<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.. places I&#039;ll always remember ..</title>
	<atom:link href="http://blog.maleber.net/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.maleber.net</link>
	<description>All these places have their moments</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pulau Air &amp; Diving @Terusan Penyu, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-air-diving-terusan-penyu-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-air-diving-terusan-penyu-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[7 &#038; 8 Agustus 2010, Pulau Air ini juga merupakan pulau pribadi yang &#8216;katanya&#8217;  pulau ini dulunya satu tetapi di belah menjadi 2 oleh yang punya. Tetapi justru menjadi indah ketika kami melewati celah di antara dua pulau tersebut. Ketika masuk ke celah itu membuat kami takjub karena selain air yang sangat tenang  berwarna hijau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=789" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974638_DSC_0150.JPG" alt="" align="left" /></a>7 &#038; 8 Agustus 2010, Pulau Air ini juga merupakan pulau pribadi yang &#8216;katanya&#8217;  pulau ini dulunya satu tetapi di belah menjadi 2 oleh yang punya. Tetapi justru menjadi indah ketika kami melewati celah di antara dua pulau tersebut. Ketika masuk ke celah itu membuat kami takjub karena selain air yang sangat tenang  berwarna hijau agak kebiru2an  dihiasai  pohon cemara yang berjejer di kiri kanan pulau. Saya tidak tahu apakah pembelahan pulau ini ada dampak negatif ke lingkungan sekitarnya atau tidak, tetapi yang pasti pemandangan hasil pengerukan di celah antar 2 pulau tersebut Te O Pe Be Ge Te.<br />
<span id="more-419"></span><br />
Setelah kami balik dari pulau Semak Daun lalu menuju daerah snorkeling di sebelah barat pulau Air (kalo ngak disorentasi mata angin hehe) . Dan disini dari kejauhan sudah terlihat banyak perahu yang ditambatkan dan banyak sekali gerombolan orang2 yg berwarna orange mengapung ke sana kemari. Setelah lebih dekat ke lokasi hmmm di sayangkan ada beberapa titik terumbu karang di jadikan pijakan pengunjung buat belajar snorkeling. Sampai2 banyak sekali terumbu karang yang lumayan dangkal menjadi gundul saking sering di pijak. Sedih juga melihatnya tapi yg pasti saya ngak bisa ngapa2in selain tetap snorkeling tanpa harus berpijak dan merusak terumbu karang tsb.</p>
<p align="center">
<img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974703_DSC_0122.JPG" alt="" /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=787" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974675_DSC_0138.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=771" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974302_IMG_0543.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=774" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974377_IMG_0522.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah puas ber-snorkeling ria akhirnya naik lagi ke perahu untuk menuju spot snorkeling berikutnya. Dan ketika melewati celah pulau Air bener2 KEREN. Setelah keluar dari celah itu lalu menuju APL tempat penanaman terumbu karang. Dan lagi2 di daerah ini banyak perahu yg di tambat dan banyak orang yg bersnorkeling ria. Di spot ketiga inilah kepala saya mulai terasa pusing karena terombang ambing gelombang. Ternyata snorkeling lebih bikin pusing di banding diving. Dan untuk menghilangkan pusing tersebut naiklah ke kapal dan langsung menuju Nusa Resto, yaitu restaurant terapung di tengah laut di antara pulau Pramuka dan pulau Karya. Disini unik juga, tanpa malu saya masuk trus order dan makan di restaurant tsb dengan pakaian wetsuit yg masih nempel hahahaha. Kapan lagi bisa makan di restaurant dgn memakai wetsuit he2 :p.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=763" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974027_IMG_0609.JPG" alt=""  class="frame" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=770" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974271_IMG_0554.JPG" alt=""  class="frame"></a>
</p>
<p>Setelah kenyang, pusingnya pun berangsur2 mulai hilang <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan karena hari sudah mulai gelap maka balik lagi kita ke pulau Pramuka. Ketemu bang Bi&#8217;is untuk booking tabung buat diving besok paginya. Malamnya beli ikan bandeng duri lunak trus di bakar sendiri di kantor pulau-seribu.net, ternyata 1 bandeng di Nusa resto itu harganya sama dengan 3 bandeng di sini hehe ..sudah lebih murah lebih enak lagi <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Pagi2 jam 6 lebih kami sudah ngumpul di dermaga buat diving ke spot yang namanya Terusan Penyu. Jujur saat itu gelombang nya lumayan membuat ciut nyali saya (terlebih temen2 saya hehe). Setelah adaptasi dan snorkeling sebentar buru2 turun kekedalaman laut. Buru2 turun karena snorkeling buat adaptasi di tempat yang bergelombang tinggi membuat perut saya mual dan sedikit mabok karena di ombang-ambing ombak. Setelah masuk ke kedalaman perlahan2 mualnya pun hilang dan lebih tenang menikmati kedalaman laut walaupun visibilitynya jelek. Maksimum kedalaman diving saat itu sekitar 18m karena ketika mau berlanjut tabung temen saya sudah merah. Dan disinilah seorang penyelam harus bersikap tenang jangan panik, walaupun kata temen saya sedikit panik karena octupus bang Bi&#8217;is kurang sempurna tapi semuanya berjalan dengan lancar sampe2 sy sudah siap untuk share udara kedia tp itu opsi terakhir selama octupus yg laen masih ok hehe .</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=762" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282973996_IMG_0698.JPG" alt="" /></a><a title="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=761" href="http://" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282973945_IMG_0700.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=768" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974208_IMG_0569.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=759" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282973905_IMG_0702.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah udara di tabung saya juga menipis lalu naiklah ke permukaan dan ternyata, gelombang laut diatas lebih dashyat di banding ketika kami turun. Untuk menghilangkan mabok laut karena gelombang tsb saya langsung tidur terlentang dgn kondisi mata tertutup sambil menunggu jemputan perahu datang, dan saking pusingnya, jd sedikit pasrah ngak peduli gelombang laut mau membawa tubuh saya  kemana hehe.  Setelah naik ke perahu kondisi tetap dalam keadaan mabok laut, walopun berangsur-angsur mulai hilang.</p>
<p>Setelah istirahat sebentar di wisma akhirnya kami harus balik dan ketika balik melihat perahu regular sudah penuh akhirnya nunggu speed boat yg di rekomendasikan mas Yudi. Dan ternyata speed boatnya lagi2 keren banget dan super kenceng. Perahu reguler yg sudah berangkat 1 jam sebelumnya dalam kurang dari 20 menit sudah kekejar dan di susul hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-air-diving-terusan-penyu-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-semak-daun-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-semak-daun-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[7 &#038; 8 Agustus 2010, Hari sabtu &#38; minggu terakhir sebelum masuk bulan puasa rencananya akan saya manfaatin buat diving di kep.seribu tetapi setelah peralatan tidak kebagian juga padahal dah booking jauh2 hari . Tetapi &#8216;the show must go on&#8217;,  tetap berangkat walopun yang baru pasti adalah penginapan (dan juga peralatan snorkeling+wetsuit karena saya bawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=784" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974616_DSC_0177.JPG" alt="" align="left"  class="frame"/></a> 7 &#038; 8 Agustus 2010, Hari sabtu &amp; minggu terakhir sebelum masuk bulan puasa rencananya akan saya manfaatin buat diving di kep.seribu tetapi setelah  peralatan  tidak kebagian juga padahal dah booking jauh2 hari <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Tetapi &#8216;the show must go on&#8217;,  tetap berangkat walopun yang baru pasti adalah penginapan (dan juga peralatan snorkeling+wetsuit karena saya bawa sendiri).  Karena faktor murahnya pulau Pramuka di jadikan base camp buat peristirahatan dan  Muara Angke yang super duper bau  sebagai titik pemberangkatan (walupun tidak separah ketika pertama kali saya kesitu). Suasana di Muara Angke sekarang berbeda di banding terakhir kali saya kesana sekitar Dec 2009, yaitu perahu2 yang ke pulau Tidung lebih banyak dan cepat penuh di banding yang ke pulau Pramuka, dulu perahu yang ke Tidung hanya satu itu pun ngak sepenuh yg ke pulau Pramuka.<br />
<span id="more-414"></span></p>
<p>Sebetulnya ini merupakan sesuatu yang bagus buat industri pariwisata Tidung atau Kep.Seribu pada umumnya. Tetapi belakangan saya juga dapat email dari temen yg pernah jalan kesana dan info dari operator travel kep.seribu juga, kalau pulau Tidung sekarang terlalu komersil, sudah ada beberapa losmen yang baru dan harganya benar2 melonjak hampir 2 kali lipat di banding pertama kali saya kesana. Tetapi bagi saya selama hal itu memberikan manfaat ekonomi kepada penduduk sekitar kenapa enggak, cuman harus di perhatikan juga tentang kenyamanan orang2nya jangan sampai mereka kecewa dan kapok untuk datang kembali. Ada email masuk juga dan kasih info  kalo sekarang sabtu minggu di jembatan Tidung sudah terlalu banyak orang .. hmm sy beruntung juga waktu ke Tidung bisa ambil gambar jembatan Tidung tanpa orang lalu lalang :p.</p>
<p>Ok back to the topic .. jam 6 pagi kami sudah stand by di Muara Angke dan sekitar jam 7.xx atau kira2  7.30 perahu sudah penuh dan mulai berangkat, cari posisi nyaman dan langsung tidur hehe. Sekitar 2 setengah atau 3 jam berikutnya sampailah di dermaga pulau Pramuka. Contact person saya di pulau Pramuka mas Yudi menjemput kami di depan rumah sakit pulau Pramuka dan diantar lah ke wisma 3 sodara tempat kami menginap.  Karena tidak mau membuang2 waktu langsung kami mencari rumah makan dan ketika mau confirm tabung + regulator dan perahunya ternyata peralatan selam habis &#8230; bis &#8230; tidak tersisa. Akhirnya kami sewa perahu saja dan menuju spot buat snorkeling yg ok.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=781" target="_blank"><img  class="frame"   src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974539_IMG_0463.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=780"><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974520_IMG_0464.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah sewa perahu ok kami pun langsung cabut ke pulau Semak Daun, dan kami pun melewati laut ( ato selat kali yah hehe) antara pulau Karya yang sepi dan pulau Panggang yang merupakan pulau terpadat di kep.Seribu. Dulunya pulau Pramuka itu sepi tetapi karena penduduk di pulau Panggang sudah penuh akhirnya beberapa penduduk pindah ke pulau Pramuka. Beberapa saat sebelum sampai ke pulau Semak Daun kami pun turun dulu buat snorkeling sebentar di daerah soft coral.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=783" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974586_IMG_0446.JPG"  class="frame" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=782" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974553_IMG_0461.JPG"  class="frame" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=778" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974450_IMG_0470.JPG"  class="frame" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=777" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1282974431_IMG_0471.JPG"  class="frame" alt="" /></a>
</p>
<p>Snorkeling lumayan bisa mengobati keinginan saya untuk diving hari itu, terlebih terumbu karang yang ada di daerah pulau Semak Daun lumayan ok walaupun yg rusak juga banyak <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Setelah lumayan lama beradaptasi dengan laut di daerah pulau Semak Daun akhirnya kami naik perahu lagi untuk  berlabuh di dermaga Semak Daun tetapi karena kami semua masih memakai wetsuit agak males untuk turun dan jalan2 ke pulau walaupun kondisi pasir putih di bibir pantai pulau Semak Daun dah memangil-manggil kami :p. Suasana hari itu benar2 ramai banyak orang yang berenang di sekitar pasir putih. Bahkan ada beberapa bule yg sedang berjemur di pinggir pantai.</p>
<p>Info saja pulau Semak Daun ini sering di plesetkan oleh orang2 yg pernah jalan kesitu menjadi Smack Down Island&#8230; lucu sih tetapi jgn sampai nanti berubah nama hehe. Pulau ini kecil banget , kita bisa melihat laut yang di belakang pulau walaupun kita ada di depan pulau. Dan juga sebenarnya pulau ini bukan pulau umum tapi pulau pribadi, tetapi entah kenapa banyak banget perahu2 wisatawan yg berlabuh disitu.</p>
<p>Setelah sampe ke dermaga sebentar, lalu kami balik lagi untuk menuju spot snorkeling berikutnya yaitu di sebelah barat pulau Air.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/08/27/pulau-semak-daun-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diving @Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/diving_di_pulau-pramuka-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/diving_di_pulau-pramuka-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 02:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang di tunggu2 akhirnya datang juga,  jum&#8217;at 28 mei 2010  jam 6.20 pagi saya sudah standby di dermaga Marina Ancol dan ternyata hari ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke pulau pramuka. Mungkin karena long weekend penumpang di dermaga Marina Ancol yang mau ke pulau Pramuka benar benar membludak sedangkan perahu yang berangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=746" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701979_8884IMG_0324.JPG" alt="" width="200" height="133" align="left" /></a>Hari yang di tunggu2 akhirnya datang juga,  jum&#8217;at 28 mei 2010  jam 6.20 pagi saya sudah standby di dermaga Marina Ancol dan ternyata hari ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke pulau pramuka. Mungkin karena long weekend penumpang di dermaga Marina Ancol yang mau ke pulau Pramuka benar benar membludak sedangkan perahu yang berangkat ke Pramuka terbatas. Setelah instruktur saya melihat antrian yang mengekor dan di pastikan tidak dapet perahu akhirnya dia cari alternatif lain dan dapet perahu yang ke pulau kotok dan perahunya bukan perahu biasa, melainkan speedboat yg lumayan keren, dan isinya pun ternyata bule semua hahaha serasa jadi penumpang gelap (waksudnya penumpang yang berkulit paling gelap nih).<br />
<span id="more-376"></span><br />
Dan berbeda sekali dengan perahu yang pernah saya naikin di muara angke waktu ke pulau Tidung, speednya bener2 kenceng kurang lebih satu jam sudah sampai di dermaga pulau Pramuka yang kalo pake perahu biasa sekitar 2.5 jam. Dan ketika sampe di dermaga pulau Pramuka saya lihat perahu yg saya naiki bener2 kontras dengan perahu reguler. Perahu reguler benar2 seperti perahu yang lagi nurunin pengungsi, benar-benar penuh sesak.  Sampai2 bule sebelah saya yang melihat lewat jendela speedboat hanya bisa nyeletuk &#8216;WOW&#8217;. Ternyata saya bersukur tidak kebagian perahu reguler dan saya benar2 harus berterima kasih ke bapak Marinir yang telah mengusahakan perahu yang ternyata lebih dari yang bisa saya bayangkan hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=757" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702106_9997DSC_4589.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=756" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702099_9996DSC_4552.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=754" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702087_9994DSC_4528.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=752" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702075_9992DSC_4497.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a></p>
<p>Setalah sampai masih agak syok karena berbeda dengan gambaran yang ada di benak saya yaitu suatu pulau yang sepi seperti halnya Pulau Tidung tetapi di pulau pramuka ini benar-benar ramai sekali sampai2 kami tidak kebagian penginapan dan harus menginap di rumah penduduk. Berbeda dengan pulau Tidung yang hanya memiliki 1 Losmen, di Pulau Pramuka banyak penginapan-penginapan yang lumayan ok. Mungkin kalo   weekend biasa akan lebih mudah untuk mendapatkan penginapan tersebut. Setelah istirahat sejenak di rumah penduduk, sambil menunggu untuk melakukan sholat jum&#8217;at kami jalan-jalan melihat kondisi sekitar pulau. Kami jalan melihat pembibitan bakau dan penangkaran penyu di sebelah barat agak utara pulau. Kalau kondisi rumah dan gang yang ada, mirip dengan yang ada di Pulau Tidung.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=736" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701759_6IMG_0168.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=738" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701835_7771IMG_0346.JPG" alt="" /></a><br />
<br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=748" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702021_8886IMG_0315.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=743" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701933_8882IMG_0284.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Selepas makan siang dan shalat jum&#8217;at  langsung terjun ke laut dan berenang sebentar buat pemanasan. Instruktur sudah pasang tali buat guide kita yang lumayan panjang. Mungkin karena dekat dermaga (dan juga hujan) visibility nya sangat kurang tapi masih bisa menikmati coral yang oke di beberapa titik. Setelah persediaan udara menipis barulah kami balik lagi dan naik ke atas dan ternyata baru tahu sedang turun hujan lumayan kenceng hehe. Ternyata enaknya diving walopun hujan gede ngak pernah kehujanan hehe. Setelah naik kami istirahat dan sambil minum kopi  panas di temani kacang tanah, dan ketika makan kacang lumayan membantu membuka jendela di telinga yang  ketika equalisasi membuat sedikit budek.</p>
<p>Malam harinya setelah makan malam kami jalan-jalan sekitar dermaga melihat suasana malam di pulau pramuka. Dan tiba-tiba listrik padam yang membuat malam semakin gelap , tapi masih beruntung pada hari itu pas bulan penuh jadi masih ada sedikit cahaya hehe. Setelah itu karena besok pagi masih harus diving kami langsung menuju penginapan untuk istirahat dan berhubung listrik padam dan sangat panas kami akhirnya tidur di teras luar rumah dengan alas tikar. Pagi-pagi banget sekitar jam 6.00 pagi kami langsung nyebur ke laut lagi dan ternyata di pagi hari visibility jauh lebih bagus di banding kemaren.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=750" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275702043_8889IMG_0276.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=747" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701998_8885IMG_0269.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><br />
<br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=745" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701970_8883IMG_0323.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=742" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275701920_8881IMG_0279.JPG" alt="" width="200" height="133" /></a>
</p>
<blockquote><p>Himbauan bagi pemilik losmen dan guest house untuk bagi-bagi  listrik kepada penduduk yang lain (kirain mo ngomong bagi2 rezeki hehe)  dan tidak menyalakan AC . Remote AC  harap dipegang sendiri dan jangan di kasihkan ke tamu, kalau tidak .. nanti malam listrik akan di matikan lagi supaya adil.  Begitulah pengumuman yang lumayan keras keluar dari speaker menara masjid. hehe baru kali ini mendengar pengumunan buat warga yang isinya seperti itu dan itu lumayan efektif terdengar oleh warga satu pulau.</p></blockquote>
<p>Setelah diving di hari kedua ketika pulang masih tetap tidak kebagian perahu dan kali ini mr.instruktur yang notabene-nya Marinir menelopon kenalan dia yang ada di pulau sepa untuk menjemput kami apabila masih ada tempat buat 7 orang di perahu yang di pulau sepa. Akhirnya lagi-lagi kami jadi seperti selebritis, soalnya penumpang lain naik perahu kayu seperti pengungsi yang di tumpuk sedangkan kami naik speedboat yang lumayan bagus hehe. Akhirnya kurang lebih satu jam tiba juga di dermaga Marina Ancol  dengan selamat.</p>
<p>Dan setelah dapet International Certificated buat Diving , mudah-mudahan bisa diving lagi dalam waktu dekat ini dan tidak lupa .. makasih buat para instruktur yang dengan sabar membimbing kami dari Nol .. hehehe.</p>
<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=253" target="_blank">Lebih lengkap photo2 ketika Diving di Pulau Pramuka</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/diving_di_pulau-pramuka-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kursus Menyelam</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/kursus-menyelam/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/kursus-menyelam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 02:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kursus sebenarnya saya pernah diving atau menyelam di Nusa Dua bali sekitar desember 2006 dengan hanya bermodalkan nekad dan penasaran saja. Gimana ngak nekad orang berenang juga tidak becus hehe. Dan ternyata setelah tau dikit beberapa materi dan tips and trick menyelam ..saya cuman berpikir woww dulu ketika ikut diving di Bali benar benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=730" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275700998_IMG_0127.JPG" alt="" width="133" height="200" align="left" /></a>Sebelum kursus sebenarnya saya pernah diving atau menyelam di Nusa Dua bali sekitar desember 2006 dengan hanya bermodalkan nekad dan penasaran saja. Gimana ngak nekad orang berenang juga tidak becus hehe. Dan ternyata setelah tau dikit beberapa materi dan tips and trick menyelam ..saya cuman berpikir woww dulu ketika ikut diving di Bali benar benar suatu kenekatan yang amat sangat hehe, saya ngak berfikir bagaimana kalau mask saya lepas atau bagaimana cara naik atau turun yang benar wahh bener2 nekad. Dan jujur pengalaman diving pertama kali itu suatu pengalaman yang  sangat menakjubkan dan akan di ingat terus. Jadi pengalaman yang paling berkesan selama jalan-jalan 4 atau 5 hari di Bali saat itu cuman 1 yaitu DIVING.<br />
<span id="more-369"></span><br />
Setelah melakukan jalan-jalan kedaerah pantai dan melakukan snorkeling di beberapa tempat seperti Pananjung Pangandaran, Pulau Tidung Kep.Seribu dan Belitung di pulau-pulau kecilnya, membuat saya sadar bahwa Indonesia itu benar-benar surga buat wisata bawah air.  Dari keinginan saya buat menyalurkan hobby photo serta mendokumentasikan keindahan bawah laut indonesia serta dengan adanya &#8216;kompor&#8217; temen jalan saya yang tiba-tiba ingin belajar Diving, genap lah sudah keinginan saya buat belajar Diving hehe.<br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=729" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1275700958_IMG_0122.JPG" alt="" width="133" height="200" align="right" /></a><br />
Dan saya juga baru sadar ternyata peralatan olahraga meyelam ini benar-benar menguras isi dompet saya , ehh sorry tidak menguras sih tapi lebih tepatnya memeras isi dompet hahaha. Tapi tak apalah mudah-mudahan cita-cita saya mendokumentasikan keindahan alam laut Indonesia terwujud sebelum semuanya terlambat karena kerusakan biota laut.</p>
<p>Tapi saya dapet pembelajaran yang lumayan banyak dari kegiatan ini dan yang kelihatan sekali adalah skill berenang saya yang tadinya ngak bisa apa-apa, sekarang sudah bisa bolak balik  berenang di kolam olimpic size. Jadi sambil kursus menyelam, tiap malam sepulang kerja saya belajar berenang secara otodidak di bantu dengan tutorial yang ada di Om Youtube hehe.  Saya lakukan itu supaya nanti ketika diving menjadi lebih percaya diri. Selain skill renang yang bertambah ada bonus yang muncuk tiba2 hehe, yaitu berat badan saya turun drastis, dan itu ketahuan dari beberapa celana yg dulu ketat sekarang longgar trus lubang sabuk yang sudah berkurang beberapa lubang haha.</p>
<p>Instruktur saya dapet dari temen saya yang ternyata dari angkatan laut dan lumayan ok ngajarin kita ..  bener2 sabar dalam membingbing kami yang masih o&#8217;on berenang dan yang lucu ketika pertemuan kedua yang belajar cuma 3 orang, sedangkan instruktur dari AL yang ngajarin kita 4 orang hahaha benar2 super private sekali 1 instruktur 1 orang <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .  Empat  kali pertemuan di kolam  cukup membuat rasa percaya diri yang tinggi untuk terjun ke laut , atau mungkin karena rasa penasaran juga yg membuat pengen buru2 ke laut, padahal salah satu temen saya masih belum percaya diri untuk terjun di laut. Setelah diskusi sama instruktur akhirnya pertemuan terakhir di laut akan diadakan di pulau pramuka akhir mei 2010 pas ada long weekend, see you @ p.pramuka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/06/05/kursus-menyelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Agung Banten lama</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/23/masjid-agung-banten-lama/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/23/masjid-agung-banten-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 03:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Pesona cerita kejayaan dan kemakmuran kerajaan Banten tempo doeloe membuat penasaran saya, dan rasa penasaran tersebut membuat mobil yang lagi melaju kencang di Tol Jakarta Merak ke arah Jakarta tiba-tiba keluar pintu tol mengarah ke lokasi Banten lama. Dan sebenarnya titik Banten lama tersebut dah lama saya tandain di GPS saya. Akhirnya GPS lah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=716" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507034_DSC_4449.JPG" alt="" width="200" height="133" align="left" /></a>Pesona cerita kejayaan dan kemakmuran kerajaan Banten tempo doeloe membuat penasaran saya,  dan rasa penasaran tersebut membuat mobil yang lagi melaju kencang di Tol Jakarta Merak ke arah Jakarta tiba-tiba keluar pintu tol mengarah ke lokasi Banten lama. Dan sebenarnya titik Banten lama tersebut dah lama saya tandain di GPS saya. Akhirnya GPS lah yang menuntun mobil tersebut mengarah ke Banten lama.  Cerita-cerita heroik tentang Sultan Banten tersebut menambah penasaran perjalanan ini, dan dibenak saya nanti saya akan melihat peninggalan kerajaan Banten yang amat sangat megah karena memang sudah tersohor pada saat itu.<br />
<span id="more-355"></span><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=715" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507021_DSC_4448.JPG" alt="" width="133" height="200" align="right" /></a>Perjalanan keluar dari pintu tol yang ada tulisan &#8216;Banten Lama&#8217; langsung menemui jalan yang tidak begitu besar dan dikiri kanan masih terlihat sawah-sawah yang hijau. Dan dalam hati saya woow wajar saja dulu kerajaan Banten sangat makmur karena emang sawah hijau yang terhampar luas apalagi pada jaman kerajaan Banten masih berdiri saya pikir akan lebih hijau lagi. Semakin mendekat ke aran Banten lama, sawah sawah tersebut mulai menghilang dan di gantikan dengan rumah-rumah penduduk. Dan ketika sampai di lokasi Banten Lama &#8230;. OH MY GOD &#8230;&#8230;. rasa penasaran yang tinggi tentang keagungan Banten lama benar-benar lenyap tidak berbekas, yang ada adalah rasa menyesal dan ingin keluar dari tempat itu secepat mungkin dan  saya benar-benar TIDAK MEREKOMENDASIKAN tempat ini untuk jadi tujuan wisata yang bersejarah kalau tidak untuk menunaikan ibadah sholat di masjid Agungnya.  Saya hanya bisa mendeskripsikan lokasi Banten lama tersebut dengan kata-kata seperti ini : KUMUH, SUMPEK, CROWDED, KOTOR &amp; BERANTAKAN &#8230; sekali lagi NOT RECOMMENDED.</p>
<p>Dan ternyata saya tidak perlu panjang lebar mendeskripsikan kondisi tersebut karena beberapa sumber sudah mendeskripsikan dengan tepat seperti di bawah ini :</p>
<blockquote><p>Walau hanya tersisa reruntuhan, situs Surosowan sebetulnya masih cukup menarik sebagai salah satu obyek wisata arkeologis. <strong><em>Namun bila melihat kondisi sekarang ini, kami hanya bisa mengelus dada</em></strong>. Di sekeliling kompleks situs dipenubi pedagang kaki lima. Para pedagang ini membuka kios-kios sempit, menjajakan aneka barang bagi pengunjung Masjid Agung Banten Lama. Sampah pun berceceran di mana-mana.<br />
Sumber : <a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata/2003/043/wis02.html">Sinar Harapan</a></p></blockquote>
<blockquote><p><em>Kutipannya Deddy Gumelar aka Mi&#8217;ing Bagito di banten.go.id :</em><br />
Saat kunjungan tersebut, Bapak Miing meninjau Museum Kepurbakalaan Banten lama dan melihat keadaan sekitar bangunan Surosowan dan Masjid Agung Banten. Melihat kondisi kumuh Banten Lama, Bapak Miing mengaku sangat kecewa.<strong><em> “Bagaimana bisa, bangunan dan benda peninggalan sejarah ditelantarkan begitu saja oleh pemerintah daerah. Jika para sultan Banten masih hidup, mungkin akan marah,”</em></strong> tandasnya. Menurut Bapak Miing, Komisi X DPR pernah meminta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bapak Jero Wacik untuk merestorasi Banten Lama. Permintaan tersebut disetujui Bapak Jero Wacik dan meminta DPR untuk membicarakan lebih lanjut dengan Gubernur Banten Ibu Ratu Atut Chosiyah.<br />
Sumber : <a href="http://www.bantenprov.go.id/?link=brt_dtl&amp;id=6722">Banten.go.id</a></p></blockquote>
<blockquote><p>Saya tadi sore ke banten lama. Sekedar untuk jalan2. <strong><em>Ya Allah, saya  betul2 malu melihat Banten lama. Banten lama tidak ubahnya komplek kumuh</em></strong> di  pinggiran sungai di jakarta dan tempat pembuangan sampah: <strong><em>kumuh, jorok,<br />
menjijikan, ruwet.</em></strong><br />
Sumber : milis <a href="http://www.mail-archive.com/wongbanten@yahoogroups.com/msg14689.html">WongBanten</a></p></blockquote>
<p>Terakhir saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan lokasi Banten lama yang amat bersejarah tersebut dapat di benahi tanpa saling tuduh dan lempar tanggung jawab &#8230; sehingga kita semua dapat belajar dari apa yang telah di lakukan oleh pendahulu2 kita &#8230; Amiiiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/23/masjid-agung-banten-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anyer &amp; Carita, Banten</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/22/anyer-carita-banten/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/22/anyer-carita-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 06:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan Anyer (walaupun di beberapa papan nama banyak yang di tulis Anyar) dan Carita merupakan pesisir pantai barat provinsi banten yang menghadap ke selat sunda, Anyer sendiri masuk ke kabupaten Serang, sedangkan Carita masuk ke kabupaten Pandeglang. Hari jum&#8217;at tanggal 14 Mei 2010 merupakan hari kejepit yang sangat bermanfaat buat refreshing otak dan udah lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=725" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507351_DSC_4375.JPG" alt="Mercusuar Cikoneng, Anyer" width="133" height="200" align="left" /></a>Kawasan Anyer (walaupun di beberapa papan nama banyak yang di tulis Anyar) dan Carita merupakan pesisir pantai barat provinsi banten yang menghadap ke selat sunda, Anyer sendiri masuk ke kabupaten Serang, sedangkan Carita masuk ke kabupaten Pandeglang. Hari jum&#8217;at tanggal 14 Mei 2010 merupakan hari kejepit yang sangat bermanfaat buat refreshing otak dan  udah lama juga tidak pernah jalan bareng sama keluarga, dengan sangat mendadak (walopun planning mau jalan2 di hari kejepit ini dah 1 bulan sebelumnya tetapi belum ada tempat tujuan yang pasti) di hari rabu pagi tanggal 12 Mei 2010 saya telpon kakak saya buat konsolidasi siapa2 aja yang mau ikut dari Bandung.</p>
<p><span id="more-330"></span><br />
Dan rabu siang saya booking penginapan di daerah Carita tepatnya Kondominium Lippo Carita (sekarang Carita Bay Resort). Kamis pagi sekitar jam 5 pagi mereka berangkat dari bandung dan sekitar jam 7.30 pagi sampai di Jakarta, dan saya di jemput  di halteu karet sudirman. Setelah itu kembali masuk tol dan keluar tol di cilegon. Selepas keluar tol cilegon kondisi jalan menuju Anyer mulai banyak yang rusak dan bergelombang walaupun masih bisa di lalui dengan lancar dan tidak ada masalah tetapi membuat perjalanan lebih pelan dan  lama. Dari cilegon ke Anyer di suguhi bangunan bangunan pabrik yang  besar di kiri kanan jalan. Selepas suguhan bangunan pabrik tersebut baru munculah bangunan bangunan penginapan entah itu Hotel, Cottages , Villa ato losmen2 kecil yang lumayan banyak. Juga pintu2 gerbang kawasan wisata pantai yang banyak dan  setiap masuk 1 pintu dipungut bayaran (wuahhhhh cuapeeeee deh) sedangkan sepanjang Anyer-Carita banyak banget Pantai. Untuk itu kita tidak berhenti dulu dan lansung saja menuju tujuan yaitu Pantai Carita.  Kesan pertama saya ketika melihat kondisi jalur Anyer-Carita yaitu suatu kawasan wisata yang kurang dirawat dengan semestinya. Jalan2 di beberapa titik rusak, banyak bangunan penginapan yang tidak terawat, dan yang AMAT SANGAT saya SAYANGKAN seakan-akan daerah Banten atau setidaknya kawasan Anyer-Carita tidak mempunyai identitas budaya sendiri. Sepertinya mereka kurang bangga atau malah seperti malu menonjolkan budaya lokal mereka. Padahal bagi saya ketika mengunjungi suatu tempat justru ingin melihat budaya lokal nya, bukan budaya yang meniru-niru.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=718" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507121_DSC_4368.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=719" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507150_DSC_4254.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=717"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507099_DSC_4096.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Mungkin bagi anda yang sering ke daerah ini apakah anda memperhatikan sepanjang perjalanan akan di suguhi bangunan bangunan yang ber-arsitektur Bali yang lumayan banyak, hmmmm ini Bali ato Banten kalo emang mau meniru Bali bagaimanapun tidak akan pernah bisa, oke lah kalo meniru bangunannya masih bisa, tetapi Bali sendiri mempunyai akar budaya dan seni yang amat sangat kuat yang tidak bisa atau sukar di tiru di tempat lain. Juga nama-nama penginapan nya pun berbau luar ada yang namanya Hawaii  blablabla. Dan yang paling mengenaskan adalah ada satu kawasan pantai yang di papannya ditulis dengan jelas &#8216;Florida&#8217; , walopun itu &#8216;katanya&#8217; plesetan dari pulorida  &#8230; Ohhh My God &#8230; kawasan Anyer-Carita benar-benar krisis identity.  Ok itu jeleknya menurut saya, dan ternyata untungnya masih banyak juga penginapan2 yang bernuansa lokal entah itu dari bangunan ataupun namanya seperti ada Villa yang namanya &#8216;Bumina Teteh&#8217; hmmm LIKE IT.</p>
<p>Jam 10.15 kami sudah sampai di Carita, berhubung checkin jam 2 sambil nunggu kami main-main dulu di pantainya .. dan&#8230; baru aja saya buka pintu mobil,  mendadak  serasa jadi artis terkenal banyak orang yg langsung menyerbu saya, tapi sayang yg menyerbu pedagang asongan hahaha.  Bagi saya semakin mereka menawarkan paksa makin saya ngak mau, walopun dengan harga yg sangat murah pun. Itu terjadi ketika penjual otak-otak menawarkan dari harga 15.000 sampe ke harga 5000. Pas belum lama ternyata perut saya berbunyi sy panggil tukang otak2 tadi dan ketika mau beli dia keukeuh minta harga 15.000 hahaha langsung aja saya pindah ke tukang otak2 laen di depan dia hahaha. CULASNYA pedagang asongan disana  ketika udah deal dengan harga 5.000 ketika saya bayar pake uang 10.000 di kembaliin 4.000 dan pedagannya memasang tampang bego lagi. Tanpa basa basi saya ambil lagi uang 10.000 dan di kasihin lagi otak2nya ngak jadi padahal dah di bungkusin. Walopun dia merengek balik lagi ke harga 5000 bagi saya dah selesai .. bukan urusan uang kecil tapi kelakuannya itu yang  ngak saya suka.</p>
<p>Akhirnya  kami pergi ke pasar ikan Carita guna menyalurkan kebutuhan perut dan ternyata harga seafood di sini murah buangetttttt tapi tidak semua harganya sama, yang murah dan enak ada di paling ujung pasar ikan sebelah kiri jalan (dari anyer) sedangkan warung2 seafood yang kelihatan besar dan banyak ada di sebelah kanan jalan tapi sedikit lebih mahal. 1 Kg udang windu yg super jumbo + 1 Kg Rajungan + 1 kg kerapu n kakap + 1 kg  Cumi + Nasi 2 bakul+Teh botol tidak sampai menyentuh angka 200rb tepatnya 198rb. Wowwwww kalo saya bandingin udang windu yang sama di parit 9 bandung 1 Kg nya tuh kalo ngak salah sekitar 120rb.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=723" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507310_DSC_4415.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=727" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507393_DSC_4436.JPG" alt="" /></a><br />
<br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=722" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507268_DSC_4426.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=721" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507252_DSC_4421.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah perut kenyang langsung check-in ke penginapan, dan penginapannya cukup ok walaupun  fisik bangunan agak kurang terawat tetapi karena lokasinya yang langsung menghadap pantai yang berpasir manambah nilai plus buat penginapan ini. Lokasi pantai sekitar lippo condominium selain lebih bagus di banding lokasi pantai wisatanya juga tidak terlalu ramai jadi bisa dengan tenang menikmati suasana pantai menghadap selat sunda. Selama 2 hari kerjanya bolak balik berenang di pantai dan berenang di kolam renang untuk bilas air pantai hehe, setelah itu pesta seafood tiap hari <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . FYI di lippo condominium ada 2 condo yaitu utara dan selatan ada plus &amp; minusnya, di selatan ada kolam renangnya sedangkan di utara tidak ada,  dari pintu penginapan condo selatan langsung pantai, berbeda dengan yg di utara harus lewat paving block dulu beberapa meter,  tetapi di utara lahan parkir luas dan di selatan tidak begitu luas tetapi selama liburan di condo selatan ngak pernah bermasalah dengan lahan parkir.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=728" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507410_DSC_4408.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=726" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1274507362_DSC_4392.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Dan dikawasan ini pula banyak wisata air seperti yang di Tanjung Benoa Bali, ada banana boat, jetski dan keliling perahu. Hari ketiga kami harus segera pulang setelah pesta seafood serta berenang di laut dan kolan renang lumayan puas. Dan ketika pulang kami mampir dulu di Mercusuar Cikoneng Anyer yang dijadikan patokan Kilometer Nol jalan raya pos Anyer-Panarukan). Kondisi Mercusuar di Anyer sangat kontras dengan Mercusuar yang di pulau Lengkus, Belitung. Di Anyer selain mercusuarnya yang terawat tetapi bangunan pendukungnya pun masih terawat dengan baik, berbeda dengan mercusuar yang di p.lengkuas yang kurang terawat, tetapi pemandangan laut di p.Lengkuas tidak bisa di bandingkan dengan Anyer hehe di p.lengkuas jauh lebih indah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/05/22/anyer-carita-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Sawarna, Bayah Banten</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pantai-sawarna-bayah-banten/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pantai-sawarna-bayah-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 13:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Sawarna yang menghadap ke samudera hindia terletak di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Bayah sendiri terkenal karena tambang batubaranya. Di halaman-halaman rumah di sini biasanya banyak tumpukan benda yang berwarna hitam tersebut untuk di jual. Konon ketika jaman penjajahan Jepang dibangun jalur kereta api ke bayah untuk mengangkut hasil bumi tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=710" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070745_DSC_4002-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" align="left" /></a>Pantai Sawarna yang menghadap ke samudera hindia terletak di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Bayah sendiri terkenal karena tambang batubaranya. Di halaman-halaman rumah di sini biasanya banyak tumpukan benda yang berwarna hitam tersebut untuk di jual. Konon ketika jaman penjajahan Jepang dibangun jalur kereta api ke bayah untuk mengangkut hasil bumi tersebut. Ongkos pembangunan jalur rel yang amat sangat mahal karena mengorbankan banyak nyawa pekerja romusha.<br />
<span id="more-286"></span><br />
Jam 11.30 siang masih di hari yg sama selasa 16 Maret 2010 melanjutkan <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pelabuhanratu-sukabumi/ ">perjalanan dari Pelabuhanratu</a>,  kondisi jalan sudah mulai menurun karena titik tertingi sudah mulai terlewati dan terlihatlah dengan jelas  keindahan teluk Bayah di ketinggian, yang berada di  sebelah kanan jalan yg benar2 keren.  Ternyata dengan berbekal GPS dan Googleearth perjalanan menjadi lebih mudah, kami dengan cepat dapat mengenal kondisi lokasi daerah sekitar walaupun sama sekali belum pernah kesana. Kami tidak perlu bertanya2 pertigaan Sawarna-Bayah dimana,  tinggal tunggu suara anak kecil yang akan bilang &#8220;300m Belok kiri&#8221;. Dan yang paling membantu adalah perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke spot yg dituju  selain informasi letak pom bensin , hotel dan tempat makan yang cukup akurat hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=714" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070629_DSC_4031-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=713" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070661_DSC_4036-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" /></a><br />
Perjalanan Ke Desa Sawarna, Bayah Banten</p>
<p>Tidak lama setelah kami belok kiri di pertigaan Sawarna-Bayah kami memasuki kawasan pantai wisata Pulo Manuk (hmmm ada hubungan dengan Pulau Burung di belitung kagak yah heheh). Sebentar kami di Pulo Manuk karena hari sudah mulai siang lalu perjalanan di lanjutkan ke Sawarna. Dan dititik yang cukup tinggi kami melihat pemandangan pantai sawarna yang susah untuk di deskripsikan hehe.  Kami ngopi dan istirahat di titik terebut karena kebetulan ada warung kopi. Suasana sepi di tempat tersebut membuat saya lebih betah untuk berlama2, tetapi berhubung perut sudah keroncongan dan emang waktu yang sempit kami akhirnya teruskan perjalanan  ke kota Bayah untuk makan siang. Dan justru saya lebih menyukai pemandangan dan suasana sepi pinggir pantai Karang Taraje antara Sawarna-Bayah sayang saya tidak sempat mengabadikan gambarnya.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=712" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070695_DSC_4034-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=711" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070722_DSC_4021-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=709" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070775_DSC_4020-1.JPG" alt="Pantai Sawarna" /></a><br />
Pantai Sawarna
</p>
<blockquote><p>Pantai2 di  Bayah  merupakan satu dari sekian banyak tempat di Indonesia yang berlabel Hidden Paradise yang belum tersentuh oleh industri Pariwisata, hanya orang-orang yang punya minat khusus aja yang datang dan mengenalkan tempat2 seperti ini melalui mulut ke mulut serta tulisan artikel2nya di Internet.</p></blockquote>
<p>Setelah makan siang yang telat sekitar jam 14.30-an kami harus balik jakarta dan melewati jalur yang sama ketika kami berangkat yaityu ke arah Cisolok lalu Pelabuhanratu dan Cibadak. Ketika memasuki areal hutan  harus extra hati2 karena turun hujan dan jarak pandang bener2 pendek karena tertutup kabut untung cuman sebentar selepas beberapa menit hujan reda dan kabut pun hilang.</p>
<blockquote><p>Setelah dengan percaya diri berbekal GPS keluar masuk tempat terpencil, dan pas jam 00.30 malam ketika mau antar mobil ke rumah temen saya di daerah Fatmawati  Jakarta Selatan GPS mati total karena baterenya habis, dan tersesatlah saya di daerah Cipete-Darmawangsa, seperti orang linglung nyetir mobil tengah malam keliling-keliling di lokasi itu2  juga hahaha&#8230; akhirnya menyerah juga .. dan telpon yg punya mobil minta di jemput hahaha</p></blockquote>
<p>Perjalanan libur satu hari yang cukup melelahkan.. sepertinya kalo ada waktu akan saya ulang perjalanan ini sampai ke Ujung Kulon dengan syarat cukup waktu dan uang tentunya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/18/pelabuhanratu-sukabumi/ ">Pelabuhanratu Sukabumi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pantai-sawarna-bayah-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelabuhanratu, Sukabumi</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pelabuhanratu-sukabumi/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pelabuhanratu-sukabumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 13:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Pelabuhanratu merupakan Ibukota Kabupaten Sukabumi, dan saya sudah tidak ingat kapan terakhir kali kesini, mungkin sekitar tahun 1995 ato 1996 dan terakhir jalan ke daerah Sukabumi pun dah lama banget sekitar September 2006 ketika mau rafting di Arus Liar daerah Cikidang yang sebenarnya sudah dekat ke daerah Pelabuhanratu. Dan ketika hari libur nyepi tanggal 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=701" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070476_DSC_3857-1.JPG" alt="" width="200" height="132" align="left" /></a>Pelabuhanratu merupakan Ibukota Kabupaten Sukabumi, dan saya sudah tidak ingat kapan terakhir kali kesini, mungkin sekitar tahun 1995 ato 1996 dan terakhir jalan ke daerah Sukabumi pun dah lama banget sekitar September 2006 ketika mau rafting di Arus Liar daerah Cikidang yang sebenarnya sudah dekat ke daerah Pelabuhanratu. Dan ketika hari libur nyepi tanggal 16 Maret 2010 yang HANYA satu hari dipaksakanlah jalan ke daerah Pelabuhanratu dan Sawarna daerah Bayah Banten selatan. Dengan modal survey googleearth dan bekal GPS, senin 15 Maret 2010 sekitar jam 8.30 malam  4 orang personil jalan2 sudah kumpul di dearah Karet, Setiabudi.<br />
<span id="more-273"></span><br />
Dari Jakarta kami berangkat menuju Pelabuhanratu dengan ngendarai Xenia yang 1000cc hehe .. agak2 ketar ketir juga sih kuat ngak yah kalo lewat cikidang yang jalanya naik turun lumayan curam. Dan ternyata ketika sampai Cibadak, pertigaan Cikidang terlewatkan akhirnya lewat jalur biasa yang lewat warungkiara hehe. Tapi ada bagusnya lewat sini karena kondisi jalan yang tidak securam daerah cikidang <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .  Jam 00.30 malem  sampe di Pelabuhanratu dan  posisi GPS saya menunjukan tinggal beberapa ratus meter lagi menuju Hotel Bayu Amrta,   tanpa survey tuk banding2in hotel sekitarnya, kami langsung masuk Hotel Bayu Amrta, karena cuman untuk tidur sebentar kami pilih kamar yang paling murah lalu penuh sesaklah kamar kecil tersebut oleh 4 orang yang sudah kecapean hehe.</p>
<blockquote><p>Dua Villa yang berdampingan ini  cukup bersejarah, villa pertama  dimiliki oleh seorang pelukis lalu di beli oleh seseorang yang cukup berpengaruh di Indonesia. Selanjutnya orang yang cukup berpengaruh tersebut menukarkan villa yang di beli dari seorang pelukis tadi  dengan villa sebelahnya.  Dan di lokasi villa pertama tersebut jadilah Hotel Bayu Amrta sedangkan villa di lokasi kedua yang ada di sebelahnya jadilah Istana Kepresidenan Tenjoresmi sedangkan orang berpengaruh tersebut tak lain dan tak bukan ialah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.</p></blockquote>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=707" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070323_DSC_3734-1.JPG" alt="Bayu Amrta" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=706" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070375_DSC_3706-1.JPG" alt="Istana Kepresidenan Tenjoresmi" /></a><br />
Hotel Bayu Amrta &amp; Istana Kepresidenan Tenjoresmi<br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=708" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070265_DSC_3684-1.JPG" alt="Morning @Bayu Amrta" /></a><br />
Morning @Bayu Amrta
</p>
<p>Sekitar jam 8.15 pagi kami langsung cabut dari hotel dan sepanjang perjalanan menuju perbatasan antara provinsi Jawa Barat dan Banten  kami berhenti di beberapa titik untuk menikmati sejenak lokasi2 tersebut. Karakteristik pantai di daerah Pelabuhanratu mirip2 seperti yang di Garut selatan, bibir pantai yang berpasir dengan sawah hijau yang subur saling berdampingan, dan di beberapa titik sudah banyak beberapa warung/saung tempat makan yang menutupi keindahan pantai dari sisi jalan. Akan lebih indah apabila jalan raya yang berada di samping pantai tidak ditutupi oleh warung2 tersebut. Sampai karang hawu banyak sekali orang-orang yang lagi main selancar.</p>
<blockquote><p>Samudera Beach Hotel merupakan salah satu bangunan hotel mewah pertama yang ada di Indonesia yang di bangun oleh Ir. Soekarno bersamaan dengan bangunan mewah pertama lainnya yaitu Hotel Indonesia, Pertokoan Sarinah, Bali Beach Hotel, Hotel Ambarukmo Jogjakarta yang kesemuanya memakai dana pampasan perang dari Jepang<br />
Sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Palabuhanratu">Wikipedia</a></p></blockquote>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=705" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070394_DSC_4066-1.JPG" alt="Samudera Beach Hotel" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=704" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070427_DSC_4084-1.JPG" alt="Samudera Beach Hotel" /></a><br />
Samudera Beach Hotel
</p>
<p>Selain Istana kepresidenan Tenjoresmi ada satu tempat yang juga cukup bersejarah yaitu Samudra Beach Hotel yang terkenal dengan kamar 308 yang di khususkan buat Ratu Pantai Selatan. Dan dikarenakan ada orang yang lagi bermeditasi di kamar tersebut kami berempat tidak bisa melihat suasana kamar tersebut. Sayang seribu sayang hotel yang sangat bersejarah tersebut terlihat tua dan usang. Tua dan usang kalau terawat dengan baik malah akan jadi nilai jual tersendiri tapi Hotel ini sudah tua dan usang tidak terawat dengan baik. Yang paling menyesakan adalah rate hotel ini bener2 tidak seimbang dengan kondisi yang ada. Ratenya mahal minta ampun dengan kondisi yang kotor tua dan tidak terawat, wajar suasana di hotel ini sepi. Tapi diluar jeleknya itu sebenarnya masih menyimpan nilai plus-nya juga yaitu perpaduan  taman, kolam renang dan gazeboo2 di belakang hotel yang masih tertata dengan baik di tambah pemandangan yang menghadap ke Pantai selatan yang landai bisa jadi membuat anda terbuai hehe</p>
<blockquote><p>Ada kejadian lucu di sekitar Cisolok kami dibuntuti oleh Ojek yang tanpa lelah di sepanjang perjalanan ke karang hawu dia terus mengikuti kita. Entah karena muka temen gw yang membutuhkan treatment dari Mak Erot ato apa hahaha dia dengan gigih menawarkan jasa untuk mengantar ke tempat praktek Mak Erot walaupun sudah dibilang TIDAK   hahaha</p></blockquote>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=703" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070447_DSC_3828-1.JPG" alt="Selancar di karang hawu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=702" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070186_Pelabuhanratu-sawarna-D50-1.JPG" alt="Selancar di Karang Hawu" /></a><br />
Peselancar anak-anak di Karang hawu
</p>
<p>Perjalanan terus dilanjutkan..  jalanan mulai naik turun dan selepas Cibangban dekat Ocean Queen Resort dan Kuda Laut Resort barulah tanjakan yang sebenarnya bermunculan. Agak2 ngeri juga berhubung kami pakai mobil yg cc nya cuma 1000. Tetapi kengerian tersebut tidak ada artinya dibandingkan dengan pemandangan laut pelabuhanratu diatas ketinggian (juga biaya bensin yang super iriiiiiiit hehe). DI setiap spot tanjankan yang berpemandangan lepas menghadap teluk pelabuhanratu kami berhenti untuk ambil gambar, tapi sayang karena kondisi cuaca yang berkabut maka gambarnya tidak terlalu jelas. Perjalanan naik turun gunung dengan pemandangan ke laut masih terus berjalan, lalu mulai masuk ke areal perkebunan dan hutan yang di kanan jalan terpampang keindahan gunung2 yg terselimuti oleh kabut tebal. Perjalanan ini jadi mengingatkan saya ketika jalan dari Rancabuaya ke Ciwidey yg disuguhi jalanan naik turun yang tidak beradab.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=700" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070541_DSC_3860-1.JPG" alt="View pelabuhan ratu dari bukit" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=699" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1269070505_DSC_3886-1.JPG" alt="View Pelabuhanratu dari ketinggian" /></a><br />
Teluk Pelabuhanratu dari atas bukit</p>
<blockquote><p>Ditengah hutan yang sepi tersebut kami dikagetkan oleh seseorang yang &#8216;mungkin&#8217; merasa dia  pendekar setempat yang dengan berani berdiri di tengah jalan dan memberhentikan mobil kami dan meminta &#8216;upeti&#8217; uang keamanan hahahaha walopun kita kasih ngak seberapa cuma 1000 rupiah tapi kejadian2 ginilah yang membikin  orang2 kapok untuk datang kembali</p></blockquote>
<p>Dan perjalanan pun terus di lanjutkan sampai ke daerah <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pantai-sawarna-bayah-banten/" target="_blank">Bayah Banten</a> ..</p>
<p>Artikel terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pantai-sawarna-bayah-banten/" target="_blank">Pantai Sawarna, Bayah-Banten</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/03/19/pelabuhanratu-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembang &amp; Tangkuban Perahu, Bandung Utara</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/lembang-tangkuban-perahu-bandung-utara/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/lembang-tangkuban-perahu-bandung-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Bandung Utara menjadi tujuan hari kedua dalam rangka jalan2 mengantar temen dari jakarta, Minggu 6 Feb 2010, tepatnya Lembang, Tangkuban Perahu dan pulang lewat Dago Bengkok.  Dengan kondisi mata yang masih pada ngantuk jadwal berangkat jam 6 pagi agak meleset menjadi jam 7 pagi hehe.  Spot pertama yang akan dikunjungi adalah spot favorit saya dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=696" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154707_DSC_3437.JPG" alt="Observatorium Bosscha" align="left" /></a>Bandung Utara menjadi tujuan hari kedua dalam rangka jalan2 mengantar temen dari jakarta, Minggu 6 Feb 2010, tepatnya Lembang, Tangkuban Perahu dan pulang lewat Dago Bengkok.  Dengan kondisi mata yang masih pada ngantuk jadwal berangkat jam 6 pagi agak meleset menjadi jam 7 pagi hehe.  Spot pertama yang akan dikunjungi adalah spot favorit saya dari jaman SD yaitu Observatorium Bosscha alias tempat peneropongan bintang di lembang salah satu hasil karya Bosscha dengan lensa carl zeiss nya yang konon lensa terbesar dan tercanggih di dunia pada saat itu. Saya salut dengan pengelolanya yang masih mempertahankan arsitektur rumah2 sekitarnya yang berarsitek seperti rumah2 tradisional jerman dengan kayu silang menyilangnya.  Selain mempertahankan arsitektur aslinya juga kebersihan dan penataan tamannya yang benar-benar terawat. Berada disini serasa berada di negri entah berantah mungkin karena terbiasa kondisi kotor wilayah  sekitarnya ketika memasuki areal yang bersih dan indah ini menjadikan suasana yang berbeda.<br />
<span id="more-228"></span></p>
<blockquote><p>Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36&#8242; Bujur Timur dan 6° 49&#8242; Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektar, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari plato Bandung. Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299.<br />
Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Dan di dalam rapat itulah, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.<br />
Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1928.<br />
Sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Observatorium_Bosscha">wikipedia.org</a></p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=695" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154675_DSC_3429.JPG" alt="Observatorium Bosscha" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=692" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154572_DSC_3511.JPG" alt="Tangkuban Perahu" /></a><br />
Observatorium Bosscha &amp; Pohon di Kawah Ratu Tangkuban Perahu</p>
<p>Setelah dari Observatorium Bosscha berikutnya adalah Tangkuban Perahu. Setelah lama tidak berkunjung ke kawah ratu tangkuban perahu, ternyata baru saya sadari kalau kerajinan hiasan seperti gelang yang dari manik2 di situ lebih bagus dan lebih rapih di banding dengan kerajinan di Belitung walaupun designya sama.</p>
<p>Dan yang membuat saya sadar juga ternyata koleksi batu2 alam yang di jajakan di sekitar tangkuban perahu lebih bagus, lebih bervariasi dan lebih terawat dibanding dengan batu2 yang ada di museum geologi Bandung. Berada di tempat pengrajin batu alam terebut serasa di museum geologi  dan lebih bagus hehe. Satu lagi yang berbeda di tangkuban perahu sekarang adalah banyaknya wisatawan Malaysia yang berkunjung kesitu, mungkin dikarenakan adanya akses pesawat oleh Airasia dari Kualalumpur ke Bandung yg membuat wisatawan Malaysia banyak berkunjung ke Bandung. Dan ada 2 tempat yang menjadi magnet bagi wisatawan Malaysia yaitu Tangkuban Perahu dan Pasar Baru.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=693" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154595_DSC_3473.JPG" alt="Tangkuban Perahu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=688" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154455_DSC_3568.JPG" alt="Tangkuban Perahu" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=689" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154481_DSC_3550.JPG" alt="Tangkuban Perahu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=690" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154514_DSC_3536.JPG" alt="Tangkuban Perahu" /></a><br />
Tangkuban Perahu</p>
<p>Selepas Tangkuban Perahu lalu ke Maribaya, dan masih tetap dengan kondisi kotornya, Maribaya masih tetap ramai oleh pengunjung, padahal kalau kondisi lebih bersih akan lebih asik lagi. Karena hari sudah mulai siang dan temen2 harus segera balik ke Jakarta maka dari Maribaya balik ke Bandung lewat Dago Bengkok dikarenakan kalau lewat jalur yang biasa dihari minggu akan di jamin macet. Dan masih dengan jalan yang sempit naik turun, jalur Lembang &#8211; Bandung lewat Dago Bengkok tetap menjadi jalur favorit saya karena pemandangan yang indah dan anti macetnya, walaupun dengan kondisi jalan yang tidak sebagus jalur Lembang lewat setiabudi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=694" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267154632_DSC_3616.JPG" alt="" /></a><br />
Curug Omas, Maribaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/lembang-tangkuban-perahu-bandung-utara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pangalengan, dulu &amp; sekarang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/pangalengan-dulu-sekarang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/pangalengan-dulu-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka mengantar temen dari Jakarta jalan2 ke daerah Bandung dan yang pasti saya tidak akan pernah mengajak temen2 saya tuk jalan2 di sekitar factory outlet hehe , kecuali kalo mereka yang minta. Secara default saya akan mengajak mereka ketempat2 yg agak jauh dari hiruk pikuk kota antara lain Bandung Selatan. Jum&#8217;at malem 5 Feb [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=685" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1267153637_DSC_3382.JPG" alt="Komplek radio malabar" width="200" height="133" align="left" /></a>Dalam rangka mengantar temen dari Jakarta jalan2 ke daerah Bandung dan yang pasti saya tidak akan pernah mengajak temen2 saya tuk jalan2 di sekitar factory outlet hehe <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , kecuali kalo mereka yang minta. Secara default saya akan mengajak mereka ketempat2 yg agak jauh dari hiruk pikuk kota antara lain Bandung Selatan.<br />
Jum&#8217;at malem 5 Feb 2010 jam 16.00 saya dah cabut ke Gambir sedangkan temen2 sy pake kereta yang jam 18.30, dan sudah menjadi kebiasaan rumah saya di Bandung menjadi penginapan sementara tuk menampung temen2 sy yang dari luar kota. Sepertinya semakin sering rumah saya di jadikan &#8216;penginapan&#8217;, kalo di komersilkan akan lumayan nih hehe.<br />
<span id="more-222"></span><br />
Sabtu pagi 6 Feb 2010 jam 6.00 pagi sudah siap2 menuju daerah Bandung selatan tepatnya Pangalengan tuk melihat tempat2 bersejarah di jaman Belanda. Tetapi ketika sampai di Bale Endah baru ngeh sekarang puncaknya musim hujan dan daerah Bale Endah lagi banjir tinggi2nya, setelah putar sana sini akhirnya kami mutar lewat kopo.<br />
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Gunung Puntang, saya selalu ingat tempat ini ketika &#8216;<em>ngerjai anak2 kuliah yang baru masuk</em>&#8216;. Tapi dulu tidak pernah ngeh kalau tempat saya dirikan tenda tuh tempat yang benar-benar bersejarah. Dimana disitu pernah berdiri dengan megahnya stasiun radio yang fenomenal.</p>
<blockquote><p>Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda (1917-1929), oleh Dr. Ir. C.J. de Groot, kawasan lembah Gunung Puntang dijadikan lokasi pemasangan pemancar untuk berhubungan langsung dengan pemerintah di negeri Belanda yang jaraknya ribuan kilometer. Stasiun Pemancar Radio Malabar pada saat itu merupakan stasiun radio yang sangat fenomenal karena antena yang digunakan untuk memancarkan sinyal radio memiliki panjang 2 km lebih. Antena tersebut terentang antara Gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter. Sulit dibayangkan bagaimana cara mereka membangun dengan teknologi pada masa itu.</p>
<p>Hebatnya lagi, berdasarkan penelitian, Dr. Ir. C.J. de Groot memilih lembah Gunung Puntang dengan ketinggian 1.300 mdpl karena dianggap sebagai tempat yang sangat pas dan ideal. Selain lokasinya yang sangat tersembunyi, juga arah propagasi struktur antena dengan koordinat global positioning system (GPS) S007.111433-E107. 602583 tersebut memang menuju negara kincir angin.</p>
<p>Uniknya lagi, stasiun ini murni pemancar, sedangkan penerimanya ada di Padalarang yang jaraknya sekitar 15 km dan di Rancaekek (18 km). Untuk mengatasi energi listrik, dibangun PLTA di Dago, PLTU di Dayeuhkolot, dan PLTA di Pangalengan, lengkap dengan jaringan distribusinya untuk memenuhi kebutuhan pemancar<br />
Sumber : <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=14604">http://www.pikiran-rakyat.com</a></p></blockquote>
<p><img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan3.jpg" alt="" /><br />
<img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan4.jpg" alt="" /><br />
Yang tersisa cuman bekas kolamnya saja<br />
<img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan6.jpg" alt="" /><br />
Radio Malabar dulu dan sekarang<br />
<img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan1.jpg" alt="" /><br />
<img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC01079.jpg" alt="" /><br />
Goa Belanda di gunung puntang</p>
<p>Tempat kedua yang kami kunjungi adalah PLTA lamajan yang berdiri dengan kokoh tahun 1920 dan masih berfungsi sampai saat ini. Pertama kali melihat pipa pesat kuningnya yang jelas terlihat di googleearth membuat saya penasaran tuk melihat dengan mata kepala sendiri ditambah dengan rel roli kereta yang super curam membuat tempat ini menarik.</p>
<p><img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan2.jpg" alt="" /><br />
Pipa pesat  PLTA Lamajan Dulu dan sekarang</p>
<p>Sehabis dari PLTA Lamajan berhubung perut sudah keroncongan kami menuju Situ Cileunca tuk makan siang.</p>
<blockquote><p>Sekedar saran saja orang2 yang jualan makanan di situ cileunca (setidaknya warung tempat saya makan) benar2 tidak ber prikemanusian dan saya <strong>&#8216;TIDAK MENYARANKAN ANDA UNTUK MAKAN DI WARUNG2 SITU CILEUNCA&#8217; </strong>bayangkan saya bertiga makan ikan mujaer 2 ekor dan tiap orang 1 mangkok soto ayam + kerupuk diganjar dengan harga yang super lurus <strong>150 RIBU RUPIA</strong>H.. dan <strong>KEJADIAN INI BENAR2 TERJADI</strong> .. sampe sekarang pun saya tetap ngak rela bukan karena uangnya tapi perlakuan ngambil kesempatan dalam kesempitannya itu, mereka sepertinya mengambil keuntungan dengan tidak memikirkan bisnis pariwisata situ cileunca kedepannya, mereka hanya memikirkan keuntungan saat itu juga tidak berfikir kalo pengunjung akan &#8216;KAPOK&#8217; tuk makan disitu dan yang lebih parah orang2 kapok tuk datang kembali ke Situ Cileunca  karena benar benar menjadi <strong>BAD PROMOTION</strong> yang akan tersebar dari mulut ke mulut. Mungkin ini bisa jadi bahan masukan buat orang2 yang mengelola wisata situ cileunca. BTW bisa di bandingkan ketika kami makan di BMC yang notabene nya restaurant ternama di Bandung dengan makan lebih banyak dan lebih enak ditambah Yoghurt dan kevirnya yang terkenal itu tidak sampai 150 ribu rupiah.</p></blockquote>
<p>Selepas situ Cileunca kami menuju bekas rumah bosscha dan sayang karena rumah tersebut lagi di renovasi karena akibat gempa 2009 dan di sekitar halamanya pun masih berdiri tenda2 para pengungsi gempa. Selepas dari rumah bosscha kami mampir ke makam Boschaa terlebih dahulu setelah itu keliling kebun teh dan mampir juga ke Pabrik Teh Malabar.</p>
<p><img class="frame" title="Bandung Selatan" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/02/Bandung-Selatan.jpg" alt="" width="452" height="284" /><br />
Rumah Bosscha dulu dan sekarang</p>
<p>Berhubung matahari yang semakin gelap kami putuskan tuk balik ke rumah saya dan makan malam di daerah Dago di Lisung Cafe. Jam 12 malem barulah nyampe kerumah lalu istirahat karena besok paginya harus segera keliling lagi dan tujuannya Bandung Utara.</p>
<p>Photo dulu bersumber dari :<br />
<a href="http://http://home.luna.nl/~arjan-muil/radio/history/malabar/malabar1.html">http://http://home.luna.nl/~arjan-muil/radio/history/malabar/malabar1.html</a><br />
<a href="http://www.kit.nl/">http://www.kit.nl/</a></p>
<p>Link lainnya :<br />
<a href="http://blog.maleber.net/index.php/2009/03/01/malabar-pangalengan-againnnnnnnn/">Malabar-Pangalengan-Againnnnnnnn !!!!!</a><br />
<a href="http://blog.maleber.net/index.php/2009/03/01/malabar-pangalengan/">Malabar-Pangalengan</a><br />
<a href="http://blog.maleber.net/index.php/2007/04/26/malabar/">Malabar</a><br />
<a href="http://blog.maleber.net/index.php/2007/04/13/its-took-almost-12-year/">It took almost 12 year</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/27/pangalengan-dulu-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
