. Dan setelah istirahat dan makan, lalu turun kembali dan balik ke komplek rumah yang kurang lebih sekitar 9.1km untuk mengitarin track itu. Yang saya suka dari trek ini adalah jalurnya yang memutar sehingga jalur berangkat sama pulang tidak sama.</p>
<p><iframe src="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=lu1RndtSBtU&#038;width=560&#038;height=600" width="560" height="600" frameborder="0" scrolling="no"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujung Genteng, Pangumbahan, Amanda Ratu &amp; Curug Cikaso</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 10:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Amanda Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Cibuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Cikaso]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Mama's Losmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Ujunggenteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Trip ini sebenarnya sesuatu yang emosional bagi saya, 13 tahun yang lalu itulah terakhir saya menginjakan kaki di Ujung Genteng dan cerita nya ada disini. Dan sekarang perjalanan itu ingin saya ulang dengan kondisi yang berbeda tentunya. Dulu kami benar2 berpetualang keluar masuk hutan dan perkebunan melalui jalur offroad yang sama sekali tidak tidak tercantum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1052' target='_blank'><img class='frame' align='left' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195858_DSC_7152.JPG'></a> Trip ini sebenarnya sesuatu yang emosional bagi saya, 13 tahun yang lalu itulah terakhir saya menginjakan kaki di Ujung Genteng dan cerita nya ada <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/" title="Ujung Genteng 13 tahun yang lalu" target="_blank">disini</a>. Dan sekarang perjalanan itu ingin saya ulang dengan kondisi yang berbeda tentunya. Dulu kami benar2 berpetualang  keluar masuk hutan dan perkebunan melalui jalur offroad yang sama sekali tidak  tidak tercantum di peta. Tetapi sekarang jaman sudah berubah, dulu perjalanan ditemani Toyota Land Cruiser yang tangguh sekarang cukup dengan Toyota Avanza hehehe. Dulu dengan berbekal kamera SLR Nikon temen saya yang masih pake Film, sekarang berbekal kamera DSLR Nikon. Dulu perjalanan mengandalkan peta lipat kabupaten Sukabumi dan Cianjur yang di beli di Gramedia , sekarang semuanya jauh di permudah dengan berbekal GPS yang sangat membantu. Dulu kami berempat sebagai teman kuliah emang berjiwa petualang ingin melihat sisi lain jawa barat yang belum tersentuh, tetapi sekarang semuanya lain, kali ini saya berangkat sama keponakan dan kakak saya dengan tujuan untuk berwisata guna mengisi waktu liburan anak sekolah hehe.<br />
<span id="more-787"></span><br />
Jumat pagi saya sudah berkoordinasi dengan tim yang dari Bandung guna menanyakan kesiapan kendaraan dan lain2nya. Semuanya serba mendadak, dari persiapan mobil, orang2 yang mau ikut, serta tidak ada kepastian penginapan semuanya didadak di hari jum&#8217;at pagi. Karena niat itu sesuatu modal yang paling berharga dalam melakukan perjalanan maka  semua kendala yang bisa menghalangi perjalanan ini terlewati. Kepastian total personel yang mau ikut didapat setelah jam 3 sore hehe. Saya sendiri pulang kerja dari jakarta pakai Travel jam 4 sore, dan sampai di rumah orangtua saya sekitar jam 8 malam. Saya sendiri benar2 tidak mempersiapkan segala sesuatunya, sampai rumah ortu hanya mandi dan makan serta istirahat sebentar, kami pun langsung berangkat sekitar jam 9.15 malam itupun menuju rumah saya di daerah Cipadung untuk mengambil perlengkapan kamera dan persediaan pakaian saya hehe. Moral point yang di dapet adalah segala sesuatu yang di rencanakan selalu gagal terlaksana karena Niat yang kurang hehe &#8230; kalo niat sudah bulat walopun tidak ada rencana sama sekali, itu tidak akan mengurungkan perjalanan yang sudah ada di benak kita hehe.</p>
<p>Sekitar jam 10 malam  perjalanan dimulai dan start dari Cipadung Bandung mengarah ke pintu tol Buah Batu. Berapa saat kemudian keluar dari pintu tol padalarang dan melaju sampai di Cianjur. Di Cianjur kota agak sedikit tersesat mencari jalan arah Sukabumi hahahaha dan terselamatkan oleh GPS di hp saya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Setelah menemukan jalan keluar dari Cianjur menuju Sukabumi tidak terasa pula sampai di Sukabumi, dan  sedikit tersesat  (lagii) untuk mencari jalan keluar dari Sukabumi kota menuju daerah selatan Sukabumi. Again &#8230; GPS lah yang menuntun kami keluar dari Sukabumi kota hahahaha. Sebenarnya jalur yang akan di ambil kami adalah jalur Cikembar tetapi karena sebelum Cikembar tepatnya di pasar pangleseran (atau sekitar 125KM dari arah kami start kalau kata GPS) kami melihat petunjuk arah jalan kalau arah Surade &#038; Jampang Kulon belok disini kami pun akhirnya belok kiri di pasar pangleseran dan ternyata ini adalah keputusan yang salah &#8230; amat sangat salah sekali karena jalan di sini jauh lebih ancur di banding lewat Cikembar .. kenapa kami bisa menilai seperti itu karena ketika pulang dari Ujung Genteng secara tidak sengaja kami mengambil jalur Cikembar dan jalannya sangat bagus. Jadi bagi yang mau ke Ujung Genteng dari Sukabumi kota jangan tertipu penunjuk jalan di pasar pangleseran &#8230;.tetap dengan jalur Cikembar, jangan pernah belok kiri di pasar pangleseran. Setelah melalui jalan yg sangat jelek tidak terasa posisi kilometer di GPS saya sudah menunjukan angka 176 KM dan tepat berada di pertigaan Kiara Dua, yaitu pertigaan antara jalur yang dari pelabuhan ratu dan sukabumi menyatu menjadi satu ke arah jampang kulon. Jalan dari Kiara Dua menuju Jampang Kulon kadang bagus kadang juga jelek dan tidak terasa juga Jampang Kulon sudah terlewati dan tepat di pertigaan antara ke Surade dan Tegal Buleud kilometer di GPS sudah menunjukan angka 207KM. Kami pun tetap lanjut dan Surade pun terlewati, tepat jam 4 subuh kami sampai di pasar ikan/dermaga nelayan Ujung Genteng dengan posisi kilometer di GPS menunjukan angka 231KM. Kurang lebih 6 jam perjalanan dari Bandung sampai juga di Ujung Genteng.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1064' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196034_DSC_6905.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1024' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195515_DSC_6897.JPG'></a>
</p>
<p>Jam 4 subuh kami keliling mencari penginapan, pondok hexa dan villa mang Ujang sudah penuh. Mama&#8217;s losmen penginapan berikutnya yang saya tuju tidak ketemu karena suasana gelap dan plang nama yang kecil. Akhirnya kami menuju Cibuaya sekitar 2km dari pasar ikan Ujung Genteng. Kami pun mendapatkan tempat beristirahat yang cukup bersih walopun cuman satu kamar. Tapi itu lebih dari cukup buat kami yang hanya akan beristirahat beberapa jam saja karena siangnya saya sendiri tetap akan mencari penginapan Mama&#8217;s Losmen yang banyak di rekomendasikan orang karena faktor kebersihannya.</p>
<p>Setelah beristirahat yang cukup singkat jam 7 saya sudah mulai menikmati pemandangan pantai dan muara di Cibuaya. Tidak ada yang sepesial di sini. Suasana pantai selatan pada umumnya yang berombak besar tergambarkan disini. Walopun terjangan ombak besar tersebut tidak sampai ke bibir pantai karena pecah terlebih dahulu di gugusan batu karang di depan pantai. Sekilas kondisi ini mengingatkan saya ke Pantai Sayang Heulang di Pamengpeuk Garut, dimana ombak besar sudah pecah terlebih dahulu di sambut oleh gugusan karang hitam yang kokoh dan pecahan ombak tersebut tidak pernah di kasih kesempatan untuk sampai ke bibir pantai, tetapi menurut pendapat pribadi saya di pantai sayang heulang suasana lebih asik dan pemandangan lebih bagus di banding pantai Cibuaya ini. </p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1070' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196139_DSC_6821.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1059' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195942_DSC_6836.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1069' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196130_DSC_6827.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1060' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195951_DSC_6852.JPG'></a>
</p>
<p>Sekitar jam 10 pagi kami pun hunting buat sarapan pagi (atau makan siang kali yah hehe), dan suatu kekurangan pariwisata disini adalah dalam hal makanan. Cukup susah kami kesana kemari sampai ke tempat pasar ikan guna mencari penjual bakar ikan. Tetapi tidak kami temukan, yang ada hanya warung2 bakar ikan yang kosong tidak menjual apapun. Akhirnya sekitar tengah hari kami balik lagi ke Cibuaya karena justru orang2 yang berjualan bakar ikan ada di situ hehe. Dengan rasa makanan yang seadanya kalo tidak di sebut kurang enak hehe tapi itulah makanan yang bisa kami dapatkan. Setelah itu kami pindah tempat menginap dari Cibuaya ke Mama&#8217;s Losmen sebelah Pondok Hexa. Dan beruntung kami masih kebagian 2 kamar kosong yang satu AC yang satu tidak ber AC. Dan benar kata kebanyakan orang, walopun secara fisik bangunan penginapan ngak sepecial tetapi kebersihan kamarnya sangat terjaga. Karena terus bolak balik antara pasar ikan dan Cibuaya saya tidak terlalu memperhatikan kondisi pantai sekitarnya, yang sebenarnya siang hari di pantai Cibuaya kondisi laut akan surut dan garis pantai jauh menyusut ke tengah lautan. Dan banyak orang yang jalan2 sampai ketengah karena kondisi laut yang surut dan karang2 mulai terlihat. Banyak juga biota laut yang terperangkap diantara batu karang yang membentuk kolam-kolam kecil yang berserakan dimana-mana.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1033' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195630_DSC_6963.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1032' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195621_DSC_6945.JPG'></a>
</p>
<p>Setelah ikut menikmati jalan2 di atas hamparan batu karang yang airnya lagi surut, kamipun beristirahat sejenak di losmen karena sekitar jam 5 sore harus ke Pangumbahan karena jam 5 tersebut merupakan jadwal pelepasan tukik pangumbahan.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1053' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195867_DSC_7158.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1068' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196111_DSC_7139.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1050' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195836_DSC_7129.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1055' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195892_DSC_7182.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1047' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195800_DSC_7100.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1046' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195791_DSC_7097.JPG'></a>
</p>
<p>Karena takut ketinggalan moment pelepasan tukik, sekitar jam 4 sore kami sudah siap2 berangkat ke Pangumbahan. Jalan menuju pangumbahan masih tetap offroad dan memory 13 tahun yang lalu benar2 sirna tidak berbekas. Setalah sampai dan membayar 5000 perorang kami pun masuk ke lokasi Pantai Pangumbahan. Dan wowww disinilah ternyata keindahan pantai sesungguhnya berada. Ombak besar, pasir halus bersih yang tebal mengingatkan suasana di pantai kuta. Tanpa menyia-nyiakan waktu saya kesana kemari ambil gambar sambil menikmati suasana Pangumbahan.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1039' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195706_DSC_7018.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1040' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195716_DSC_7027.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1051' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195846_DSC_7138.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1067' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196096_DSC_7085.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Beberapa ratus meter sebelum Pangumbahan sebenarnya ada spot buat surfing dan ternyata disini lebih banyak bule yang nongkrong di banding dengan orang indonesianya.</p></blockquote>
<p>Tepat sekitar jam 6 sore, penjaga penangkaran membawa beberapa ember tukik dan garis pembatas pun dipasang. Sebenarnya garis pembatas di buat supaya pengunjung lebih tertib dan nyaman tetapi yang terjadi adalah kerusuhan <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  orang2 tidak sabar dan tidak mempedulikan posisi orang lain dan garis pembatas di anggap suatu garis yang wajib di langgar &#8230;. agggggggggrrrrrr dasar manusia2 primitif yang sama sekali tidak mengerti aturan. Sampai akhirnya saya berteriak dan memaki orang2 yang melewati garis pembatas dengan sangat keras yang akhirnya beberapa orang di depan saya menyingkir.. mungkin mereka menyingkir mengira saya orang gila yang berteriak2 hahaha tapi ada untungnya juga mereka menyingkir, akhirnya saya berada tepat di belakang garis pembatas dan serasa jadi tamu VIP guna menikmati pelepasan tukik hahaha.</p>
<p>Setelah puas melihat pelepasan tukik akhirnya kami kembali ke losmen dan sekali lagi mencari makanan disini sangat sulit, akhirnya kami menemukan warung yang jualan nasi goreng di pasar ikan itupun sangat tidak enak .. lebih ngak enak di banding ketika makan siang &#8230; argghhhhhhh. Setelah perut terisi akhirnya istirahat yang sesungguhnya di mulai dari sini hehe. Tidur di atas kasur empuk di ruangan ber AC dalam kondisi yang sangat cape benar2 serasa di surga <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1019' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195449_DSC_7236.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1015' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195405_DSC_7201.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1061' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195988_DSC_7221.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1022' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195483_DSC_7259.JPG'></a>
</p>
<p>Setelah tidur dengan cukup nyenyak, pagi hari sekitar jam 6 di manfaatkan buat nongkrong di depan pantai. Nongkrong di bale2 sambil sarapan bubur hmmmmmmm apalagi coba yang kurang hehe. Karena ini hari minggu dimana hari ini kami harus balik ke Bandung maka sekitar jam 8 pagi, kami pun harus cabut dari penginapan, karena dalam perjalanan pulang kami akan mampir di dua tempat yaitu Amanda Ratu dan Curug Cikaso. Berdasarkan GPS di tangan saya jarak antara Ujung Genteng dan Amanda Ratu kurang lebih sekitar 8.5 KM. Amanda Ratu sebenarnya merupakan Villa di tengah perkebunan kelapa yang mempunyai view laut yang sangat keren. Perpaduan muara sungai yang sangat besar dan posisi villa yang ada di ketinggian membuat pemandangan semakin asik di tambah suasana taman hotel yang terawat dan bersih. Agak menyesal juga kenapa tidak menginap disini hehe tapi waktu jugalah yang mengharuskan kami untuk cabut dari tempat yang indah ini. Dan tujuan berikutnya adalah Curug Cikaso. Tidak lupa sebelum keluar dari Surade saya membeli oleh2 khas Ujung Genteng yaitu Gula Kelapa seberat 17.5 Kg hahahaha.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1062' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195999_DSC_7228.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1020' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195459_DSC_7240.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Tiga Tempat yang wajib di kunjungi ketika anda berkunjung ke daerah Ujung Genteng sekitarnya :<br />
1. Pantai Pangumbahan<br />
2. Amanda Ratu<br />
3. Berenang di Curug Cikaso</p></blockquote>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1066' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196059_DSC_7310.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1029' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195576_DSC_7336.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1028' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195568_DSC_7335.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1027' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195560_DSC_7331.JPG'></a>
</p>
<p>Sekitar 23KM dari Ujung Genteng, pertigaan menuju tegal buleud buat ke cikaso ada di depan kami, kami pun belok kanan ke arah tegal buleud dulu menuju Curug Cikaso. Curug Cikaso sendiri berjarak kurang lebih 8 km dari pertigaan tadi. Dan ketika sampai di depan Curug Cikaso hanya perasaan takjub yang ada. Curug Cikaso merupakan curug/air terjun terbesar dan terindah yang pernah saya lihat. Sebenarnya saya amat sangat gatal sekali buat berenang di situ, tapi apa daya waktu tidak memungkinkan saya buat berlama-lama di air terjun tersebut.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1031' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195600_DSC_7361.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1030' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195588_DSC_7352.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Kondisi jalan menuju Jampang Kulon benar-benar  keriting, tetapi masih bisa di lalui dengan baik. Akses jalan jelek kembali ada di antara Amanda Ratu dan Ujung Genteng (tetapi terakhir kesana &#8211;Juli 2011&#8211; lagi dalam proses perbaikan) dan yang paling parah adalah sepanjang jalan Ujung Genteng-Cibuaya-Pangumbahan benar2 tidak layak buat jalan di suatu lokasi pariwisata yang terkenal. Saking ancurnya kalo mau bawa sedan lupakan buat di bawa ke daerah sini &#8230; Tapi WOW ternyata ada beberapa sedan juga yang benar2 NEKAD dan nyampe ke daerah sini hahaha, tapi saya sama sekali tidak merekomendasikan mobil sedan di daerah sini kecuali emang niat mau buang mobil :p</p></blockquote>
<p>Akhirnya perjalanan pulang tetap harus dilanjutkan, mobil pun kembali mengarah ke arah Jampang Kulon, Kiara Dua, Bojong Lopang dan mengambil jalur Cikembar dengan tidak sengaja hehe yang ternyata ketidak sengajaan tersebut berbuah asik karena kondisi jalan yang jauh lebih bagus di banding lewat pasar pangleseran.</p>
<p>Tidak terasa beberapa menit abis magrib kamipun sampai kembali ke Bandung,sesampainya di rumah langsung  unpacking barang2, sebarin oleh2 17.5kg gula kelapa <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yg akhirnya saya sendiri ngak ngambil, serta yang paling berat adalah mempersiapkan fisik dan mental buat rutinitas esok hari sebagai pekerja hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sindang Barang &amp; Ujung Genteng , 13 tahun yang lalu (1998)</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 04:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Agra Binta]]></category>
		<category><![CDATA[Cibuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jampang Kulon]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sindang Barang]]></category>
		<category><![CDATA[Sindangbarang]]></category>
		<category><![CDATA[Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Tegal Buleud]]></category>
		<category><![CDATA[Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Ujunggenteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Oktober 1998, kurang lebih 13 tahun yang lalu , petualangan yang memakan waktu 4 hari 3 malam menjadikan suatu pengalaman yang tidak terlupakan dan sangat melelahkan, perjalanan dari Bandung menuju Sindang Barang (Cianjur selatan) dan di teruskan ke Ujung Genteng (Sukabumi selatan), off-road menyusuri pantai yang jalannya tidak menentu tanpa menginap di penginapan satu malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=60' target='_blank'><img align='left' class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1196.JPG' ></a> Oktober 1998, kurang lebih 13 tahun yang lalu , petualangan yang memakan waktu 4 hari 3 malam menjadikan suatu pengalaman yang tidak terlupakan dan sangat melelahkan, perjalanan dari Bandung menuju Sindang Barang (Cianjur selatan) dan di teruskan ke Ujung Genteng (Sukabumi selatan), off-road menyusuri pantai yang jalannya tidak menentu tanpa menginap di penginapan satu malam pun. Puncak emosi saya dan temen2 keluar karena tekanan perjalanan yang lebih dari cukup untuk mendidihkan adrenalin kita semua <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Berempat &#8211;Saya,Wisnu,Pepey sama Donny&#8211; kami berpetualang keliling Cianjur &#038; Sukabumi selatan dengan menggunakan Mobil SUV Toyoya Land Cruiser + peralatan camera SLR Nikon-nya Wisnu. Dari sini sebenarnya ketertarikan terhadap kamera mulai menghinggapi saya tetapi apa daya 13 tahun yang lalu kamera SLR (Film) merupakan barang yang langka dan super mahal apalagi ketika harus cetak photo beuuuuuuuu. Karena sekitar 13 tahun yang lalu D-SLR belum benar2 booming, saya hanya bisa melihat keanehan2 bentuk dari peralatan kamera tersebut tanpa berani untuk mencoba.<br />
<span id="more-758"></span></p>
<p>Day 1,<br />
Perjalanan di mulai dari Bandung menuju Sindang Barang. Selepas Cianjur kami menuju Sukanegara dan istirahat buat makan siang, jalan kecil berkelak-kelok yg lumayan sepi melepas perjalanan kami kearah selatan Cianjur. Beberapa saat menjelang Sindangbarang seingat saya saat itu ada beberapa air terjun mini di pinggir jalan utama. Dan banyak pengendara motor yang mencuci motor di pinggir jalan karena air bersih yang melimpah.<br />
Belasan menit setelah adzan maghrib berkumandang , kami akhirnya sampai di Sindangbarang. Kondisi yang gelap tidak memungkinkan kami untuk menikmati suasana sekitar. Akhirnya setelah sholat maghrib dan istirahat sebentar di Masjid Sindangbarang, kami keluar dari keramaian pusat Sindangbarang yang sebenarnya sepi ke tempat yang lebih sepi hehe. Kami menuju arah timur Sindangbarang mencari lokasi pinggir pantai yang sepi. Setelah menemukan lokasi yg sepi akhirnya mobil pun di parkir. Dan yang sama sekali tidak bisa saya ingat ketika itu adalah cara kami beristirahat buat tidur. Benar2 diluar jangkauan memory 13 tahun saya, apakah tidur di dalam mobil atau menggelandang di luar mobil, karena waktu itu kami sama sekali tidak membawa tenda.<br />
Ketika istirahat tengah malam saya mendengar ada rombongan yg lumayan berisik yg juga beristirahat di lokasi yang sama. Karena saking ngantuk dan capenya sepertinya saat itu saya sama sekali tidak mempedulikan kehadiran rombongan tersebut.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=42' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1204.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=41' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1203.JPG'></a><br />
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=49' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1182%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=48' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1183.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=47' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1185.JPG'></a>
</p>
<p>Day 2<br />
Pagi hari setelah beristirahat yang cukup, kami  berkeliling melihat suasana pantai, karakteristik khas ombak pantai selatan pulau jawa sangat terlihat dengan jelas, gulungan ombak yang super besar tanpa henti menghantam bibir pantai yang berpasir tebal agak hitam. Dan ternyata rombongan yg berisik tersebut, rombongan dari anak2 salah satu SMA/SMK di Sukanegara Cianjur yg sedang berlibur. Dan yg membuat saya takjub dalam satu mobil sepertinya ada sekitar  15 orang, tidak heran berisiknya membahana kemana2 dan keributan pasar kaget di tiap minggu pagi yang ada di Cipadung kalah berisik hehe.</p>
<p>Setelah melihat2 lokasi dan melihat posisi kendaraan tempat kami parkir, saya sendiri agak pesimis kalau mobil tersebut bisa keluar dari lokasi saat itu, dan ternyata pesimistis saya tersebut terbukti, kami tidak bisa keluar dari pantai menuju jalan utama karena terjebak di lokasi yg lumayan sulit. Saya ngak ingat kenapa malamnya tersebut kita memilih tempat lokasi parkir mobil yg one way saja (bisa masuk tapi akan terjebak ngak bisa keluar) atau emang pas paginya jalan2 turun ke pantai menjebakan diri di tumpukan pasir hehe.<br />
Tapi akhirnya keberisikan anak2 ABG SMA tersebut memberikan manfaat buat kami dan saya pribadi benar2 berterimakasih atas pertolongan mereka. Dengan pertolongan belasan anak2 ABG tersebut akhirnya Landcruiser yg segede gaban pun bisa keluar dari lokasi yg sulit dengan cara di dorong. Karena ketika kami bertiga mendorong, sepertinya mobil tersebut dengan congkaknya tetap bertahan padahal sang supir sudah menginjakan kakinya di pedal gas yg sangat dalam, dan yg terjadi ban mobil tersebut hanya berputar di tempat tanpa beranjak satu kakipun hehe.<br />
Setelah itu wisnu temen saya sang photografer membayar anak2 ABG tsb dengan beberapa klik-an shutter speed dari kamera Nikon-nya dan berjanji akan mencetak photo rame2 tsb dan di kirim ke alamat sekolah yg mereka kasih. </p>
<p>Setelah lepas dari perangkap pasir pantai Sindangbarang perjalanan dilanjutkan kearah barat menuju Ujunggenteng. Dengan berbekal peta kabupaten sukabumi yg benar2 tidak akurat (<em>untuk jalan2 yg bukan jalan utama</em>) kami tetap gerasak gerusuk mencari jalan dan akhirnya kami putuskan lewat Agrabinta menuju Tegal Buleud lalu Surade.<br />
Dan kondisi jalan menuju Agrabinta benar2 ancur dan bukan jalan aspal yg rusak tetapi jalan tanah yg berlumpur karena kondisi sedang musim hujan.<br />
Beberapa kali kami terjebak di kubangan lumpur tsb, tetapi masih bisa di handle oleh kami.<br />
Sempat terfikirkan apakah perjalanan terus dilanjutkan lewat Agrabinta atau muter balik lagi ke arah Sindangbarang  dan kalo muter balik terasa  jauh banget dan juga malas melewati ranjau-ranjau lumpur yang dengan susah payah telah kita lewati. Tetapi kalo diteruskan pun kondisi jalan semakin offroad dan keriting walopun kami memakai mobil yg di peruntukan buat kondisi jalan seperti itu, tetapi apapun tetap ada batasnya. Alam bukan untuk di taklukan tetapi untuk di hormati, kitalah yang harus beradaptasi dengan alam.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=52' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1193.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=51' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1188.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=50' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1187%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=54' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1185%20(copy).JPG'></a>
</p>
<p>Tidak terasa sore hari kami sudah melalui Agrabinta, dan berdasarkan peta Tegalbuleud-pun tinggal beberapa KM lagi. Tetapi kondisi jalan semakin tidak membaik, mungkin karena kita takabur terlalu percaya dengan kemampuan teknologi Toyota Land Cruiser, akhirnya alam memberikan pelajaran gratis yang amat sangat berharga. Ditengah hutan/perkebunan yang sangat sepi, kami pun terjebak untuk yg kesekian kalinya dan kali ini benar2 terjebak dan tidak berkutik, teknologi mobil mewah kami sama sekali tidak bisa memberikan solusi buat keluar dari kubangan lumpur yang lumayan dalam. Emosi mulai naik dan walaupun tidak secara langsung kami saling salah menyalahkan tetapi secara tensi emosi sudah menuju kearah saling menyalahkan. Ditengah suasana sekitar yang sangat sepi dan suasana semakin gelap serta diliputi kebingungan di campur kalut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya tetap memilih menggali lumpur tersebut dengan tangan kosong dan mengisi kekosongan lumpur tersebut dengan batu2 yg ada disekitar situ. Usaha tersebut benar2 tidak ada hasilnya, tetapi difikiran saya lebih baik terus berusaha dibanding diam dan membiarkan  emosi menguasai dan menutupi fikiran positif kita.</p>
<p>Hari mulai menggelap, semua usaha yang kami lakukan sia-sia. Tetapi ditengah-tengah rasa frustasi tersebut ternyata masih ada secercah harapan karena ternyata ada orang yang lewat dan berhenti ngobrol sama kami, semakin lama orang yang lewat semakin banyak, dan ternyata jam itu emang bertepatan dengan jam orang2 perkebunan balik ke rumah. Rombongan pekerja kebun semakin banyak dan berhenti sekedar untuk menonton kekonyolan orang2 kota yang merasa sok untuk menaklukan kerasnya jalan perkebunan disitu. Kami berempat serasa menjadi &#8216;topeng monyet&#8217; yang selalu mengadakan dagelan di perempatan jalan. Dan hiburan &#8216;topeng-monyet&#8217; gratis tersebut seolah2 pas menghibur pekerja kebun yang sudah kelelahan seharian bekerja.</p>
<p>Tetapi saya amat sangat respect banget ke orang yang di tuakan/di hormati di antara orang2 tsb. Walaupun masih dengan nada menyalahkan kami karena merusak  jalan desa yang emang dulunya ancur semakin ancur ngak karuan, tetapi masih dengan tanpa pamrih mengajak orang2 sekitar tersebut membantu kami untuk mendorong mobil. Jadilah hiburan buat penduduk setempat menjadi lengkap dengan aktivitas dorong mendorong mobil. Akhirnya kami putuskan untuk balik badan karena menurut info jalan di depan akan semakin ancur. Dan si bapak yang lumayan di hormati disitu dan saya lupa namanya mengajak kami berempat menginap di rumah dia. Kami pun di jamu dengan lagi2 tanpa pamrih dan yang membuat kami menjadi amat sangat tidak enak adalah ketika si bapak mempersiapkan kamar buat kami. Setelah 2 hari perjalanan yang lumayan cape dikasih tempat tidur yang empuk langsung nyungseb tanpa mempedulikan kejadian yang telah di lewati hehe.</p>
<blockquote><p>Kami benar2 berterima kasih ke bapak yang saya lupa namanya hehe, bisa anda bayangkan kami berempat yang merusak jalan desa masih sempat di tolong oleh penduduk untuk keluar dari jebakan lumpur, setelah keluar dari jebakan terus dijamu di rumah dia dan dipersiapkan kamar yang benar2 bersih dan kami tidak tahu &#8216;penghuni&#8217; kamar yang asli di usir kemana hehehe.<br />
Kami pun tidak bisa meminta lebih dari apa yang telah si bapak berikan buat kami, dan yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah orang2 kota (atau KAMI) kalau melihat ada orang daerah kesulitan di kota akan melakukan hal yang sama dengan si bapak tadi ?????</p></blockquote>
<blockquote><p>Agra Binta merupakan daerah hutan Jati yang sepi+angker dan kalau ngak salah ada perkebunan Teh juga deh (CMIIW soalnya lupa-lupa ingat). Daerah ini mungkin lebih parah di banding Sindang Barang. Seharian penuh menelusuri daerah ini bener-bener munguras adrenalin. Sepanjang perjalanan mobil kita selalu nyangkut di lumpur dikarenakan jalan hancur walaupun kita pake SUV, itu benar-benar moment yang menakutkan, ditambah pikiran saya di penuhi hal-hal yang negatif entah itu perampok atau apalah.</p></blockquote>
<p>Day 3<br />
Setelah berterima kasih kepada tuan rumah pagi harinya perjalanan balik badan di lanjutkan.<br />
Karena perjalanan lewat Agra-Binta ke Tegal Buleud ngak berhasil, perjalanan di putar balik melalui Jampang Kulon ke Surade baru ke Ujung Genteng, dan nama daerah Tegal Buleud menjadi momok yang menakutkan buat kami hehe. Dan perjalanan terus di lanjutkan ketika mau sampai di daerah Jampang Kulon, ada moment yg tidak mengenakan. Ada &#8216;oknum&#8217; preman kampung yang menabrak mobil kita dari belakang, sudah tahu dia yang salah tapi malah dia yang marah-marah. Tadinya kita agak2 emosi juga, cuman berhubung ini di tempat orang dan kita pake mobil yang cukup mewah (untuk ukuran saya) dan pasukan cuman 4 orang, akhirnya kita ngalah agak muter balik (soalnya dia mengancam akan mengumpulkan orang sekampung), tapi ketika kita muter balik kita ketemu orang sana yang baik banget, nanya kita kenapa muter balik, setelah kita jelaskan permasalahannya dan emang kita ngak salah lalu orang tersebut di temani 1 orang lagi malah &#8216;mengawal&#8217; kita sampai surade.. orang2 disana sebenarnya sudah muak dengan preman kampung tadi &#8230;hmm ternyata masih lebih banyak orang yang baik dari pada  oknum premannya. Dan ini lagi2 menambah respect saya terhadap orang2 di sana.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=67' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1202.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=66' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1200.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=65' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1192.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=63' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1197.JPG'></a>
</p>
<p>Selepas Surade tujuan akhir Ujung Genteng sudah di depan mata, jalan yang selama ini kami lewati offroad habis,  ketika  lepas dari Surade pas di perkebunan Kelapa kondisi jalan benar2 mulus kala itu. Akhirnya kami sampai di Ujung genteng selepas maghrib. Setalah tanya sana sini menanyakan kondisi jalan ke daerah penangkaran penyu di pantai Pangumbahan akhirnya sekitar jam 9 atau 10 malam kami menyewa 1 tukang ojeg sebagai guide dan navigator menuju Pangumbahan. Malam hari kala itu di daerah ujung genteng masih belum terjamah listrik, perjalanan ke Pangumbahan benar2 offroad lagi dan mengingatkan saya ke kejadian di Tegal Buleud, malah suasana lebih gelap dan jalan benar2 tidak terlihat karena yang terlihat hanya genangan air saja, untunglah navigator yg kita sewa cukup menguasai jalur menuju Pangumbahan.</p>
<blockquote><p>Tahun 1998 sepanjang daerah Ujung Genteng ke Pangumbahan benar2 sepi dan tidak banyak penginapan seperti sekarang, malah di daerah Cibuaya (kala itu seingat saya) kami masih bisa bermain2 di muara sungai dan tidak ada satupun bangunan penginapan yang berdiri </p></blockquote>
<p>Kami benar2 beruntung ketika sampai Pengumbahan ada penyu yang lagi mendarat dan sedang bertelor, penjaga penangkaran mewanti2 kami untuk tidak menyalakan senter kecuali kalo penyu sudah bertelor. Setelah melihat kondisi penyu yang sedang bertelor, membuat saya iba hehe. Dia meneteskan banyak air mata dan setelah bertelor dia dengan susah payah menutupi lubang yang berisi cikal bakal penyu2 yang akan menjelajah lautan. Dan momen tersebut benar2 moment yang amat sangat berharga buat saya, kalo itu untuk pertama kalinya saya melihat penyu liar yang sedang bertelor dan kembali lagi menuju lautan lepas. Setelah cukup puas melihat proses perkembangbiakan penyu akhirnya kami balik ke Ujung Genteng untuk beristirahat, dan lagi2 kami pun tidur menggelandang di warung tenda yang dulu ada di sekitar pantai.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=62' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1199.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=61' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1196.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Ketika itu ada 2 rombongan yang jumlah totalnya tidak lebih dari 10 orang yang sedang melihat penyu bertelor. Kami tuh rombongan kedua yang datang sedangkan rombongan pertama sudah nongkrong di dekat penyu, dan kondisi sama sekali gelap karena tidak di perbolehkan menyalakan senter. Nah kombinasi rasa penasaran temen saya untuk melihat penyu yang sangat tinggi di tambah kondisi gelap gulita menciptakan suasana yang amat sangat kocak. Sepanjang perjalanan dia menanyakan terus ke penjaga penangkaran dimana penyunya. Dan setelah sampai di tempat penyu bertelor lagi2 karena suasana yg gelap maka penyu hanya samar2 terlihat. Dan disinilah kekonyolan berikutnya terjadi&#8230; mungkin dia mendengar suara2 bergerak di depan dia dengan nada penasaran dia menunjuk sekitar beberapa centimeter ke kepala  orang2 rombongan pertama yang lagi jongkok dan sambil bertanya ke penjaga penangkaran seperti ini &#8220;Pak kalo ini apa yah&#8221;, kontan saya langsung ketawa tetapi masih saya tahan karena takut mengganggu proses perkembangbiakan penyu hehe, dan yang lebih konyol penjaga penangkaran tersebut menjawab dengan serius &#8220;Kalo Itu mah Orang Kang&#8221; .. hahahahahahahaha.</p></blockquote>
<p>Day 4</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=58' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1181.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=57' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1180%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=56' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1180.JPG'></a>
</p>
<p>Pagi hari setelah mengelandang di warung tenda, kondisi badan sudah tidak karuan apalagi bau badannya karena terakhir mandi kala itu di tegal buleud. Posisi baju yang menempel di tubuh masing2 sudah tidak jelas identitasnya. Heri memakai Baju saya, sedangkan saya sendiri memakai bajunya wisnu hahaha. Lega, seru, puas itulah perasaan yang ada, akhirnya tujuan yang di tuju tercapai sudah. Sekitar jam 9 atau 10 pagi kami pun memutuskan untuk menyudahi petualangan kali ini. Dan jalan yang di tempuh untuk jalur pulang kali ini mengambil jalan raya yang selama ini di pakai sebagai akses ke Ujung Genteng. Setelah selama 3 hari melewati jalan2 offroad yang tidak karuan, melewati jalan beraspal membuat perjalanan sangat nyaman hehe. Ujung Genteng, Surade, Jampang Kulon tidak terasa sudah terlewati, dan pertigaan Kiaradua yang memecah jalan yang menuju Pelabuhan Ratu atau Sukabumi di depan mata. Kami akhirnya memilih jalur sebelah kanan ke arah Sukabumi. Setelah masuk ke jalur utama jalan raya sukabumi-pelabuhan tepatnya daerah Cikembar semuanya berteriak akhirnya sampai juga di peradaban yang cukup ramai hehe. Dan akhirnya perjalanan pun diakhiri karena selepas Sukabumi tidak begitu lama akhirnya sampai kembali ke Bandung.</p>
<p>Photo2 jadul di ambil dari hasil scan hehehehe</p>
<p>Cerita perjalanan ini membuat saya ingin kembali ke Ujung Genteng, akhirnya setelah 13 tahun menunggu untuk menjenguk suasana Ujung Genteng terkini tercapai juga. Jum&#8217;at malam tanggal  1 Juli 2011 dengan amat sangat mendadak perjalanan napak tilas Ujung Genteng pun terlaksana walaopun dengan kondisi yang amat sangat nyaman karena bukan berpetualangan offroad seperti 13 tahun yang lalu. Dan cerita perjalanan Ujung Genteng terkini pun akan berlanjut &#8230;.. <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/" target="_blank">to be continued (13 Tahun Kemudian)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Warung Bandrek aka Warban &#8211; Dago</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 14:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[dago]]></category>
		<category><![CDATA[Favorit]]></category>
		<category><![CDATA[Favorit sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[minggu pagi]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda dago]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda warban]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda warung bandrek]]></category>
		<category><![CDATA[trek warban]]></category>
		<category><![CDATA[Warban]]></category>
		<category><![CDATA[warung bandrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Warung Bandrek atau yang lebih dikenal Warban yang berlokasi kurang lebih 3.3. KM Timur Laut pintu gerbang Taman Hutan Djuanda, atau kurang lebih 7 KM dari simpang dago menuju arah dago atas, sudah menjadi magnet para goweser Bandung termasuk saya. Karena rasa penasaran yang tinggi dan juga ajakan temen gowes yg ingin kesana membuat keinginan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1006" target=_blank><img align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472041_DSC_6749.JPG" ></a>Warung Bandrek atau yang lebih dikenal Warban yang berlokasi kurang lebih  3.3. KM Timur Laut pintu gerbang Taman Hutan Djuanda, atau  kurang lebih 7 KM dari simpang dago menuju arah dago atas, sudah menjadi magnet para goweser Bandung termasuk saya. Karena rasa penasaran yang tinggi dan juga ajakan temen gowes yg ingin kesana membuat keinginan buat ke Warban menjadi klop. Sudah terlalu sering kata warban terdengar di telinga saya, entah itu dari temen kantor atau rumah, menjadikan tempat ini tempat yang wajib di kunjungi buat saya sebagai goweser newbie. Dan ternyata setelah terlalu lama jalan di trek yang sepi bikernya, ketika meilihat gerombolan biker yang super banyak agak aneh juga suasananya .. benar2 ramai, bahkan lebih ramai dari spot biker Kiarapayung. Mungkin bisa jadi warban merupakan ibu kota goweser di bandung hehe. Perpaduan ketinggian, pemandangan yang keren dan udara yang dingin dan bersih beserta lokasi yang dekat dengan kota Bandung di tambah dengan kehangatan bandreknya menjadikan tempat ini favorit buat bersepeda.<br />
<span id="more-741"></span></p>
<p>Maka sekitar jam 6.30 pagi di mulailah gowes dari jalan ds.Cipadung menuju arah Cicaheum, selepas perempatan suci-pahlawan, kami pun ambil jalur yang menuju sadang serang dengan tujuan Cigadung lalu Dago Resort. Di daerah Cigadung arah Dago Resort jalan aspal bagus dan nanjak lumayan membuat betis pegal, dan setelah belajar dari pegalaman kalau terlalu banyak istirahat itu membuat lebih cape, di jalur ini cuman berhenti sebentar hanya untuk melepaskan dahaga di tenggorokan, setelah minum beberapa teguk saya paksakan kembali untuk melanjutkan  sampai ke pertigaan menuju Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari sini walopun lumayan ngos-ngosan tapi tidak secape biasanya. </p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1014" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472186_DSC_6719.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1013" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472174_DSC_6720.JPG" ></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1012" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472164_DSC_6724.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1008" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472081_DSC_6743.JPG" ></a>
</p>
<p>Dan disinilah suasana ramai biker mulai terasa, jalan super mulus  dan nanjak menyambut &#8216;gerombolan&#8217; biker sampai pintu gerbang Tahura Djuanda, dan di pintu gerbang Tahura ini banyak biker yang nongkrong entah itu lagi istirahat atau emang sampai sini tujuannya.  Tapi saya tetap lanjut dan selepas pertigaan jalan curug Omas dan jalan dago pakar utara &#8211; Negla, kondisi jalan aspal super mulus berganti dengan drastis. Kondisi jalan disini benar2 jalan aspal kampung yang terkelupas dan banyak batuan di sana-sini. Apalagi pas di tanjakan berat pertama yang menyambut saya, jalan malah berupa bebatuan di selingi batuan kerikil yang lumayan bahaya kalo lagi turun.  Di pertengahan tanjakan pertama yang lumayan panjang tersebut ada &#8216;pitstop&#8217; dan disini lumayan banyak biker yang ambil napas dan istirahat. Begitupin kami setelah ngos-ngosan berhenti sebentar di sini dan setelah perhatiin ternyata di tanjakan yang tadi saya lewati lumayan banyak juga biker yang turun dari sepedanya.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1007" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472063_DSC_6746-1.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1005" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472021_DSC_6751.JPG" ></a>
</p>
<p>Karena ingin mempertahankan otot betis yang masih panas2nya hehe , setelah berhenti sebentar kami pun lanjut meneruskan sampai ke tempat tujuan warung Bandrek.  Agak sedikit surprise juga buat saya karena berdasarkan pengalaman orang2 yang pernah gowes kesana apalagi buat goweser newbie yang baru pertama kali ke warban (seperti saya)  mendengar kata2 tanjakan haram jadah atau putus asa , agak2 membuat mental ciut .. tapi ternyata sampai juga ke warban tanpa menuntun sepeda hehe, walopun lumayan membuat otot betis keras dan sangat ngos-ngosan hehe, sepertinya kata2 tanjakan haram jadah atau putus asa harus di perhalus karena akan menciutkan dan membuat malas beberapa goweser yang fisiknya pas-pasan untuk main ke warban. Padahal securam2nya tanjakan masih  ada jurus pamungkas yaitu menuntun sepeda, dan ternyata lumayan banyak juga yg menuntun sepeda dan jangan malu yang penting enjoy.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1011" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472144_DSC_6733.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1010" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472125_DSC_6735.JPG" ></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1009" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472101_DSC_6736.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1004" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308471999_DSC_6753.JPG" ></a>
</p>
<p>Suasana warban di  minggu pagi, benar2 seperti kota sepeda. Kiri kanan warung yang menyediakan tempat parkir khas sepeda yang berupa bambu panjang buat mengaitkan sadle sepeda  terisi semua. Saya belum pernah melihat suasana biker yang meriah dan banyak seperti itu. Suasana dingin dan landsacape sekitar warban yang keren serta pemandangan khas warung2 tradisional yang didominasi oleh bambu membuat suasana lebih damai walopun ramai oleh biker. Sepeda2  di gantung di atas bambu yang memanjang dan sangat banyak membuat suasana warban semakin unik.</p>
<p>Sampai di warban saya tidak mencoba bandreknya yang terkenal tetapi malah mencoba minuman bunga rosela dingin yang sangat seger, saking hausnya saya pesen 2 gelas haha. Setelah menikmati karedok dan gorengannya, kami pun leyeh2 sebentar dan setelah melihat kondisi matahari yang lumayan memanas kami pun harus balik lagi karena perjalanan pulang yang lumayan panjang juga hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/warban.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-749" title="warban" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/warban-300x196.jpg" alt="" width="300" height="196" target=_blank /></a></p>
<p>Rekap Trek :</p>
<ul>
<li>Distance
<ul>
<li>40.49 km</li>
</ul>
</li>
<li>Duration
<ul>
<li>3h:35m:13s</li>
</ul>
</li>
<li>Avg Speed
<ul>
<li>11.3 km/h</li>
</ul>
</li>
<li>Max Speed
<ul>
<li>50.2 km/h</li>
</ul>
</li>
<li>Calories
<ul>
<li>2106 kcal</li>
</ul>
</li>
<li>Altitude
<ul>
<li>700 m / 1205 m</li>
</ul>
</li>
<li>Elevation
<ul>
<li>509 m ↑ / 518 m ↓</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Ternyata pengalaman setiap minggu menjajal jalur tanjakan di daerah Manglayang membuat lutut saya bisa lebih efisien dalam menggowes.  Sekedar info saja sebenarnya tanjakan2 sekitar Manglayang, Batu Kuda, Cipulus,Pasir angin dan Cilengkrang jauh lebih nanjak dan kondisi jalannya pun ada yg  lebih ancur di banding trek di Warban.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Ujungberung &#8211; Tanjakan Panjang &#8211; Cipadung</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 04:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Cigending]]></category>
		<category><![CDATA[Cilengkrang]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Krida Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Palalangon]]></category>
		<category><![CDATA[Palalangon Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Berung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bosan dengan trek Kiarapayung terus, akhirnya tim Eastern Hills nGoweser yang newbie2 dalam hal sepeda mencoba beberapa trek, diantaranya trek jalan datar keliling kampung menuju Tenda Biru, di sisi sungai Citarum yang lumayan jauh, tapi karena datar tidak terasa cape. Trus trek warung bandrek, tetapi sayangnya saya ketika itu tidak bisa ikut karena ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=982" target=_blank><img  align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172912_DSC_6586.JPG" /></a><br />
Setelah bosan dengan trek Kiarapayung terus, akhirnya tim Eastern Hills nGoweser yang newbie2 dalam hal sepeda mencoba beberapa trek, diantaranya trek jalan datar keliling kampung menuju Tenda Biru, di sisi sungai Citarum yang lumayan jauh, tapi karena datar tidak terasa  cape. Trus trek warung bandrek, tetapi sayangnya saya ketika itu tidak bisa ikut karena ada acara nyelem di kep.seribu. Ada trek Batu Kuda yang merupakan trek tanjakan di jalan beton/aspal  yang lumayan curam. Tapi sayang beberapa trek tersebut undocumented dan untracker di GPS saya hehe. Akhirnya setelah beberapa kali tidak pernah membawa kamera, saya paksakan untuk mendokumentasikannya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya tidak bawa kamera, pertama karena dulu kami terlalu sering ke kiarapayung jadi sudah tidak perlu bawa2 kamera.<br />
<span id="more-687"></span></p>
<p>Kedua jadwal jalan yang tidak bisa di prediksi kemana, tau2 ke track yang yg sama jadi sayang juga ngapain bawa kamera kalo kurang di pake <em>&#8211;tapi ternyata ini asumsi yang salah, walopun di lokasi yang sama kalo  ambil photo  orang tuh akan selalu berbeda2 dan komposisinya selalu dinamis di banding dengan photo landscape, makanya terakhir2 selalu saya bawa kameranya, dan hasilnya sekarang lebih banyak gambar tim nggowesernya di banding landscape nya hehehe&#8211;</em> , ketiga ternyata lumayan berabe juga bawa gembolan tas SLR sambil bersepeda walopun setelah beberapa kali bawa sudah mulai terbiasa tetapi alasan yang paling utama adalah  yang keempat, yaitu ketika harus memotret dengan kondisi napas yang ngos-ngos-san benar2 tidak mudah, dan hasilnya pun jadi tidak maksimal. Saya harus gowes paling depan agak jauh dan nunggu rombongan mendekati saya, baru saya ambil gambar, tetapi yang paling membuat lebih cape ketika rombongan sudah berlalu saya harus mengejar dengan kondisi trek yang naik turun hehe. Tapi lagi2 sepertinya saya sudah mulai terbiasa untuk lebih menikmati ambil gambar dalam kondisi keringat bercucuran dan napas yg tersenggal2.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=985" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172990_DSC_6567.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=990" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173105_DSC_6527.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=988" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173068_DSC_6555.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=989" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173093_DSC_6546.JPG" /></a>
</p>
<p>Sebenarnya ini  untuk yang kedua kalinya saya coba di jalur ini, tetapi di percobaan yang pertama  trek yg saya rekam di GPS ngak full dan juga tidak bawa kamera.  Tanpa mau melakukan kesalahan dua kali setelah melihat landscape sekeliling yg ok akhirnya saya bawa kamera, yang ternyata gambar2 anggota tim nGoweser lah yg memenuhi memory card di kamera saya di banding dengan landscape bandung timur-nya hehehe.  Untuk trek kali ini tidak secapai pertama kali, mungkin sudah mengenal medan. Dan di kampung tanjakan panjang pun secara fisik saya tidak merasakan secapai waktu pertama kali hehe karena lagi2 &#8216;mungkin&#8217; waktu pertama kali melihat tanjakan yang panjang dan curam sudah cukup mengintimidasi kekuatan lutut saya hehe, di tambah ada plang yang bertuliskan selamat datang di kampung tanjakan panjang hmmm lengkap lah sudah menggambarkan kondisi tanjakannya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Walopun bagi para nGoweser senior tanjakan ini ngak ada apa-apanya hahaha.</p>
<p>Secara lokasi sebenarnya daerah pegunungan/perbukitan di Bandung timur ini kalo di kelola dengan baik bisa di jadikan tempat wisata alternatif selain daerah Bandung Utara dan Selatan, karena memiliki keunggulan2 seperti jarak yang tidak jauh dari pusat kota dan juga pemandangan hamparan kota Bandung yang lumayan ok untuk di nikmati selain pemandangan kiri kanan yang masih bersuasana pedesaan. Jadi ingat ada artikel yang menuliskan kalau ingin suatu daerah maju bangunlah jalan yang bagus melintas desa itu niscaya desa tersebut akan maju dengan pesat. Saya juga sempet berfikir kalaulah ada akses jalan yang mulus bisa di lalui mobil dengan nyaman, niscaya beberapa investor yang ingin menanamkan modal di daerah ini, entah itu bikin taman rekreasi ato cafe akan datang dengan sendirinya.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=986" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173013_DSC_6560.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=987" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173040_DSC_6556.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=983" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172937_DSC_6581.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=984" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172958_DSC_6579.JPG" /></a>
</p>
<p>Ok kembali ke kondisi jalan yang benar2 offroad selepas ujung tanjakan panjang tetap saya nikmati, semakin naik kondisi udara semakin segar. Kondisi jalan pun tidak sepenuhnya offroad hanya ada di beberapa titik saja yg offroad-nya super ancur. Setelah sampai di pertigaan yg menuju Palintang dan jalan Palalangon Wetan yg menuju cilengkrang, kami ambil jalan palalangon wetan dan selepas jalan palalangon yg nanjak dan super duper ancur kondisi lebih banyak turunanya. Karena berdasarkan topography om google, titik puncak ketinggian yg kita lewati ada di Jalan Palalangon Wetan ini.</p>
<p>Setelah masuk ke Cilengkrang kembali di suguhkan turunan dengan kondisi jalan yang &#8216;AMBURADUL&#8217; padahal daerah cilengkrang ini suasananya lebih padat penduduk. Padahal sebelum masuk cilengkrang di daerah pasir angin yang lebih atas kondisi jalan masih dalam kondisi yang bagus. Setelah kurang lebih 100 meter sehabis pertigaan cilengkrang-cipulus ada short cut buat menuju jalan cipadung yang keluarnya di deket Krida Nusantara.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=980" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172864_DSC_6608.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=979" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172841_DSC_6620.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=978" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172799_DSC_6625.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=977" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172781_DSC_6628.JPG" /></a>
</p>
<p>Masuk jalan cipadung langsung di suguhi pasar kaget khas minggu pagi di sekitar pintu gerbang perumahan wijaya kusuma sampai ke atas pertigaan warung bandrek deket krida. Setelah makan untuk isi perut di pasar kaget, akhirnya sampai juga ke base camp tim Eastern Hills Ngoweser Comunnity di Perumahan Eastern Hills Regency.</p>
<p align=center>
<div id="attachment_739" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=kj85wh2BNuo&#038;width=950&#038;height=600" target=_blank><img src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/cigending.png" alt="Klik Map" title="cigending" width="500" height="315" class="size-full wp-image-739" /></a><p class="wp-caption-text">Klik Map</p></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gosong Balik Layar, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 03:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Selam]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pernah meremehkan keindahan laut kepulauan seribu !!!. Untuk melihat gundukan gosong yang menakjubkan yang berpasir putih sebenarnya tidak perlu jauh2 ke Belitung atau Karimunjawa, kurang lebih 900m barat daya dari pulau semak daun ada suatu gosong yang mengingatkan saya ke keindahan gosong2/pulau pasir di Belitung .. juga mengingatkan saya ke gosong2 legendaris yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=967" target=_blank><img align=left  class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340437_IMG_2605.JPG" target=_blank alt="" /></a>Jangan pernah meremehkan keindahan laut kepulauan seribu !!!.   Untuk melihat gundukan gosong yang menakjubkan yang berpasir putih sebenarnya tidak perlu jauh2 ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/20/kabupaten-belitung-bagian-barat-pbelitung/">Belitung</a> atau <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a>, kurang lebih 900m barat daya dari pulau semak daun ada suatu gosong yang mengingatkan saya ke keindahan gosong2/pulau pasir di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/20/kabupaten-belitung-bagian-barat-pbelitung">Belitung</a> .. juga mengingatkan saya ke gosong2 legendaris yang ada sekitar di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a>. Warna biru muda  dari pantulan air laut  yang berdasarkan pasir putih yang sangat dangkal benar-benar menjadikan saya disorientasi lokasi hehe, apakah saya lagi berada di gosong cemara <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a> ato di pulau pasir Belitung hehe, sejenak saya tidak mempedulikan lagi ada dimana tapi lebih asik berenang kesana kemari buat menikmati dan mensyukuri atas karunia Allah SWT yang tidak ternilai ini.<br />
<span id="more-678"></span></p>
<p>Sore hari setelah makan puas di Nusa resto pas pulang nyelem dari Pulau Karya, saya manfaatkan buat menikmati suasana sekitar penginapan yang lumayan asik, dengan terlebih dahulu membilas semua bekas peralatan selam saya, yang kebetulan di penginapan ini benar2 mengerti kebutuhan penyelam dengan menyediakan tempat bilas yang luas dan air yang berlimpah dihalaman samping penginapan. Setelah menghitung budget dan minta kwitansi pembayaran ke mas Lukman .. (ternyata setelah di total2 lumayan &#8216;bersahabat&#8217; tidak semahal biaya selam sebelum2nya ..cuma saya lupa bertapa totalnya hehe) di lanjutkan dengan ritual  makan malam ditemani menu bakar bandeng tanpa duri yang mak nyosssss.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=972" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340503_IMG_2697.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=973" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340513_IMG_2711.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=971" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340492_IMG_2639.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=970" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340481_IMG_2638.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Karena abis nyelem yang lumayan cape, kali ini tidak ada acara jalan2 keliling pulau di malam hari, langsung tidur pulas karena besoknya masih ada acara buat snorkeling di daerah pulau semak daun. Malam hari yang turun hujan lumayan lebat, sama sekali tidak mengganggu acara tidur saya. Dan sebenarnya ketika hujan lebat lebih membuat suasana tidur semakin asik karena tidak merasakan gerah sama sekali yang ada tidur dengan di selimuti karpet dengan cara menggulung diri karena dinginnya. Dan acara menggulung diri dengan karpet ada manfaatnya juga, ternyata setalah bangun pagi baru tahu kalo malam benar2 hujan gede setelah melihat beberapa rembesan air yang masuk lewat pintu depan, dan kalo karpetnya ngak di gulung pasti kena ke karpet hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=969" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340470_IMG_2626.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=968" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340447_IMG_2608.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=957" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340315_IMG_2604.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=974" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340522_IMG_2712.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Janjian jam 6 pagi dengan si abang yg punya perahu karena siang sudah harus balik, kembali meleset karena yg lain (bukan saya hehe) telat bangun. Setelah packing dan prepare peralatan snorkeling akhirnya dengan tergesa2 ke dermaga. Dan setelah sampai di dermaga penyakit &#8216;ketinggalan&#8217; barang kembali &#8216;menghinggapi&#8217; temen saya dan harus balik lagi buat mengambil yang ketinggalan hehe. Setelah ready perahu pun menjauh dari dermaga pramuka menuju pulau semak daun dengan melewati celah laut antara pulau panggang dan pulau karya. Di perjalanan ngobrol sama &#8216;<em>supir</em>&#8216; perahu tanya2 lokasi yang bagus buat snorkeling di  sekitar pulau semak daun, dan ternyata dia merekomendasikan gosong balik layar yang berada 900m barat daya semak daun.</p>
<p>Dan ketika sampai dan melihat keadaan sekeliling terjadilah disorientasi lokasi hehe karena suasana pantulan cahaya dari pasir putih yang digenangi oleh air laut jernih yang sangat dangkal menghasilkan warna biru muda mengingatkan dengan gosong2 yang ada di karimunjawa. Tanpa basa basi langsung terjun dan kebetulan lagi ada &#8216;gerombolan&#8217; cumi kecil yang lagi sekolah atau bahasa kerennya squid schooling hehe yang lumayan banyak. Sebenarnya dari kejauhan saya kira itu ikan2 kecil kaya teri tetapi pas di lihat dari dekat .. wow ternyata sekumpulan cumi kecil yang banyak, dan itu baru pertama kalinya saya lihat di sini. Serba salah melihat gerombolan itu, setiap kali saya mendekat gerombolan cumi tersebut langsung pecah dan menghilang dan tiba2 terbentuk dikejauhan dan terus begitu ketika saya mendekat, bener2 hopeless buat di ambil gambarnya.</p>
<p>Setelah lumayan lama bermain di gosong balik layar, akhirnya waktu jugalah yang memaksa saya harus balik ke dermaga pramuka lagi. Karena mengejar jadwal kapal kerapu yang katanya sekitar jam 12-an  dan harus antri untuk mendapatkan tiketnya terlebih dahulu. Setelah menunggu dan menunggu yang lumayan lama waktu pun sudah lewat jam 12, tiket belum di jual &#8230; terus menunggu akhirnya sekitar jam 2.00 barulah tiket di buka <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Ini pertama kali saya coba pakai kapal kerapu, dan transport ini benar2 transport terbaik di lihat dari sisi biaya dan fasilitas. Biaya murah dan kondisi perahu yang masih bagus dan yang paling penting kenceng tidak seperti perahu kayu yang dari muara angke. Kalau ngak salah liat dan ingatan saya belum ngaco kecepatan kapal kerapu berdasarkan angka di dashboard yg ada di depan nakoda menunjukan sekitar 20 atau 25 Knot &#8230; CMIIW.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=965" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340405_IMG_2703.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=966" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340416_IMG_2717.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=964" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340396_IMG_2702.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=963" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340386_IMG_2696.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Kecepatan kapal yang cepat membawa saya sampai di pulau pari, mampir sebentar angkut penumpang dan tidak lama juga sampai di pulau untung jawa angkut penumpang lagi. Kesialan terjadi di sekitar pulau bidadari mesin kapal tiba2 mati haha &#8230; terombang ambing lah sekitar 1.5 &#8211; 2 jam perjalanan dari pulau bidadari ke dermaga Marina Ancol karena mesin kapal yang hanya bisa sampai kecepatan 9 knot, itupun setiap beberapa menit harus di matikan dan kemudian di nyalain lagi. Benar2 sial, apalagi ketika melihat beberapa kapal kerapu lain menyalip dari belakang dengan sangat meyakinkan dan membuat &#8216;eneg&#8217; perut karena gelombang yang di hasilkan dari mesin kapal kerapu tadi membuat kapal yang saya tumpangi goyang lebih parah, kecepatan perahu seakan-akan jauh2 lebih lambat dari kapal kayu dari muara angke karena dalam beberapa menit mesin harus di matikan dan ketika dinyalain beberapa menit itupun maksimum kecepatan 9 knot. </p>
<p>Mungkin karena sudah sering jalan2 pake perahu melihat keadaan mesin perahu yang mati dan terombang ambing di tengah laut, benar2 tidak membuat saya (kami) panik mungkin ada beberapa penumpang yang pasang tampang  cemas di raut mukanya tapi tidak dengan tim diving saya. Dengan enaknya saya masih bisa tiduran, karena suasana ombak yang lumayan gede dan keadaan mesin kapal mati akan mengenapkan goyangan kapal yang lumayan maknyoss dan tidurlah obat mujarab supaya tidak mabok. Juga dari pada pasang tampang panik yang sama sekali tidak membantu kru kapal lebih baik tidur karena saya percaya penuh ke kru kapal yang telah teruji pengalamannya. Daripada nge-grecoki apa yang harus dilakukan ke kru kapal yang sama sekali tidak membantu malah membuat suasana lebih tidak karuan lebih baik tidur hehe, karena  kalo kita greceki kru kapal, sepertinya kaya kita menggarami air laut hehe.</p>
<p>Akhirnya menjelang maghrib sampai juga di dermaga Marina Ancol, walaupun dengan kondisi perahu yang tertatih-tatih di atas lautan hehe. Dan kembali mempersiapkan kerutinitas kerjaan esok hari, walopun dengan kondisi tubuh yang gosong dan rontok hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

