<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>http://blog.Maleber.NET</title>
	<atom:link href="http://blog.maleber.net/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.maleber.net</link>
	<description>Photography, Travelling,  Hiking, Cycling, Diving &#38; Snorkeling</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Apr 2012 08:46:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>[Sepeda] Nggowes Ciwidey : Rancaupas to Ciwalini</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/22/sepeda-nggowes-ciwidey-rancaupas-to-ciwalini/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/22/sepeda-nggowes-ciwidey-rancaupas-to-ciwalini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 21:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[ciwalini]]></category>
		<category><![CDATA[kampoeng cai]]></category>
		<category><![CDATA[kampung cai]]></category>
		<category><![CDATA[nggowes]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandian Air Panas]]></category>
		<category><![CDATA[rancaupas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kayu ciwalini]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kelapa ciwalini]]></category>
		<category><![CDATA[tea bike]]></category>
		<category><![CDATA[trek]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda ciwalini]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda ciwidey]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda rancaupas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1512</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan wisata Ciwidey berjarak kurang lebih 40KM arah barat daya kota Bandung yang masuk kawasan Bandung Selatan yang terkenal selain Pangalengan. Suasana sejuk dengan hamparan perkebunan teh yang berada di pegunungan menjadikan tempat ini favorit buat berlibur. Tetapi suasana sejuk akan berubah menjadi sangat dingin yang menusuk tulang kalau sudah memasuki malam hari hehe. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1389" target="_blank"><img align="left" class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407247_DSC_0710.JPG" alt="Tea Bike, Ciwalini Ciwidey" /></a>Kawasan wisata Ciwidey berjarak kurang lebih 40KM arah barat daya kota Bandung yang masuk kawasan Bandung Selatan yang terkenal selain Pangalengan. Suasana sejuk dengan hamparan perkebunan teh yang berada di pegunungan menjadikan tempat ini favorit buat berlibur. Tetapi suasana sejuk akan berubah menjadi sangat dingin yang menusuk tulang kalau sudah memasuki malam hari hehe. Ada 4 lokasi yang wajib dikunjungi di kawasan wisata Ciwidey ini, yaitu Kawah Putih, Rancaupas, pemandian air panas Cimanggu+Ciwalini dan Situ Patengang. Beberapa tahun kebelakang hanya ada beberapa villa atau penginapan saja, tetapi sekarang  karena kawasan ini semakin ramai, apalagi pas long weekend bisa di temukan penginapan dan villa yang lumayan banyak. Sepertinya kawasan wisata alam Ciwidey semakin hari semakin berbenah dan tambah banyak spot tempat wisatanya. Setiap kali main  ke Ciwidey pasti terdapat wahana atau spot yang baru di bangun, begitu pula ketika saya sudah agak lama tidak jalan ke sana agak kaget juga kawasan Rancaupas yang sebelumnya &#8216;agak sedikit&#8217; kumuh sekarang jauh lebih rapih dan juga ada water boom Kampung Cai di sebelah penangkaran rusa. Terakhir main ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2009/06/02/ranca-upas-ciwidey/" title="Camping Rancaupas" target="_blank">Rancaupas pertengahan 2009 pas camping</a> dan dirikan tenda tepat di tempat waterboom sekarang berada. Tetapi ada yang masih tetap seperti dahulu dan mudah-mudahan tetap begini yaitu cuaca malah hari yg super dingin hehe. Dan itu benar-benar khas Ciwidey dan selalu mengingatkan saya tentang masa orentasi kampus hehe, yang selalu diadakan di Rancaupas Ciwidey atau gunung Puntang yang sama dinginnya.<br />
<span id="more-1512"></span></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1387" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407234_DSC_0739.JPG" alt="Rumah Kayu Kelapa - Ciwalini" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1390" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407253_DSC_0704.JPG" alt="Kebun Teh Ciwalini" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1393" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407273_DSC_0690.JPG" alt="Kebun Teh Ciwalini" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1392" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407268_DSC_0698.JPG" alt="Kebun Teh Ciwalini" /></a>
</p>
<p>Dan kali ini tanggal 14-15 April 2012  saya jalan ke Ciwidey dalam rangka ingin mencoba menikmati suasana bersepeda yg berbeda di Ciwidey tepatnya Rancaupas-Ciwalini, yang di adakan perkumpulan sepeda di komplek rumah yang lumayan aktif kalau sudah urusan jalan-jalan hehe. Setelah mencoba nggowes ke Sumedang, Pangandaran, Tangkubanperahu dll kali ini tim nggowes Eastern Hills setuju untuk mencoba nggowes di Ciwidey. Untung kami berangkat bukan di long week end, cuma sabtu minggu biasa jadi tingkat kepadatan dan kemacetan di kawasan Ciwidey tidak terlalu parah. Thanks buat panitia acara nggowes nih yang sudah bersusah-susah survey dan menfasilitasi terjadinya event nggowes kali ini, walopun berangkatnya pada pake mobil masing-masing tetapi masalah penginapan dan makanan semua sudah terkoordinir dengan rapih. Sepeda sudah di packing pake mobil pick-up dan sekitar jam 10 pagi langsung berangkat.</p>
<p>Setelah bermacet ria di jalan soekarno-hatta antara Cibiru dan Buahbatu akhirnya  sekitar jam satu atau jam 2 siang sampai di villa tempat kami menginap yaitu di penginapan Rumah Kayu Kelapa daerah pemandian air panas Ciwalini. Harganya lumayan over-price kalo kita bandingkan fasilitasnya dengan hotel bintang 4 atau 5 di kota-kota besar tetapi cukup worth-it kalo kita melihat pemandangan sekitar yang cukup ok dan luasnya villa, apalagi kalo bayar penginapannya di keroyok rame2 hehe. Suasana Ciwidey sekarang benar-benar makin ramai dan tidak sesepi 15 atau 20 tahun yang lalu dan  semoga semakin menjamurnya warung-warung pinggir jalan tidak menutupi keindahan alam sekitarnya. Penginapan berbentuk panggung dengan 2 kamar utama dan satu kamar mandi yang dilengkapi bathtube dengan air panas pegunungan yang mengalir terus. Dua kamar utama dan kamar mandi tersebut dilengkapi dengan ruang santai yang gabung sama ruang makan yang cukup besar di tambah dengan pantry/dapur + kompor gasnya yang lumayan luas juga. Setelah membuka pintu teras, hamparan luas perkebunan teh benar2 memanjakan mata kita. </p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1404" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407447_DSC_0611.JPG" alt="Kampung Cai, Water boom Rancaupas, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1403" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407439_DSC_0612.JPG" alt="Kampung Cai, Water boom Rancaupas, Ciwidey" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1406" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407468_DSC_0595.JPG" alt="Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1402" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407433_DSC_0617.JPG" alt="Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey" /></a>
</p>
<p>Setelah makan siang yg di lakukan selanjutnya adalah berendam dan berenang di pemandian air panas Ciwalini. Berbeda dengan pemandian air panas di Ciater yang agak lebih lux karena pasarnya buat orang-orang yang lebih berduit, disini semuanya serba sederhana tetapi cukup ok, apalagi kalau melihat perbandingkan ongkos masuk kesini sama Ciater hehe. Kalau masalah kebersihan dan kenyamanan, walaupun sudah berpengalaman lebih lama mengoperasikan pemandian air panas di banding dengan kawasan air panas <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/" title="Kawah Darajat Garut" target="_blank">kawah darajat</a> Garut, sepertinya pemandian Ciwalini harus belajar gimana membuat suasana yang lebih rapih dan bersih seperti halnya di kawasan <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/" title="Kawah Darajat Garut" target="_blank">darajat Garut</a>. Agak susah juga buat berenang di kolam yang dangkal soalnya kaki selalu menyentuh lantai hehe tetapi karena emang suka air, sedangkal apapun kolamnya tetap aja asik hehe. Habis berenang eh berendam di air panas akhirnya balik ke penginapan untuk istirahat karena malam harinya ada acara bakar-bakaran yang ternyata sebentar karena kayu bakarnya yang sedikit hehe. Yang lama malah nongkrong nyanyi-nyanyian di teras penginapan. Karena bsk pagi harus nggowes akhirnya jam 12 malam sudah langsung cabut buat tidur hehe.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1405" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407455_DSC_0608.JPG" alt="Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1399" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407408_DSC_0641.JPG" alt="Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1401" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407426_DSC_0627.JPG" alt="Trek Sepeda Rancaupas, Ciwidey" /></a>
</p>
<p>Tetapi ketika menyentuh springbed dan sprei &#8230; bused.. sepertinya sprei tersebut baru di keluarkan dari kulkas yang dingin. Karena suhu yang sangat dingin, walopun disediakan selimut yang cukup tebal saya tetap memakai sleeping-bag saya yang selalu saya bawa terus kalau jalan ke tempat dingin. Jadi pasang sleeping bag tetapi selimut tetap di pake hehehe. Esok hari jam 6 pagi saya harus sudah menyiapkan peralatan sepeda, dan sekitar jam 6.30 pagi barulah semua tim nggowes sudah berkumpul, dengan tujuan menggowes dari Rancaupas ke Ciwalini. Dari penginapan kami menggowes ke arah Rancaupas dan sesampainya di Rancaupas, saya cukup terkejut melihat ada waterboom air panas ditengah-tengah bumi perkemahan hehe padahal sekitar <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2009/06/02/ranca-upas-ciwidey/" title="Bumi Perkemahan Rancaupas" target="_blank">dua tahun yang lalu saya pernah mendirikan tenda</a> tepat di tengah-tengah waterboom sekarang berada.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1396" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407296_DSC_0658.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1397" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407304_DSC_0654.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1394" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407280_DSC_0686.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1388" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407241_DSC_0718.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a>
</p>
<p>Karena kami tidak survey trek terlebih dahulu akhirnya trek hiking yang ada di Rancaupas di pake buat bersepeda. Dan yang ada bukannya menggowes tetapi menggotong sepeda untuk melewati rintangan-rintangan yang memang ngak bisa di lalui oleh sepeda hehe. Setelah berjam-jam keliling trek hiking yang berlumpur tersebut akhirnya kami putuskan untuk balik lagi ke jalan raya biasa untuk sampai ke Ciwalini, dan dari Ciwalini kami keliling trek di perkebunan teh yang benar2 asik. Suasana bersepeda di perkebunan teh benar-benar ngangenin .. asik banget bisa explorasi sambil menikmati keindahan kebun teh yang luas tanpa harus berjalan kaki hehe. Dan karena waktu yang sudah siang akhirnya kami pun langsung balik ke penginapan karena harus siap-siap check out. </p>
<blockquote><p>Nge-gowes di perkebunan teh benar-benar recomended banget  selain sehat berolah-raga karena menghirup udara yang segar juga menikmati pemandangan kebun teh yang keren dan ngangenin banget. Dan trek di kawasan kebun teh benar-benar komplit dari trek yang hanya bersepeda santai saja sampai buat pecinta adrenalin yang mirip seperti trek down hills di Cikole juga ada.</p></blockquote>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1398" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407312_DSC_0652.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1391" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1335407258_DSC_0699.JPG" alt="Tea Bike, Perkebunan teh Ciwalini, Ciwidey" /></a>
</p>
<p>Dan perjalanan ke Ciwidey ini menutup perjalan jalan-jalan marathon saya yang hampir dilaksanakan tiap sabtu-minggu tanpa henti dari jalan ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/" title="Kawah darajat Garut" target="_blank">kawah Darajat Garut</a>, <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur/" title="Kepulauan Derawan Kalimantan Timur" target="_blank">kepulauan Derawan Kaltim</a>, <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/14/wisata-pantai-gunungkidul-yogyakarta/" title="Gunungkidul" target="_blank">Gunungkidul Yogyakarta</a>. Dan minggu berikutnya saya benar-benar harus beristirahat dari jalan-jalan karena isi dompet yang kelelahan hehe walopun perjalanan Wonosobo dan Ungaran Semarang sudah menunggu di depan .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/22/sepeda-nggowes-ciwidey-rancaupas-to-ciwalini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Pantai Gunungkidul, Yogyakarta</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/14/wisata-pantai-gunungkidul-yogyakarta/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/14/wisata-pantai-gunungkidul-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 19:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Baron]]></category>
		<category><![CDATA[Cafe & Resto Indrayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Drini]]></category>
		<category><![CDATA[Gombong]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Cakra Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[Indrayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kaliurang]]></category>
		<category><![CDATA[Krakal]]></category>
		<category><![CDATA[Kukup]]></category>
		<category><![CDATA[Lobster]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Baron]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Drini]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Indrayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Krakal]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Kukup]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai SUndak]]></category>
		<category><![CDATA[Sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Sundak]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosari]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1457</guid>
		<description><![CDATA[Gunungkidul merupakan salah satucKabupaten di provinsi Yogyakarta, dan kalau melihat peta wilayahnya Yogyakarta, Gunungkidul merupakan kabupaten terluas di provinsi DIY. Seperti namanya, posisi kabupaten Gunungkidul yang pusat pemerintahannya di Wonosari, berada di sebelah selatan provinsi DIY yang sebagian besarnya berada di ketinggian yang berupa perbukitan dan pegunungan kapur yang merupakan bagian dari pegunungan Sewu. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1380" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959696_DSC_0319.JPG" alt="Pantai Drini, Gunungkidul" /></a>Gunungkidul merupakan salah satucKabupaten di provinsi Yogyakarta, dan kalau melihat peta wilayahnya  Yogyakarta, Gunungkidul merupakan kabupaten terluas di provinsi DIY. Seperti namanya, posisi kabupaten Gunungkidul yang pusat pemerintahannya di Wonosari, berada di sebelah selatan provinsi DIY yang sebagian besarnya berada di ketinggian yang berupa perbukitan dan pegunungan kapur yang merupakan bagian dari pegunungan Sewu. Dan kalau saya mendengar informasi di TV  kata Gunungkidul sepertinya daerah yang kering dan jauh dari pembangunan dan sepertinya stigma itu setelah saya melihat ke sana salah total. Mungkin kalo kering pas kemarau iya, walopun sepanjang jalan raya Wonosari yang menghubungkan Gunungkidul, sejauh mata memandang kondisi tanahnya hijau dan kelihatan subur.   Tapi tidak terjamah dari pembangunan hmmmm saya melihat justru sebaliknya kalo jalan raya yang menghubungkan Yogyakarta  ke Gunungkidul bahkan sampai ke kawasan wisata pantainya saya acungkan jempol dan ada 2 alternatif jalan untuk menuju kawasan pantai Gunungkidul yang dua-duanya dalam kondisi ok membuat saya salut buat pemerintah yang telah mengurus daerah ini.<br />
<span id="more-1457"></span><br />
Kondisi jalan yang jauh berbeda apabila di bandingkan dengan kondisi jalan2 wisata di Jabar seperti Ujung Genteng,Pelabuhanratu atupun Pangandaran yang notabene lebih ramai tetapi kondisi jalanya tidak bisa di bandingkan dengan kondisi jalan Gunungkidul, suasana kota Wonosari yang rapih tertata bersih pun saya acungkan jempol. Padahal kondisi pariwisata di pantai Gunung Kidul tidak seramai pariwisata di Jabar yg sy sebutkan tadi tetapi pemerintahannya benar2 care masalah jalan raya. Kalo di bilang wajarlah bagus karena sepi dan tidak banyak dipakai hmmm kalo di Jabar mungkin akan sebaliknya, kalo akses jalan ke tempat pariwisata tersebut sepi mungkin pemprov ato pemkab ato pemkot di Jabar malah sama sekali tidak akan memperhatikan jalan tersebut dan tidak akan membangun jalan yang mulus.</p>
<p>Kamis malam tanggal 5 April 2012, pulang kerja saya sudah menuju Bandung memakai kereta Argo Parahiyangan yang jam 15.50 wib. Sesampainya di Bandung langsung cabut ke rumah orang tua saya di Maleber Utara disini sudah lengkap ada kakak saya, dan setelah packing sebagian saja, pergi jemput adik saya di daerah Buahbatu dan setelah itu barulah packing full semua barang-barang pribadi yang ada di rumah saya di daerah Cipadung. Xixixi sebenarnya ini bukan acara &#8216;khusus&#8217; jalan-jalan tetapi acara  mudik ortu yang ingin silaturahmi ke rumah sodara2nya yg ada di Gombong, juga buat nyekar ke makam kakek-nenek saya. Tapi acara yg lebih besarnya yaa sekalian jalan-jalan wkwkwkw. Keluar dari kawasan Maleber sebenarnya jam 21.00wib dan setelah ke Buahbatu dan Cipadung ternyata keluar dari bunderan Cibiru itu sekitar jam 22.30 malam. Agak kesel karena tertahan lumayan lama di daerah Malangbong dan tanjakan Gentong yang macetnya juga entah karena apa tiba-tiba selepas tanjakan Gentong jalan super sepi lagi. Kalau saya berangkat malam sekitar jam 10 atau 11 malam  biasanya sampai Gombong itu sebelum adzan subuh tetapi karena tertahan lama di Malangbong tadi sampai Gombong sekitar jam 8.15 pagi <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .  Karena jadwal yg sudah meleset tanpa basa-basi langsung silaturahmi ke rumah kakak dan adik bokap yg super cepet. Setelah itu ke makam kakek nenek saya sebentar juga. Setelah itu barulah sadar kalau perut minta diisi wkwkwk, akhirnya setelah perut di isi di rumah om saya sekitar jam 10.30 pagi lanjut menuju Yogyakarta.</p>
<blockquote><p>Sebenarnya saya agak &#8216;kurang suka&#8217; jalan pake mobil ke daerah jawa tengah bagian selatan, karena kondisi jalanya itu yang seperti dianaktirikan oleh pemprov Jateng (atau juga pemkab2 sekitarnya), padahal jalanya merupakan jalan utama untuk menuju Yogyakarta dari arah barat. Dengan mata tertutup pun saya bakalan tahu ketika memasuki wilayah Jawa Tengah selepas Banjar Jawa Barat begitu pula ketika memasuki wilayah Yogyakarta selepas Jawa Tengah saya akan tahu juga hehe. Karena anak kecil pun sudah pasti bisa merasakan gimana kondisi jalan Selepas Banjar Jawa Barat sampai memasuki Yogyakarta serasa berada di negara yang berbeda <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Karena sepanjang jalan uatama di Jawa Tengah banyak sekali jebakan2 lobang dan kalo ada jalan yang tidak ada lobangnya pun tetap bergelombang karena tambalan2 jalan-nya itu yg tidak rata. Jalan antara Banjar s/d Kulonprogo merupakan alasan kalo saya males tuk melewati daerah ini. </p></blockquote>
<p>Jam 11.30 sembari istirahat juga, kami Jum&#8217;atan terlebih dahulu di daerah Kebumen dan habis jum&#8217;atan lanjut terus karena waktu yg sudah siang sedangkan jarak masih jauh. Dan akhirnya sampai di Yogyakarta sekitar jam 15.30-an. Dan makan siang (yg telat hehe) dulu di daerah Wijilan yg terkenal dengan centra Gudeg-nya. Makan di warung gudeg yg biasa kita makan yaitu di warung gudeg bu Lies, cuma entah kenapa makan gudeg di wijilan kali ini tidak terasa nikmat, mungkin juga karena kebanyakan ngemil di mobil jadinya perut tidak terlalu lapar juga atau juga karena di buru-buru oleh waktu yang semakin sore hehe.</p>
<p>Jarum jam belum sampai jam 16.30 sore perjalanan pun langsung dilanjutkan ke arah jalan raya Wonosari. Dan kurang lebih setelah menempuh perjalanan 425KM lebih sampai di perempatan Ring Road jogja sama jalan raya Wonosari. Kurang lebih 8.3 KM dari perempatan jl ring road-jl raya wonosari kondisi jalan yang sangat mulus mulai berkelok-kelok dan  naik layaknya jalan yang melewati pegunungan. Dan 31 km dari ring road tadi akhirnya sampai juga di alun-alun Wonosari, sebagai pusat pemerintahan kabupaten Gunungkidul. Kurang lebih 1.3 KM (32.4) dari alun-alun sampai ke pertigaan yang menuju pantai Baron, dan kami pun ambil kanan menuju jalan Baron. </p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1341" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958877_DSC_0496.JPG" alt="Wonosari, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1375" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959562_DSC_0514.JPG" alt="Wonosari, Gunungkidul" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1342" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958893_DSC_0511.JPG" alt="Wonosari, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1343" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958905_DSC_0502.JPG" alt="Wonosari, Gunungkidul" /></a>
</p>
<blockquote><p>Kondisi jalan menuju Gunungkidul dari areah Yogyakarta amat sangat mulus <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .. bravo buat aparat pemerintahan yang telah menyediakan jalan raya wonosari yang mantab. Selayaknya, beberapa daerah lain patut meniru apa yang telah ada di kab.Gunungkidul. Kondisi jalan dari kota Yogya sampai ke Pantai Baron yang notabene nya lokasi yang berada di entah berantah amat sangat layak untuk di kunjungi. Sekali lagi berbeda dengan ruas jalan dari Wanareja sampai Purwerejo Jawa Tengah yang notabene nya jalan utama yang menghubungkan daerah barat dan timur pulau jawa kondisinya amat sangat memprihatinkan. Pemerintah Jateng sekali lagi WAJIB berkaca dan liat study banding untuk melihat jalan di Gunungkidul. Atau juga pemerintah yang menghandle jalan antara Sukabumi-Ujung Genteng dan Carita-Sumur di Banten,  wajib berkaca ke sini untuk melihat seperti apa mulusnya jalan disini.</p></blockquote>
<p>Dan kurang lebih 54 KM dari pertigaan ring road yogya-wonosari akhirnya sampai juga di pintu gerbang kawasan wisata pantai Gunungkidul. Waktu sudah menunjukan sekitar jam 19.00 dan suasana sudah benar-benar gelap dan agak sedikit serem juga. Beberapa saat sebelum masuk pintu gerbang, beberapa kendaraan motor dan mobil berkelompok keluar dari arah kawasan wisata pantai. Dan setelah saya liat-liat di daerah sekitar sepertinya cuma mobil yg kami kendarai yang malam-malam melewati jalur ini menuju pantai selatan, sedangkan banyak sekali motor dan mobil yang berkendara berkelompok menuju yogya/wonosari. Agak sedikit bertanya-tanya apakah mereka ngak mau menginap di kawasan wisata pantai gunung kidul atau memang tidak ada penginapan atau penginapannya penuh ?? hmmmm.  Akhirnya setelah melewati gerbang wisata pantai tanpa membayar sepeserpun kami tanya2 lokasi penginapan. Setelah survei sebentar di daerah pantai Kukup dan Baron akhirnya kami putuskan menginap di penginapan di pantai Baron. Dan penginapan disini sepi banget, dari sekian kamar yang banyak sepertinya cuma kita dan beberapa orang yang menginap disini hehe. Wajar mereka ngak menginap di kawasan ini karena beberapa penginapan disini memang ngak layak alias seperti kos-kos-an :p. Tapi karena kondisi fisik yang sudah lelah dan ngak mungkin balik lagi ke Wonosari apalagi jogja  akhirnya kamipun memilih penginapan yang seadanya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><strong>Pantai Baron</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1376" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959590_DSC_0185.JPG" alt="Pantai Baron, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1347" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958967_DSC_0176.JPG" alt="Pantai Baron, Gunungkidul" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1346" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958962_DSC_0181.JPG" alt="Pantai Baron, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1345" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958955_DSC_0184.JPG" alt="Pantai Baron, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Pagi hari saya sudah keluar penginapan untuk menghirup udara segar (yg ternyata bau amis ikan) untuk melihat-lihat suasana pantai Baron. Dan kesan pertama pantainya tidak panjang dan biasa-biasa saja tidak ada yg istimewa. Panjang pantainya jauh lebih pendek di banding panjang deretan kios2 penjual makanan atau cendramata. Cukup kecewa juga setelah perjalanan yg lumayan jauh dan capai &#8216;hanya&#8217; untuk melihat pantai seperti ini <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  hikhikhik.. Soalnya kesan pertama yg saya lihat seperti memasuki kawasan pasar tradisional bukan kawasan wisata pantai. Setelah cukup kecewa sama suasana pantai Baron akhirnya tanpa menunggu lama setelah mandi pagi perjalanan di lanjutkan dan akan menyisir kawasan pantai Gunungkidul ke arah timur.</p>
<p><strong>Pantai Kukup</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1351" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959006_DSC_0228.JPG" alt="Pantai Kukup, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1349" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333958997_DSC_0216.JPG" alt="Pantai Kukup, Gunungkidul" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1352" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959014_DSC_0232.JPG" alt="Pantai Kukup, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1378" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959617_DSC_0234.JPG" alt="Pantai Kukup, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Setelah cukup kecewa dengan suasana pantai Baron, setidaknya ketika masuk ke pantai Kukup lebih mendingan walaupun masih ada &#8216;sedikit&#8217; terkesan kumuh tapi suasana pantainya bagi saya jauh lebih menarik di banding pantai Baron, mungkin karena ada gazebo  yang berdiri diatas batu karang yg dihubungkan dengan jembatan betonlah yang membuat suasana disini menjadi lebih menarik di banding Baron. Suasana di pantai Kukup pagi ini jauh lebih ramai di banding dengan pantai Baron, dan ombak khas pantai selatan yang masih pasang sampai menutupi pasir pantai yang indah dan menyentuh dinding tembok yang cukup tinggi. Sebenarnya ketika malam sebelumnya sempet survey penginapan di pantai Kukup, tetapi ketika malam hari melihat2 penginapan disini kesannya agak angker hehehe jadilah ambil penginapan yang di pantai Baron. </p>
<p><strong>Pantai Sepanjang</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1379" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959675_DSC_0275.JPG" alt="Pantai Sepankang, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1354" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959056_DSC_0271.JPG" alt="Pantai Sepankang, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Setelah jalan2 sebentar di pantai Kukup, lanjut ke sebelah timur ada pantai Sepanjang. Akses jalan kesini masih baru dan masih di bangun, hanya ada adukan semen dua jalur pas di ban mobil saja, malah ketika beberapa ratus meter terlewati adukan semen tersebut berganti dengan batu yang disusun supaya ban mobil tidak selip. Dan setelah melintasi pos parkir jalan lebih mendingan sudah full seperti jalan makadam dan lebih rapih. Sepertinya beberapa waktu kedepan jalan yg rapih tersebut akan terus sampai ke belokan jalan rayanya. Suasana pantai Sepanjang sangat sepi dan jauh dari hiruk pikuk seperti suasana pantai Kukup. Pantainya landai dan jauh lebih panjang di banding Baron dan Kukup, disisi sepanjang pantai ada jalan yg bisa di lewati mobil dan antara jalan dan pantai berdiri warung-warung non permanent yang terbuat dari kayu dan bambu. Dan tidak terkesan kumuh seperti warung2 di Baron dan Kukup. Walopun warung2 tersebut agak sedikit menghalangi pemandangan pantai, tapi tidak di pungkiri ketika duduk &#8216;ngadem&#8217; di warung tersebut sambil melihat ke arah laut lumayan nyaman juga hehe. Pantainya mengingatkan saya di pantai Pangumbahan Ujung Genteng. Karena pemandangannya yg ok dan suasana yang sepi lumayan agak lama kami menikmati pantai Sepanjang, tetapi waktu sudah agak siang akhirnya kami terus kan lagi ke arah timur untuk melihat pantai selanjutnya.</p>
<p><strong>Pantai Drini</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1380" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959696_DSC_0319.JPG" alt="Pantai Drini, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1381" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959706_DSC_0330.JPG" alt="Pantai Drini, Gunungkidul" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1360" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959107_DSC_0340.JPG" alt="Pantai Drini, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1361" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959112_DSC_0350.JPG" alt="Pantai Drini, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Setelah cukup puas dengan suasana pantai Sepanjang, perjalanan dilanjutkan ke arah timur dan ada plang nama pantai Watu Kodok tetapi melihat kondisi jalan masuk ke pantainya sepertinya masih jalan tanah sehingga kami skip, dan terus sampai ke pertigaan menuju pantai Drini. Secara pemandangan pantai dan pasir pantainya pantai Drini menurut saya pantai yang paling asik buat photo2 diantara pantai2 di gunung Kidul. Ada pasir putih yang lumayan tebal dan luas terhampar antara pulau jawa dan pulau Drini. Dan ketika sampai disini juga ternyata banyak orang-orang yang sedang mengabadikan keindahan pantai Drini. Ketika sampai di sini lagi ada pelelangan lobster hasil tangkapan nelayan dan lobsternya lumayan gede2 dan menggiurkan hehe tapi harganya lumayan kenceng juga di tingkat TPI harga 1 kg lobster dihargai 400rb, seingat saya waktu di santolo harga lobster di warung makan dan sudah dimasakain mateng 1kg 350rb tapi itu dua atau tiga tahun yang lalu. Suasana batu karang yang berdiri kokoh diantara pantai Drini dan di tengah2nya hamparan pasir putih yang berkilau di tempa sinar matahari membuat pemandangan di pantai Drini benar-benar spektakular bagi saya. Tidak pernah bosan untuk jalan di hamparan pasir putihnya yang tebal tersebut walopun sengatan matahari ke tubuh saya lumayan membuat panas badan saya tapi saya ngak pedulikan karena justru di cuaca yang menyengat inilah kwalitas warna photo akan lebih bagus di bandingkan kalo lagi mendung. Setelah lagi2 lumayan lama keliling untuk ambil gambar di sini akhirnya lanjut kembali ke sebelah timur lagi yaitu pantai Krakal.</p>
<p><strong>Pantai Krakal</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1364" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959169_DSC_0390.JPG" alt="Pantai Krakal, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1366" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959178_DSC_0427.JPG" alt="Pantai Krakal, Gunungkidul" /></a><br /> <a href=http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1365"" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959174_DSC_0417.JPG" alt="Pantai Krakal, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1382" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959769_DSC_0409.JPG" alt="Pantai Krakal, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Pantai Krakal adalah pantai yang landai dan cukup panjang mungkin mirip seperti di pantai Sepanjang tetapi tidak ada warung-warung yang menghalangi pemandangan pantai. Pasir pantai yang putih dan pantai yang agak melengkung panjang membuat pantai Krakal agak sedikit berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya. Suasana pantai disini sebenarnya cukup banyak pengunjung tetapi karena pantainya yang panjang dan luas kesan ramai tersebut seakan-akan hilang dan pengunjung yang ada terkesan lebih sedikit.  Ketika sampai di gerbang pantai Krakal saya liat ada yang jualan rumput laut goreng tepung dan ketika di cobain lumayan enak juga hehehe. Karena hari sudah mulai siang sengatan sinar matahari semakin menjadi-jadi dan karena pantai landai yang terbuka di Krakal sengatan matahari tersebut semakin terasa hehe.. setelah jalan sebentar di sekitar Krakal, kembali kami lanjutkan susur pantai Gunungkidul kearah timur, dan pantai selanjutnya yang di tuju adalah pantai Sundak.</p>
<p><strong>Pantai Sundak</strong></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1383" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959793_DSC_0459.JPG" alt="Pantai Sundak, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1368" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959217_DSC_0439.JPG" alt="Pantai Sundak, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Pantai sundak adalah pantai yang tidak terlalu panjang dan di apit oleh batu karang yang gede, suasana dari tempat parkir ke pantai masih terjaga kebersihannya walopun terdapat banyak warung2 cendramata dan makanan. Pengunjung disini lebih padat, mungkin karena pantainya lebih pendek jadi kesan pengunjung lebih ramai di banding panai Krakal. Pasir putih di pantai Sundak lumayan tebal lagi-lagi tebalnya pasir di Sundak mirip dengan pasir pantai di Pangumbahan Sukabumi. Sebenarnya nongkrong di pantai Sundak lumayan asik juga tetapi karena posisi matahari sudah mulai tegak lurus, dan kondisi perut pun harus diisi akhirnya setelah dapat info ada cafe/resto di pantai berikutnya maka segara kamipun lanjut ke arah timur kembali.</p>
<p><strong>Pantai Indrayanti</strong></p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1372" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959413_DSC_0473.JPG" alt="Pantai Indrayanti, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1370" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959404_DSC_0464.JPG" alt="Pantai Indrayanti, Gunungkidul" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1385" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959825_DSC_0482.JPG" alt="Pantai Indrayanti, Gunungkidul" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1384" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1333959818_DSC_0469.JPG" alt="Pantai Indrayanti, Gunungkidul" /></a>
</p>
<p>Setelah dapat info kalo di pantai Indrayanti terdapat banyak warung makan dan resto akhirnya kami pantai Sundak hanya sebentar, dan ketika sampai di pantai Indrayanti hmmm &#8230; pantai ini merupakan pantai paling ramai ketika saya menyusur pantai2 di gunung Kidul. Banyak mobil-mobil yang parkir di tempat parkir yg telah di sediakan ataupun dipinggir-pinggir jalan. Dan disini terdapat cafe atau restaurant yang paling layak dan ok di banding tempat2 makan di pantai gunungkidul yang saya temui. Pasir putihnya begitu indah mungkin mirip seperti yang di pantai Sundak tetapi kalau di pantai Sundak harus masuk agak dalam terlebih dahulu dan melewati warung-warung cendramata, tetapi di Indrayanti pinggir jalan utamanya langsung terdapat pantai dan Cafe. Tidak heran kalau pantai ini paling ramai karena selain indah juga suasana disini lebih modern di bandingkan dengan pantai lainnya di gunungkidul. Lebih modern disini bukan berarti lebih ke western tetapi lebih rapih dan enak dilihat. Cafe pinggir pantainya juga asik untuk dijadikan tempat makan siang ada meja-meja dan gazebo-gazebo pinggir pantai, suasananya mengingatkan saya ke suasana pantai2 di Bali.</p>
<p><strong>Summary :</strong></p>
<blockquote><p>Ini summary saya setelah melihat2 pantai di Gunungkidul dan sy ingatkan summary ini benar2 subjectif penilaian saya saja dan anda bebas untuk punya pendapat yang berbeda.<br />
Untuk pantai Baron, komentar saya saat ini mungkin saya tidak akan pernah tertarik untuk kembali ke Baron titik hehe. Pantai Kukup masih 50-50 untuk balik lagi hehe. Untuk Pantai Sepanjang,Drini,Krakal,Sundak dan Indrayanti saya masih tertarik untuk kembali main ketempat ini hehe. Kalau anda mencari ketenangan dan pantai yang sepi pilih pantai Sepanjang untuk anda yang ingin melihat keramaian cafe seperti suasana di Bali pilih pantai Indrayanti. Menyusur pantai-pantai di gunungkidul sebenarnya bisa dilakukan dalam satu hari dan di karenakan penginapan di sekitar pantai2 Gunungkidul yang kurang ok (ato sy kebetulan tidak melihat penginapan yg ok)  lebih baik sih menginap di Wonosari ato Jogja dan mulai perjalanan dari Wonosari ato Jogja di pagi hari banget. Sebenarnya rencana saya ingin menginap dua malam di sini tetapi setelah melihat-lihat situasi dan kondisi akhirnya cukup satu malam saja sedangkan malam berikutnya kami menginap di Yogyakarta.</p></blockquote>
<p>Setelah makan siang di Indrayanti akhirnya kami putuskan malam berikutnya untuk menginap dan istirahat di Yogyakarta saja, karena selain tidak melihat penginapan yg ok juga dikarenakan waktu yg mepet kalau kami harus start dari Gunungkidul balik ke Bandung. Dan sampai di Jogjakarta sekitar jam 4 sore setelah keliling mencari penginapan akhirnya kami putuskan untuk menginap di Hotel Cakra Kembang di daerah Kaliurang. Setelah istirahat yg cukup di Kaliurang pagi harinya karena takut kejebak macet di daerah tanjakan Gentong dan Nagreg kamipun langsung beres-beres dan kembali ke Bandung.</p>
<blockquote><p><em>Kondisi jalan dan keadaan sekitar adalah kondisi di bulan April 2012, mungkin setelah berlalunya waktu keadaan bisa jadi berubah <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  &#8230;</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/14/wisata-pantai-gunungkidul-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekantan di Hutan Mangrove pulau Tarakan</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 23:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[bandara juwata]]></category>
		<category><![CDATA[bekantan]]></category>
		<category><![CDATA[Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[hutan mangrove pulau tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[juwata international airport]]></category>
		<category><![CDATA[pulau tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tarakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1383</guid>
		<description><![CDATA[Kota tarakan yang berdiri di pulau Tarakan berada di sebelah utara Kalimantan Timur. Dan apabila terus ke arah utara, kurang lebih 100KM utara pulau Tarakan terdapat kota Tawau Malaysia, makanya tidak heran beberapa barang-barang yang di jual di pasar swalayan kota Tarakan berasal dari kota Tawau Malaysia. Agak miris perekonomian kita tidak bisa berdikari sendiri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1280" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332988974_DSC_0197.JPG" alt="Hutan Mangrove Kota Tarakan" /></a>Kota tarakan yang berdiri di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan" title="Kota Tarakan di Pulau Tarakan">pulau Tarakan</a> berada di sebelah utara Kalimantan Timur. Dan apabila terus ke arah utara, kurang lebih 100KM utara pulau Tarakan terdapat kota Tawau Malaysia, makanya tidak heran beberapa barang-barang yang di jual di pasar swalayan kota Tarakan berasal dari kota Tawau Malaysia. Agak miris perekonomian kita tidak bisa berdikari sendiri, itu menandakan jalur distribusi barang lebih cepat dan mudah di datangkan dari kota Tawau di banding dari dalam negeri sendiri. Tapi selama itu lebih menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat pulau Tarakan ya kenapa enggak, cuman agak disayangkan juga kenapa kita tidak bisa membikin jalur distribusi barang yang lebih baik. Pulau Tarakan terkenal dari jaman Belanda sebagai penghasil minyak bumi dan tak heran ketika jepang menginvasi Indonesia, &#8216;katanya&#8217; pulau Tarakan lah pulau pertama yang diduduki oleh tentara Jepang karena kandungan minyak buminya yang melimpah.<br />
<span id="more-1383"></span></p>
<blockquote><p>Asal mula penamaan Tarakan berasal dari bahasa Tidung (suku/kaum nelayan), yaitu ‘tarak’  yang berarti bertemu dan ‘ngakan’ berarti makan. Jadi, tarakan bermakna adalah tempat bertemunya para nelayan unutk beristirahat mekan, maupun untuk keperluan lainnya. Kota ini pada awalnya adalah perkampungan kecil para nelayan, kemudian berkembang menjadi kota setelah diketemukan dan dieksploitasi sumbersumber minyak buminya pada tahun 1896 oleh perusahaan perminyakan milik Pemerintah Hindia Belanda Bataafsche Pettroleum Maatschappij  (BPM).Seiring dengan meningkatnya aktivitas eksploitasi minyak bumi di Pulau Tarakan tersebut, maka mulailah berdatangan penduduk dari daerah sekitarnya dan dari luar daerah bak itu sebagai tenaga kerja yang dibawa oleh Belanda maupun mereka mengadu nasib karena terpikat untuk mencari rezeki. Sumber <a href="http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/timur/kaltim/tarakan.pdf">ciptakarya.pu.go.id</a></p></blockquote>
<p>Dan lagi-lagi saya agak miris karena pulau Tarakan yang terkenal sebagai penghasil minyak bumi, tapi beberapa kendaraan mengantri lumayan panjang di pom bensin hmmmm no comment, karena saya di sini hanya ingin membicarakan suatu kelebihan Kota Tarakan di bandingkan kota lain di Indonesia. Yah kelebihan yang saya lihat adalah berdirinya hutan mangrove beserta penghuninya yang terkenal yaitu Bekantan tepat di pusat kota Tarakan. Saya sendiri tidak menyangka ketika parkir di jalan raya yang lumayan panas dan ramai ketika masuk ke suatu gerbang dan masuk seolah-olah saya sudah ada di negri antah berantah. Saya hanya menginjakan kaki beberapa langkah dari keramaian kota sudah langsung berada di rimbunan pohon-pohon bakau yang adem. Dan hutan mangrove tersebut juga di jadikan sebagai pusat konservasi  monyet Bekantan  yg terkenal itu. Bagi yang kurang tahu apa itu Bekantan, tapi sudah sering ke Dufan keterlaluan kalau ngak tau Bekantan yang di jadikan maskot Dufan.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1337" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990803_DSC_0233.JPG" alt="Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1283" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332988991_DSC_0238.JPG" alt="Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan" /></a>
</p>
<blockquote><p>Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet.  Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.<br />
Sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bekantan" title="Bekantan" target="_blank">www.wikipedia.org</a></p></blockquote>
<p>Saya kira konsep hutan kota seperti hutan mangrove di kota Tarakan perlu dikembangkan di tiap kota di Indonesia, bukan hanya menambah segar suasana udara di sekitar tetapi ikut melestarikan beberapa satwa khas daerah tersebut yang memang sudah sangat jarang. Walopun banyak kekurangan disana sini tapi saya cukup acungkan jempol juga buat pengelola disini, karena di hutan mangrove ini sudah disediakan jalur pejalan kaki yang terbuat dari kayu. Pengunjung tinggal jalan kaki mengikuti jalur kayu tersebut dan melihat-lihat Bekantan yang ada di pohon sekitar. Cuman ternyata satwa2 disini bukan hanya Bekantan saja karena ketika saya jalan di hamparan kayu-kayu yg sudah di tata rapih tsb ternyata cukup banyak juga ular kecil yang berseliweran hehe jadi tetap harus hati-hati :p .</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1282" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332988986_DSC_0221.JPG" alt="Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1281" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332988979_DSC_0200.JPG" alt="Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan" /></a>
</p>
<p>Sebenarnya ini hari terakhir saya di perjalanan saya ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">kepulauan Derawan</a> setelah sebelumnya lumayan cape berenang dengan <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">Ubur-ubur danau Kakaban</a> dan berenang mengejar-ngejar <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">Pari Manta di pulau Sangalaki</a>. Dan sambil menunggu flight yang jadwalnya sore hari maka lebih baik saya isi dengan kegiatan jalan-jalan di hutan mangrove ini.</p>
<p>Pagi hari jam 10.00 pagi waktu setempat cuaca dermaga <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">di Derawan Cottages</a> pulau Derawan benar-benar cerah. Agak berat juga harus pulang karena masih ingin lebih lama menikmati taman laut di sekitar sini. Dan yang membikin BT adalah cuaca di hari terakhir ini yang sangat cerah dan amat sangat bagus buat photo. Kondisi laut amat sangat tenang, berbeda  ketika perjalanan berangkat dari Tarakan ke Derawan yang memakan waktu 3 jam lebih, kali ini karena tidak ada gelombang sama sekali waktu yang di tempuh dari Derawan ke Tarakan hanya membutuhkan sekitar 2 jam setengah. Ketika melihat ke arah laut speedboat yang kami tumpangi seolah-olah berjalan diatas jalan aspal hotmix yang amat sangat mulus. Tidak ada gerakan moncong speedboat yang naik turun.</p>
<p>Dan jam sekitar jam 12.30 akhirnya sampai juga di pelabuhan Tengkayu Tarakan, dan untuk mengisi waktu luang menunggu flight itulah kami akhirnya jalan-jalan di hutan mangrove. Akhirnya jadwal penerbangan jam 17.20 WITA tinggal beberapa saat lagi dan kami harus segera menuju bandara international Juwata Tarakan. Kali ini kami terbang dengan memakai jasa Lion Air setelah sebelumnya ketika berangkat memakai Sriwijaya Air. Kondisi pesawat Lion Air yang saya tumpangi  sangat jauh terawat dan lebih bagus di banding Sriwijaya Air hehe dan mungkin tipe pesawatnya yg berbeda sih. Tetapi ada yang bikin rese yaitu ketika transit di Bandara Sepinggan Balikpapan kami harus turun hanya untuk menginjakan kaki di bumi Borneo untuk pertama kalinya (karena sebelumnya ketika berangkat pake sriwijaya walopun transit di Sepinggan tetapi kami tidak turun dari pesawat). Turun hanya untuk memutar jalan kaki masuk ke ruang tunggu bandara dan langsung keluar dan masuk lagi ke pesawat hmmmmm &#8230; transit yang anehhhh.</p>
<p>dan Alhamdulillah sekitar 2 jam berikutnya dari bandara Sepinggan Balikpapan,  kami pun mendarat di Bandara Soekarno-hatta dengan selamat.</p>
<p>The End.</p>
<p><strong>Artikel sebelumnya :<br />
- <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">Kepulauan Derawan, Berau &#8211; Kalimantan timur</a><br />
- <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 21:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Maratua]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sangalaki]]></category>
		<category><![CDATA[Aurelia aurita]]></category>
		<category><![CDATA[Berau]]></category>
		<category><![CDATA[Berenang dengan Manta Ray]]></category>
		<category><![CDATA[Cassiopeia ornata]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[Drop off kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[Kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[kerang raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kima]]></category>
		<category><![CDATA[Manta Ray]]></category>
		<category><![CDATA[Maratua]]></category>
		<category><![CDATA[Mastigias papua]]></category>
		<category><![CDATA[Pari Manta]]></category>
		<category><![CDATA[Sangalaki]]></category>
		<category><![CDATA[Tridacninae]]></category>
		<category><![CDATA[Tripedalia cytophora]]></category>
		<category><![CDATA[ubur-ubur bulan]]></category>
		<category><![CDATA[ubur-ubur kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[ubur-ubur terbalik]]></category>
		<category><![CDATA[ubur-ubur totol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Maratua, Kakaban dan Sangalaki adalah pulau-pulau yang cukup banyak di kunjungi di kepulauan Derawan selain pulau Derawan-nya sendiri. Di kepulauan Derawan kabupaten Berau, pulau Maratua merupakan pulau terbesar yang berbentuk seperti tapal kuda. Di Maratua yang berada sebelah timur pulau Derawan ada beberapa Dive resort berkelas internasional dan sangat terkenal karena keindahan taman lautnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1330" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990558_IMG_7224.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua" /></a><a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">Pulau Maratua, Kakaban dan Sangalaki</a> adalah pulau-pulau yang cukup banyak di kunjungi di kepulauan Derawan selain pulau Derawan-nya sendiri. <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">Di kepulauan Derawan kabupaten Berau</a>, pulau Maratua merupakan pulau terbesar yang berbentuk seperti tapal kuda. Di Maratua yang berada sebelah timur pulau Derawan ada beberapa Dive resort berkelas internasional dan sangat terkenal karena keindahan taman lautnya. Sekitar 8 s/d 10 KM sebelah barat daya pulau Maratua ada pulau yang terkenal karena ubur-uburnya yaitu pulau Kakaban. Pulau Kakaban sendiri terbentuk dari atol yang naik ke permukanaan laut karena pergerakan lempeng bumi. Oleh karena itu di tengahnya terdapat danau yang berasal dari air laut yang terperangkap. Karena kehidupan di danau tersebut berasal dari laut dan telah terisolasi jutaan tahun maka beberapa makhluk hidup penghuni danau tersebut berevolusi dan menjadi cukup unik. Di dunia hanya ada dua lokasi seperti ini, yaitu di pulau Kakaban dan di Republik Palau. Makhluk hidup disini konon &#8220;berevolusi&#8221; setelah terjebak jutaan tahun di danau yang berasal dari air laut. Karena ketiadaan pemangsa ubur-ubur, maka ubur-ubur di danau Kakaban jadi berlimpah ruah dan  kemampuan menyengatnya juga hilang. Kurang lebih 13 KM sebelah barat agak keselatan dikit dari pulau Kakaban ada pulau Sangalaki yang terkenal karena di perairan sekitarnya dijadikan lahan buat Manta Ray atau Pari Manta mencari plankton. Selain terkenal karena Manta Ray-nya pulau Sangalaki juga terkenal karena tempat bertelurnya penyu-penyu di daerah sini.<br />
<span id="more-1338"></span></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1332" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990701_DSC_0532.JPG" alt="Dermaga Pulau Kakaban" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1298" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989904_DSC_0574.JPG" alt="Dermaga Pulau Kakaban" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1292" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989843_DSC_0102.JPG" alt="Dermaga Pulau Kakaban" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1293" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989851_DSC_0121.JPG" alt="Dermaga Pulau Kakaban" /></a>
</p>
<p>Melanjutkan cerita sebelumnya di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank"><strong>Kepulauan Derawan, Berau &#8211; Kalimantan timur</strong></a>, setelah istirahat yg cukup di Derawan Cottages, pagi hari jam 5 sudah bangun untuk jalan2 ambil gambar sunrise, tetapi sayang turun hujan yg lumayan deras di sertai petir. Hujan masih terus berlangsung sampe jam 6.30 pagi walopun cuman rintik-rintik kecil. Setelah sarapan pagi sama nasi putih+telor ceplok  &#8212;<em>yah sekali lagi cuma nasi putih di tambah telor ceplok di penginapan sekelas cottages yg cukup bagus&#8212;</em>, cuaca mendung dan sedikit gerimis masih ada. Agak sayang juga melihat cuaca seperti ini, disisi lain jalan dengan kondisi cuaca mendung di laut sebenarnya amat sangat nyaman karena tidak panas, tetapi efeknya adalah ke poto2 hasil dokumentasi yg pucat dan kurang menarik. Setelah menunggu lama cuaca tetap tidak mendukung, akhirnya jam 8.30 dengan cuaca mendung dan gelombang lumayan tinggi kami pun tetap melaju ke pulau Maratua.</p>
<p>Sebenarnya dibutuhkan sekitar 45 menit dari pulau Derawan menuju pulau Maratua, tetapi karena gelombang yg kurang bersahabat butuh waktu 1 jam lebih untuk mencapai salah satu resort milik warga negara Malaysia yg ada di Maratua. Itupun ngak bisa turun melihat resort karena kami bukan tamu di resort tsb. Di perjalanan kami di ikuti sama kumpulan  lumba-lumba yg terlihat lumayan banyak disisi kiri dan kanan speedboat. Setelah sampai di Maratua dan tidak bisa berlabuh di salah satu resort karena bukan tamu resort, akhirnya speedboat ditambatkan mengambang terapung-apung dan itu membuat mual perut saya padahal belum sampai hitungan menit perahu terapung-apung. Untuk mengurangi efek mabuk di ombang-ambing di speedboat, akhirnya saya cepat-cepat pasang mask+snorkel dan fin buat nyebur ke laut . Sy sama sekali tidak menikmati suasana di Maratua, yg ada sy berjuang menghilangkan rasa mual karena mabok laut dengan cara tiduran tengkurap kadang juga terlentang diatas laut. Dan tiduran sambil menggunakan snorkel buat bernafas benar-benar membantu memulihkan kondisi rasa mual yang ada. Cuma tiap beberapa menit saya harus cek posisi karena saya benar-benar mengambang tanpa mengendalikan posisi tubuh dan tubuh terbawa kesana kemari tak tentu arah tergantung suka-sukanya arus air laut. Sy tak peduli dan ngeh kalo temen saya iseng ambil gambar saya ketika tiduran hehe. Sampe2 sy lupa mengecek posisi tubuh dan lumayan kaget ternyata saya sudah lumayan jauh dari speedboat.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1294" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989865_DSC_0129.JPG" alt="Danau Kakaban" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1296" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989883_DSC_0143.JPG" alt="Danau Kakaban" /></a>
</p>
<p>Setelah mati gaya di Maratua akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju pulau Kakaban yang terkenal dengan danau kakaban yg dipenuhi Ùbur-ubur yang tidak beracun. Dalam kondisi speedboat berjalan, kondisi tubuh kembali normal dan segar, tetapi lagi-lagi dalah hitungan detik ketika speedboat berhenti di dermaga pulau Kakaban kondisi mual pun langsung terasa. Tanpa menyia-nyiakan waktu karena saking mualnya saya langsung ambil peralatan snorkeling dan naik kedermaga. Anehnya dalam hitungan detik juga setelah naik kedermaga langsung segar kembali.</p>
<blockquote><p>Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.<br />
Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari. sumber : <a title="Kakaban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Kakaban" target="_blank">www.wikipedia.org</a></p></blockquote>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1304" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990014_IMG_7203.JPG" alt="Berenang dengan Ubur-ubur Kakaban" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1300" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989969_IMG_7161.JPG" alt="Berenang dengan Ubur-ubur Kakaban" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1306" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990032_IMG_7280.JPG" alt="Berenang dengan Ubur-ubur Kakaban" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1331" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990564_IMG_7170.JPG" alt="Berenang dengan Ubur-ubur Kakaban" /></a>
</p>
<p>Kondisi dermaga pulau Kakaban cukup tinggi, untungnya air laut masih pasang jadi tidak perlu berjalan kaki menuju dermaga. Speedboat berlabuh di samping dermaga dan kondisi ini berbeda ketika kita pulang, dimana air laut sudah mulai surut dan sayang banget harus jalan kaki melewati coral yg cukup jauh untuk mencapai speedboat. Melihat vegetasi sekitar pulau Kakaban membuat merinding bulu kuduk saya, masih lebat dan asri, saking lebatnya ada kesan angker ato spooky gitu. Apalagi ketika sy memasuki areal hutannya untuk menuju danau Kakabannya dan menaiki tangga ke arah rimbunan pohon-pohon suasana angker terasa banget. Lumayan tinggi kami menaiki tangga buat ke arah danau Kakaban tetapi tidak terlalu jauh dan sebentar sudah sampai di danau Kakaban. Sebenarnya tujuan utama saya ke kepulauan Derawan itu ada dua, yaitu berenang dengan Manta Ray di pulau Sangalaki dan berenang di kumpulan ubur-ubur danau Kakaban. Satu tujuan utama berenang dengan ubur-ubur sudah terpenuhi setelah tanpa menunggu lama pasang peralatan snorkeling saya menjadi orang pertama diantara temen2 saya yang menyemplung ke danau hehe.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1329" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990545_IMG_7215.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua dan Ubur ubur bulan / Aurelia aurita" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1301" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989975_IMG_7185.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua" /></a>
</p>
<p>Cukup takjub juga karena saking banyaknya ubur-ubur, seakan-akan saya berenang di es cendol yang berisi ubur-ubur. Dipinggir danau visibility amat jelek mungkin karena banyak yg berenang di pinggir danau, akhirnya sy sendiri sama 2 orang temen saya agak berenang jauh ke tengah. Dan ternyata semakin ketengah visibility agak lumayan ok walopun secara keseluruhan visibility di danau Kakaban emang agak sedikit keruh. Karena berenang disini merupakan tujuan utama saya jauh-jauh jalan ke Derawan, saya benar-benar menikmati dengan sangat asik dan berenang sambil mengamati pergerakan ubur-ubur disini. Melihat ke dasar danau yang agak berwarna hijau auranya angker juga walopun temen saya bilang suasananya peacefull wkwkwk.<br />
Memegang ubur-ubur disini serasa memegang nutrijel hehe kenyal-kenyal dan lembut gitu. Sebenarnya ada 4 jenis ubur-ubur di danau kakaban ini tetapi ketika saya berenang disini hanya melihat 2 jenis ubur-ubur saja, yang saya lihat yaitu ubur-ubur totol atau bahasa ilmiahnya Mastigias papua yang paling banyak di danau serta ubur-ubur bulan atau Aurelia aurita tetapi sangat jarang terlihat.</p>
<p>Setelah sangat puas karena 1 tujuan utama berenang dengan ubur-ubur Kakaban sudah terpenuhi, akhirnya saya naik dan tidak terasa posisi matahari sudah ada di atas kepala. Suasana mendung yang membuat suhu tidak terlalu panas sehingga saya agak sedikit lupa waktu, kalau tidak diingatkan oleh kondisi perut yang minta diisi hehe. Akhirnya saya balik lagi kembali menaiki tangga melewati rimbunan pohon-pohon untuk mencapai dermaga pulau Kakaban demi sebungkus nasi kotak.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1305" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990024_IMG_7233.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1303" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989995_IMG_7193.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1302" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989983_IMG_7189.JPG" alt="Ubur ubur totol Kakaban / Mastigias Papua" /></a>
</p>
<blockquote><p>Empat jenis ubur-ubur di danau Kakaban :</p>
<ul>
<li>Mastigias papua atau ubur-ubur totol yang paling banyak saya lihat di Kakaban</li>
<li>Aurelia aurita atau ubur-ubur bulan yaitu ubur-ubur paling besar di Kakaban</li>
<li>Cassiopeia ornata : Karakteristik ubur-ubur ini sangat unik karena lebih banyak berdiam diri dengan posisi terbalik menghadap keatas membiarkan tentakelnya yang penuh alga simbion mendapatkan banyak sinar matahari untuk fotosintesis.</li>
<li>Tripedalia cytophora</li>
</ul>
<p>Sumber :<br />
Warta Oseanografi, vol XXII, No.4, October-Desember 2008, Halaman 37.<br />
Mengenal ubur-ubur oleh Trimaningsih, Teknisi Bidang Dinamika Laut, Puslit Oseanografi &#8211; LIPI .</p></blockquote>
<p>Setelah makan siang ternyata air laut sudah surut, terumbu karang yang sebelumnya terendam air laut sekarang sudah bersentuhan dengan udara. Saya pun harus berjalan agak jauh dari ujung dermaga menuju speedboat. Setelah mendapat info dari guide kalau di pinggir pantai pulau Kakaban ada  drop-off  yang sangat dalam jadi penasaran juga ingin melihatnya. Sebelum lanjut menuju pulau Sangalaki, saya turun sebentar dan berenang melihat  drop-off tersebut dan ternyata ngeri juga karena dari sisi terumbu karang yg dangkal tiba-tiba ada palung laut yg sangat dalam yg kesannya tidak berujung yg berwarna biru gelap. Benar-benar takjub melihat kedalaman dasar laut tersebut karena dari posisi pantai yg sangat dangkal tiba-tiba jatoh ke sisi laut yg tak berujung.</p>
<p>Setelah puas melihat  drop-off  pulau Kakaban, karena  sudah melewati tengah hari, pulau berikutnya yang di tuju adalah Sangalaki. Dan pulau Sangalaki merupakan tujuan kedua saya ketika jalan di kepulauan Derawan. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah melihat dengan mata kepala sendiri sebesar apa sih Pari Manta atau Manta Ray yg terkenal itu. Untuk itu saya banyak membaca referensi tentang Manta Ray yang semuanya mengatakan kalau Manta Ray itu walopun gedenya segede gaban tapi bener-bener harmless alias tidak berbahaya. Setelah membaca beberapa referensi tersebut akhirnya saya mengebu-gebu juga penasaran ingin berenang dengan Manta Ray. Beberapa saat sebelum sampai ke pulau Sangalaki, speedboat yang kami tumpangi berjalan dengan pelan bahkan beberapa saat mesin di matikan karena kata nakoda kalo Manta Ray tidak akan mendekat kalau mendengar suara berisik. Sayapun berdiri di ujung speedboat untuk melihat apakah ada Manta Ray yang berkeliaran atau tidak. Cukup lama mata memandang dan menyapu perairan sekitar pulau Sangalaki tetapi tidak ada seekor Manta pun yang menyembul ke permukaan air, sampai akhirnya nakoda berteriak memberi tahu di kejauhan ada Manta. </p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1286" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989595_DSC_0021.JPG" alt="Pari Manta di Pulau Sangalaki" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1285" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989585_DSC_0003.JPG" alt="Mencari Pari Manta di Pulau Sangalaki" /></a>
</p>
<blockquote><p>Pulau Sangalaki mempunyai luas 15,9 hektare, terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.<br />
Memiliki satuan morfologi dataran pantai yang datar. Pulau ini memiliki lagon dangkal berdasar pasir dan ditumbuhi oleh karang dan lamun.<br />
Pantai pasir memiliki lebar 12-15 meter dengan kelerengan antara 6°-11° dengan material penyusun pantai berupa fragmen karang dan dominan berukuran butir pasir kasar. Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving). Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, yang terkenal adalah ikan pari manta.<br />
Ikan pari manta biasa berkelompok di perairan pulau ini dan dapat berkumpul hingga 20 ekor pari pada saat terang bulan. Mereka menuju ke pulau ini untuk mencari makan berupa bermacam-macam jenis plankton yang banyak terdapat di perairan ini. Sumber : <a title="Pulau Sangalaki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sangalaki" target="_blank">www.wikipedia.org</a></p></blockquote>
<p>Seneng juga melihat manta dari atas speedboat, dia berenang dengan anggun-nya dan yg membuat saya diam terpaku adalah size-nya itu gileee gede banget. Setelah melihat Manta dari atas speedboat akhirnya saya turun berenang ke laut untuk melihat dari jarak dekat, tetapi ketika saya turun dan melihat-lihat di dalam air, Mantanya sudah tidak terlihat. Cukup lama juga saya snorkeling keliling perairan Sangalaki demi melihat Manta. Dan ketika saya memasuki arus yg membuat muka saya gatal dan bibir saya seperti ditusuk-tusuk sama jarum kecil, saya tahu berarti di tempat saya berenang, terdapat banyak plankton dan ketika membaca referensi tentang Manta Ray ternyata makanan utama Manta tuh ikan-ikan kecil dan Plankton. Ngak sia-sia saya banyak membaca referensi tentang Manta Ray, setelah tahu air dimana saya berenang banyak plankton (ditandai dengan gatal2 di muka hehe) saya tetap diam disitu walopun muka dan kaki saya amat sangat gatal sekali dan lumayan agak sakit apalagi pas di bibir seperti di tusuk-tusuk jarum gitu sama plankton. Dan ternyata tidak lama kemudian ada sosok hitam segede selimut terbang dengan anggunya mengarah ke badan saya bukan hanya satu .. dua .. tiga dan ternyata lumayan banyak. Terpana, diam dan takjub sampai beberapa saat kemudian barulah saya sadar untuk mengejar Manta tersebut guna di ambil gambar dan video untuk dokumentasi.  Lumayan lama saya membuntuti manta tersebut dan mereka berenang seperti terbang dengan lambat dan anggun sehingga saya masih bisa mengejar mereka. Kalau tidak peduli posisi speedboat ada dimana sepertinya saya akan seharian terus membuntuti Manta tersebut sampai puas sampai batre atau memory card di camera  yg saya pegang habis hehe. Tetapi berhubung posisi saya sama rombongan yg lain sudah terlalu jauh akhirnya dengan berat hati shoting video Manta-nya saya matiin dan saya harus berenang kembali ke speedboat yg sudah lumayan jauh.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1333" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990724_IMG_7347.JPG" alt="Manta Ray at Pulau Sangalaki " /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1289" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989649_IMG_7384.JPG" alt="Manta Ray at Pulau Sangalaki" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1288" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989644_IMG_7382.JPG" alt="Pari Manta di Pulau Sangalaki" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1287" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332989638_IMG_7365.JPG" alt="Pari Manta di Pulau Sangalaki" /></a>
</p>
<blockquote><p>Walopun setelah baca-baca referensi kalo Manta Ray itu tidak berbahaya, tetapi ketika pertama kali melihat makhluk hitam gede tersebut lumayan bikin deg-degan .. apalagi ketika membuntutinya tiba tiba dia berbalik arah &#8230; dan lubang mulut yang menganga besar seakan-akan mau menalen badan saya hahaha (lebay mode on).. tetapi lagi-lagi saya dikejutkan oleh prilaku Manta , dia sendiri yang lebih takut melihat saya wkwkwkwk &#8230; akhirnya setelah agak &#8216;sedikit&#8217; tahu sifatnya saya berani mengejar lebih dekat sampai mencoba menyentuh tubuhnya. Ini suatu pengalaman yang tak terlupakan dan 2 tujuan utama saya main ke Derawan sudah terpenuhi.</p></blockquote>
<p>Setelah amat sangat puas 2 cita-cita saya terlaksanakan yaitu berenang dengan ubur-ubur kakaban dan Manta ray .. dan karena hari sudah mulai sore akhirnya kami semua kembali ke pulau Derawan. Dan setelah dapat info juga dari guide kalo di dekat dermaga Derawan Cottage ada kerang raksasa alias Kima yang bergenus <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tridacna" target="_blank">Tridacna</a>, penasaran juga ingin melihat seperti apa. akhirnya lagi-lagi sebelum masuk dermaga saya turun karena penasaran ingin melihat Kima .. yg ternyata lagi-lagi itu kerang terbesar yg pernah saya lihat wkwkwk.</p>
<blockquote><p>Tridacna is a genus of large and gigantic saltwater clams, marine bivalve mollusks in the subfamily Tridacninae, the giant clams. They have heavy shells, fluted with 4–6 folds. Mantle is brightly coloured. They inhabit shallow waters of coral reefs in warm seas of the Indo-Pacific region. These clams are popular in marine aquaria, and in some areas, such as the Tulo, Calamba City, Laguna (Bahay nina Lourdes at Isabel kasama pa si Audrey) in Philippines, members of the genus are farmed for the marine aquarium trade. They live in symbiosis with photosynthetic algae (zooxanthellae). Some species are used as seafood. sumber : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tridacna" target="_blank">www.wikipedia.org</a></p></blockquote>
<p>Setelah sebentar melihat Kima, karena kecapean akhirnya saya bilas badan saya dan bersihkan semua peralatan snorkeling saya setelah itu langsung deh istirahat menunggu makan malam. Dan setelah makan malam jalan-jalan sebentar di perkampungan Derawan lalu langsung tidur pulas hehehe. Dan besok merupakan hari terakhir sy jalan di kep.derawan karena harus segera balik ke Jakarta dengan mengambil flight sore hari dari bandara Juwata tarakan.</p>
<p><strong>Bersambung : <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan" title="Kota Tarakan di Pulau Tarakan">Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan</a></strong> </p>
<p><strong>Lihat posting sebelumnya di : <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">Kepulauan Derawan, Berau &#8211; Kalimantan timur</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 22:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Kep. Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[JellyFish]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Manta Ray]]></category>
		<category><![CDATA[Pari Manta]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kakaban]]></category>
		<category><![CDATA[pulau Maratua]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tarakan Speedboat Tarakan Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[Tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[Ubur-ubur]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata bahari kalimantan timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Kepulauan Derawan merupakan salah satu icon wisata bahari Kalimantan Timur yang terletak di sebelah timur Tanjung Redeb, atau sisi barat laut Sulawesi. Ada banyak gugusan Pulau, Atol dan Gosong di kepulauan Derawan ini, tetapi yang paling terkenal dan banyak di kunjungi diantaranya pulau Derawan, pulau Maratua, pulau Sangalaki dan pulau Kakaban. Derawan bukan hanya tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1340" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990921_DSC_0148.JPG" alt="Derawan cafe &#038; Cottages" /></a><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">Kepulauan Derawan</a> merupakan salah satu icon wisata bahari Kalimantan Timur yang terletak di sebelah timur Tanjung Redeb, atau sisi barat laut Sulawesi. Ada banyak gugusan Pulau, Atol dan Gosong di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">kepulauan Derawan</a> ini, tetapi yang paling terkenal dan banyak di kunjungi diantaranya <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur" title="Kepulauan Derawan, Berau - Kalimantan timur" target="_blank">pulau Derawan</a>, <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">pulau Maratua, pulau Sangalaki dan pulau Kakaban</a>. Derawan bukan hanya  tujuan wajib bagi para penyelam saja tetapi karena keindahan alam dan keunikan serta keanekaragaman flora dan faunanya, Kepulauan Derawan menjadi magnet bagi para pancinta kelautan. Bagi anda yang tidak bisa berenang sama sekali tetapi ingin menikmati indahnya taman laut kepulauan Derawan tidak usah kuatir, karena pelampung &#8216;Orange&#8217; benar-benar bisa di andalkan, jangan  karena kemampuan berenang yang kurang, menghalangi kita untuk menikmati keindahan alam bawah laut. Yang patut diingat adalah jangan takut dan harus rileks tetapi tetap waspada terhadap keselamatan pribadi, jangan sampai melewati hal-hal diluar batas kemampuan sendiri. Dan bagi saya sendiri sebagai penggemar Snorkeling dan Diving bisa menikmati alam bawah laut disini merupakan suatu pengalaman berharga yang tidak akan pernah terlupakan.<br />
<span id="more-1318"></span></p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1322" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990399_IMG_6982.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1336" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990779_IMG_6994.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1323" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990407_IMG_7407.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a>
</p>
<p>Setelah beberapa kali rencana main ke Derawan gagal karena faktor waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kami siasati dengan cara membeli tiket pesawat terlebih dahulu. Setidaknya kalau tiket pesawat sudah di tangan semuanya di usahakan harus jadi. Tiket Jakarta-Tarakan PP sudah di tangan jadwal berangkat dan pulang sudah fix, sekarang tinggal segala sesuatunya  yang harus disesuaikan dengan jadwal tiket hehehe. Semua jadwal yang bentrok dengan trip kali ini saya cancel hehe termasuk acara nggowes mingguan yang sudah lama tidak saya ikuti hehe. Karena keterbatasan waktu liburan dan persiapan yang mepet agenda selanjutnya setelah dapat tiket pesawat adalah mencari operator tour karena pengalaman kami kalau tidak memakai operator tour local segala sesuatunya menjadi lebih susah dan lama.</p>
<p>Tiket berangkat kami memakai Sriwijaya Air karena waktu kedatangan yang lebih cepat (dibanding Lion Air), dan pulangnya kami memutuskan memakai Lion Air karena mengambil waktu yang paling sore. Jum&#8217;at tanggal 23 Maret 2012 jam 5.30 WIB pagi saya sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta. Flight  seharusnya jam 6.10 WIB pagi tetapi pas take-off ketika melihat jam sekitar jam 6.25 WIB.</p>
<blockquote><p>Saya selalu menyimpan barang-barang saya di bagasi pesawat kalau berangkat dari  Bandara Soekarno-Hatta, tetapi kalau tujuannya bandara Soekarno-hatta saya tidak pernah menyimpan barang-barang di bagasi kecuali kalau gede banget. Kenapa begitu karena menunggu bagasi turun di bandara Soekarna-hatta luaaaaaaama banget beda kalau menunggu bagasi di bandara kecil. Di bandara kecil kalau pesawat turun, tidak lama kemudian bagasi pun turun dan tempat mengambil bagasinya pun tidak ribet karena biasanya cuma ada satu tempat yg berputar itupun pendek hehe. Berbeda dengan di Soekarno-hatta sudah tempat memngambil bagasinya banyak, juga menunggunya lama dan yg makin BT adalah kurang informatif,  soalnya apa yang tertera di monitor suka berbeda dengan keadaan di lapangan. Misalnya di monitor tempat pengambilan bagasi no.1 tertera untuk penerbangan xxx dari kota x tetapi kenyataannya barang-barangnya tuh untuk penerbangan zzz dari kota z  &#8230; yakkkkk</p></blockquote>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1310" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990218_DSC_0122.JPG" alt="Derawan cafe &#038; Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1309" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990213_DSC_0089.JPG" alt="Derawan cafe &#038; Cottages" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1313" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990241_DSC_0149.JPG" alt="Derawan cafe &#038; Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1311" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990223_DSC_0123.JPG" alt="Derawan cafe &#038; Cottages" /></a>
</p>
<p>Kurang lebih jam 9 WIB  atau jam 10 WITA pesawat pun turun untuk transit di bandara international Sepinggan Balikpapan. Dan untuk kali pertamanya Balikpapan menjadi kota pertama di pulau Kalimantan yang saya pijak walopun ketika transit tidak turun dari pesawat hehe (tapi akhirnya tetap juga Balikpapan menjadi kota pertama yg saya &#8220;injak&#8221; beneran di pulau Kalimantan). Kurang lebih jam 11.30 WITA lebih pesawat pun take-off dari bandara Sepinggan Balikpapan menuju bandara Juwata di pulau Tarakan. Kurang dari 1 jam kemudian kami pun mendarat di bandara Juwata, pulau Tarakan. Sekitar jam 12 WITA lebih akhirnya kami di jemput sama guide untuk makan siang terlebih dahulu karena keberangkatan speedboat sekitar jam 1 siang.</p>
<blockquote><p>Di Tarakan terkenal dengan restaurant Kepitingnya dan kamipun mencoba makan di restaurant Kepiting Saos K****i. Susah untuk mendeskripsikan betapa enak menu Kepiting Gorengnya, saking enaknya ketika saya tahu di dalam kepiting goreng tersebut ada kecoa dapur yg gede banget yg ikut tergoreng dengan garingnya, potongan daging kepiting tersebut tetap sy makan wkwkwkwkwk walopun di sebelah ada goreng kecoa yg garing (dan mungkin renyah juga wkwkwkw), itu berbeda dengan makanan di pulau Derawan walopun keliatan bersih tetap ngak bisa saya habiskan karena kurang enak wkwkwk </p></blockquote>
<p>Tetapi setelah menunggu lumayan lama di pelabuhan Tengkayu Tarakan akhirnya speed boat yang akan kami tumpangi berangkat juga sekitar jam 2 siang. Kami dikenalkan oleh guide ke dua orang traveller asal Bandung, dan setelah masuk ke speed boat ternyata ada dua rombongan lagi, satu rombongan asal Tarakan yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 3 orang anak2 serta satu rombongan dari Balikpapan, yaitu 2 orang dewasa dan 2 orang anak2. Jadi total rombongan yang ikut 12 dewasa dan 5 anak2 karena kami sendiri berangkat bertiga. Asik juga jadi bisa berkenalan dan berinteraksi sama orang2 berbeda background dan culture kecuali 2 ekor orang bandung yg ternyata sama gilanya hehe. Speedboat yang kami tumpangi berkekuatan 200pk dan saya kebagian duduk di samping nakoda kapal, walopun duduk di depan dengan kondisi yg sempit sebenarnya amat sangat tidak nyaman, karena gelombang laut &#8216;sedikit&#8217; tidak bersahabat (walopun secara overall kondisi gelombang ok) sehingga moncong speedboat selalu naik turun yg membuat pantat sakit.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1324" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990413_IMG_7409.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1338" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990841_IMG_6983.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1326" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990425_IMG_7428.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1325" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990419_IMG_7420.JPG" alt="Snorkeling di dermaga Derawan Cottages" /></a>
</p>
<p>Kumpulan beberapa pohon nipah yang hanyut  diatas air laut di sekitar Tarakan yang berwarna coklat melepas kami. Air laut yang berwarna coklat lumayan luas dan setelah di tunggu agak lama air laut tetep coklat wkwkwkwk. Nakoda kapal dengan santai  bercanda-canda dan ngobrol sambil mengemudikan kendali kapal. Dia benar-benar mengandalkan GPS yang ada di depan kemudi dan menyelaraskan jalannya speedboat dengan garis yg ada di layar GPS. Kurang lebih 3 jam perjalanan di atas speedboat untuk menuju Pulau Derawan. Beberapa menit sebelum melewati pulau Panjang dan Raburabu sebenarnya air laut sudah tidak berwarna coklat, dan beberapa saat kemudian sebelum masuk ke pulau Derawan, nakoda kapal yg cukup informatif menjelaskan segala sesuatu tentang Derawan membawa ke jalur coral dan walopun speedboat berlari kencang, coral-coral dibawah speedboat masih dapat terlihat dengan jelas. Dan sepertinya saya sendiri sudah amat sangat gatal ingin menyeburkan diri ke laut biru yang jernih tersebut, karena sudah lumayan lama tidak nyemplung kelaut.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1320" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990308_DSC_0187.JPG" alt="Pulau Derawan" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1339" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990905_DSC_0120.JPG" alt="Pulau Derawan" /></a>
</p>
<p>Sekitar jam 5 sore ketika speedboat memasuki dermaga pulau Derawan suasana pantai putih di dermaga Derawan agak sedikit ramai sama orang-orang yg berenang dipinggir pantai (walopun kata guidenya  kondisi ini sudah ramai banget untuk ukuran Derawan, mungkin guidenya harus melihat kondisi weekend pulau pramuka atau tidung penuhnya seperti apa hehe). Karena cahaya di langit masih sangat terang, membuat keinginan  berenang di laut semakin tidak tertahankan wkwkwk. Hal pertama yg saya lakukan setiba di Cottage adalah ganti baju dan ambil peralatan snorkeling karena benar2 sudah sakau air laut wkwkwkwk. Tanpa beristirahat terlebih dahulu sy dan di temani satu org temen saya yang sama sakau-nya,  langsung mencoba asinnya air laut di Derawan. Air laut yang biru jernih dengan terumbu karang yg lumayan bagus dan terhampar luas melepaskan rasa penasaran saya untuk berenang di laut. </p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1315" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990272_DSC_0153.JPG" alt="Dermaga Derawan Cottages" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1312" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990232_DSC_0147.JPG" alt="Dermaga Derawan Cottages" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1308" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990208_DSC_0080.JPG" alt="Dermaga Derawan Cottages" /></a>
</p>
<blockquote><p>Kami menginap di Derawan Cafe &#038; Cottages, yang  cukup bersih, ketika kami sampai di dermaga Cottagesnya pun, kondisi laut terlihat biru dan bersih. Puas dengan cottages tempat kami menginap (tentunya diluar rasa makananya xixixi) yg kamarnya  cukupo luas , serta posisi cottages depan pantai dan dekat dengan tempat bilas air hehe. Beberapa langkah menuju pantai sudah bisa bersantai di kursi santai sambil menikmati suasana malam yang sepi di Derawan, dan yang paling penting saya bisa dengan leluasa kapan saja buat bersnorkeling karena dermaga dan pantai berada di depan kamar cottages. Sebelumnya saya sendiri tidak menyangka akan menginap di cottages yg cukup ok ini</p></blockquote>
<p>Setelah rasa sakau untuk berenang dilaut tersalurkan akhirnya sy usahakan untuk naik supaya stamina buat esok hari yg pastinya lebih banyak membutuhkan tenaga buat berenang lagi tetap prima. Sambil menunggu makan malam sy coba jalan-jalan keluar area cottages buat melihat-lihat perkampungan di pulau Derawan. Ternyata rumah-rumah disini banyak dipakai penduduk untuk dijadikan penginapan/losmen, rumah-rumah disini agak lebih tertata rapi di banding dengan rumah-rumah di kerimunjawa. Jalan &#8216;raya&#8217; perkampungan tidak terbuat  dari aspal melainkan alami dari tanah/pasir pantai. Sebenarnya jalan yg membelah perkampungan tersebut cukup besar dan bisa dilalui mobil dua arah, tapi berhubung disini tidak ada mobil jadilah jalan desa tersebut terlihat sangat lebar. Rumah-rumah tidak berdempetan satu sama lainnya, ada ruang yg cukup lebar sebagai pembatas  antar rumah. Suasana kampung disini lebih ramai di banding Karimunjawa, mungkin karena cuma ada satu atau dua jalan lurus yg menjadi pusat ekonomi warga, sehingga perkampungan disini kelihatan lebih ramai dan hidup. Atau lebih ramai  dikarenakan sepanjang jalan tersebut banyak warung-warung cenderamata atau tempat makan yg berjualan selain dijadikan losmen/penginapan.</p>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1319" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990302_DSC_0179.JPG" alt="Penginapan di Derawan" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1318" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990294_DSC_0176.JPG" alt="Pantai Putih Derawan" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1316" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990279_DSC_0156.JPG" alt="Pantai Putih Derawan" /></a>
</p>
<blockquote><p>Makanan di pulau Derawan atau setidaknya di cottages tempat kami menginap benar-benar standar makanan di pulau, kalau ngak disebut tidak menggugah selera. Lebih enak sate sotong yg dijual di perkampungan hehehe. Dan beberapa harga snack/makanan/minuman kaleng disini  harganya 2x lipat lebih dibanding di daratan. Tapi saya main kesini bukan untuk makananya tetapi untuk aktifitas lautnya hehe</p></blockquote>
<p>Setelah jalan sebentar di perkampungan pulau Derawan kami balik ke cottages buat makan malam dan siapin keperluan esok hari buat jalan keliling <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank">pulau Maratua, berenang dengan ubur-ubur danau Kakaban di pulau Kakaban serta berinteraksi sama pari manta/manta ray yg super besar di sekitar perairan pulau Sangalaki</a>. Setelah segala sesuatunya siap termasuk men-charge semua gadget akhirnya kami langsung tepar pada tidur zzzzzzzzzzzz</p>
<blockquote><p>Perjalanan dari Jakarta-Balikpapan kurang lebih 2 jam tapi jangan lupa di Balikpapan waktunya lebih cepat 1 jam.<br />
Pesawat Balikpapan-Tarakan butuh waktu -+1 jam. Dan lama waktu transit di Balikpapan yg berbeda-beda lah yg membuat total waktu Jakarta-Tarakan di tiap maskapai penerbangan berbeda-beda pula. Berangkat ambil Sriwijaya jam 6.10 WIB pagi dan berdasarkan jadwal sampe jam 11.30 WITA, Kami sendiri gambling dengan jadwal pesawat tersebut karena kalau ada delay maka berantakanlah semua perjalanan ini xixixi, karena kami hanya dikasi toleransi jam 1 WITA sampe pelabuhan tengkayu di Tarakan.
</p></blockquote>
<p align="center">
 <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1321" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990391_DSC_0103.JPG" alt="Penyu di Pulau Derawan" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1334" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990740_IMG_7445.JPG" alt="Penyu di Pulau Derawan" /></a><br /> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1335" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990758_IMG_7462.JPG" alt="Penyu di Pulau Derawan" /></a> <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1327" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1332990431_IMG_7463.JPG" alt="Penyu di Pulau Derawan" /></a>
</p>
<p>Bersambung ke Melihat-lihat <a href=" http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/pulau-maratua-ubur-ubur-di-kakaban-dan-pari-manta-di-sangalaki" title="Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki" target="_blank"><strong>Pulau Maratua, Ubur-Ubur di Kakaban dan Pari Manta di Sangalaki</strong></a></p>
<p>Lihat juga : <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/04/01/bekantan-di-hutan-mangrove-pulau-tarakan" title="Kota Tarakan di Pulau Tarakan"><strong>Bekantan di Hutan Mangrove Pulau Tarakan</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/31/kepulauan-derawan-berau-kalimantan-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/17/sepeda-trek-panorama-lembangtangkuban-perahucikole/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/17/sepeda-trek-panorama-lembangtangkuban-perahucikole/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 04:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Cikole]]></category>
		<category><![CDATA[Down Hill Cikole]]></category>
		<category><![CDATA[Lembang]]></category>
		<category><![CDATA[Maribaya]]></category>
		<category><![CDATA[Panorama Lembang]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkuban Perahu]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Tangkuban Perahu merupakan cucu dari gunung Sunda Purba atau kalau kata Pak T.Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung gunung sunda purba di sebut gunung Jayagiri. Gunung Tangkuban Perahu merupakan hasil dari letusan gunung Sunda, sedangkan gunung Sunda hasil dari letusan gunung Sunda Purba. Tangkuban Perahu merupakan spot gunung aktif terfavorit buat pengunjung yang mengunjungi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1255" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805080_DSC_0051-2.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a> Gunung Tangkuban Perahu merupakan cucu dari gunung Sunda Purba atau kalau kata <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/01/geotrek-kaldera-gunung-sunda-situ-lembang/"> Pak T.Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung</a> gunung sunda purba di sebut gunung Jayagiri. Gunung Tangkuban Perahu merupakan hasil dari letusan gunung Sunda, sedangkan gunung Sunda hasil dari letusan gunung Sunda Purba. Tangkuban Perahu merupakan spot gunung aktif terfavorit buat pengunjung yang mengunjungi Bandung. Berada di ketinggian 2.084mdpl membuat suhu udara di puncak gunung ini sejuk. Berjarak kurang lebih 20KM utara kota Bandung, sepertinya Tangkuban Perahu semakin hari semakin ramai pengunjung, seakan-akan pengunjung tidak peduli kemacetan yang selalu menjerat Setiabudi Ledeng apalagi di hari libur. Sebenarnya saya sendiri lebih sering lewat jalur Dago lalu keluar di Maribaya lalu ke Lembang dari pada lewat Setiabudi-Ledeng. Selain jalan yang lebih sepi jalur ini menurut saya mempunyai pemandangan yang lebih ok, walopun kondisi jalan yang jauh lebih kecil khas jalan kampung dan &#8216;agak&#8217; rusak di beberapa titik. Cuma bagi orang yang tidak tahu jalur ini lebih baik tetap pake jalur Setiabudi-Ledeng hehe, kenapa saya sarankan begitu , karena beberapa temen saya yang maksa lewat sini selalu nyasar walopun mengandalkan GPS xixi.<br />
<span id="more-1292"></span><br />
Berkali-kali main ke Tangkuban Perahu, tapi belum pernah sekalipun naik ke tangkuban perahu pake sepeda :p. Dan terakhir treking  jalan kaki ke Tangkuban Perahu pun itu sudah lebih dari 15 tahun yang lalu, ketika itu lewat Jayagiri. Yang paling sering sih kalau lagi nganter temen jalan kesini, dan  yang pasti saya tinggal parkir mobil di samping kawahnya hehe. Dan kali ini kebetulan agenda jalan2 sepeda ke Tangkuban Perahu, jam 5.30 pagi sepeda di loading dari Cipadung sampai ke Lembang, tepatnya di depan Hotel Panorama Lembang. Start di panorama Lembang sebenarnya bukan start point yang bagus harusnya lebih jauh lagi karena ketika turun dari mobil pertama kali nggowes langsung di hadang tanjakan tanpa ada pemanasan di jalan datar biasa yang lama. Dari Panorama lewat jalan gunung putri dan 2.5KM pertama langsung di hadang tanjakan yang lumayan curam, padahal masih dalam kondisi mabok setelah perut di obok-obok ketika naik mobil bak (hahaha alesan aja padahal mah emang cape xixixi).</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1259" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805120_DSC_0004.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1256" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805091_DSC_0048.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1250" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805044_DSC_9962.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1258" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805111_DSC_0024.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a>
</p>
<p>2 KM berikutnya jalan berbatu dan lumpur yang lumayan dalam semakin menambah seru treking kali ini :p. Ketika nggowes di jalan yang berbatu dan lumpur ban sepeda saya sering slip dan ternyata tekanan angin di ban sepeda saya terlalu keras, akhirnya saya kempesin lagi ban sepedanya dan lumayan enak buat di nggowes di kondisi jalan seperti ini. Suasana jalan tidak karuan di tambah kiri kanan hutan pinus membuat udara sekitar amat segar. Di perjalanan kami berpapasan dengan orang2 yang lagi berwisata offroad memakai mobil Land Rover. Dan bekas ban Land Rover di dalam kubangan lumpur itulah yang membuat jalan ini susah buat pengendara sepeda. Beberapa kali saya turun sepeda untuk melewati kubangan lumpur tersebut. Setelah itu kami ambil jalur tanah single trek, dan kondisi trek semakin tidak karuan hehe, akhirnya setelah kurang lebih 1.5km di jalur tanah tersebut sampailah kita di jalan aspal hancur parah di Cikole. DI samping kanan jalan Cikole ini ternyata ada jalur khusus Down Hills yang nantinya akan memakan korban salah satu temen gowes kami. </p>
<p>Sepanjang 2.2KM jarak yang harus di tempuh dari sini ke tempat parkir Bis Tangkuban Perahu, jalan aspal yang hancur dan yang terlihat hanya batu2 menonjol tidak menentu yang membuat bersepeda tidak nyaman. Dan kondisi jalan seperti inilah yang membuat akses ke Tangkuban Perahu lewat Cikole di tutup. Setelah sampai di tempat parkir Tangkuban Perahu kami pun langsung beristirahat sambil makan gorengan termahal yang pernah kita makan. Cukup lama kami beristirahat disini, dan cukup kesel juga kami di &#8216;getok sama si ibu gorengan, bisa di bayangkan kami beli gorengan dengan harga 75rb kesannya gorengannya berapa banyak wakakakakak.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1254" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805073_DSC_9918.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1253" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805066_DSC_9927.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1252" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805059_DSC_9933.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1251" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805051_DSC_9940.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a>
</p>
<p>Dari tempat parkir bis ini sebenarnya kami butuh sekitar 1.5KM lagi buat ke kawah ratu, untungnya jalan aspal super mulus menyambut kami walopun tanjakannya lumayan tapi karena di bantu jalan yang mulus tak terasa juga akhirnya sampai ke puncak. Sampai di kawah ratu tujuan utama yang di cari adalah tempat makan, setelah ketemu warung makan akhirnya pesen makanan dan istirahat (lagiii). Lumayan lama kami makan sambil istirahat disini, selepas makan kamipun bernarsis ria photo2 di kawah ratunya hehe. Dan setelah bernarsis ria akhirnya aktifitas favorit saya yaitu meluncur dengan sepeda di atas jalan aspal yang mulus  dan terus menurun terlewati juga. Dan ketika sampai di trek down hill Cikole, beberapa temen saya penasaran ingin mencoba trek tersebut. Walopun saya suka meluncur di turunan (dengan jalan aspal mulus pastinya)  tapi kalo untuk mencoba trek downhill yang sebenarnya saya tahu diri. Sepeda saya bukan di peruntukan buat trek sepeda downhills seperti ini apalagi saya ngak bawa body protector (alesan aja padahal nyalinya ciut hehe).</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1243" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329804971_DSC_9952.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1246" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805004_DSC_9986.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1244" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329804977_DSC_9957.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1247" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329805015_DSC_9995.JPG" alt="Trek Panorama Lembang,Tangkuban Perahu,Cikole" /></a>
</p>
<p>Ada beberapa temen yang lewat jalur down hills cikole tapi sebagian besar tetap lewat jalur berbatu biasa. Setelah meluncur di depan sendirian  di jalan Cikole yang berbatu parah, ban sepeda depan saya serasa bergetar dan setelah berhenti di cek ternyata emang ban sepeda depan saya kendor dan untungnya saya berhenti untuk mengecek karena kalau di biarkan terus bisa jadi akan lepas. Baru kali ini saya bersepeda sampai membuat ban depan sepeda saya kendor. Ketika berhenti membetulkan ban depan saya, koq rombongan temen saya tidak ada satupun yang lewat. hmmmmm saya sudah berprasangka buruk sepertinya saya yang nyasar hehe, padahal seinget saya jalur ini adalah jalur yang saya lalui ketika berangkat. Sinyal HP tidak ada, dan saya ngak bisa hubungi temen2 saya, tapi beberapa saat kemudian ada mobil bak terbuka yang mengangkut sepeda dan ternyata itu rombongan temen2 saya. Dalam hati saya berfikir hmm ternyata mereka ngeri kali turun di jalan berbatu yang super ancur, tapi setelah dekat temen saya yang masih pake sepeda di belakang mobil bak menyuruh saya mengikuti pake sapeda saja. Akhirnya saya tetap pake sepeda ngikuti mobil bak tersebut, dan emang inilah yang saya inginkan karena lebih nyaman pake sepeda di banding naik mobil bak terbuka. Tapi ternyata temen saya yg pake sepeda ngasih tau kalo salah satu temen ada yang celaka parah di trek down hill, dan itu membuat cemas saya. Akhirnya setelah sampai jalan raya sepeda saya pun di naikan ke bak, dan langsung menuju rumah sakit di daerah Maribaya. Setelah melihat korban kecelakaan benar2 membuat saya ngeri, tapi untungnya tidak terjadi cedera yang permanen, akhirnya dari Maribaya kamipun pulang ke Bandung dan sampai rumah sekitar jam 6 sore. Benar2 nmggowes full day yang melelahkan hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/17/sepeda-trek-panorama-lembangtangkuban-perahucikole/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulih Kadesa ,  Sampireun,  Sumber Alam dan Danau Dariza .. Garut</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/11/mulih-kadesa-sampireun-sumber-alam-dan-danau-dariza-garut/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/11/mulih-kadesa-sampireun-sumber-alam-dan-danau-dariza-garut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2012 07:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Garut]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Air Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Cipanas]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Dariza]]></category>
		<category><![CDATA[Kamojang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Sampireun]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Sumber Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkar Nagreg]]></category>
		<category><![CDATA[Mulih Kadesa]]></category>
		<category><![CDATA[Nagreg]]></category>
		<category><![CDATA[Nagreg Semi Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Samarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampireun]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[Mulih Kadesa dan Kampung Sampireun berada di Samarang tepatnya di jalan raya Kamojang, Mulih kadesa kurang lebih berjarak 600m dari pertigaan jalan raya Samarang dengan jalan raya Kamojang, kalau dari arah Tarogong pas pertigaan ambil kanan. Kalau Kampung Sampireun lebih jauh lagi berjarak sekitar 4KM dari pertigaan jalan raya Samarang, untuk masuk ke Kampung Sampireun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1269" target="_blank"><img class="frame" align="left" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917732_DSC_05065.JPG" alt="Danau Dariza, Cipanas-Garut" /></a>Mulih Kadesa dan Kampung Sampireun berada di Samarang tepatnya di jalan raya Kamojang, Mulih kadesa kurang lebih berjarak 600m dari pertigaan jalan raya Samarang dengan jalan raya Kamojang, kalau dari arah Tarogong pas pertigaan ambil kanan. Kalau Kampung Sampireun lebih jauh lagi berjarak sekitar 4KM dari pertigaan jalan raya Samarang, untuk masuk ke Kampung Sampireun dari jalan raya Kamojang harus masuk jalan kecil sepanjang +-250 meter. Sedangkan Kampung Sumber Alam dan Danau Dariza berada di kawasan wisata  air panas paling ramai di Garut yaitu Cipanas.<br />
<span id="more-1246"></span><!--more--><br />
<a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/">Setelah berenang dan merendam badan di kolam air panas di Puncak Darajat</a>, tak terasa jam sudah menunjukan angka 12. Agak tidak percaya juga kalo angka jam di HP saya menunjukan angka 12, karena suasana dan cuaca sekitar tidak merepresentasikan suasana di tengah hari. Suasana sejuk dan agak sedikit gelap tapi bukan mendung itulah yang membuat ragu, tetapi suara hati perut tidak bisa di bohongi. Suasana kekosongan perutlah yang membuat badan harus naik dari kolam. Setelah agak menyayangkan karena masih ingin berenang akhirnya kami siap-siap untuk turun mencari tempat makan. Akhirnya kamipun turun dari Puncak Darajat mencari tempat makan dengan tujuan Mulih Kadesa. Kembali turun dengan jalur yang sama ketika kami berangkat, dan kembali menikmati pemandangan sekitar Darajat dan akhirnya sampai juga di jalan raya Samarang dan ambil kiri ke arah alun2 Tarogong. Jarak antara pertigaan jalan Pasirwangi yang menuju Puncak Darajat dengan pertigaan jalan Raya Kamojang sekitar 1.7KM. Akhirnya sekitar jam 12.30 kami sampai di tempat makan Mulih Kadesa.</p>
<p>Entah karena pesenan kami banyak atau emang agak mahal &#8230; makan di sini ngabisin kocek perorang 75rb wakkk &#8230; perasaaan saya cuman makan nasi liwet,gepuk,tahu,tempe,tahu gejrot, jambal roti, asin peda, tutut, pete , gurame wakkkkkk apa lagi yah setidaknya itu yg saya inget :p. Suasana di Mulih kadesa  biasa2aja sih saung2 di kelilingi oleh kolam ikan, standar saung2 di kebanyakan resto2 sunda, makananya pun ngak terlalu special buat lidah saya kecuali tututnya itu mengingatkan ke masa kecil saya, dimana saya dulu hobby banget basah basahan untuk  nyari tutut disawah lalu dimasak bumbu kuning hehe, tapi overall ngak bikin kecewa juga   xixixi.  Yang saya suka di sini yaitu pelayanan yg ngak selelet resto2 sunda  lain (atau karena pas saya kesana lagi sepi kali jd cepet)  dan  live music  sunda + kecapi sulingnya .. muantabbbbb (sekali lagi bukan rekaman tapi live music kecapi suling).</p>
<blockquote><p>Tutut itu sejenis keong kecil yang biasa hidup di sawah, katanya sih kandungan proteinya tinggi dan juga bisa ngobatin penyakit kuning hmmmm.  Ini salah satu makanan fav saya waktu kecil dengan syarat bumbunya harus tepat hehe soalnya jujur yg enak tuh sebenarnya bumbu kuningnya itu hehe .. tapi makan bumbu kuningnya tanpa tutut-nya juga ngak enak :p .. Selain makanan fav waktu kecil, aktifitas nyari tutut juga jadi salah satu aktifitas favorit saya waktu kecil. Walupun setiap habis main di sawah semua badan kotor penuh lumpur dan omelan ortu kenceng di telinga, tidak pernah mematahkan semangat untuk mengulanginya lagi :p </p></blockquote>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1274" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917890_DSC_0408.JPG" alt="Mulih Kadesa , Samarang-Garut" /></a><br /><small>Mulih Kadesa, Samarang-Garut</small>
</p>
<p>Setelah urusan perut tersalurkan, kami sengaja jalan lagi terus ke arah Kamojang, dengan tujuan Kampung Sampireun. Melihat suasana di Kampung Sampireun emang asik&#8230; nyaman,bersih,asri, dan berkesan natural. Kolam/Danau buatannya tidak sebesar yang saya bayangkan, tetapi tetap keren. Kamar2 atau Villa2 yang berasitekturkan khas parahiyangan  berada di pinggir kolam, jadi untuk keluar masuk villa harus pakai perahu. Tetapi pas lihat price list .. gubragggg ngak masuk budget sama sekali xixixixi. Kalo kata temen saya yg pernah bulan madu disini sih, kampung sampireun emang cocok buat bulan madu. Tapi keliatannya seru sih kalau nanti kapan2 bisa nginap disini.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1273" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917832_DSC_05001.JPG" alt="Kampung Sampireun, Cipanas-Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1272" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917824_DSC_05006.JPG" alt="Kampung Sampireun, Cipanas-Garut" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1263" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917265_DSC_0414.JPG" alt="Kampung Sampireun, Cipanas-Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1262" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917259_DSC_0419.JPG" alt="Kampung Sampireun, Cipanas-Garut" /></a><br /><small>Kampung Sampireun, Samarang-Garut</small>
</p>
<p>Habis dari Kampung Sampireun, akhirnya kami balik lagi turun ke arah jalan raya Samarang, menuju Cipanas. Dan ketika sampai ke Cipanas, resort yang pertama kali kami lihat adalah Kampung Sumber Alam. Suasana disini juga bersih,cozy dan banyak villa2 yang berada di atas air kolam atau balong dalam bahasa sunda :p, kelebihannya disini ada kolam air panasnya. Bangunan2 villa khas sunda sebagian terbuat dari bambu, dan komplek resortnya cukup luas juga. Secara rate harga  agak di bawah Kampung Sampireun (kalo sy ngak salah liat brosur xixixi). Ada yg unik disini di dalem komplek ada gerobak yg jualan bakso juga xixixi jadi kalo anda penggemar bakso tenang aja di dalam ada yg jualan koq.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1261" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917220_DSC_05032.JPG" alt="Kampung Sumber Alam,Cipanas-Garut" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1271" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917774_DSC_05027.JPG" alt="Kampung Sumber Alam,Cipanas-Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1270" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917764_DSC_05028.JPG" alt="Kampung Sumber Alam,Cipanas-Garut" /></a><br /><small>Kampung Sumber Alam, Cipanas-Garut</small></p>
<p>Setelah cukup waktu melihat2 Kampung Sumber Alam, tujuan Hotel berikutnya yg akan di lihat adalah Danau Dariza. Salah satu hotel yg cukup unik di daerah Cipanas. Kalau dilihat dari jalan Cipanasnya, kesanya ini seperti rumah adat Minangkabau hehe dan ternyata Hotel ini berkonsep rumah-rumah tradisional Indonesia, bukan hanya rumah2 tradisional sunda saja. Ada rumah gadang khas Minangkabau, ada rumah Kasepuhan khas Jawa Barat, ada rumah khas Batak, ada Rumah Sao Ato Mosa Lakitana khas Nusa Tenggara Timur dan juga ada rumah khas Bali. Secara rate kurang lebih sama dengan Kampung Sumber Alam. Yang menarik dari hotel ini juga rumah2 adat tersebut berada di pinggir kolam/danau buatan sehingga bisa buat untuk main2 perahu.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1260" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917166_DSC_05071.JPG" alt="Danau Dariza, Cipanas-Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1268" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917726_DSC_05080.JPG" alt="Danau Dariza, Cipanas-Garut" /></a><br /><small>Danau Dariza, Cipanas-Garut</small>
</p>
<p>Setelah melihat2 ke tiga hotel tersebut akhirnya diputuskan untuk menginap di villa yang gratis saja yaitu rumah saya di daerah Cipadung Bandung wakakakakak. Emang ngak ada niat buat nginap di Garut sih hehehe setidaknya kalau ke Garut saya sudah punya gambaran tempat yang akan di tuju untuk menginap hehe. Setelah cukup puas survei hotel dengan diiringi hujan deras akhirnya kami kembali menuju Bandung. Dan kali ini ketika sampai nagreg melewati jalan baru lingkar nagreg. Biasanya ketika lewat jalur lingkar nagreg saya lewatnya malam hari dan sambil tidur tapi kali ini saya lewat jalan lingkar nagreg disiang hari dengan nyetir sendiri. Dan ternyata pemandangan sekitar lingkar nagreg benar-benar keren apalagi ketika melewati jalan yang kaya terowongan (tapi bukan hehe) yang sering disebut semi tunnel. Sayang saya tidak mendokumentasikan gambar2 suasana jalur lingkar nager <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/11/mulih-kadesa-sampireun-sumber-alam-dan-danau-dariza-garut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puncak Darajat, Garut</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 16:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Garut]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Belerang]]></category>
		<category><![CDATA[Chevron]]></category>
		<category><![CDATA[Darajat]]></category>
		<category><![CDATA[Haruman]]></category>
		<category><![CDATA[Hot Spring]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah Darajat]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandian Air Panas]]></category>
		<category><![CDATA[PLTU]]></category>
		<category><![CDATA[PLTU Darajat]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Darajat]]></category>
		<category><![CDATA[Water Boom AIr Panas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1232</guid>
		<description><![CDATA[Berjarak kurang lebih 24KM sebelah barat dari Masjid Agung Garut. Dengan ketinggian yg tercatat di GPS saya sekitar 1800mdpl. Pemandangan perkebunan di daerah darajat serta suasana kota garut ke arah timur yang di bentengi oleh pegunungan-pegunungan di sekeliling garut yang seakan-akan mencengkram awan-awan supaya tidak lekas pergi, membuat pemandangan disini benar-benar keren dan unik. Kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1277" target="_blank"><img class="frame" align="left" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917943_DSC_0253.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a>Berjarak kurang lebih 24KM sebelah barat  dari Masjid Agung Garut. Dengan ketinggian yg tercatat di GPS saya sekitar 1800mdpl. Pemandangan perkebunan di daerah darajat serta suasana kota garut ke arah timur yang di bentengi oleh pegunungan-pegunungan  di sekeliling garut yang seakan-akan mencengkram awan-awan supaya tidak lekas pergi, membuat pemandangan disini benar-benar keren dan unik. Kawasan Darajat tidak seterkenal dan seramai kawasan Cipanas karena masih terhitung baru di kembangkan tetapi menurut saya pemandangan alam Darajat jauh lebih indah di banding dengan Cipanas. Karena semua kelebihan kawasan Cipanas ada juga di Darajat, tetapi kelebihan di Darajat tidak ada di Cipanas. Kolam-kolam air panas di kawasan Darajat mempunyai kelebihan karena berada di lereng pegunungan sehingga orang-orang yang berendam di air panas bisa menikmati kawasan pegunungan dari ketinggian sambil melihat ke arah bawah ke kota Garut.<br />
<span id="more-1232"></span><br />
Lagi-lagi &#8230; tujuan jalan ke Garut adalah tujuan yang spontan yang saya cetuskan pas lagi jalan ke Bandung. Sebenarnya temen-temen jalan saya dari Jakarta bertujuan hanya untuk berkumpul weekend sabtu-minggu tanggal 2-3 Maret 2012 di rumah saya di Bandung. Berkumpul buat apa ??? hmmm iseng aja karena mungkin sudah lama tidak saling cela mencela wakakak, karena walopun kami sama2 kerja di Jakarta tetapi jarang ketemu karena kami semuanya berbeda Kantor dan juga lokasi tempat tinggal yang saling berjauhan  hehe.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1279" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917984_DSC_0224.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1278" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917959_DSC_0247.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1276" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917935_DSC_0328.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1275" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917928_DSC_0376.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a>
</p>
<p>Tepat tanggal 1 Maret 2012 di hari Jum&#8217;at sore setelah pulang kantor kami janjian di Citywalk Sudirman. Setelah komplit kami pun langsung cabut sekitar jam 7 malam. Kami pun di hadang kemacetan yang emang sudah terbiasa  di daerah Semanggi sampai Cawang.  Setelah lewat cawang kami pun istirahat makan terlebih dahulu di rest area KM 19. Selepas Rest area KM 19 posisi orang yang berada di belakang kemudi di ganti, saya pun langsung tancap gas memacu mobil dengan kecepatan yang &#8230; biasa2 aja hahaha. Dan di perjalanan sebenarnya temen saya sudah berinisiatif sampe Bandung berendam di Ciater. Dan emang berendam di kolam air panas Ciater malam hari itu di jamin top markotop. Akhirnya sekitar jam 11 malem sampai juga di rumah saya daerah Cipadung Bandung. Sebelum kami siap-siap cabut ke Ciater, saya kasih 2 opsi, dan opsi pertama yaitu kalo sekarang malem pergi ke Ciater di jamin pulangnya subuh dan sabtu  siang atau mungkin seharian kami pasti tertidur dengan pulas hehe, dan sayang di hari sabtu tidak bisa di manfaatkan buat jalan. Opsi kedua mendingan kita jalan di pagi hari jam 5.30 atau jam 6.00 dengan tujuan tetap berendam di air panas tapi kali ini tujuannya Cipanas Garut. Kenapa harus pagi karena bisa manfaatin hari sabtu  full buat jalan, dan kenapa Garut hmmmm &#8230; sy sih asal ngomong aja karena Ciater mulu kan bosen, lagian ada temen saya yang belum pernah main ke Garut.</p>
<p>Akhirnya opsi no.2 lah yang dipilih, sabtu pagi jam 6 lebih akhirnya kami start dari Cipadung bandung menuju Garut. Tertahan sebentar di Borma Cinunuk karena harus menunggu temen saya yg lagi mengadakan standing meeting mendadak dengan orang kantornya yang kebetulan lagi di Bandung dengan lumayan lama xixixi. Setelah menunggu &#8216;lumayan lama&#8217; akhirnya perjalanan di lanjutkan ke arah Nagreg. Selepas Nagreg kamipun mulai memasuki kawasan Garut, dan setelah sampai pertigaan Cipanas entah kenapa berhubung sekarang saya yang megang kendali mobil dan hanya saya yang &#8216;lebih&#8217; tau  Garut di banding temen saya yang laen akhirnya mobil pun tetap melaju ke arah alun-alun Tarogong dan bukan berbelok ke kanan ke arah Cipanas, mungkin masih membekas di gambaran saya kalo cipanas tuh agak crowded dan &#8216;agak&#8217; semrawut. Tujuan saya langsung tertuju ke Darajat&#8230; hmmm mumpung temen2 saya ngak tau Cipanas saya arahkan aja ke Darajat &#8230; secara sama-sama berendam di air panas koq wakakakak. </p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1267" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917360_DSC_0263.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1266" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917349_DSC_0275.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1264" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1330917337_DSC_0374.JPG" alt="Puncak Darajat, Garut" /></a><a href="" target="_blank"><img class="frame" src="" alt="" /></a>
</p>
<p>Bagi anda yang masuk dari arah Bandung kawasan Darajat juga kurang lebih hampir sama sekitar 22KM dari alun-alun Tarogong  setelah pertigaan yang menuju Cipanas, kalau Cipanas belok kanan ini  terus lurus saja sampai ke alun-alun Tarogong, dari alun-alun tersebut ambil kanan menuju  ke arah Jalan Raya Samarang.  Kurang lebih 4km dari alun2 Tarogong tepat di tikungan kami sampai di Bukit Alamanda Resort. 7KM dari alun-alun Tarogong sampai juga di pertigaan, lurus terus ke Darajat kalau kanan menuju Kamojang/Sampireun/Mulih Ka desa, berhubung tujuan kami Darajat akhirnya mobil terus lurus tidak belok kanan. Setelah jalan 9KM dari Alun2 Tarogong masih di jalan Raya Samarang sampai juga di pertigaan menuju Kawah Darajat. Lurus menuju cisurupan gunung Papandayan dan kanan jalan Pasirwangi menuju kawah Darajat, kamipun belok kanan di pertigaan ini. Jalan lebih mengecil di banding jalan Raya Samarang sebelumnya tetapi kondisi jalan cukup mulus dan bagus. Di kejauhan sudah terlihat ada asap yang mengepul dari punggung gunung. Melihat posisi asap tersebut kesannya cukup jauh dan cukup tinggi dilihat dari bawah. Saya pun menyetir dengan santai, merayap naik sedikit demi sedikit keatas karena tidak ingin melepas pemandangan yang indah di sekeliling dengan cepat hehe.</p>
<p>Kurang lebih 22KM dari arah alun2 Tarogong sekitar jam 9 pagi kami mentok juga di puncak darajat, kalau lurus terus ke kawah darajat dan kalau mau masuk ke kawah darajat harus di temani guide. Kamipun turun di pintu gerbang masuk kawah darajat. Sambil menghirup udara yang bersih dan memandangi pemandangan kota Garut dari kejauhan. Awan-awan menggantung terperangkap oleh tingginya gunung Cikurai. Agak lama kami memandang keindahan alam darajat disini. Disini kantor Cevron dengan asap mengepulnya terlihat dengan jelas, juga beberapa pemandian air panas bisa dilihat disini. Akhirnya setelah terkagum-kagum dengan pemandangan sekitar Darajat, saatnyalah untuk memanjakan badan saya dengan cara berendam di air panas yang dari semalam lumayan cape nyetir dari Jakarta.</p>
<p>Akhirnya pilihan Puncak Darajat sebagai tujuan berendam air panas tidak salah &#8230; temen2 saya juga lumayan puas melihat pemandangan sekitar darajat. Kami berendam di ketinggian dan sambil melihat pemandangan alam pegunungan di batas kolam. Berhubung saya yg maniak olah raga air .. kemanapun saya jalan .. celana dan kacamata renang dan juga perlengkapan renang lainnya tidak pernah absen dari tas jalan2 saya haha. Setiap kali jalan-jalan .. dipake atau ngak di pake, perlengkapan renang saya selalu komplit. Tiket masuk ke pemandian Puncak Darajat sini kalo ngak salah inget sekitar 20rb, dan fasilitasnya lumayan ok lah.</p>
<p>Setelah tubuh saya cukup matang direndam di kolam air panas, sekitar jam 12 siang akhirnya perjalanan harus di lanjutkan, perjalanan harus di lanjutkan juga di karenakan tuntutan  perut yang sudah saatnya diisi hehe. </p>
<p><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/11/mulih-kadesa-sampireun-sumber-alam-dan-danau-dariza-garut/">bersambung &#8230;. next &#8230; Mulih Ka Desa &#038; Kampung Sampireun Samarang , Kampung Sumber Alam &#038; Danau Dariza Cipanas</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/03/10/puncak-darajat-garut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Cipadung &#8211; Warban &#8211; Cartil</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/19/sepeda-cipadung-warban-cartil/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/19/sepeda-cipadung-warban-cartil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 06:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Caringin Tilu]]></category>
		<category><![CDATA[Cartil]]></category>
		<category><![CDATA[cigadung]]></category>
		<category><![CDATA[dago pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Padasuka]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda cartil]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda warban]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda warban ke cartil]]></category>
		<category><![CDATA[Warban]]></category>
		<category><![CDATA[warung bandrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya pulang dan pergi ke Caringin Tilu (Cartil) dan Warung Bandrek (Warban) melalui jalur yang sama, penasaran juga kalo ingin mencoba dari Warung Bandrek terus ke Caringin Tilu. Berlima kami yang notabenenya tetanggaan satu komplek yg hobby nggowes start dari Cipadung dan melalui jalan Cigadung. Kurang lebih 15 KM dari posisi start kami, tepatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1241" target="_blank"><img class="frame" align="left" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800390_DSC_9129.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a> Setelah sebelumnya pulang dan pergi ke Caringin Tilu (Cartil) dan Warung Bandrek (Warban)  melalui jalur yang sama, penasaran juga kalo ingin mencoba dari Warung Bandrek terus ke Caringin Tilu.  Berlima kami yang notabenenya tetanggaan satu komplek yg hobby nggowes start dari Cipadung dan melalui jalan Cigadung. Kurang lebih  15 KM dari posisi start kami, tepatnya setelah pintu gerbang lapangan golf jalan Cigadung kamis istirahat sebentar setelah melalui tanjakan antara cikutra dan cigadung yg lumayan panjang. Setelah istirahat lalu lanjutkan nggowes kembali, kali ini nggowes lebih pelan dari biasanya karena trek masih panjang dan ingin menyimpan tenaga. Beberapa sepeda yang meluncur cepat turun dari atas di sekitar dago pakar membuat ngiler lutut saya, ironis sekali hehe yang dari arah atas sepeda meluncur dengan sekencang-kencangnya sedangkan saya yang dari bawah menaiki tanjakan sepelan-pelannya :p . Setelah melewati jalan yang mulus serta jalan yg ancur di tambah tanjakannya, kurang lebih  18.8km dari posisi start, kami istirahat sebentar, tepatnya di warung warban pertama di pertigaan pas tanjakan. Setelah itu lanjut nggowes di tanjakan yang jalannya ancur dan tepat 20km akhirnya sampe di warung bandrek Teh Erna yang ternyata sekarang ganti kulit.<br />
<span id="more-1196"></span></p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1234" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800345_DSC_9168.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1233" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800339_DSC_9187.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1232" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800333_DSC_9191.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1231" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800324_DSC_9193.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a>
</p>
<p>Tidak hanya tulisan &#8220;Babe like this&#8221; yg hilang digantikan telkom speedy tetapi ada tulisan &#8220;Warung bu Ipah yang hebohhh&#8221;. Lhooo mana teh Erna-nya ??? setelah lama tidak ke warung bandrek langsung berubah deh tuh warung hehe. Ternyata teh Erna-nya masih tetap ada nawarin bandreknya hehe cuma labelnya aja yg jadi bu Ipah hehe. Setelah leha-leha sebentar akhirnya kami makan lotek di warung yang atasnya lagi. Dan setelah menyantap lotek + gorengannya akhirnya perut terisi penuh , padahal perjalanan masih harus di lanjutkan ke Cartil haha. Dan setelah lumayan lama istirahat dengan kondisi perut penuh kami pun ngowes ke arah Cartil  dengan sedikit  ogah-ogahan padahal trek tanjakan di depan akan lebih keren hehe. Pemandangan disini cukup keren, kiri kanan di tanami kebun sayuran dengan background di kejauhan cekungan Bandung. Beberapa kali kami melihat orang2 yang lagi memanen kentang di kebunnya. Melihat orang-orang memanen kentang di tengah suasana pemandangan yang menakjubkan keren juga, walopun kalu saya di suruh memanen kentangnya pasti gempor hehe. Mungkin itu juga yg ada di pemikirin orang2 yg manen kentang tersebut &#8230; ato bahkan mungkin berfikir ngapain ini orang2 iseng bersusah payah naik sepeda ke gunung hanya untuk melihat orang manen kentang , kurang kerjaan wakakakak.</p>
<p>Trek disini komplit, turunan curam dan tanjakan terjal silih berganti, jalan aspal lalu tanah lalu makadam juga silih berganti, yang pasti ngoowes disini agak2 sedikit keluar bau plat kopling haha.  3.5KM dari warban tepatnya didepan kandang sapi, kondisi jalan makadam nya yg kriting banget sampe2 ban depan sepeda saya terselip diantara 2 batu dan ngak bisa jalan harus di cabut dan angkat stang dengan tenaga yg lumayan. Tepat 5.3km dari warban akhirnya kami sampe di pertigaan jalan Cimenyan alias Cartil, tetapi dengan terlebih dahulu menghabiskan tanjakan terakhir dengan ngos-ngosan hahahaha. Di tanjakan terakhir tersebut semua sisa-sisa tenaga di betis, saya habiskan bahkan beberapa grup ngoweser yang sudah nongkrong di warung Cartil yang ada di atas terus menyemangati kami.. sampai teriak  ngeledek &#8220;bauuu plat kopling&#8221; hehehe.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1239" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800377_DSC_9148.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1237" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800365_DSC_9157.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1236" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800358_DSC_9159.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1235" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1329800351_DSC_9163.JPG" alt="Warban - Cartil (Warung Bandrek to Caringin Tilu)" /></a>
</p>
<p>Setelah cuman istirahat sebentar di cartil akhirnya keinginan meluncur seperti orang2 yg meluncur turun di dago pakar terlaksanakan juga bahkan meluncur disini jauh lebih curam di bandingkan di dago pakar. Dengan singkat akhirnya kami sampai di ujung jalan padasuka cicaheum, dan seperti biasa rem cakram belakang  saya bau hangus karena sangat panas. Nggowes di tengah terik matahari di tengah jalan raya amat sangat membosankan. Saya genjot pedal sepeda sekencang-kencangnya bahkan barengan motor ambil jalur tengah jalan raya untuk menyalip beberapa mobil yg tertahan sedikit oleh macet. Selepas Ujungberung hujan turun lumayan deras .. akhirnya kami berteduh dahulu dan lumayan lama kami berteduh menunggu hujan. Ketika sampai di rumah angka di GPS menunjukan  40.8km dan tidak kerasa ketika berangkat jam 6.30 sudah 5 jam 30 menit kami menggowes padahal lamanya sih ketika kita istirahat makan di warban dan nunggu hujan reda xixixi.</p>
<p>Dan ada suguhan istimewa dari pak RT kami hehe ketika sampe di komplek di suguhi es campur .. jagung dan segala macam makanan di keluarin bu RT hehe. Dan jujur es campurnya wuuuenak banget &#8230; pas banget abis cape di kasi es campur hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/19/sepeda-cipadung-warban-cartil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Nggowes ke Caringin Tilu aka CARTIL</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/12/sepeda-nggowes-ke-caringin-tilu-aka-cartil/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/12/sepeda-nggowes-ke-caringin-tilu-aka-cartil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 05:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Caringin Tilu]]></category>
		<category><![CDATA[Cartil]]></category>
		<category><![CDATA[Padasuka]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mun ti Bandung ka palih kaler aya tempat anu endah pisan nu kiwari jadi pangjugjugan&#8221; Tiga bait pertama lagu Caringin Tilu oleh Darso, sudah cukup untuk mendeskripsikan Caringin Tilu secara singkat dan to the point. Yang berarti : &#8220;Kalo di Bandung Sebelah Utara ada tempat yang indah sekali yang sekarang menjadi tempat yang dituju&#8221; CMIIW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1223" target="_blank"><img align="left" class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874994_DSC_8751.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a></p>
<blockquote><p>&#8220;Mun ti Bandung ka palih kaler<br />
aya tempat anu endah pisan<br />
nu kiwari jadi pangjugjugan&#8221;</p></blockquote>
<p>Tiga bait pertama lagu Caringin Tilu oleh Darso, sudah cukup untuk mendeskripsikan Caringin Tilu secara singkat dan to the point. Yang berarti :</p>
<blockquote><p>&#8220;Kalo di Bandung Sebelah Utara<br />
ada tempat yang indah sekali<br />
yang sekarang menjadi tempat yang dituju&#8221;  CMIIW <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Sengaja saya ambil tiga bait pertama saja karena di bait selanjutnya kesannya Caringin Tilu (aka Cartil) hanya tempat  tujuan buat bermesra-mesraan. Dan terbukti &#8216;setidaknya&#8217; oleh saya kalo cartil juga sebagai tujuan buat orang untuk melampiaskan hobby nggowesnya atau bersepeda. Kali ini lagi2 diluar hari kebiasaan bersepeda yang biasa hari minggu pagi pindah ke hari sabtu pagi, supaya bisa beristirahat setelah bersepeda :p.<br />
<span id="more-980"></span><br />
Setelah seminggu sebelumnya menamatkan pekerjaan yang dulu belum kelar2 yaitu menamatkan trek Palintang, sekarang giliran Cartil yg ingin di kunjungi. Masih dari area komplek Eastern Hills Cipadung Bandung sebagai posisi start, sekitar jam 6.00 pagi kami sudah cabut dari area komplek menuju jalan Pasirlayung di pertigaan Suci-Padasuka di sekitar terminal Cicaheum. Ini merupakan 9 KM yang sangat membosankan untuk menuju pertigaan Padasuka tersebut. Walaopun kami berangkat pagi hari tetapi tetap kami harus bersaing dengan angkot,bis dalam dan luar kota, juga sepeda motor yang berseliweran di sepanjang jalan raya antara Cipadung-Cicaheum. Belum lagi asap knalpot yg cukup membuat mata pedih selain susah buat mengambil napas dengan udara yang bersih. </p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1228" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326875020_DSC_8829.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1230" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326875031_DSC_8842.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1225" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326875004_DSC_8782.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1227" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326875015_DSC_8824.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a>
</p>
<p>Akhirnya siksaan jalan raya sepanjang 9KM tersebut berlalu dan sampailah di jalan Pasirlayung sekitar 720mdpl di pertigaan Padasuka yang menuju saung angklung Ujo, dan disini merupakan titik awal tanjakan untuk menuju Cartil. Setelah masuk ke pertigaan Padasuka tersebut, persaigan lumayan berkurang, kami tidak lagi bersaing dengan bus2 dalam dan luar kota ataupun mobil. Tetapi persaingan kali ini di lakukan dengan sepeda motor walopun intensitasnya semakin berkurang. Sekitar 3.3 KM dari titik awal tanjakan dan di ketinggian 850mdpl ,salah satu anggota nggoweser kami ada yang memerlukan bensin karena belum sarapan pagi. Akhirnya sambil menarik napas lumayan dalem hehe saya menunggu salah satu tim yang sarapan Surabi. Setelah cukup waktu buat sarapan juga tarik napas hehe akhirnya perjalanan di lanjutkan.</p>
<p>Ternyata trek ini kurang variasi &#8220;hanya&#8221; memiliki satu trek nanjak saja. Yaitu dari titik awal tanjakan jalannya menanjak terus hahaha. Setelah semakin lama speed sepeda semakin memelan, gear depan sudah ada di gear yang paling kecil sedangkan gear belakang sudah mentok di piringan yang paling besar .. sepertinya saya lebih membutuhkan gear belakang sebesar tutup panci buat menuntaskan tanjakan ini hehe. </p>
<p>Tanjakan semakin menjadi di kilometer 4.8 sekitar ketinggian 1091 mdpl, dengan dalih berhenti untuk memotret pemandangan :p akhirnya bisa tarik napas beberapa saat sambil ambil gambar nggoweser yang lain juga hehe. 700 meter perjalanan terakhir benar2 membuat kaki semakin berat untuk mengayuh sepeda. Untunglah ada kru kamerawan tipi local Bandung (PJTV) yang dengan setia terus mendokumentasikan perjalanan nggowes kami. Kenapa untung karena di tanjakan terakhir sebenarnya betis sudah meminta turun untuk menuntun sepeda tetapi di karenakan saya tepat di depan sorotan kamera tipi maka keinginan betis buat menuntun sepeda di kesampingkan terlebih dahulu demi gambar yang bagus buat kamerawannya hahahaha.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1224" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874999_DSC_8756.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1222" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874989_DSC_8741.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1221" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874984_DSC_8739.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1219" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874973_DSC_8701.JPG" alt="Caringin Tilu" /></a>
</p>
<p>Tepat di 5.5 KM dari titik awal tanjakan jalan Pasirlayung dan di ketinggian sekitar 1204mdpl sampai juga di tujuan. Dan tetap tujuan utama kami adalah warung hahaha, karena selain hobby sepeda kami pun hobby nongkrong di warung buat makan selepas cape bersepeda xixixi. Setelah sampai dan istirahat sejenak ternyata  kru tipi local Bandung tersebut gatal ingin mewawancara kami tentang suasana Caringin Tilu, sepertinya dia menunggu sambil memberi kesempatan kita buat istirahat baru minta wawancara hahaha.<br />
Akhirnya saya pun ngak bisa mendeskripsikan keindahan pemandangan caringin Tilu seperti apa .. biarlah photo2 disini yang mendeskripsikan seperti apa pemandangan di caringin tilu itu.  </p>
<p>Andai saja  kawasan ini lebih diperhatikan niscaya kawasan ini tidak kalah menarik di banding kawasan Dago atau Lembang dan parompongnya. Selain untuk menyebarkan kawasan wisata daerah Bandung yang tidak Lembang/Dago melulu , lokasi Cartil emang cocok sekali buat tempat berwisata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/12/sepeda-nggowes-ke-caringin-tilu-aka-cartil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Trek Cigending &#8211; Palintang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 23:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Cigending]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[polygon cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[SD Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam. Sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1217" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874906_DSC_8666.JPG" alt="" align="left" /></a>Palintang, Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang hanya berjarak 7.8 KM dari jalan raya Ujung Berung Bandung. Dengan jarak tersebut kita sudah bisa merasakan suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jejeran rumah-rumah panggung menambah ke khas-an suasana desa yang menyatu dengan alam. Sebuah desa yang berdiri di ketinggian kurang lebih 1441 meter di atas permukaan laut membuat udara sekitar desa ini sejuk di tambah gunung/bukit yang memunggungi desa tersebut selalu di selimuti oleh kabut membuat suasana pemandangan alam sekitar semakin redup dan seakan-akan membuat segala sesuatunya berjalan semakin melambat, semua beban pikiran seakan-akan tertarik oleh kabut sekitar dan menguap bersamaan dengan waktu.<br />
<span id="more-978"></span><br />
Berjalan sedikit keatas keluar dari desa Palintang ada lapangan yang lumayan luas yang di apit oleh pegunungan Palasari dan Manglayang, suasana hutan yang masih hijau memunggungi lapangan tersebut dan ke arah selatan melihat kebawah terlihat jejeran atap rumah desa palintang dan semakin kebawah ke arah selatan di kejauhan terlihat suasana kota yang berada di cekungan Bandung. Beberapa penduduk desa yang sudah lumayan berumur terlihat berjalan dengan perlahan-lahan tetapi pasti melintasi lapangan ini sambil menggendong gundukan rumput di punggungnya. Dan sangat lah tepat karena keindahan suasana alam sekitar nya itu, menjadikan lapangan ini sebagai tempat buat sekedar menarik napas para nggoweser yang kecapaian dan juga tempat bercengkrama dengan nggoweser lainnya.</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1211" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874866_DSC_8640.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1212" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874872_DSC_8653.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1214" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874886_DSC_8661.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1213" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874878_DSC_8659.JPG" alt="" /></a></p>
<p>Sabtu pagi 7 Januari 2012, kami bertiga berangkat dari daerah Cipadung dekat bunderan Cibiru kearah Alun-alun Ujungberung. Setelah 800 meter turun dari jalan ds.Cipadung ke jalan raya AH.Nasution, suasana jalan raya yg lumayan dipenuhi angkot dan bis membuat nggowes di jalan ini tidak menyenangkan <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi untunglah jalan raya yg harus di lalui hanya sekitar 2.7 KM saja, karena sekitar 3.5 KM dari posisi start, kami sudah sampai di sekitar alun-alun Ujungberung. Memasuki jalan Cigending jalanan sudah mulai menanjak dan sekitar 1.5KM dari alun alun Ujungberung sampailah di pertigaan antara Cinangka dan Tanjakan Panjang, kita ambil jalan Tanjakan Panjang. Dan seperti namanya tanjakan disini bener2 puannnjangggg. Dan setelah melewati kampung Tanjakan Puaaaaanjang tsb sambil ngos-ngosan dan beberapa kali istirahat akhirnya sampai di pertigaan jalan Palalangon Wetan, tepatnya 4.8 KM dari alun2 Ujungberung.</p>
<p>Tepat 6 KM dari alun2 UB, kami istirahat lumayan lama di warung pinggir jalan, dan setelah ngobrol sama ngooweser yang lain juga, ternyata di lapangan Palintang para tentara lagi ngadain upacara. Dan entah upacara apa, menurut nggoweser yg sudah sampe ke lapangan katanya tidak bisa di lewati karena masih upacara. Tapi beberapa saat kemudian belasan truk dan kendaraan kecil yang di tumpangi tentara muncul dari arah atas, yang menandakan kalau upacaranya sudah selesai. Akhirnya nggowes kami lanjutkan kembali walopun dengan kondisi betis yg semakin mengeras hehe.</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1207" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874846_DSC_8584.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1208" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874852_DSC_8588.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1209" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874856_DSC_8637.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1210" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874861_DSC_8639.JPG" alt="" /></a></p>
<p>Dan akhirnya di jarak 7.8 KM dari Ujungberung atau 11.3 dari awal posisi start, kami sampai juga di SD Palintang sebagai penanda kalau kami sudah sampai di kampung Palintang. Masih ada beberapa tentara sisa upacara di Palintang. Dengan sapaan ramah para tentara tsb mengajak untuk sekedar beristirahat dan mampir makan di warung dekat SD Palintang. Tetapi kami harus menolak karena kalo kebanyakan beristirahat di warung yang ada perut kami akan berat hehe. Dengan terlebih dahulu melewati tanjakan extrim untuk keluar dari kampung Palintang tersebut akhirnya 1 KM dari SD Palintang tadi kami sampai juga di lapangan tempat para nggoweser berkumpul.</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1216" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874897_DSC_8665.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1218" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874913_DSC_8674.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1215" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1326874892_DSC_8664.JPG" alt="" /></a></p>
<p>Agak sedikit takjub setelah melihat pemandangan sekitar di lapangan Palintang ini. Karena lapangan di punggungi oleh pegunungan yang ditutupi kabut, dan ada jalan kecil yg nanjak berkelok-kelok menuju pegunungan Palasari. Dan di arah sebaliknya atap perkampungan Palintang dan kota Bandung di kejauhan terlihat dengan jelas. Semoga keindahan dan keasrian hutan,gunung di sekitar palintang tetap terjaga dengan baik, karena sangat terasa sekali udara disini yang sangat sejuk dan segar bebas dari polusi. Setelah beberapa saat menikmati keindahan Palintang, akhirnya karena waktu sudah makin siang kami akhirnya turun kembali dengan rasa puas tersendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/02/01/sepeda-trek-cigending-palintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pangandaran All In One&#8230; Jalan2, Sepeda, Photography, Snorkeling</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Eastern Hills]]></category>
		<category><![CDATA[Eastern Hills Regency]]></category>
		<category><![CDATA[gowes pangandaran]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Pangandaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Pangandaran All in one &#8230; karena kali ini 4 hobby saya yg menjadi satu dalam satu event hehe &#8230; jalan2 ok, Sepeda iya, Photo2 , Snorkeling bisa .. walopun bersepeda tidak secape biasanya, dan photo2 tidak seoptimal kalo bener2 hunting photo, apalagi snorkeling cuman sekedar nyemplung tapi overall acaranya tetep seru hehe. Ini merupakan acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1115" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-962" title="1325052207_DSC_7933" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2012/01/1325052207_DSC_7933.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Pangandaran All in one &#8230; karena kali ini 4 hobby saya yg menjadi satu dalam satu event hehe &#8230; jalan2 ok, Sepeda iya, Photo2 , Snorkeling bisa .. walopun bersepeda tidak secape biasanya, dan photo2 tidak seoptimal kalo bener2 hunting photo, apalagi snorkeling cuman sekedar nyemplung tapi overall acaranya tetep seru hehe. Ini merupakan acara jalan-jalan pertama yg paling banyak melibatkan orang2 komplek di Eastern Hills Regency, Cipadung Bandung. Bravo buat panitia all event di EHR tanpa kerja keras panitia2 abadi tersebut acara ini tidak akan pernah terlaksanakan. Di tunggu trip2 berikutnya hehe.<br />
<span id="more-945"></span><br />
Postingan ini hanya sekedar dokumentasi photo2 acara nggoweser EHR jadi selamat menikmati &#8230;..</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1113" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052186_DSC_7825.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1112" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052172_DSC_7836.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1111" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052161_DSC_7860.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1110" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052135_DSC_7951.JPG" alt="" /></a></p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1109" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052123_DSC_8058.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1108" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052112_DSC_8059.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1106" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052081_DSC_8114.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1105" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052052_DSC_8069.JPG" alt="" /></a></p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1104" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052041_DSC_8220.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1102" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325052019_DSC_8180.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1100" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051983_DSC_8264.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1099" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051969_DSC_8256.JPG" alt="" /></a></p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1097" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051941_DSC_8295.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1096" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051918_DSC_8292.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1094" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051879_DSC_8282.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1093" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325051820_DSC_8308.JPG" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2012/01/09/pangandaran-all-in-one-jalan2sepedaphotographysnorkeling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Umang &amp; Oar, Kec.Sumur, Padeglang-Banten</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 07:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Oar]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Umang]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Kulon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Umang dan Pulau Oar merupakan dua pulau yg sangat berdekatan yang terletak di daerah kecamatan Sumur, kabupaten Pandeglang &#8211; Banten. Menurut angka yang ada di GPS Jakarta-Sumur berjarak 217km dari posisi kami start. Dan memakan waktu kurang lebih 5 setengah jam dengan jalan santai termasuk istirahat sekitar 45 menit di daerah Pandeglang buat sarapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1180" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053685_DSC_0423.JPG" alt="" align="left" /></a>Pulau Umang dan Pulau Oar merupakan dua pulau yg sangat berdekatan yang terletak di daerah kecamatan Sumur, kabupaten Pandeglang &#8211; Banten. Menurut angka yang ada di GPS Jakarta-Sumur berjarak 217km dari posisi kami start. Dan memakan waktu kurang lebih 5 setengah jam dengan jalan santai termasuk istirahat sekitar 45 menit di daerah Pandeglang buat sarapan pagi serta narsis poto2an di gerbang Taman Nasional Ujung Kulon <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dari Jakarta kami melalui jalan tol Kebon Jeruk ke arah Serang, keluar di pintu tol Serang Timur Km 71, di lanjutkan ke arah Pandeglang, Labuan, Panimbang, Citeureup, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu dan berakhir di Desa Sumur. Dari sini anda harus strict melewati beberapa tempat yang saya sebutkan, jangan pernah percaya kepada saran GPS untuk belok ketempat2 yang tidak di sebutkan diatas. Apalagi selepas Cibaliung-Sumur seakan2 GPS sok tahu untuk menunjukan arah ke jalan yg sesat, mungkin dia menyarankan rute terpendek tapi tidak pernah melihat kondisi jalan seperti apa. Dari Cibaliung ikuti saja jalan Raya Sumur yang akan menuntun anda ke kec.Sumur Pandeglang.<br />
<span id="more-922"></span></p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1182" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053715_DSC_0399.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1181" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053705_DSC_0401.JPG" alt="" /></a><br />
Gerbang Taman Nasional Ujung Kulon</p>
<p>Jam 5.30 pagi kami start dari daerah Sudirman Jakarta, mampir ke tangerang buat jemput teman. Â Dari Jakarta sampai ke Labuan kami masih tetap mempercai petunjuk GPS, apalagi ketika di kota Serang dan Pandeglang. Jalanan sangat lancar, ketika keluar pintu tol Serang Timur suasananya masih pagi. Beberapa saat kemudian kota Serang-pun sudah berada beberapa kilometer dibelakang kami. Dan arah mobil menurut GPS terus ke arah kota Pandeglang, lagi2 ketika sampai ke kota Pandeglang GPS lah yang menuntun kami keluar dari suasana kota dan masuk ke jalan Raya Labuan. Posisi jam kalau ngak salah masih jam 7.30-an atau 8.00 dan kondisi perut salah satu temen saya sudah teriak ingin di isi. Dan di jalan Raya Labuan ini kami istirahat di warung kecil pinggir jalan buat sarapan pagi dengan mie instant sekitar 45 menit. Beberapa saat kemudian posisi pantai selat sunda sudah berada di sisi kanan kami. Dan tidak terasa kami sudah sampai ke daerah Panimbang. Dari Panimbang menuju pertigaan Tj.Lesung dan Sumur kami disambut jalan beton yang besar lurus dan mulus. Masih sedikit mobil yang hilir mudik di jalur ini sehingga saya bisa memacu mobil yang saya kendarai lebih kencang. Selepas pertigaan tj.Lesung (lurus) dan Sumur (belok kiri) maka kondisi jalan mulai agak rusak tetapi masih tidak terlalu parah .. dan tidak merepotkan kami meskipun kami memakai mobil Yaris yg pendek. Â Kondisi rusak tersebut ada di beberapa titik dan tidak terlalu panjang. Setelah melewati titik2 jalan yg rusak dan cigeulis pun terlewati akhirnya kami sampai di Cibaliung. Dari sini jangan pernah mempercayai saran dari GPS (lebih tepatnya selepas pertigaan tj-lesung sumur) karena GPS seperti halnya google map akan menyarankan kita ke jalur terpendek bukan ke jalur jalan raya yang semestinya. Pokoknya dari Cibaliung harus teguh mengikuti jalan raya utama yaitu jalan Raya Sumur Â walopun GPS menyarankan belok ke sana kemari. Beberapa saat dari Cibaliung kami sampai ke gerbang pintu Taman Nasional Ujung Kulon, ngak kuat buat narsis akhirnya kami muter balik untuk bernarsis ria sebentar di pintu gerbangnya hehe, dan akhirnya jam 11 siang kami sampai di tempat parkir/penitipan mobil atau Pos penyebrangan ke pulau umang.</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1204" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054071_DSC_0586.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1174" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053636_DSC_0447.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1175" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053647_DSC_0443.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1164" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053576_DSC_0588.JPG" alt="" /></a><br />
Pulau Umang</p>
<p>Pulau Umang dilihat dari sisi ini kelihatan kumuh dan menurut saya terlalu dekat ke pulau Jawa, tetapi sebaliknya ketika sampai ke pulau umang dan melihat pulau jawa hmmm pemandangannya benar2 keren. Setelah kurang lebih 5 menit menyebrang ke Pulau Umang dan di sambut dengan ramah sama pegawai disana sekilas saya melihat kondisi resort di sisi luar Â sedikit kurang terawat walopun ketika masuk jauh lebih terawat dan bersih. Setelah istirahat sejenak di lobby akhirnya kami di antarkan ke villa yg kami sewa. Tidak semua villa terawat dengan baik, hanya beberapa vila saja yang masih kelihatan ok. Kami kebetulan mendapatkan posisi vila di vila sunrise yang sebenarnya kurang tepat disebut sunrise karena posisi vila sunrise ini justru berada di sebelah Utara dan vila sunset di sebelah selatan hehe. Dan ternyata vila sunrise jauh lebih asik pemandangannya di banding vila sunset. Kenapa asik karena di depan vila sunrise langsung ada pantai yang berpasir (walopun berkarang) .. kalo di vila sunset ngak ada pantai langsung menghadap laut yg di batasi oleh pembatas tembok.</p>
<p>Setelah sekian lama kami tidak menyelam dan ber-snorkeling, melihat suasana laut bawaanya ingin langsung nyebur. Tapi saya tahan dulu buat kasih kesempatan kepada otot2 di badan saya yg lumayan lelah setelah menyetir dari Jakarta, juga karena posisi matahari yg sangat2 terik membuat keinginan nyebur di laut agak tertahan. Setelah makan siang dan istirahat tiduran sebentar sambil nunggu matahari tidak terlalu panas, akhirnya keinginan buat nyebur di laut terlaksanakan juga hehe. Rush guard, Masker + Snorkel, Fin dan Sarung tangan sudah terpasang dengan rapi .. tanpa menunggu lebih lama langsung terjun ke laut. Pertama agak kaget karena beberapa meter dari bibir pantai banyak banget karangnya dan juga sangat dangkal itu menyulitkan sekali apalagi yang cuman ingin main air saja di bibir pantai di jamin nyesel hahaha karena berbeda dengan suasana pasir pantai umumnya. Â Tetapi selepas beberapa meter di hadang terumbu karang yg tajam2 dan dangkal akhirnya sampai juga ke tempat yng dalam dan saya cukup surprise melihat kondisi terumbu karang disini yg masih terawat dengan baik walopun di beberapa titik sudah rusak dan ada sampah tapi over all ok banget. Jauh lebih ok di banding ketika saya snorkeling di Nusa Lembongan Â Bali Â dan apalagi kalo di bandingkan waktu sy nyelam di Tanjung Benoa bali jauuuuuh banget hehe. Setelah puas dan cukup lelah ambil gambar underwater akhirnya saya naik ke darat dan lagi2 perlu extra hati2 untuk naik ke darat karena terumbu karang yg dangkal dan sangat tajam2 . Beruntung saya menggunakan sarung tangan walopun di kaki lumayan banyak goresan2 dan ada sedikit cucuran darah bekas tergores sama terumbu karang. Setelah me-review beberapa gambar yg saya ambil di bawah ternyata banyak sekali softcoral dan Â clown fish beserta anemonya bertebaran di mana-mana. Awalnya saya under estimate dengan suasana terumbu karang disini yg ternyata saya salah memprediksi &#8230; padahal kondisi terumbu karangnya keren.</p>
<p align="center"><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1202" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054002_IMG_5956.jpg" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1201" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053995_IMG_5931.jpg" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1200" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053989_IMG_5924.jpg" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1199" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053975_IMG_5610.jpg" alt="" /></a><br />
Bawah Laut Pulau Umang &amp; Oar</p>
<p>Setelah bersih2 dan mandi ketika makan malam kami lumayan terkejut dengan porsi makan yang benar2 jumbo buat berempat hehe sampai2 setelah makan malam tidak sempet untuk ngemil hehe. Suasana makan malam lumayan ok.. Â ada di luar ruangan di temani oleh organ tunggal yg dengan rayuan penyayinya bisa mengajak 2 temen saya ikut bernyanyi hehe. Setelah acara makan malam di bubarkan oleh gerimis, akhirnya kami istirahat karena esok harinya akan bermain full day. Â Pagi harinya .. pagi2 banget masih tetap melaksanakan ritual snorkeling di laut hehe tetapi kali ini visibilitynya kurang , mungkin karena arus masih kenceng. Dan setelah siap2 buat main ke Pulau Oar, pulau yg tetanggaan sama pulau umang, kami lagi2 di kasi sarapan yg extra jumbo ..  kali ini kami santap banyak karena buat persediaan seharian berenang di laut hehe. Â Cuma butuh beberapa menit untuk sampai ke Pulau Oar dari pulau Umang. Setelah sampai dan melihat pasir putih tanpa banyak basa-basi kami berempat gerombolan yang maniak snorkeling langsung menyebur ke tengah laut dan berenang kesana kemari. Kondisi terumbu karang/coral disini lagi2 membuat kami terkaget2 karena jauh terawat dengan baik dan lagi2 di buat surprice karena hamparan soft coral yang luas seakan akan menyelimuti lautan. Setelah beberapa kali bolak balik naik turn, naik turun akhirnya kecapean juga dan istirahat sebentar. Dan tidak lupa buat keliling melihat keadaan pulau oar seperti apa. Setelah cukup puas akhirnya kami harus balik ke pulau Umang buat makan siang. Sampai pulau umang kami tidak makan langsung tapi berenang dulu di kolam hehe dan ketika makan siang semua baju renang masih menempel basah di tubuh hehe. Ngak peduli di lihatin orang yg penting enjoyyyyy. Saking maniaknya main air habis makan siang nyemplung lagi ke kolam hahaha. Setelah lumayan lelah akhirnya kami balik ke villa untuk istirahat memulihkan kondisi tubuh buat snorkeling lagi di sore harinya hehehe. Â Setelah istirahat sesaat, sore harinya kembali terjun kelaut hehe tapi kali ini tidak terlalu lama karena saya ingin ambil gambar2 sunset di pulau umang.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1205" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054087_DSC_0634.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1188" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053802_DSC_0699.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1194" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053847_DSC_0647.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1185" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053780_DSC_0714.JPG" alt="" /></a><br />
Pulau Oar
</p>
<p>Setelah sunset lewat .. Â dan makan malam Â dengan suasana yg berbeda dibanding makan malam kemaren. Suasana makan malam kali ini mengingatkan saya ke suasana makan malam di Jimbaran. Kalau saja ada pesawat seperti pesawat yg lagi turun/naik di Bandara Ngurah Rai .. niscaya orang2 akan berfikir lagi di Jimbaran Bali hehehe.</p>
<p>Setelah kekenyangan karena makan malam yg jumbo kami langsung istirahat karena esok harinya mau langsung check-out agak pagian. Â Resort ini cukup memuaskan buat penggemar aktifitas di laut tapi kurang maksimal kalau cuma di nikmati diatas pulau saja. Dan kategori pantai yang bagus bagi saya sekarang bertambah, selain keindahan pantainya yang penting pantainya bisa buat berenang dan snorkeling hehe. Rasanya kurang OK kalo ada pantai yang pemandangannyaÂ keren Â tetapi ngak bisa buat berenang atau snorkeling :p.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1206" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054098_DSC_0797.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1203" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325054062_DSC_0014.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1155" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053459_DSC_0794.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1154" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1325053453_DSC_0796.JPG" alt="" /></a><br />
Senja Di pulau Umang
</p>
<p>Ada beberapa info di beberapa blog orang yang mungkin sudah tidak valid , dan info yg akan saya sebutkan juga bisa juga akan tidak valid dalam kurun beberapa waktu kedapan. Jadi saya kasih note kalo info yang saya tulis adalah kejadian di bulan Nov 2011, yaitu :</p>
<ul>
<li>Isu : Pom bensin pertamax menurut isu cuman ada di Serang</li>
<ul>
<li>Realita : ternyata kurang tepat , karena setelah cibaliung pun kami menemukan pom bensin yang menyediakan Pertamax, Jadi buat orang2 yg tidak ingin menggunakan fasilitas subsidi BBM pemerintah jangan kawatirkan masalah Pertamax.</li>
</ul>
<li>Isu : Banyak blog yang setidaknya akan mengurangi niat orang2 yang akan pergi ke daerah Sumur di karenakan jalan yang jelek dan sampai ada beberapa warning jangan pernah menggunakan sedan untuk sampai kesana.</li>
<ul>
<li>Realita : Di beberapa titik jalan rusak tapi masih dalam kondisi wajar itupun tidak panjang, tidak serusak ketika terakhir saya jalan ke Ujung Genteng. Di Nov 2011, kami bahkan kesana menggunakan mobil pendek Yaris diisi oleh 3 orang yang gede2 + 1 orang agak kecil hehe + bagasi yang full. Dan sama sekali tidak ada kendala, so buat yang mempunyai mobil sedan jangan kwatir tidak sampai. Â &lt;&#8211; sekali lagi tulisan ini sy buat di Nov 2011, mungkin beberapa tahun kedepan sudah tidak valid apakah jalan akan lebih bagus atau lebih jelek.</li>
</ul>
<li>Isu : jalan kecil berkelak-kelok + naik turun</li>
<ul>
<li>Realita : Yup betul jalan agak kecil dan berkelak kelok naik turun itupun ngak sepanjang perjalanan seperti itu .. tp lagi2 ini masih dalam taraf wajar dan bukan sesuatu yang memberatkan perjalanan. Jalan tersebut tidak lebih kecil dari jalan ketika ke Pelabuhan Ratu, atau Ujung Genteng, atau Pamengpeuk Garut atau Karang Bolong pantai ayah Kebumen. Â Bahkan tingkat kesulitan kelak kelok naik turunya jauh lebih beradab di banding tanjakan Â di jalur Rancabuaya-Ciwidey, atau Pelabuhanratu-Bayah atau bahkan kampung Toga Sumedang. Kelak-kelok naik turunnya bukan bandingan 3 tempat yang saya sebutkan tadi.</li>
</ul>
<li>Isu : Bawa makanan yang banyak buat di pulau.</li>
<ul>
<li>Kami benar2 termakan oleh isu ini. Kami menyiapkan makanan camilan dan berat yang banyak kalau2 di pulau kelaparan. Tapi ternyata (setidaknya) paket yang saya ambil ternyata full of meal &#8230; Â porsi makannya buaaaaanyak bangeddd sampe2 ngak bisa ngemil saking kenyangnya. Air aqua botol besar yang kami bawa dari pulau jawa akhirnya balik lagi ke pulau jawa karena disanapun air bukan menjadi isu hahaha.</li>
</ul>
<li>Isu : Makanan di pulau Umang mahal ..</li>
<ul>
<li>Hahahaha kalo ini bener jd mendingan pilih paket yg sudah include makan jadi ngak pusing beli makanan tambahan.</li>
</ul>
<li>Isu : pantainya banyak karang jadi susah buat berenang.</li>
<ul>
<li>BETUL &#8230; pantainya banyak karang .. buat yang cuman main2 air dan berharap main dengan pasir putih seperti pantai kebanyakan pasti akan tidak senang karena banyak karang yg mengganggu. Tapi kalau berenang agak ke tengah wooowww terumbu karangnya keren2Â dan ini Â justru menjadi nilai plus buat kami yg maniak snorkeling. Sehari 3 kali kami snorkeling ketengah laut di depan villa .. pagi, siang dan sore hahaha sampai2 baju renang sy seharian ngak lepas. Dan pemandangan bawah lautnya bisa dikatakan salah satu terbaik yg pernah saya lihat setidaknya mirip2 dengan yang di Karimunjawa. Bahkan kumpulan ikan disini adalah kumpulan ikan terbanyak yang pernah saya lihat selama berenang di laut.</li>
</ul>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/12/28/pulau-umang-oar-kec-sumur-padeglang-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Oray Tapa &#8211; Desa Mekarmanik, Cimenyan</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 13:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Perkemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Cimenyan]]></category>
		<category><![CDATA[Cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Garung]]></category>
		<category><![CDATA[Manglayang]]></category>
		<category><![CDATA[Mekarmanik]]></category>
		<category><![CDATA[Oray Tapa]]></category>
		<category><![CDATA[polygon]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Oray Tapa merupakan salah satu Bumi perkemahan di sekitaran Bandung timur yang tidak seramai dan seterkenal Bumi Perkemahan Ranca Upas atau Cikole Lembang atau bahkan KiaraPayung, sepertinya beberapa Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur tenggelam dengan nama2 besar bumi perkemahan Bandung Utara atau Selatan. Padahal secara letak geography Bumi perkemahan yang berada di Bandung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953567_DSC_7757.JPG" target="_blank"><img align="left" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953567_DSC_7757.JPG" class="frame"></a> Oray Tapa merupakan salah satu Bumi perkemahan di sekitaran Bandung timur yang tidak seramai dan  seterkenal Bumi Perkemahan Ranca Upas atau Cikole Lembang atau bahkan KiaraPayung, sepertinya beberapa Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur tenggelam dengan nama2 besar bumi perkemahan Bandung Utara atau Selatan. Padahal secara letak geography Bumi perkemahan yang berada di Bandung Timur benar2 dekat dengan pusat kota. Dan walaupun dekat dengan pusat kota tetapi suasana ketinggian dan hutan yang masih sejuk di tambah view kota bandung yang menawan  menjadikan menjadikan Oray Tapa nilai plus sendiri.  Berdasarkan angka GPS yg ada di gadget saya ketinggian gerbang Oray Tapa berada di titik 1279 meter diatas permukaaan laut dan lokasi Latitude di angka -6.8573211 serta Longitude di angka 107.6932883. Tidak heran suasana sejuk menyelimuti daerah ini.<br />
<span id="more-898"></span></p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1087" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953536_DSC_7784.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1085" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953477_DSC_7735.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1082" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953405_DSC_7743.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1081" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953385_DSC_7745.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1084" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953461_DSC_7738.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1072" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953187_DSC_7816.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Dan sekarang giliran Oray Tapa yang akan di sambangi sepeda saya hehe. Berbeda dari hari &#8216;wajib&#8217; jalan-jalan tim-nya nggoweser Eastern Hills yang biasa hari minggu pagi. Kali ini di luar jadwal dan dilaksanakan sabtu pagi. Karena perbedaan jadwal tersebut maka  tidak semua tim ikut.  Kenapa berbeda ??? &#8230; Karena Kru nggoweser EH sabtu malam ada tambahan extra kurikuler yaitu main bulu tangkis sampe gempor :p. Dan saking gempornya, minggu paginya kru yg ikut nggowes jadi susah bangun jadinya nggowes minggu pagi di trek yg  dekat2 hahaha. Jadilah mencoba nggowes di sabtu pagi karena ingin mencoba trek yg &#8216;agak&#8217; jauhan dikit hehe.</p>
<p>Jam 6.30 pagi saya sudah ready tetapi berangkat  dari rumah sekitar jam 6-an. Kali ini ngak sempet sarapan roti atau sereal karena kepagian, jadi masih dalam kondisi perut kosong langsung nggowes. Turun dari Eastern Hills di jalan ds.cipadung ke arah jalan AH. Nasution lalu berbelok kanan ke arah Ujung Berung, dan kurang lebih 3.5km sampai di pasar ujung berung.  Terus menuju arah cicaheum dan ketika angka di GPS menunjukan kilometer 6.1 tibalah di pertigaan jalan AH.Nasution &#8211; Arcamanik Sindanglaya. Dari sini belok kanan ke arah jalan Arcamanik-Sindanglaya, jalan masih tidak terlalu menanjak tetapi beberapa ratus meter kemudian jalan mulai menanjak, tidak curam tapi tidak ada ujungnya :p. </p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1080" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953369_DSC_7760.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1086" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953510_DSC_7767.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1074" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953227_DSC_7806.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1077" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953296_DSC_7787.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Nanjak terus dan beberapa saat kemudian istirahat sebentar tarik napas dan nanjak lagi ..kira2 seperti itulah kondisi jalan menuju oray tapa. Tanjakannya Oray Tapa  tidak securam tanjakan panjang di Cigending Ujung Berung atau tanjakan Batu Kuda tetapi tanjakan di sini konsntan dan sangat panjang, untunglah dibantu oleh kondisi jalan aspal yg mulus. Setalah tanya beberapa kali ke orang sekitar karena takut salah jalan, akhirnya sampai kita di ujung jalan aspal dan mulai memasuki jalan makadam. Dan trek ini benar2 menguras tenaga di paha saya, beberapa ratus meter menuju pintu gerbang Oray Tapa jalan semakin tidak karuan. Dan akhirnya ketika tiba di pintu gerbang masuk Bumi Perkemahan Oray Tapa , angka di GPS menunjukan kilometer 13.7. Artinya sekitar kurang lebih 7.6km panjang tanjakan konstant yg harus di lalui.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1073" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953213_DSC_7812.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1076" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953273_DSC_7798.JPG" class="frame"></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1079" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953338_DSC_7775.JPG" class="frame"></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1078" target="_blank"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1319953317_DSC_7776.JPG" class="frame"></a>
</p>
<p>Sampe di atas saking laparnya 5 biji gehu mang Ako langsung habis hehe. Dan ternyata nggowes dalam keadaan perut kosong benar2 tidak mengenakan. Apakah karena sugesti belum sarapan atau emang cape banget tapi yg pasti jalur ini cukup membuat paha dan betis keras. Tetapi sampai di atas yang ada kepuasan karena bisa melihat pemandangan yang keren banget. Hamparan kota Bandung dari ketinggian dan suasana yang sejuk benar2 melupakan kelelahan yg menghiggapi saya.</p>
<p><iframe src="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=hITJc2SjPQ0&#038;width=300&#038;height=400" width="580" height="700" frameborder="0" scrolling="no"></iframe><br />
Setelah beristirahat dan 5 gehu abis maka di putuskan untuk balik lagi &#8230; dan kali ini ketika turun, saya benar2 menikmatinya.  Mungkin ini jalur turunan sepeda ternikmat yang pernah saya coba hehe. Setelah beberapa ratus meter melewati jalan yang hancur lalu masuk ke jalan aspal yang mulus dan berkelak-kelok turun terus membuat laju sepeda lumayan kenceng sampai menyalip beberapa sepeda motor di depan. Setelah melewati turunan tadi,  membuat saya sampai bertanya dalam hati kalo tadi pagi benar2 kelelahan karena emang nanjaknya jauh banget hehe. Dan wajar ketika nggowes nanjak sampe bertanya koq ngak ada ujungnya hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/10/30/sepeda-oray-tapa-desa-mekarmanik-cimenyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Garung &#8211; Cipulus &#8211; Cipadung (Bandung Timur)</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 09:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[Cipulus]]></category>
		<category><![CDATA[Cozmic]]></category>
		<category><![CDATA[Garung]]></category>
		<category><![CDATA[Manglayang]]></category>
		<category><![CDATA[polygon]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Trek sepeda yang sangat pendek tapi lumayan menguras tenaga karena selain tanjakan yang ok juga dilengkapi dengan kondisi jalanan yang berbatu dan batunya yg segede2 gaban menambah tingkat kesulitan dalam mengayuh sepeda dan jangan sampai terpeleset atau jatuh karena sayang sepedanya selain badan anda yang bonyok hehe. Kalaulah kondisi jalannya rata walopun bukan aspal dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=994' target=_blank><img align=left class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173208_DSC_6511.JPG'></a>Trek sepeda yang sangat  pendek tapi lumayan menguras tenaga karena selain tanjakan yang ok juga dilengkapi dengan kondisi jalanan yang berbatu dan batunya yg segede2 gaban menambah tingkat kesulitan dalam mengayuh sepeda dan jangan sampai terpeleset atau jatuh karena sayang sepedanya  selain badan anda yang bonyok hehe. Kalaulah kondisi jalannya rata walopun bukan aspal dan tidak berbatu seperti itu sebenarnya trek ini biasa-biasa saja. Lokasi ngowes kali ini masih sekitaran Bandung Timur tepatnya di kaki Gunung Manglayang, dan jalan Garung sendiri bisa di akses dari beberapa tempat dan salah satunya dari jalan ds Cipadung. Start dari komplek rumah jl. Ds Cipadung kurang lebih 1 KM dari jalan utama Jl. AH. Nasution. Melaju dari Cipadung-Sukaluyu-Jadaria dan tidak terasa 2,1 KM pertama berdasarkan hitungan GPS, kiri kanan masih jalan kampung yang di penuhi rumah2 penduduk. Pas di kilometer tersebut ketika mau memasuki jalan Garung langsung di hadang tanjakan yg cukup curam tetapi tidak panjang kurang lebih 200M saja, dan kondisi jalan di tanjakan masih bagus.<br />
<span id="more-690"></span><br />
Di ujung tanjakan jalan sudah mulai keriting, rumah2 penduduk sudah menghilang di gantikan sama kebun dan ladang. Beberapa ratus meter terus mengayuh kondisi jalan semakain tidak ada bentuknya batu2 yang menonjol dari jalan sangat menggangu sekali, karena selain posisi batu yang tidak beraturan juga  karena ukuran batunya yg gede2. Tetapi pemandangan gunung Manglayang di depan mata dan hamparan kota Bandung, tepatnya Gede Bage di belakang sepeda serta kiri kanan kebun dan ladang penduduk yang keren,  membuat kondisi jalan yang keriting tidak ada apa-apanya. Tetapi ingat seindah dan sekeren pemandangan  tersebut tetap tidak bisa membantu napas dan lutut saya semakin kuat hehe.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=999' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173308_DSC_6494.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=997' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173272_DSC_6504.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=996' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173253_DSC_6505.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=995' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173222_DSC_6510.JPG'></a>
</p>
<p>Di kilometer 3.4 dari posisi start, rumah2 khas penduduk kampung bermunculan kembali, tetapi tidak sepadat di 2 kilometer pertama. Rumah2 penduduk masih jarang dan di selang-selingi oleh kebun dan ladang. Di Kilometer 4 rumah penduduk lumayan padat, dan kurang lebih 500 meter berikutnya tepat ada pos ronda dan pertigaan, dimana lurus menuju ke Batu Kuda Manglayang dan kiri menuju jalan terusan palasari. Kami ambil jalur kiri ngikutin jalan Cipulus menuju jalan terusan Palasari. Dan tepat di kilometer 5 ada pertigaan yang ada warungnya, kalo lurus terus ngikutin jalan Cipulus kalo kiri turun menuju jalan Terusan Palasari. </p>
<blockquote><p>Warung ini biasanya jadi tempat tujuan saya kalo bersepeda sore hari tetapi dengan trek Cipadung-Terusan Palasari dan berhenti di Warung ini .. lalu turun dengan jalur yang sama. Walupun amat sangat pendek tetapi buat nggowes sore hari lumayan ok karena tanjakannya juga lumayan membuat betis keras.
</p></blockquote>
<p>Kembali ke trek yang tadi setelah dari warung ini kami ambil kiri dan turunan lumayan tajam berkerikil langsung menyambut kami. Mungkin karena jalan yang berkerikil pemakain rem agak sulit di kontrol karena setiap kali nge-rem yg kuat dan mendadak ban akan selip dan sepeda tetap melaju walopun ban dalam posisi tidak berputar hehe. Hamparan kota Bandung di depan mata tidak di hiraukan karena kondisi yang focus di turunan. Tetapi akhirnya saya gatal juga melihat pemandangan di depan yang keren,  saya berhenti sebentar sekedar untuk ambil gambar saja hehe.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=993' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173184_DSC_6517.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=992' target=_blank><img  class=frame src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173173_DSC_6522.JPG'></a>
</p>
<p>Dari warung di pertigaan tadi sampai dengan warung bandrek di dekat SMA Krida Nusantara berjarak kurang lebih 1.7 km dan kondisi jalan yang turun terus. Selepas warung bandrek disini kerumunan orang pasar kaget menyambut kami. Karena di daerah sini setiap minggu pagi selalu menjadi arena pasar kaget yang lumayan ramai. Dan biasanya kami istirahat dan makan di area pasar kaget ini. Dan setelah istirahat dan makan, lalu turun kembali dan balik ke komplek rumah yang kurang lebih sekitar 9.1km untuk mengitarin track itu. Yang saya suka dari trek ini adalah jalurnya yang memutar sehingga jalur berangkat sama pulang tidak sama.</p>
<p><iframe src="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=lu1RndtSBtU&#038;width=560&#038;height=600" width="560" height="600" frameborder="0" scrolling="no"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/17/sepeda-garung-cipulus-cipadung-bandung-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujung Genteng, Pangumbahan, Amanda Ratu &amp; Curug Cikaso</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 10:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Amanda Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Cibuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Cikaso]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gula Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Mama's Losmen]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Ujunggenteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Trip ini sebenarnya sesuatu yang emosional bagi saya, 13 tahun yang lalu itulah terakhir saya menginjakan kaki di Ujung Genteng dan cerita nya ada disini. Dan sekarang perjalanan itu ingin saya ulang dengan kondisi yang berbeda tentunya. Dulu kami benar2 berpetualang keluar masuk hutan dan perkebunan melalui jalur offroad yang sama sekali tidak tidak tercantum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1052' target='_blank'><img class='frame' align='left' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195858_DSC_7152.JPG'></a> Trip ini sebenarnya sesuatu yang emosional bagi saya, 13 tahun yang lalu itulah terakhir saya menginjakan kaki di Ujung Genteng dan cerita nya ada <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/" title="Ujung Genteng 13 tahun yang lalu" target="_blank">disini</a>. Dan sekarang perjalanan itu ingin saya ulang dengan kondisi yang berbeda tentunya. Dulu kami benar2 berpetualang  keluar masuk hutan dan perkebunan melalui jalur offroad yang sama sekali tidak  tidak tercantum di peta. Tetapi sekarang jaman sudah berubah, dulu perjalanan ditemani Toyota Land Cruiser yang tangguh sekarang cukup dengan Toyota Avanza hehehe. Dulu dengan berbekal kamera SLR Nikon temen saya yang masih pake Film, sekarang berbekal kamera DSLR Nikon. Dulu perjalanan mengandalkan peta lipat kabupaten Sukabumi dan Cianjur yang di beli di Gramedia , sekarang semuanya jauh di permudah dengan berbekal GPS yang sangat membantu. Dulu kami berempat sebagai teman kuliah emang berjiwa petualang ingin melihat sisi lain jawa barat yang belum tersentuh, tetapi sekarang semuanya lain, kali ini saya berangkat sama keponakan dan kakak saya dengan tujuan untuk berwisata guna mengisi waktu liburan anak sekolah hehe.<br />
<span id="more-787"></span><br />
Jumat pagi saya sudah berkoordinasi dengan tim yang dari Bandung guna menanyakan kesiapan kendaraan dan lain2nya. Semuanya serba mendadak, dari persiapan mobil, orang2 yang mau ikut, serta tidak ada kepastian penginapan semuanya didadak di hari jum&#8217;at pagi. Karena niat itu sesuatu modal yang paling berharga dalam melakukan perjalanan maka  semua kendala yang bisa menghalangi perjalanan ini terlewati. Kepastian total personel yang mau ikut didapat setelah jam 3 sore hehe. Saya sendiri pulang kerja dari jakarta pakai Travel jam 4 sore, dan sampai di rumah orangtua saya sekitar jam 8 malam. Saya sendiri benar2 tidak mempersiapkan segala sesuatunya, sampai rumah ortu hanya mandi dan makan serta istirahat sebentar, kami pun langsung berangkat sekitar jam 9.15 malam itupun menuju rumah saya di daerah Cipadung untuk mengambil perlengkapan kamera dan persediaan pakaian saya hehe. Moral point yang di dapet adalah segala sesuatu yang di rencanakan selalu gagal terlaksana karena Niat yang kurang hehe &#8230; kalo niat sudah bulat walopun tidak ada rencana sama sekali, itu tidak akan mengurungkan perjalanan yang sudah ada di benak kita hehe.</p>
<p>Sekitar jam 10 malam  perjalanan dimulai dan start dari Cipadung Bandung mengarah ke pintu tol Buah Batu. Berapa saat kemudian keluar dari pintu tol padalarang dan melaju sampai di Cianjur. Di Cianjur kota agak sedikit tersesat mencari jalan arah Sukabumi hahahaha dan terselamatkan oleh GPS di hp saya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Setelah menemukan jalan keluar dari Cianjur menuju Sukabumi tidak terasa pula sampai di Sukabumi, dan  sedikit tersesat  (lagii) untuk mencari jalan keluar dari Sukabumi kota menuju daerah selatan Sukabumi. Again &#8230; GPS lah yang menuntun kami keluar dari Sukabumi kota hahahaha. Sebenarnya jalur yang akan di ambil kami adalah jalur Cikembar tetapi karena sebelum Cikembar tepatnya di pasar pangleseran (atau sekitar 125KM dari arah kami start kalau kata GPS) kami melihat petunjuk arah jalan kalau arah Surade &#038; Jampang Kulon belok disini kami pun akhirnya belok kiri di pasar pangleseran dan ternyata ini adalah keputusan yang salah &#8230; amat sangat salah sekali karena jalan di sini jauh lebih ancur di banding lewat Cikembar .. kenapa kami bisa menilai seperti itu karena ketika pulang dari Ujung Genteng secara tidak sengaja kami mengambil jalur Cikembar dan jalannya sangat bagus. Jadi bagi yang mau ke Ujung Genteng dari Sukabumi kota jangan tertipu penunjuk jalan di pasar pangleseran &#8230;.tetap dengan jalur Cikembar, jangan pernah belok kiri di pasar pangleseran. Setelah melalui jalan yg sangat jelek tidak terasa posisi kilometer di GPS saya sudah menunjukan angka 176 KM dan tepat berada di pertigaan Kiara Dua, yaitu pertigaan antara jalur yang dari pelabuhan ratu dan sukabumi menyatu menjadi satu ke arah jampang kulon. Jalan dari Kiara Dua menuju Jampang Kulon kadang bagus kadang juga jelek dan tidak terasa juga Jampang Kulon sudah terlewati dan tepat di pertigaan antara ke Surade dan Tegal Buleud kilometer di GPS sudah menunjukan angka 207KM. Kami pun tetap lanjut dan Surade pun terlewati, tepat jam 4 subuh kami sampai di pasar ikan/dermaga nelayan Ujung Genteng dengan posisi kilometer di GPS menunjukan angka 231KM. Kurang lebih 6 jam perjalanan dari Bandung sampai juga di Ujung Genteng.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1064' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196034_DSC_6905.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1024' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195515_DSC_6897.JPG'></a>
</p>
<p>Jam 4 subuh kami keliling mencari penginapan, pondok hexa dan villa mang Ujang sudah penuh. Mama&#8217;s losmen penginapan berikutnya yang saya tuju tidak ketemu karena suasana gelap dan plang nama yang kecil. Akhirnya kami menuju Cibuaya sekitar 2km dari pasar ikan Ujung Genteng. Kami pun mendapatkan tempat beristirahat yang cukup bersih walopun cuman satu kamar. Tapi itu lebih dari cukup buat kami yang hanya akan beristirahat beberapa jam saja karena siangnya saya sendiri tetap akan mencari penginapan Mama&#8217;s Losmen yang banyak di rekomendasikan orang karena faktor kebersihannya.</p>
<p>Setelah beristirahat yang cukup singkat jam 7 saya sudah mulai menikmati pemandangan pantai dan muara di Cibuaya. Tidak ada yang sepesial di sini. Suasana pantai selatan pada umumnya yang berombak besar tergambarkan disini. Walopun terjangan ombak besar tersebut tidak sampai ke bibir pantai karena pecah terlebih dahulu di gugusan batu karang di depan pantai. Sekilas kondisi ini mengingatkan saya ke Pantai Sayang Heulang di Pamengpeuk Garut, dimana ombak besar sudah pecah terlebih dahulu di sambut oleh gugusan karang hitam yang kokoh dan pecahan ombak tersebut tidak pernah di kasih kesempatan untuk sampai ke bibir pantai, tetapi menurut pendapat pribadi saya di pantai sayang heulang suasana lebih asik dan pemandangan lebih bagus di banding pantai Cibuaya ini. </p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1070' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196139_DSC_6821.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1059' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195942_DSC_6836.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1069' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196130_DSC_6827.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1060' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195951_DSC_6852.JPG'></a>
</p>
<p>Sekitar jam 10 pagi kami pun hunting buat sarapan pagi (atau makan siang kali yah hehe), dan suatu kekurangan pariwisata disini adalah dalam hal makanan. Cukup susah kami kesana kemari sampai ke tempat pasar ikan guna mencari penjual bakar ikan. Tetapi tidak kami temukan, yang ada hanya warung2 bakar ikan yang kosong tidak menjual apapun. Akhirnya sekitar tengah hari kami balik lagi ke Cibuaya karena justru orang2 yang berjualan bakar ikan ada di situ hehe. Dengan rasa makanan yang seadanya kalo tidak di sebut kurang enak hehe tapi itulah makanan yang bisa kami dapatkan. Setelah itu kami pindah tempat menginap dari Cibuaya ke Mama&#8217;s Losmen sebelah Pondok Hexa. Dan beruntung kami masih kebagian 2 kamar kosong yang satu AC yang satu tidak ber AC. Dan benar kata kebanyakan orang, walopun secara fisik bangunan penginapan ngak sepecial tetapi kebersihan kamarnya sangat terjaga. Karena terus bolak balik antara pasar ikan dan Cibuaya saya tidak terlalu memperhatikan kondisi pantai sekitarnya, yang sebenarnya siang hari di pantai Cibuaya kondisi laut akan surut dan garis pantai jauh menyusut ke tengah lautan. Dan banyak orang yang jalan2 sampai ketengah karena kondisi laut yang surut dan karang2 mulai terlihat. Banyak juga biota laut yang terperangkap diantara batu karang yang membentuk kolam-kolam kecil yang berserakan dimana-mana.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1033' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195630_DSC_6963.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1032' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195621_DSC_6945.JPG'></a>
</p>
<p>Setelah ikut menikmati jalan2 di atas hamparan batu karang yang airnya lagi surut, kamipun beristirahat sejenak di losmen karena sekitar jam 5 sore harus ke Pangumbahan karena jam 5 tersebut merupakan jadwal pelepasan tukik pangumbahan.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1053' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195867_DSC_7158.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1068' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196111_DSC_7139.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1050' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195836_DSC_7129.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1055' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195892_DSC_7182.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1047' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195800_DSC_7100.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1046' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195791_DSC_7097.JPG'></a>
</p>
<p>Karena takut ketinggalan moment pelepasan tukik, sekitar jam 4 sore kami sudah siap2 berangkat ke Pangumbahan. Jalan menuju pangumbahan masih tetap offroad dan memory 13 tahun yang lalu benar2 sirna tidak berbekas. Setalah sampai dan membayar 5000 perorang kami pun masuk ke lokasi Pantai Pangumbahan. Dan wowww disinilah ternyata keindahan pantai sesungguhnya berada. Ombak besar, pasir halus bersih yang tebal mengingatkan suasana di pantai kuta. Tanpa menyia-nyiakan waktu saya kesana kemari ambil gambar sambil menikmati suasana Pangumbahan.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1039' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195706_DSC_7018.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1040' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195716_DSC_7027.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1051' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195846_DSC_7138.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1067' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196096_DSC_7085.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Beberapa ratus meter sebelum Pangumbahan sebenarnya ada spot buat surfing dan ternyata disini lebih banyak bule yang nongkrong di banding dengan orang indonesianya.</p></blockquote>
<p>Tepat sekitar jam 6 sore, penjaga penangkaran membawa beberapa ember tukik dan garis pembatas pun dipasang. Sebenarnya garis pembatas di buat supaya pengunjung lebih tertib dan nyaman tetapi yang terjadi adalah kerusuhan <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  orang2 tidak sabar dan tidak mempedulikan posisi orang lain dan garis pembatas di anggap suatu garis yang wajib di langgar &#8230;. agggggggggrrrrrr dasar manusia2 primitif yang sama sekali tidak mengerti aturan. Sampai akhirnya saya berteriak dan memaki orang2 yang melewati garis pembatas dengan sangat keras yang akhirnya beberapa orang di depan saya menyingkir.. mungkin mereka menyingkir mengira saya orang gila yang berteriak2 hahaha tapi ada untungnya juga mereka menyingkir, akhirnya saya berada tepat di belakang garis pembatas dan serasa jadi tamu VIP guna menikmati pelepasan tukik hahaha.</p>
<p>Setelah puas melihat pelepasan tukik akhirnya kami kembali ke losmen dan sekali lagi mencari makanan disini sangat sulit, akhirnya kami menemukan warung yang jualan nasi goreng di pasar ikan itupun sangat tidak enak .. lebih ngak enak di banding ketika makan siang &#8230; argghhhhhhh. Setelah perut terisi akhirnya istirahat yang sesungguhnya di mulai dari sini hehe. Tidur di atas kasur empuk di ruangan ber AC dalam kondisi yang sangat cape benar2 serasa di surga <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1019' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195449_DSC_7236.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1015' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195405_DSC_7201.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1061' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195988_DSC_7221.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1022' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195483_DSC_7259.JPG'></a>
</p>
<p>Setelah tidur dengan cukup nyenyak, pagi hari sekitar jam 6 di manfaatkan buat nongkrong di depan pantai. Nongkrong di bale2 sambil sarapan bubur hmmmmmmm apalagi coba yang kurang hehe. Karena ini hari minggu dimana hari ini kami harus balik ke Bandung maka sekitar jam 8 pagi, kami pun harus cabut dari penginapan, karena dalam perjalanan pulang kami akan mampir di dua tempat yaitu Amanda Ratu dan Curug Cikaso. Berdasarkan GPS di tangan saya jarak antara Ujung Genteng dan Amanda Ratu kurang lebih sekitar 8.5 KM. Amanda Ratu sebenarnya merupakan Villa di tengah perkebunan kelapa yang mempunyai view laut yang sangat keren. Perpaduan muara sungai yang sangat besar dan posisi villa yang ada di ketinggian membuat pemandangan semakin asik di tambah suasana taman hotel yang terawat dan bersih. Agak menyesal juga kenapa tidak menginap disini hehe tapi waktu jugalah yang mengharuskan kami untuk cabut dari tempat yang indah ini. Dan tujuan berikutnya adalah Curug Cikaso. Tidak lupa sebelum keluar dari Surade saya membeli oleh2 khas Ujung Genteng yaitu Gula Kelapa seberat 17.5 Kg hahahaha.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1062' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195999_DSC_7228.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1020' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195459_DSC_7240.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Tiga Tempat yang wajib di kunjungi ketika anda berkunjung ke daerah Ujung Genteng sekitarnya :<br />
1. Pantai Pangumbahan<br />
2. Amanda Ratu<br />
3. Berenang di Curug Cikaso</p></blockquote>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1066' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310196059_DSC_7310.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1029' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195576_DSC_7336.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1028' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195568_DSC_7335.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1027' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195560_DSC_7331.JPG'></a>
</p>
<p>Sekitar 23KM dari Ujung Genteng, pertigaan menuju tegal buleud buat ke cikaso ada di depan kami, kami pun belok kanan ke arah tegal buleud dulu menuju Curug Cikaso. Curug Cikaso sendiri berjarak kurang lebih 8 km dari pertigaan tadi. Dan ketika sampai di depan Curug Cikaso hanya perasaan takjub yang ada. Curug Cikaso merupakan curug/air terjun terbesar dan terindah yang pernah saya lihat. Sebenarnya saya amat sangat gatal sekali buat berenang di situ, tapi apa daya waktu tidak memungkinkan saya buat berlama-lama di air terjun tersebut.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1031' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195600_DSC_7361.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1030' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/1310195588_DSC_7352.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Kondisi jalan menuju Jampang Kulon benar-benar  keriting, tetapi masih bisa di lalui dengan baik. Akses jalan jelek kembali ada di antara Amanda Ratu dan Ujung Genteng (tetapi terakhir kesana &#8211;Juli 2011&#8211; lagi dalam proses perbaikan) dan yang paling parah adalah sepanjang jalan Ujung Genteng-Cibuaya-Pangumbahan benar2 tidak layak buat jalan di suatu lokasi pariwisata yang terkenal. Saking ancurnya kalo mau bawa sedan lupakan buat di bawa ke daerah sini &#8230; Tapi WOW ternyata ada beberapa sedan juga yang benar2 NEKAD dan nyampe ke daerah sini hahaha, tapi saya sama sekali tidak merekomendasikan mobil sedan di daerah sini kecuali emang niat mau buang mobil :p</p></blockquote>
<p>Akhirnya perjalanan pulang tetap harus dilanjutkan, mobil pun kembali mengarah ke arah Jampang Kulon, Kiara Dua, Bojong Lopang dan mengambil jalur Cikembar dengan tidak sengaja hehe yang ternyata ketidak sengajaan tersebut berbuah asik karena kondisi jalan yang jauh lebih bagus di banding lewat pasar pangleseran.</p>
<p>Tidak terasa beberapa menit abis magrib kamipun sampai kembali ke Bandung,sesampainya di rumah langsung  unpacking barang2, sebarin oleh2 17.5kg gula kelapa <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yg akhirnya saya sendiri ngak ngambil, serta yang paling berat adalah mempersiapkan fisik dan mental buat rutinitas esok hari sebagai pekerja hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sindang Barang &amp; Ujung Genteng , 13 tahun yang lalu (1998)</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 04:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Agra Binta]]></category>
		<category><![CDATA[Cibuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Jampang Kulon]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sindang Barang]]></category>
		<category><![CDATA[Sindangbarang]]></category>
		<category><![CDATA[Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Tegal Buleud]]></category>
		<category><![CDATA[Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Ujunggenteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Oktober 1998, kurang lebih 13 tahun yang lalu , petualangan yang memakan waktu 4 hari 3 malam menjadikan suatu pengalaman yang tidak terlupakan dan sangat melelahkan, perjalanan dari Bandung menuju Sindang Barang (Cianjur selatan) dan di teruskan ke Ujung Genteng (Sukabumi selatan), off-road menyusuri pantai yang jalannya tidak menentu tanpa menginap di penginapan satu malam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=60' target='_blank'><img align='left' class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1196.JPG' ></a> Oktober 1998, kurang lebih 13 tahun yang lalu , petualangan yang memakan waktu 4 hari 3 malam menjadikan suatu pengalaman yang tidak terlupakan dan sangat melelahkan, perjalanan dari Bandung menuju Sindang Barang (Cianjur selatan) dan di teruskan ke Ujung Genteng (Sukabumi selatan), off-road menyusuri pantai yang jalannya tidak menentu tanpa menginap di penginapan satu malam pun. Puncak emosi saya dan temen2 keluar karena tekanan perjalanan yang lebih dari cukup untuk mendidihkan adrenalin kita semua <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Berempat &#8211;Saya,Wisnu,Pepey sama Donny&#8211; kami berpetualang keliling Cianjur &#038; Sukabumi selatan dengan menggunakan Mobil SUV Toyoya Land Cruiser + peralatan camera SLR Nikon-nya Wisnu. Dari sini sebenarnya ketertarikan terhadap kamera mulai menghinggapi saya tetapi apa daya 13 tahun yang lalu kamera SLR (Film) merupakan barang yang langka dan super mahal apalagi ketika harus cetak photo beuuuuuuuu. Karena sekitar 13 tahun yang lalu D-SLR belum benar2 booming, saya hanya bisa melihat keanehan2 bentuk dari peralatan kamera tersebut tanpa berani untuk mencoba.<br />
<span id="more-758"></span></p>
<p>Day 1,<br />
Perjalanan di mulai dari Bandung menuju Sindang Barang. Selepas Cianjur kami menuju Sukanegara dan istirahat buat makan siang, jalan kecil berkelak-kelok yg lumayan sepi melepas perjalanan kami kearah selatan Cianjur. Beberapa saat menjelang Sindangbarang seingat saya saat itu ada beberapa air terjun mini di pinggir jalan utama. Dan banyak pengendara motor yang mencuci motor di pinggir jalan karena air bersih yang melimpah.<br />
Belasan menit setelah adzan maghrib berkumandang , kami akhirnya sampai di Sindangbarang. Kondisi yang gelap tidak memungkinkan kami untuk menikmati suasana sekitar. Akhirnya setelah sholat maghrib dan istirahat sebentar di Masjid Sindangbarang, kami keluar dari keramaian pusat Sindangbarang yang sebenarnya sepi ke tempat yang lebih sepi hehe. Kami menuju arah timur Sindangbarang mencari lokasi pinggir pantai yang sepi. Setelah menemukan lokasi yg sepi akhirnya mobil pun di parkir. Dan yang sama sekali tidak bisa saya ingat ketika itu adalah cara kami beristirahat buat tidur. Benar2 diluar jangkauan memory 13 tahun saya, apakah tidur di dalam mobil atau menggelandang di luar mobil, karena waktu itu kami sama sekali tidak membawa tenda.<br />
Ketika istirahat tengah malam saya mendengar ada rombongan yg lumayan berisik yg juga beristirahat di lokasi yang sama. Karena saking ngantuk dan capenya sepertinya saat itu saya sama sekali tidak mempedulikan kehadiran rombongan tersebut.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=42' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1204.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=41' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1203.JPG'></a><br />
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=49' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1182%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=48' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1183.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=47' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1185.JPG'></a>
</p>
<p>Day 2<br />
Pagi hari setelah beristirahat yang cukup, kami  berkeliling melihat suasana pantai, karakteristik khas ombak pantai selatan pulau jawa sangat terlihat dengan jelas, gulungan ombak yang super besar tanpa henti menghantam bibir pantai yang berpasir tebal agak hitam. Dan ternyata rombongan yg berisik tersebut, rombongan dari anak2 salah satu SMA/SMK di Sukanegara Cianjur yg sedang berlibur. Dan yg membuat saya takjub dalam satu mobil sepertinya ada sekitar  15 orang, tidak heran berisiknya membahana kemana2 dan keributan pasar kaget di tiap minggu pagi yang ada di Cipadung kalah berisik hehe.</p>
<p>Setelah melihat2 lokasi dan melihat posisi kendaraan tempat kami parkir, saya sendiri agak pesimis kalau mobil tersebut bisa keluar dari lokasi saat itu, dan ternyata pesimistis saya tersebut terbukti, kami tidak bisa keluar dari pantai menuju jalan utama karena terjebak di lokasi yg lumayan sulit. Saya ngak ingat kenapa malamnya tersebut kita memilih tempat lokasi parkir mobil yg one way saja (bisa masuk tapi akan terjebak ngak bisa keluar) atau emang pas paginya jalan2 turun ke pantai menjebakan diri di tumpukan pasir hehe.<br />
Tapi akhirnya keberisikan anak2 ABG SMA tersebut memberikan manfaat buat kami dan saya pribadi benar2 berterimakasih atas pertolongan mereka. Dengan pertolongan belasan anak2 ABG tersebut akhirnya Landcruiser yg segede gaban pun bisa keluar dari lokasi yg sulit dengan cara di dorong. Karena ketika kami bertiga mendorong, sepertinya mobil tersebut dengan congkaknya tetap bertahan padahal sang supir sudah menginjakan kakinya di pedal gas yg sangat dalam, dan yg terjadi ban mobil tersebut hanya berputar di tempat tanpa beranjak satu kakipun hehe.<br />
Setelah itu wisnu temen saya sang photografer membayar anak2 ABG tsb dengan beberapa klik-an shutter speed dari kamera Nikon-nya dan berjanji akan mencetak photo rame2 tsb dan di kirim ke alamat sekolah yg mereka kasih. </p>
<p>Setelah lepas dari perangkap pasir pantai Sindangbarang perjalanan dilanjutkan kearah barat menuju Ujunggenteng. Dengan berbekal peta kabupaten sukabumi yg benar2 tidak akurat (<em>untuk jalan2 yg bukan jalan utama</em>) kami tetap gerasak gerusuk mencari jalan dan akhirnya kami putuskan lewat Agrabinta menuju Tegal Buleud lalu Surade.<br />
Dan kondisi jalan menuju Agrabinta benar2 ancur dan bukan jalan aspal yg rusak tetapi jalan tanah yg berlumpur karena kondisi sedang musim hujan.<br />
Beberapa kali kami terjebak di kubangan lumpur tsb, tetapi masih bisa di handle oleh kami.<br />
Sempat terfikirkan apakah perjalanan terus dilanjutkan lewat Agrabinta atau muter balik lagi ke arah Sindangbarang  dan kalo muter balik terasa  jauh banget dan juga malas melewati ranjau-ranjau lumpur yang dengan susah payah telah kita lewati. Tetapi kalo diteruskan pun kondisi jalan semakin offroad dan keriting walopun kami memakai mobil yg di peruntukan buat kondisi jalan seperti itu, tetapi apapun tetap ada batasnya. Alam bukan untuk di taklukan tetapi untuk di hormati, kitalah yang harus beradaptasi dengan alam.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=52' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1193.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=51' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1188.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=50' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1187%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=54' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1185%20(copy).JPG'></a>
</p>
<p>Tidak terasa sore hari kami sudah melalui Agrabinta, dan berdasarkan peta Tegalbuleud-pun tinggal beberapa KM lagi. Tetapi kondisi jalan semakin tidak membaik, mungkin karena kita takabur terlalu percaya dengan kemampuan teknologi Toyota Land Cruiser, akhirnya alam memberikan pelajaran gratis yang amat sangat berharga. Ditengah hutan/perkebunan yang sangat sepi, kami pun terjebak untuk yg kesekian kalinya dan kali ini benar2 terjebak dan tidak berkutik, teknologi mobil mewah kami sama sekali tidak bisa memberikan solusi buat keluar dari kubangan lumpur yang lumayan dalam. Emosi mulai naik dan walaupun tidak secara langsung kami saling salah menyalahkan tetapi secara tensi emosi sudah menuju kearah saling menyalahkan. Ditengah suasana sekitar yang sangat sepi dan suasana semakin gelap serta diliputi kebingungan di campur kalut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya tetap memilih menggali lumpur tersebut dengan tangan kosong dan mengisi kekosongan lumpur tersebut dengan batu2 yg ada disekitar situ. Usaha tersebut benar2 tidak ada hasilnya, tetapi difikiran saya lebih baik terus berusaha dibanding diam dan membiarkan  emosi menguasai dan menutupi fikiran positif kita.</p>
<p>Hari mulai menggelap, semua usaha yang kami lakukan sia-sia. Tetapi ditengah-tengah rasa frustasi tersebut ternyata masih ada secercah harapan karena ternyata ada orang yang lewat dan berhenti ngobrol sama kami, semakin lama orang yang lewat semakin banyak, dan ternyata jam itu emang bertepatan dengan jam orang2 perkebunan balik ke rumah. Rombongan pekerja kebun semakin banyak dan berhenti sekedar untuk menonton kekonyolan orang2 kota yang merasa sok untuk menaklukan kerasnya jalan perkebunan disitu. Kami berempat serasa menjadi &#8216;topeng monyet&#8217; yang selalu mengadakan dagelan di perempatan jalan. Dan hiburan &#8216;topeng-monyet&#8217; gratis tersebut seolah2 pas menghibur pekerja kebun yang sudah kelelahan seharian bekerja.</p>
<p>Tetapi saya amat sangat respect banget ke orang yang di tuakan/di hormati di antara orang2 tsb. Walaupun masih dengan nada menyalahkan kami karena merusak  jalan desa yang emang dulunya ancur semakin ancur ngak karuan, tetapi masih dengan tanpa pamrih mengajak orang2 sekitar tersebut membantu kami untuk mendorong mobil. Jadilah hiburan buat penduduk setempat menjadi lengkap dengan aktivitas dorong mendorong mobil. Akhirnya kami putuskan untuk balik badan karena menurut info jalan di depan akan semakin ancur. Dan si bapak yang lumayan di hormati disitu dan saya lupa namanya mengajak kami berempat menginap di rumah dia. Kami pun di jamu dengan lagi2 tanpa pamrih dan yang membuat kami menjadi amat sangat tidak enak adalah ketika si bapak mempersiapkan kamar buat kami. Setelah 2 hari perjalanan yang lumayan cape dikasih tempat tidur yang empuk langsung nyungseb tanpa mempedulikan kejadian yang telah di lewati hehe.</p>
<blockquote><p>Kami benar2 berterima kasih ke bapak yang saya lupa namanya hehe, bisa anda bayangkan kami berempat yang merusak jalan desa masih sempat di tolong oleh penduduk untuk keluar dari jebakan lumpur, setelah keluar dari jebakan terus dijamu di rumah dia dan dipersiapkan kamar yang benar2 bersih dan kami tidak tahu &#8216;penghuni&#8217; kamar yang asli di usir kemana hehehe.<br />
Kami pun tidak bisa meminta lebih dari apa yang telah si bapak berikan buat kami, dan yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah orang2 kota (atau KAMI) kalau melihat ada orang daerah kesulitan di kota akan melakukan hal yang sama dengan si bapak tadi ?????</p></blockquote>
<blockquote><p>Agra Binta merupakan daerah hutan Jati yang sepi+angker dan kalau ngak salah ada perkebunan Teh juga deh (CMIIW soalnya lupa-lupa ingat). Daerah ini mungkin lebih parah di banding Sindang Barang. Seharian penuh menelusuri daerah ini bener-bener munguras adrenalin. Sepanjang perjalanan mobil kita selalu nyangkut di lumpur dikarenakan jalan hancur walaupun kita pake SUV, itu benar-benar moment yang menakutkan, ditambah pikiran saya di penuhi hal-hal yang negatif entah itu perampok atau apalah.</p></blockquote>
<p>Day 3<br />
Setelah berterima kasih kepada tuan rumah pagi harinya perjalanan balik badan di lanjutkan.<br />
Karena perjalanan lewat Agra-Binta ke Tegal Buleud ngak berhasil, perjalanan di putar balik melalui Jampang Kulon ke Surade baru ke Ujung Genteng, dan nama daerah Tegal Buleud menjadi momok yang menakutkan buat kami hehe. Dan perjalanan terus di lanjutkan ketika mau sampai di daerah Jampang Kulon, ada moment yg tidak mengenakan. Ada &#8216;oknum&#8217; preman kampung yang menabrak mobil kita dari belakang, sudah tahu dia yang salah tapi malah dia yang marah-marah. Tadinya kita agak2 emosi juga, cuman berhubung ini di tempat orang dan kita pake mobil yang cukup mewah (untuk ukuran saya) dan pasukan cuman 4 orang, akhirnya kita ngalah agak muter balik (soalnya dia mengancam akan mengumpulkan orang sekampung), tapi ketika kita muter balik kita ketemu orang sana yang baik banget, nanya kita kenapa muter balik, setelah kita jelaskan permasalahannya dan emang kita ngak salah lalu orang tersebut di temani 1 orang lagi malah &#8216;mengawal&#8217; kita sampai surade.. orang2 disana sebenarnya sudah muak dengan preman kampung tadi &#8230;hmm ternyata masih lebih banyak orang yang baik dari pada  oknum premannya. Dan ini lagi2 menambah respect saya terhadap orang2 di sana.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=67' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1202.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=66' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1200.JPG'></a><br /><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=65' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1192.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=63' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1197.JPG'></a>
</p>
<p>Selepas Surade tujuan akhir Ujung Genteng sudah di depan mata, jalan yang selama ini kami lewati offroad habis,  ketika  lepas dari Surade pas di perkebunan Kelapa kondisi jalan benar2 mulus kala itu. Akhirnya kami sampai di Ujung genteng selepas maghrib. Setalah tanya sana sini menanyakan kondisi jalan ke daerah penangkaran penyu di pantai Pangumbahan akhirnya sekitar jam 9 atau 10 malam kami menyewa 1 tukang ojeg sebagai guide dan navigator menuju Pangumbahan. Malam hari kala itu di daerah ujung genteng masih belum terjamah listrik, perjalanan ke Pangumbahan benar2 offroad lagi dan mengingatkan saya ke kejadian di Tegal Buleud, malah suasana lebih gelap dan jalan benar2 tidak terlihat karena yang terlihat hanya genangan air saja, untunglah navigator yg kita sewa cukup menguasai jalur menuju Pangumbahan.</p>
<blockquote><p>Tahun 1998 sepanjang daerah Ujung Genteng ke Pangumbahan benar2 sepi dan tidak banyak penginapan seperti sekarang, malah di daerah Cibuaya (kala itu seingat saya) kami masih bisa bermain2 di muara sungai dan tidak ada satupun bangunan penginapan yang berdiri </p></blockquote>
<p>Kami benar2 beruntung ketika sampai Pengumbahan ada penyu yang lagi mendarat dan sedang bertelor, penjaga penangkaran mewanti2 kami untuk tidak menyalakan senter kecuali kalo penyu sudah bertelor. Setelah melihat kondisi penyu yang sedang bertelor, membuat saya iba hehe. Dia meneteskan banyak air mata dan setelah bertelor dia dengan susah payah menutupi lubang yang berisi cikal bakal penyu2 yang akan menjelajah lautan. Dan momen tersebut benar2 moment yang amat sangat berharga buat saya, kalo itu untuk pertama kalinya saya melihat penyu liar yang sedang bertelor dan kembali lagi menuju lautan lepas. Setelah cukup puas melihat proses perkembangbiakan penyu akhirnya kami balik ke Ujung Genteng untuk beristirahat, dan lagi2 kami pun tidur menggelandang di warung tenda yang dulu ada di sekitar pantai.</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=62' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1199.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=61' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1196.JPG'></a>
</p>
<blockquote><p>Ketika itu ada 2 rombongan yang jumlah totalnya tidak lebih dari 10 orang yang sedang melihat penyu bertelor. Kami tuh rombongan kedua yang datang sedangkan rombongan pertama sudah nongkrong di dekat penyu, dan kondisi sama sekali gelap karena tidak di perbolehkan menyalakan senter. Nah kombinasi rasa penasaran temen saya untuk melihat penyu yang sangat tinggi di tambah kondisi gelap gulita menciptakan suasana yang amat sangat kocak. Sepanjang perjalanan dia menanyakan terus ke penjaga penangkaran dimana penyunya. Dan setelah sampai di tempat penyu bertelor lagi2 karena suasana yg gelap maka penyu hanya samar2 terlihat. Dan disinilah kekonyolan berikutnya terjadi&#8230; mungkin dia mendengar suara2 bergerak di depan dia dengan nada penasaran dia menunjuk sekitar beberapa centimeter ke kepala  orang2 rombongan pertama yang lagi jongkok dan sambil bertanya ke penjaga penangkaran seperti ini &#8220;Pak kalo ini apa yah&#8221;, kontan saya langsung ketawa tetapi masih saya tahan karena takut mengganggu proses perkembangbiakan penyu hehe, dan yang lebih konyol penjaga penangkaran tersebut menjawab dengan serius &#8220;Kalo Itu mah Orang Kang&#8221; .. hahahahahahahaha.</p></blockquote>
<p>Day 4</p>
<p align=center>
<a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=58' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1181.JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=57' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1180%20(copy).JPG'></a><a href='http://pictures.maleber.net/index.php?picId=56' target='_blank'><img class='frame' src='http://pictures.maleber.net/img/thumb/DSC_1180.JPG'></a>
</p>
<p>Pagi hari setelah mengelandang di warung tenda, kondisi badan sudah tidak karuan apalagi bau badannya karena terakhir mandi kala itu di tegal buleud. Posisi baju yang menempel di tubuh masing2 sudah tidak jelas identitasnya. Heri memakai Baju saya, sedangkan saya sendiri memakai bajunya wisnu hahaha. Lega, seru, puas itulah perasaan yang ada, akhirnya tujuan yang di tuju tercapai sudah. Sekitar jam 9 atau 10 pagi kami pun memutuskan untuk menyudahi petualangan kali ini. Dan jalan yang di tempuh untuk jalur pulang kali ini mengambil jalan raya yang selama ini di pakai sebagai akses ke Ujung Genteng. Setelah selama 3 hari melewati jalan2 offroad yang tidak karuan, melewati jalan beraspal membuat perjalanan sangat nyaman hehe. Ujung Genteng, Surade, Jampang Kulon tidak terasa sudah terlewati, dan pertigaan Kiaradua yang memecah jalan yang menuju Pelabuhan Ratu atau Sukabumi di depan mata. Kami akhirnya memilih jalur sebelah kanan ke arah Sukabumi. Setelah masuk ke jalur utama jalan raya sukabumi-pelabuhan tepatnya daerah Cikembar semuanya berteriak akhirnya sampai juga di peradaban yang cukup ramai hehe. Dan akhirnya perjalanan pun diakhiri karena selepas Sukabumi tidak begitu lama akhirnya sampai kembali ke Bandung.</p>
<p>Photo2 jadul di ambil dari hasil scan hehehehe</p>
<p>Cerita perjalanan ini membuat saya ingin kembali ke Ujung Genteng, akhirnya setelah 13 tahun menunggu untuk menjenguk suasana Ujung Genteng terkini tercapai juga. Jum&#8217;at malam tanggal  1 Juli 2011 dengan amat sangat mendadak perjalanan napak tilas Ujung Genteng pun terlaksana walaopun dengan kondisi yang amat sangat nyaman karena bukan berpetualangan offroad seperti 13 tahun yang lalu. Dan cerita perjalanan Ujung Genteng terkini pun akan berlanjut &#8230;.. <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/ujung-genteng-pangumbahan-amanda-ratu-curug-cikaso/" target="_blank">to be continued (13 Tahun Kemudian)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/07/10/sindang-barang-ujung-genteng-13-tahun-yang-lalu-1998/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Warung Bandrek aka Warban &#8211; Dago</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 14:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[dago]]></category>
		<category><![CDATA[Favorit]]></category>
		<category><![CDATA[Favorit sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[minggu pagi]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda dago]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda warban]]></category>
		<category><![CDATA[trek sepeda warung bandrek]]></category>
		<category><![CDATA[trek warban]]></category>
		<category><![CDATA[Warban]]></category>
		<category><![CDATA[warung bandrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Warung Bandrek atau yang lebih dikenal Warban yang berlokasi kurang lebih 3.3. KM Timur Laut pintu gerbang Taman Hutan Djuanda, atau kurang lebih 7 KM dari simpang dago menuju arah dago atas, sudah menjadi magnet para goweser Bandung termasuk saya. Karena rasa penasaran yang tinggi dan juga ajakan temen gowes yg ingin kesana membuat keinginan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1006" target=_blank><img align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472041_DSC_6749.JPG" ></a>Warung Bandrek atau yang lebih dikenal Warban yang berlokasi kurang lebih  3.3. KM Timur Laut pintu gerbang Taman Hutan Djuanda, atau  kurang lebih 7 KM dari simpang dago menuju arah dago atas, sudah menjadi magnet para goweser Bandung termasuk saya. Karena rasa penasaran yang tinggi dan juga ajakan temen gowes yg ingin kesana membuat keinginan buat ke Warban menjadi klop. Sudah terlalu sering kata warban terdengar di telinga saya, entah itu dari temen kantor atau rumah, menjadikan tempat ini tempat yang wajib di kunjungi buat saya sebagai goweser newbie. Dan ternyata setelah terlalu lama jalan di trek yang sepi bikernya, ketika meilihat gerombolan biker yang super banyak agak aneh juga suasananya .. benar2 ramai, bahkan lebih ramai dari spot biker Kiarapayung. Mungkin bisa jadi warban merupakan ibu kota goweser di bandung hehe. Perpaduan ketinggian, pemandangan yang keren dan udara yang dingin dan bersih beserta lokasi yang dekat dengan kota Bandung di tambah dengan kehangatan bandreknya menjadikan tempat ini favorit buat bersepeda.<br />
<span id="more-741"></span></p>
<p>Maka sekitar jam 6.30 pagi di mulailah gowes dari jalan ds.Cipadung menuju arah Cicaheum, selepas perempatan suci-pahlawan, kami pun ambil jalur yang menuju sadang serang dengan tujuan Cigadung lalu Dago Resort. Di daerah Cigadung arah Dago Resort jalan aspal bagus dan nanjak lumayan membuat betis pegal, dan setelah belajar dari pegalaman kalau terlalu banyak istirahat itu membuat lebih cape, di jalur ini cuman berhenti sebentar hanya untuk melepaskan dahaga di tenggorokan, setelah minum beberapa teguk saya paksakan kembali untuk melanjutkan  sampai ke pertigaan menuju Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari sini walopun lumayan ngos-ngosan tapi tidak secape biasanya. </p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1014" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472186_DSC_6719.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1013" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472174_DSC_6720.JPG" ></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1012" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472164_DSC_6724.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1008" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472081_DSC_6743.JPG" ></a>
</p>
<p>Dan disinilah suasana ramai biker mulai terasa, jalan super mulus  dan nanjak menyambut &#8216;gerombolan&#8217; biker sampai pintu gerbang Tahura Djuanda, dan di pintu gerbang Tahura ini banyak biker yang nongkrong entah itu lagi istirahat atau emang sampai sini tujuannya. Â Tapi saya tetap lanjut dan selepas pertigaan jalan curug Omas dan jalan dago pakar utara &#8211; Negla, kondisi jalan aspal super mulus berganti dengan drastis. Kondisi jalan disini benar2 jalan aspal kampung yang terkelupas dan banyak batuan di sana-sini. Apalagi pas di tanjakan berat pertama yang menyambut saya, jalan malah berupa bebatuan di selingi batuan kerikil yang lumayan bahaya kalo lagi turun.  Di pertengahan tanjakan pertama yang lumayan panjang tersebut ada &#8216;pitstop&#8217; dan disini lumayan banyak biker yang ambil napas dan istirahat. Begitupin kami setelah ngos-ngosan berhenti sebentar di sini dan setelah perhatiin ternyata di tanjakan yang tadi saya lewati lumayan banyak juga biker yang turun dari sepedanya.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1007" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472063_DSC_6746-1.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1005" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472021_DSC_6751.JPG" ></a>
</p>
<p>Karena ingin mempertahankan otot betis yang masih panas2nya hehe , setelah berhenti sebentar kami pun lanjut meneruskan sampai ke tempat tujuan warung Bandrek. Â Agak sedikit surprise juga buat saya karena berdasarkan pengalaman orang2 yang pernah gowes kesana apalagi buat goweser newbie yang baru pertama kali ke warban (seperti saya) Â mendengar kata2 tanjakan haram jadah atau putus asa , agak2 membuat mental ciut .. tapi ternyata sampai juga ke warban tanpa menuntun sepeda hehe, walopun lumayan membuat otot betis keras dan sangat ngos-ngosan hehe, sepertinya kata2 tanjakan haram jadah atau putus asa harus di perhalus karena akan menciutkan dan membuat malas beberapa goweser yang fisiknya pas-pasan untuk main ke warban. Padahal securam2nya tanjakan masih Â ada jurus pamungkas yaitu menuntun sepeda, dan ternyata lumayan banyak juga yg menuntun sepeda dan jangan malu yang penting enjoy.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1011" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472144_DSC_6733.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1010" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472125_DSC_6735.JPG" ></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1009" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308472101_DSC_6736.JPG" ></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=1004" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1308471999_DSC_6753.JPG" ></a>
</p>
<p>Suasana warban di Â minggu pagi, benar2 seperti kota sepeda. Kiri kanan warung yang menyediakan tempat parkir khas sepeda yang berupa bambu panjang buat mengaitkan sadle sepeda Â terisi semua. Saya belum pernah melihat suasana biker yang meriah dan banyak seperti itu. Suasana dingin dan landsacape sekitar warban yang keren serta pemandangan khas warung2 tradisional yang didominasi oleh bambu membuat suasana lebih damai walopun ramai oleh biker. Sepeda2  di gantung di atas bambu yang memanjang dan sangat banyak membuat suasana warban semakin unik.</p>
<p>Sampai di warban saya tidak mencoba bandreknya yang terkenal tetapi malah mencoba minuman bunga rosela dingin yang sangat seger, saking hausnya saya pesen 2 gelas haha. Setelah menikmati karedok dan gorengannya, kami pun leyeh2 sebentar dan setelah melihat kondisi matahari yang lumayan memanas kami pun harus balik lagi karena perjalanan pulang yang lumayan panjang juga hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/warban.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-749" title="warban" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/warban-300x196.jpg" alt="" width="300" height="196" target=_blank /></a></p>
<p>Rekap Trek :</p>
<ul>
<li>Distance
<ul>
<li>40.49 km</li>
</ul>
</li>
<li>Duration
<ul>
<li>3h:35m:13s</li>
</ul>
</li>
<li>Avg Speed
<ul>
<li>11.3 km/h</li>
</ul>
</li>
<li>Max Speed
<ul>
<li>50.2 km/h</li>
</ul>
</li>
<li>Calories
<ul>
<li>2106 kcal</li>
</ul>
</li>
<li>Altitude
<ul>
<li>700 m / 1205 m</li>
</ul>
</li>
<li>Elevation
<ul>
<li>509 m â†‘ / 518 m â†“</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Ternyata pengalaman setiap minggu menjajal jalur tanjakan di daerah Manglayang membuat lutut saya bisa lebih efisien dalam menggowes. Â Sekedar info saja sebenarnya tanjakan2 sekitar Manglayang, Batu Kuda, Cipulus,Pasir angin dan Cilengkrang jauh lebih nanjak dan kondisi jalannya pun ada yg  lebih ancur di banding trek di Warban.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/19/sepeda-warung-bandrek-aka-warban-dago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sepeda] Ujungberung &#8211; Tanjakan Panjang &#8211; Cipadung</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 04:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Cigending]]></category>
		<category><![CDATA[Cilengkrang]]></category>
		<category><![CDATA[CIpadung]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Krida Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Palalangon]]></category>
		<category><![CDATA[Palalangon Wetan]]></category>
		<category><![CDATA[Palintang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjakan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Trek Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Berung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bosan dengan trek Kiarapayung terus, akhirnya tim Eastern Hills nGoweser yang newbie2 dalam hal sepeda mencoba beberapa trek, diantaranya trek jalan datar keliling kampung menuju Tenda Biru, di sisi sungai Citarum yang lumayan jauh, tapi karena datar tidak terasa cape. Trus trek warung bandrek, tetapi sayangnya saya ketika itu tidak bisa ikut karena ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=982" target=_blank><img  align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172912_DSC_6586.JPG" /></a><br />
Setelah bosan dengan trek Kiarapayung terus, akhirnya tim Eastern Hills nGoweser yang newbie2 dalam hal sepeda mencoba beberapa trek, diantaranya trek jalan datar keliling kampung menuju Tenda Biru, di sisi sungai Citarum yang lumayan jauh, tapi karena datar tidak terasa  cape. Trus trek warung bandrek, tetapi sayangnya saya ketika itu tidak bisa ikut karena ada acara nyelem di kep.seribu. Ada trek Batu Kuda yang merupakan trek tanjakan di jalan beton/aspal  yang lumayan curam. Tapi sayang beberapa trek tersebut undocumented dan untracker di GPS saya hehe. Akhirnya setelah beberapa kali tidak pernah membawa kamera, saya paksakan untuk mendokumentasikannya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya tidak bawa kamera, pertama karena dulu kami terlalu sering ke kiarapayung jadi sudah tidak perlu bawa2 kamera.<br />
<span id="more-687"></span></p>
<p>Kedua jadwal jalan yang tidak bisa di prediksi kemana, tau2 ke track yang yg sama jadi sayang juga ngapain bawa kamera kalo kurang di pake <em>&#8211;tapi ternyata ini asumsi yang salah, walopun di lokasi yang sama kalo  ambil photo  orang tuh akan selalu berbeda2 dan komposisinya selalu dinamis di banding dengan photo landscape, makanya terakhir2 selalu saya bawa kameranya, dan hasilnya sekarang lebih banyak gambar tim nggowesernya di banding landscape nya hehehe&#8211;</em> , ketiga ternyata lumayan berabe juga bawa gembolan tas SLR sambil bersepeda walopun setelah beberapa kali bawa sudah mulai terbiasa tetapi alasan yang paling utama adalah  yang keempat, yaitu ketika harus memotret dengan kondisi napas yang ngos-ngos-san benar2 tidak mudah, dan hasilnya pun jadi tidak maksimal. Saya harus gowes paling depan agak jauh dan nunggu rombongan mendekati saya, baru saya ambil gambar, tetapi yang paling membuat lebih cape ketika rombongan sudah berlalu saya harus mengejar dengan kondisi trek yang naik turun hehe. Tapi lagi2 sepertinya saya sudah mulai terbiasa untuk lebih menikmati ambil gambar dalam kondisi keringat bercucuran dan napas yg tersenggal2.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=985" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172990_DSC_6567.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=990" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173105_DSC_6527.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=988" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173068_DSC_6555.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=989" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173093_DSC_6546.JPG" /></a>
</p>
<p>Sebenarnya ini  untuk yang kedua kalinya saya coba di jalur ini, tetapi di percobaan yang pertama  trek yg saya rekam di GPS ngak full dan juga tidak bawa kamera.  Tanpa mau melakukan kesalahan dua kali setelah melihat landscape sekeliling yg ok akhirnya saya bawa kamera, yang ternyata gambar2 anggota tim nGoweser lah yg memenuhi memory card di kamera saya di banding dengan landscape bandung timur-nya hehehe.  Untuk trek kali ini tidak secapai pertama kali, mungkin sudah mengenal medan. Dan di kampung tanjakan panjang pun secara fisik saya tidak merasakan secapai waktu pertama kali hehe karena lagi2 &#8216;mungkin&#8217; waktu pertama kali melihat tanjakan yang panjang dan curam sudah cukup mengintimidasi kekuatan lutut saya hehe, di tambah ada plang yang bertuliskan selamat datang di kampung tanjakan panjang hmmm lengkap lah sudah menggambarkan kondisi tanjakannya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Walopun bagi para nGoweser senior tanjakan ini ngak ada apa-apanya hahaha.</p>
<p>Secara lokasi sebenarnya daerah pegunungan/perbukitan di Bandung timur ini kalo di kelola dengan baik bisa di jadikan tempat wisata alternatif selain daerah Bandung Utara dan Selatan, karena memiliki keunggulan2 seperti jarak yang tidak jauh dari pusat kota dan juga pemandangan hamparan kota Bandung yang lumayan ok untuk di nikmati selain pemandangan kiri kanan yang masih bersuasana pedesaan. Jadi ingat ada artikel yang menuliskan kalau ingin suatu daerah maju bangunlah jalan yang bagus melintas desa itu niscaya desa tersebut akan maju dengan pesat. Saya juga sempet berfikir kalaulah ada akses jalan yang mulus bisa di lalui mobil dengan nyaman, niscaya beberapa investor yang ingin menanamkan modal di daerah ini, entah itu bikin taman rekreasi ato cafe akan datang dengan sendirinya.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=986" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173013_DSC_6560.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=987" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307173040_DSC_6556.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=983" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172937_DSC_6581.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=984" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172958_DSC_6579.JPG" /></a>
</p>
<p>Ok kembali ke kondisi jalan yang benar2 offroad selepas ujung tanjakan panjang tetap saya nikmati, semakin naik kondisi udara semakin segar. Kondisi jalan pun tidak sepenuhnya offroad hanya ada di beberapa titik saja yg offroad-nya super ancur. Setelah sampai di pertigaan yg menuju Palintang dan jalan Palalangon Wetan yg menuju cilengkrang, kami ambil jalan palalangon wetan dan selepas jalan palalangon yg nanjak dan super duper ancur kondisi lebih banyak turunanya. Karena berdasarkan topography om google, titik puncak ketinggian yg kita lewati ada di Jalan Palalangon Wetan ini.</p>
<p>Setelah masuk ke Cilengkrang kembali di suguhkan turunan dengan kondisi jalan yang &#8216;AMBURADUL&#8217; padahal daerah cilengkrang ini suasananya lebih padat penduduk. Padahal sebelum masuk cilengkrang di daerah pasir angin yang lebih atas kondisi jalan masih dalam kondisi yang bagus. Setelah kurang lebih 100 meter sehabis pertigaan cilengkrang-cipulus ada short cut buat menuju jalan cipadung yang keluarnya di deket Krida Nusantara.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=980" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172864_DSC_6608.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=979" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172841_DSC_6620.JPG" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=978" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172799_DSC_6625.JPG" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=977" target=_blank><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1307172781_DSC_6628.JPG" /></a>
</p>
<p>Masuk jalan cipadung langsung di suguhi pasar kaget khas minggu pagi di sekitar pintu gerbang perumahan wijaya kusuma sampai ke atas pertigaan warung bandrek deket krida. Setelah makan untuk isi perut di pasar kaget, akhirnya sampai juga ke base camp tim Eastern Hills Ngoweser Comunnity di Perumahan Eastern Hills Regency.</p>
<p align=center>
<div id="attachment_739" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.endomondo.com/embed/workouts?w=kj85wh2BNuo&#038;width=950&#038;height=600" target=_blank><img src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/06/cigending.png" alt="Klik Map" title="cigending" width="500" height="315" class="size-full wp-image-739" /></a>
<p class="wp-caption-text">Klik Map</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/12/sepeda-ujungberung-tanjakan-panjang-cipadung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gosong Balik Layar, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 03:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Selam]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pernah meremehkan keindahan laut kepulauan seribu !!!. Untuk melihat gundukan gosong yang menakjubkan yang berpasir putih sebenarnya tidak perlu jauh2 ke Belitung atau Karimunjawa, kurang lebih 900m barat daya dari pulau semak daun ada suatu gosong yang mengingatkan saya ke keindahan gosong2/pulau pasir di Belitung .. juga mengingatkan saya ke gosong2 legendaris yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=967" target=_blank><img align=left  class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340437_IMG_2605.JPG" target=_blank alt="" /></a>Jangan pernah meremehkan keindahan laut kepulauan seribu !!!.   Untuk melihat gundukan gosong yang menakjubkan yang berpasir putih sebenarnya tidak perlu jauh2 ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/20/kabupaten-belitung-bagian-barat-pbelitung/">Belitung</a> atau <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a>, kurang lebih 900m barat daya dari pulau semak daun ada suatu gosong yang mengingatkan saya ke keindahan gosong2/pulau pasir di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/02/20/kabupaten-belitung-bagian-barat-pbelitung">Belitung</a> .. juga mengingatkan saya ke gosong2 legendaris yang ada sekitar di <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a>. Warna biru muda  dari pantulan air laut  yang berdasarkan pasir putih yang sangat dangkal benar-benar menjadikan saya disorientasi lokasi hehe, apakah saya lagi berada di gosong cemara <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/">Karimunjawa</a> ato di pulau pasir Belitung hehe, sejenak saya tidak mempedulikan lagi ada dimana tapi lebih asik berenang kesana kemari buat menikmati dan mensyukuri atas karunia Allah SWT yang tidak ternilai ini.<br />
<span id="more-678"></span></p>
<p>Sore hari setelah makan puas di Nusa resto pas pulang nyelem dari Pulau Karya, saya manfaatkan buat menikmati suasana sekitar penginapan yang lumayan asik, dengan terlebih dahulu membilas semua bekas peralatan selam saya, yang kebetulan di penginapan ini benar2 mengerti kebutuhan penyelam dengan menyediakan tempat bilas yang luas dan air yang berlimpah dihalaman samping penginapan. Setelah menghitung budget dan minta kwitansi pembayaran ke mas Lukman .. (ternyata setelah di total2 lumayan &#8216;bersahabat&#8217; tidak semahal biaya selam sebelum2nya ..cuma saya lupa bertapa totalnya hehe) di lanjutkan dengan ritual  makan malam ditemani menu bakar bandeng tanpa duri yang mak nyosssss.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=972" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340503_IMG_2697.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=973" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340513_IMG_2711.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=971" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340492_IMG_2639.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=970" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340481_IMG_2638.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Karena abis nyelem yang lumayan cape, kali ini tidak ada acara jalan2 keliling pulau di malam hari, langsung tidur pulas karena besoknya masih ada acara buat snorkeling di daerah pulau semak daun. Malam hari yang turun hujan lumayan lebat, sama sekali tidak mengganggu acara tidur saya. Dan sebenarnya ketika hujan lebat lebih membuat suasana tidur semakin asik karena tidak merasakan gerah sama sekali yang ada tidur dengan di selimuti karpet dengan cara menggulung diri karena dinginnya. Dan acara menggulung diri dengan karpet ada manfaatnya juga, ternyata setalah bangun pagi baru tahu kalo malam benar2 hujan gede setelah melihat beberapa rembesan air yang masuk lewat pintu depan, dan kalo karpetnya ngak di gulung pasti kena ke karpet hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=969" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340470_IMG_2626.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=968" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340447_IMG_2608.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=957" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340315_IMG_2604.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=974" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340522_IMG_2712.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Janjian jam 6 pagi dengan si abang yg punya perahu karena siang sudah harus balik, kembali meleset karena yg lain (bukan saya hehe) telat bangun. Setelah packing dan prepare peralatan snorkeling akhirnya dengan tergesa2 ke dermaga. Dan setelah sampai di dermaga penyakit &#8216;ketinggalan&#8217; barang kembali &#8216;menghinggapi&#8217; temen saya dan harus balik lagi buat mengambil yang ketinggalan hehe. Setelah ready perahu pun menjauh dari dermaga pramuka menuju pulau semak daun dengan melewati celah laut antara pulau panggang dan pulau karya. Di perjalanan ngobrol sama &#8216;<em>supir</em>&#8216; perahu tanya2 lokasi yang bagus buat snorkeling di  sekitar pulau semak daun, dan ternyata dia merekomendasikan gosong balik layar yang berada 900m barat daya semak daun.</p>
<p>Dan ketika sampai dan melihat keadaan sekeliling terjadilah disorientasi lokasi hehe karena suasana pantulan cahaya dari pasir putih yang digenangi oleh air laut jernih yang sangat dangkal menghasilkan warna biru muda mengingatkan dengan gosong2 yang ada di karimunjawa. Tanpa basa basi langsung terjun dan kebetulan lagi ada &#8216;gerombolan&#8217; cumi kecil yang lagi sekolah atau bahasa kerennya squid schooling hehe yang lumayan banyak. Sebenarnya dari kejauhan saya kira itu ikan2 kecil kaya teri tetapi pas di lihat dari dekat .. wow ternyata sekumpulan cumi kecil yang banyak, dan itu baru pertama kalinya saya lihat di sini. Serba salah melihat gerombolan itu, setiap kali saya mendekat gerombolan cumi tersebut langsung pecah dan menghilang dan tiba2 terbentuk dikejauhan dan terus begitu ketika saya mendekat, bener2 hopeless buat di ambil gambarnya.</p>
<p>Setelah lumayan lama bermain di gosong balik layar, akhirnya waktu jugalah yang memaksa saya harus balik ke dermaga pramuka lagi. Karena mengejar jadwal kapal kerapu yang katanya sekitar jam 12-an  dan harus antri untuk mendapatkan tiketnya terlebih dahulu. Setelah menunggu dan menunggu yang lumayan lama waktu pun sudah lewat jam 12, tiket belum di jual &#8230; terus menunggu akhirnya sekitar jam 2.00 barulah tiket di buka <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Ini pertama kali saya coba pakai kapal kerapu, dan transport ini benar2 transport terbaik di lihat dari sisi biaya dan fasilitas. Biaya murah dan kondisi perahu yang masih bagus dan yang paling penting kenceng tidak seperti perahu kayu yang dari muara angke. Kalau ngak salah liat dan ingatan saya belum ngaco kecepatan kapal kerapu berdasarkan angka di dashboard yg ada di depan nakoda menunjukan sekitar 20 atau 25 Knot &#8230; CMIIW.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=965" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340405_IMG_2703.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=966" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340416_IMG_2717.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=964" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340396_IMG_2702.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=963" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340386_IMG_2696.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Kecepatan kapal yang cepat membawa saya sampai di pulau pari, mampir sebentar angkut penumpang dan tidak lama juga sampai di pulau untung jawa angkut penumpang lagi. Kesialan terjadi di sekitar pulau bidadari mesin kapal tiba2 mati haha &#8230; terombang ambing lah sekitar 1.5 &#8211; 2 jam perjalanan dari pulau bidadari ke dermaga Marina Ancol karena mesin kapal yang hanya bisa sampai kecepatan 9 knot, itupun setiap beberapa menit harus di matikan dan kemudian di nyalain lagi. Benar2 sial, apalagi ketika melihat beberapa kapal kerapu lain menyalip dari belakang dengan sangat meyakinkan dan membuat &#8216;eneg&#8217; perut karena gelombang yang di hasilkan dari mesin kapal kerapu tadi membuat kapal yang saya tumpangi goyang lebih parah, kecepatan perahu seakan-akan jauh2 lebih lambat dari kapal kayu dari muara angke karena dalam beberapa menit mesin harus di matikan dan ketika dinyalain beberapa menit itupun maksimum kecepatan 9 knot. </p>
<p>Mungkin karena sudah sering jalan2 pake perahu melihat keadaan mesin perahu yang mati dan terombang ambing di tengah laut, benar2 tidak membuat saya (kami) panik mungkin ada beberapa penumpang yang pasang tampang  cemas di raut mukanya tapi tidak dengan tim diving saya. Dengan enaknya saya masih bisa tiduran, karena suasana ombak yang lumayan gede dan keadaan mesin kapal mati akan mengenapkan goyangan kapal yang lumayan maknyoss dan tidurlah obat mujarab supaya tidak mabok. Juga dari pada pasang tampang panik yang sama sekali tidak membantu kru kapal lebih baik tidur karena saya percaya penuh ke kru kapal yang telah teruji pengalamannya. Daripada nge-grecoki apa yang harus dilakukan ke kru kapal yang sama sekali tidak membantu malah membuat suasana lebih tidak karuan lebih baik tidur hehe, karena  kalo kita greceki kru kapal, sepertinya kaya kita menggarami air laut hehe.</p>
<p>Akhirnya menjelang maghrib sampai juga di dermaga Marina Ancol, walaupun dengan kondisi perahu yang tertatih-tatih di atas lautan hehe. Dan kembali mempersiapkan kerutinitas kerjaan esok hari, walopun dengan kondisi tubuh yang gosong dan rontok hehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/06/02/gosong-balik-layar-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Karya, Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/21/pulau-karya-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/21/pulau-karya-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 02:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Selam]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun sudah yang kesekian kalinya saya jalan ke tempat ini, tapi tidak ada (atau setidaknya sampai saat ini) sedikitpun rasa bosan untuk berkunjung ke kepulauan Seribu. Di setiap trip membuat saya semakin mencintai negeri kepulauan ini. Pernah menginap di rumah penduduk, pernah menginap di losmen/penginapan yg lumayan jauh dari dermaga .. pernah menginap juga di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=953" target=_blank><img class=frame align=left src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340081_IMG_2374.JPG" alt="" /></a>Walaupun sudah yang kesekian kalinya saya jalan ke tempat ini, tapi tidak ada (atau setidaknya sampai saat ini) sedikitpun rasa bosan untuk berkunjung ke kepulauan Seribu. Di setiap trip membuat saya semakin mencintai negeri kepulauan ini. Pernah menginap di rumah penduduk, pernah menginap di losmen/penginapan yg lumayan jauh dari dermaga .. pernah menginap juga di losmen dengan view terbaik (versi saya tentunya) di pulau pramuka walopun agak jauh ke dermaga, dan kesemuanya ini memberikan cerita perjalanan tersendiri yang unik dan berbeda-beda. Secara kondisi pulau, kalo boleh berkata jujur.. pulau pramuka tidak seindah pulau tidung dengan keindahan jembatan cintanya, tetapi di pulau pramuka segala sesuatunya lebih mudah. Penginapan yang banyak, rumah makan atau catering yg bertebaran, lebih banyak pilihan transportasi perahu dan juga  fasilitas wisata yang lebih komplit seperti tempat penyewaan dan guide scuba diving yang selalu tersedia. Tapi dari sekian keuntungan dari pulau pramuka tersebut sepertinya tidak ada yang mengalahkan keuntungan kalau di sekitar pulau pramuka itu banyak sekali spot-spot buat olahraga air yang sangat indah dan juga berdekatan dengan beberapa pulau2 indah yang tidak berpenghuni yang masih sangat asri dan ini tidak di temukan di sekitar pulau Tidung. Pramuka hanya dijadikan sebagai basecamp saja, sedangkan aktifitas lebih banyak di lakukan di luar pulau pramuka seperti mengunjungi spot-spot buat diving atau snorkeling yang sangat banyak atau kalau ingin menikmati suasana pulau yang sangat menakjubkan bisa jalan ke pulau semak daun atau pulau air.<br />
<span id="more-665"></span></p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=976" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340558_IMG_2318.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=975" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340549_IMG_2344.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=952" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340046_IMG_2315.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=951" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340006_IMG_2296.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Perahu kayu lemot dari muara angke yang  masih tetap bau, jadi penumpang &#8216;gelap&#8217; kapal cepat yang menuju pulau Kotok, menunggu jembutan kapal cepat dari pulau Sepa, jadi penumpang yang &#8216;numpang&#8217; ke speed boat super cepat (karena serasa terbang hehe) yang di sewa orang,  sampai nyoba kapal cepat kerapu yang mesinnya mati ditengah laut sudah pernah saya alami. Mungkin itulah gambaran banyaknya alternatif transportasi buat ke pulau Pramuka. Tetapi dari bayaknya alternatif itu ada satu hal yang selalu menjengkelkan saya yaitu tidak adanya kepastian transportasi selain ojeg perahu kayu yg super lemot dan super berjubel. Bagi saya  membayar lebih tetapi membuat kepastian jadwal yang jelas, tidak akan memberatkan kantong dibandingkan dengan kegiatan menunggu yang tidak ada kejelasan. Kerapu dalam jadwal jelas banget tapi tidak dapat di pastikan kebagian atau tidak. Alangkah indahnya apabila kapal kerapu bisa di pesan jauh2 hari tanpa harus mengantri. Dari sekian kali ke Pramuka baru &#8216;sekali&#8217; saya mencoba kapal cepat kerapu, itu pun di kasih bonus terombang-ambing di dekat pulau bidadari karena masalah mesin. Sebenarnya kerapu jauh lebih unggul di banding transportasi lain yg pernah saya coba. Tiga keunggulan yang tidak bisa di lawan oleh kapal lain adalah &#8216;Murah&#8217; , &#8216;Cepat&#8217; dan &#8216;Nyaman&#8217;. Tapi perlu perjuangan buat mendapatkan tiketnya, apalagi kalau sudah long weekend.</p>
<p>Kurang lebih jam 10 pagi perahu kayu yang meluncur dari Muara Angke, dalam hitungan menit akan merapat di dermaga Pulau Pramuka. Mas Yudi contact person langganan kami buat &#8216;melayani&#8217; kebutuhan kami di pulau sudah menjemput di dermaga. Kali ini saya lumayan surprise banget karena di kasih penginapan yang keren dan bersih karena masih baru. Sebenarnya saya minta di carikan penginapan yang dekat dengan dermaga, karena pengalaman terakhir ketika mendapatkan penginapan jauh dari dermaga lumayan membuat repot saya ketika harus bolak-balik dermaga-penginapan. Walaupun tetap jauh dari dermaga tetapi kali ini tidak membuat saya kecewa karena view langsung kelaut dan suasana sepi tidak banyak orang yang lalu lalang dengan di kombinasikan keadaan penginapan yang masih baru menggenapkan kesempurnaan perjalanan ini.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=956" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340148_IMG_2387.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=955" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305340127_IMG_2386.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=950" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305339980_IMG_2279.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=949" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1305339962_IMG_2278.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Halaman penginapan yang berpasir putih&#8230; pintu penginapan yang langsung mengarah ke laut jawa .. kondisi penginapan yang lapang dan masih sangat bersih hmmm bagi saya itu sudah lebih dari cukup dan saya tidak bisa meminta lebih dari apa yang telah tersedia hehe. Setelah unpacking barang2 kami menghubungi dive guide kami mas Lukman temennya bang Biis .. oh iya biasanya kita nyelem di temani bang Biis  cuma karena bang Biis harus menjenguk sodaranya di Jakarta maka kami di temani oleh mas Lukman .. itu pun kami tahu setelah secara tidak sengaja kami bertemu ama bang Biis di muara angke.  Setelah itu kita kontak dia buat ketemu dan ngobrolin persiapan buat nyelem.</p>
<p>Ketika telpon mau janjian di warung padang .. temen saya masih aja nanya warung padang yang mana ?? dengan entengnya dia jawab emang ada berapa warung padang di sini hahaha. Setelah makan siang dan  &#8216;rapat&#8217; konsolidasi persiapan menyelam yang super cepat di warung padang akhirnya kami pun balik ke penginaan buat menyiapin peralatan selam.</p>
<p>Spot yang akan di tuju kali ini di sekitar Pulau Karya tempat sangkar2 terumbu karang buatan dibenamkan. Syndrom tak kenal maka tegang, masih terjadi setiap mengunjungi spot penyelaman yang belum di kenal, ada perasaan was-was walopun cuma beberapa saat saja. Harusnya di lakukan penyesuaian/adaptasi dan pengenalan area sekitar supaya kita lebih comfort dalam penyelaman, salah satunya dengan snorkeling. Dan penyelaman paling nyaman yang pernah saya rasakan cuma di gosong cemara, karimunjawa. Karena sebelum menyelam saya sudah snorkeling lama melihat keadaan sekitar.</p>
<p>Ada lumayan banyak &#8216;sangkar2&#8242; buat terumbu karang tetapi lagi2 semakin dalam sepertinya semakin kurang asik karena selain lebih gelap terumbu karangnya pun makin dikit. Dan tetap dengan formasi lama .. satu teman ber&#8217;dansa&#8217; dengan guide, satu teman sibuk dengan buoyancy dan saya  lebih asik dengan diri sendiri dan terlalu konsen dalam ambil dokumentasi, sampe2 ngak pernah memperhatikan jarum tangki oksigen hehe.</p>
<blockquote><p>Note aja buat orang orang yg suka mengeluarkan kata2 &#8216;autis&#8217; buat mendeskripsikan saking asik sendiri ato melakukan sesuatunya sendiri, fikir balik lagi karena ada beberapa temen saya yg &#8216;kebetulan&#8217; mempunyai anak yang mengidap autis, sepertinya  berkeberatan dengan statement2 seperti itu &#8230; karena kesannya anaknya dia itu  menjadi bahan olok-olok saja.</p></blockquote>
<p>Tips aja buat yang mau diving di daerah kep.seribu (ato sekitar pramuka), kalo cuma untuk menikmati terumbu karang,  cukup dengan snorkeling aja soalnya semakin dalam suasana gelap dan tumpukan sampah mulai keliatan hehe.</p>
<p>Abis nyelem kembali kerutinitas di Pramuka .. buat mengunjungi Pulau Air yang tidak pernah bosan di pandang serta snorkeling sebentar, dan di akhiri dengan makan di Nusa Resto, dan tetap dengan wetsuit yg masih menempel di tubuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/21/pulau-karya-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kintamani, Besakih &amp; Jimbaran</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/14/kintamani-besakih-jimbaran/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/14/kintamani-besakih-jimbaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 13:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Besakih]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Batur]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Batur]]></category>
		<category><![CDATA[Jimbaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kintamani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Kintamani merupakan salah satu sisi Bali yang belum sempet saya kunjungi. Landscape Kintamani ini berlatar belakang danau Batur dan gunung Batur yang bernuansa pegunungan, mungkin mirip sama daerah Bedugul walaupun secara acara kali ini benar2 mengecewakan &#8230; Perjalanan yang lumayan jauh mencapai anti klimaks di tujuan, yang tidak ada aktifitas sama sekali. Datang makan lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=892" target=_blank><img class='frame' align=left src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151788_DSC_5883.JPG" alt="Kintamani" />  </a>Kintamani merupakan salah satu sisi Bali yang belum sempet saya kunjungi. Landscape  Kintamani ini berlatar belakang danau Batur dan gunung Batur yang bernuansa pegunungan, mungkin mirip sama daerah Bedugul walaupun secara acara kali ini benar2 mengecewakan &#8230; Perjalanan yang lumayan jauh mencapai anti klimaks di tujuan, yang tidak ada aktifitas sama sekali. Datang makan lalu kembali lagi &#8230; benar2 menyia2kan perjalan panjang yg cukup menguras fisik. Dan kejadian ini benar-benar mengulang kejadian ketika perjalanan ke Pantai Lovina &#8230; datang makan dan balik lagi &#8230; benar2 ngak banget &#8230; seolah2 perjalanan panjang yang melelahkan itu hanya bertujuan untuk makan siang <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .<br />
Tetapi kejadian itu terselamatkan dengan jalan2 di Besakih .. begitu pula ketika jalan ke Lovina yang terselamatkan di Air Terjun Gitgit &#8230; kalo di air terjun Gitgit..  bak anak kecil kami (bukan saya hehe)  bergelantungan di atas seutas tali  sambil teriak2 tanpa beban .. padahal secara lokasi dan tempat amat sangat  tidak menarik hehe. Dan ketika di Besakih kami pun pecicilan seperti anak kecil, bahkan satu tas berisi peralatan kamera lengkap temen saya sempat tertingal di Besakih paling atas hehe sebelum dengan paniknya mencari kesana kemari.<br />
<span id="more-610"></span></p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=879" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151514_DSC_5999.JPG" alt="Besakih" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=875" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151458_DSC_5938.JPG" alt="Besakih" /></a>
</p>
<p>Kalau cuaca mendukung sebetulnya pemandangan gunung batur itu bisa jadi lebih indah dari gambar2 yang saya ambil, karena ketika saya tiba diiringi dengan cuaca mendung dan di sambut rintik2 hujan.  Melihat keadaan gunung Batur jadi ingat ketika melihat gunung Merapi sebelum meletus  yang seperti nasi tumpeng tanpa ada banyak vegetasinya, sekilas seperti tumpukan batu dan pasir yang membentuk gunung. Bedanya di gunung batur warnanya agak hitam (atau karena mendung ???) sedangkan ketika di Merapi lebih  terang tidak hitam. Tapi sayang lokasi idaman saya, desa Trunyan dan menyebrangi danau Batur tidak bisa terlaksana. Jangan kan turun ke danau Batur, menikmati indahnya gunung batur aja cuman beberapa saat .. setelah makan (walopun lapar tapi ngak terlalu berselera) langsung balik lagi.</p>
<p>Ketika perjalanan pulang pemandangan sisi barat daya danau batur yang begitu indah seperti memaksa saya untuk mengikrarkan janji supaya mengunjungi tenpat itu di lain waktu kalau mengunjungi Bali lagi. Dan perjalanan panjang naik turun gunung di lanjutkan lagi &#8230; kali ini tujuannya adalah Pura Besakih.  Kondisi jalan yang sempit dan naik turun membuat perjalanan agak melambat. Beberapa saat sampai Besakih ternyata harus di lanjutkan dengan jalan kaki hehe. Dan kembali kami pun pecicilan kesana kemari seperti anak kecil. Dan sampai di atas banyak  galeri seni yang jual lukisan, tapi tetap secara detail tidak ada yg menandingi detail lukisan ubud yang masih segar tergambar di otak saya. Hmmm Ubud tunggu waktu saja.. kalo ada rezeki lukisan pertama  yang akan saya beli dari Bali pasti berasal dari Ubud.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=878" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151502_DSC_5950.JPG" alt="Besakih" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=876" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151471_DSC_5940.JPG" alt="Besakih" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=873" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151432_DSC_5926.JPG" alt="Besakih" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=870" target=_blank><img class=frame  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151396_DSC_5908.JPG" alt="Besakih" /></a>
</p>
<p>Setelah lumayan cape &#8216;digangguin&#8217; anak2 kecil yang memaksa jualan bunga buat di sematkan di telinga, akhirnya kami pun turun dari titik tertinggi Besakih. Dan tujuan di lanjutkan ke Jimbaran buat makan malam. Untuk yang kesekian kalinya setiap mau makan malam di Jimbaran saya lebih sibuk ambil poto kesana kemari hehehe. Dan suasana yg di ambil sebenarnya gitu-gitu juga ngak ada perubahan tapi tetap ngangenin walopun secara rasa makanannya biasa-biasa aja, malah menurut penilaian &#8216;subjectif&#8217;  saya seafood yang di jual di tempat2 jualan seafood di Bandung (yg notabene nya jauh dari laut) masih jauh lebih enak apalagi kepitingnya hmmm HDL sama Parit 9 juara deh (Parit 9 wajib coba yg lada hitam, soalnya cara masak bumbu lada hitamnya agak2 garing pake tepung  dan berbeda dengan kebanyakan yang lebih ke kuah kental) .</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=891" target=_blank><img class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151759_DSC_6021.JPG" alt="Jimbaran" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/05/14/kintamani-besakih-jimbaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Track Kiarapayung Jatinangor &#8211; {Mendadak Sepeda}</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/17/track-kiarapayung-jatinangor-mendadak-sepeda/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/17/track-kiarapayung-jatinangor-mendadak-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 08:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumedang]]></category>
		<category><![CDATA[cosmic]]></category>
		<category><![CDATA[Kiarapayung]]></category>
		<category><![CDATA[polygon]]></category>
		<category><![CDATA[polygon cozmic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Sepeda !!!!&#8230;.. Akhirnya bisa juga menikmati nggowes sepeda setelah sekian lama ingin nge-gowes sepeda buat &#8216;menfasilitasi&#8217; hobby jalan-jalan dan photo2, yang kebetulan belakang komplek rumah saya berdiri tegak gunung manglayang. Sebenarnya saya tidak terlalu hobby buat bersepeda, tetapi sepeda sebagai alat transportasi yang paling &#8216;tepat&#8217; buat medan yang berada dekat di sekitar rumah saya. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=924" target=_blank><img  align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108253_DSC_6347.JPG" alt="" /></a> Sepeda !!!!&#8230;.. Akhirnya bisa juga menikmati nggowes sepeda setelah sekian lama ingin nge-gowes sepeda buat &#8216;menfasilitasi&#8217;  hobby jalan-jalan dan photo2, yang kebetulan belakang komplek rumah saya berdiri tegak gunung manglayang. Sebenarnya saya tidak terlalu hobby buat bersepeda, tetapi sepeda sebagai alat transportasi yang paling &#8216;tepat&#8217; buat medan yang berada dekat di sekitar rumah saya. Saya sudah coba motor dan walaupun motor punya daya jelajah yang lebih jauh dan  tidak membuat kita cape, tetapi  daya jelajah yang kurang flexible, ngak bisa di tenteng untuk nyebrang benteng hehe. Kalau jalan kaki walaupun jauh lebih flexible sudah tidak memungkinkan karena selain &#8216;kurang asik&#8217; juga agak nguras tenaga dan lama. Akhirnya ketika ada tetangga di rumah yg sudah keranjingan sepeda &#8220;ngompori&#8221; saya buat ngajak jalan-jalan pake sepeda, tanpa research yg terlalu lama untuk memilih sepeda yang tepat, saya langsung menuju daerah toko2 sepeda di Bandung yaitu jalan Naripan dan sekitarnya.<br />
<span id="more-641"></span><br />
Setelah keliling beberapa toko, kebingungan pun mulai menghinggapi saya. Bingung karena setelah melihat-lihat ternyata sepeda yg saya inginkan semuanya di atas budget hahahaha. Dan saya harus tetap menegakan disiplin  untuk berkata TIDAK dalam hal menaikan budget yang telah di sepakati saya sendiri hehe. Setelah perang batin akhirnya dapat juga  malah dapat sepeda yg di bawah budget,  tapi itu juga bukan karena saya disiplin tetapi lebih kepada stock sepeda yang saya inginkan tersebut sedang kosong. Akhirnya<a href="http://id.polygoncycle.com/index.php?pgid=d_bike&#038;bikeid=352&#038;par=7"> Polygon Cozmix 2.0</a> beserta aksesoris helm,sarung tangun,stand sepeda,tempat air dan celana yg ada pempersnya pun  berpindah tangan ke tangan saya hehe.</p>
<p align=center>
<div id="attachment_652" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/04/cozmix-2-0.png"><img src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2011/04/cozmix-2-0.png" alt="" title="Polygon Cozmix 2.0 : Sumber : http://id.polygoncycle.com/" width="500" height="295" class="size-full wp-image-652" /></a>
<p class="wp-caption-text">Polygon Cozmix 2.0 , Sumber : http://id.polygoncycle.com/</p>
</div>
<p>Dengan sedikit kurang PD karena seumur-umur saya belum pernah pake sepeda dengan jarak lebih jauh dari 5-10KM, tetapi pagi itu mau tidak mau harus saya tempuh karena sepeda ada di rumah ortu, dan harus segera berpindah tempat sejauh kurang lebih 22KM dari Maleber Utara ke Cipadung melewati Jl Pajajaran &#8211; Suci &#8211; Cicaheum &#8211; Arcamanik &#8211; Ujung berung &#8211; Cipadung. Ternyata jujur selama dari Maleber ke Cipadung medan yg agak sedikit bikin pegel betis hanya di daerah LP Sukamiskin pertigaan yang ke Arcamanik itupun tidak banyak memberikan beban di betis. Setelah alun-alun Ujung Berung terlewati , rasa optimis pun semakin tinggi, sampai  berpikir ternyata saya bisa juga bersepeda dengan jarak yang lumayan jauh dan yg lebih bikin PD, ini  baru pertama kali buat saya. Tetapi saya kena batunya juga karena ternyata medan yang sebenarnya diantara jarak 22KM itu hanya ratusan meter terakhir saja yang menuju rumah saya di Cipadung. Karena ketika masuk ke jalan ds. Cipadung menuju komplek rumah, kondisi jalan naik terus dan sepertinya tanjakan itu tidak ada ujungnya (agak lebay hahaha). Saya mulai naruh hormat kepada orang-orang yg sering saya lihat pakai sepeda di daerah ini hehehe. Setelah sampe, tanjakan itu lumayan membuat badan ini sempoyongan xixixixixi. Tapi secara keseluruhan jujur tidak membuat kaki pegal sama sekali, ini diluar dugaan karena saya sendiri sudah siap menerima pegal-pegal di keesokan harinya hehe. Tetapi ada salah satu bagian badan saya yg sepertinya membutuhkan istirahat lebih banyak , yaitu PANTAT saya yang sangat sakit hahahaha.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=927" target=_blank><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108351_DSC_6322.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=926" target=_blank><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108327_DSC_6332.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=922" target=_blank><img   class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108202_DSC_6357.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=925" target=_blank><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108300_DSC_6340.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah bangun pagi dengan kondisi pantat yang masih sakit,  tetangga saya sudah ngajak kumpul buat jalan ke daerah Kiarapayung, dan lagi2 ini pun baru pertama kalinya buat saya. Saya masih belum tahu track medannya apakah sulit atau tidak. Tapi ternyata &#8230; suguhan tanjakan yg menurut saya paling curam di  jalur Kiarapayung ini sudah menunggu kami. Lagi2 dengan kurang PD apakah bisa di lewati atau tidak , saya tetap nggowes terus , terus dan terus yang akhirnya bisa juga tanpa harus turun dari sepeda hehe.  Selanjutnya saya tidak menemukan lagi tanjakan yang lebih curam dari tanjakan pertama itu.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=920" target=_blank><img   class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108123_DSC_6368.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=921" target=_blank><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108163_DSC_6361.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=918" target=_blank><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108046_DSC_6407.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=919" target=_blank><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301108091_DSC_6375.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Walopun tidak menemukan lagi tanjakan yang lebih curam tetap lumayan menguras keringat di badan saya. Setelah sampe di tujuan saya baru mulai merasakan nikmatnya bersepeda hehe. Beberapa gorengan dan teh manis saya sikat &#8230; istirahat dan ngobrol sejenak .. setelah itu kami pun turun kembali &#8230; dan lagi2 ternyata ketika turun untuk balik ke rumah selama perjalanan tidak terasa cape sama sekali dan betis terkuras lagi2 di ratusan meter terakhir ketika nanjak ke rumah hahaha.<br />
Lumayan membuat saya heran juga, walopun  cape  karena 2 hari berturut2 nggowes lumayan jauh dan nanjak serta itupun nggowes untuk yang pertama kalinya, tetapi tidak membuat kaki atau badan saya pegel2 kecuali pantat yang semakin sakit hahahaha.</p>
<p>Dan sepertinya bersepeda membuat ketagihan juga &#8230; tiga minggu berturut2 setiap hari minggu pagi .. kami selalu jalan dengan tujuan KIARAPAYUNG hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/17/track-kiarapayung-jatinangor-mendadak-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GeoTrek Kaldera Gunung Sunda &#8211; Situ Lembang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/01/geotrek-kaldera-gunung-sunda-situ-lembang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/01/geotrek-kaldera-gunung-sunda-situ-lembang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 03:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Cekungan Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[GeoTrek]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Lembang]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkubanperahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Sunda ?? pasti banyak orang akan mengernyitkan dahinya .. dan bertanya ada yah gunung yang bernama Gunung Sunda ?. Ya gunung sunda merupakan &#8220;Orang Tua&#8221; dari gunung Tangkubanperahu. Dan Gunung Tangkubanperahu tersebut sebenarnya hasil dari letusan dasyat Gunung Sunda , saking dasyatnya letusan tersebut membentuk kaldera yang sangat luas dan ditengah kaldera tersebut munculah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=913" target="_blank"><img align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107694_DSC_6219.JPG" alt="" /></a>Gunung Sunda ?? pasti banyak orang akan mengernyitkan dahinya .. dan bertanya ada yah gunung yang bernama Gunung Sunda ?. Ya gunung sunda merupakan &#8220;Orang Tua&#8221; dari gunung Tangkubanperahu.  Dan Gunung Tangkubanperahu tersebut sebenarnya hasil dari letusan dasyat Gunung Sunda , saking dasyatnya letusan tersebut membentuk kaldera yang sangat luas dan ditengah kaldera tersebut munculah gunung yang sekarang di namakan Gunung Tangkubanperahu. Kalau di runut kebelakang lagi sebenarnya masih ada &#8220;kakek-nya&#8221;  Gunung Tangkubanperahu yang bernama Gunung Sunda Purba, atau kalau Pak T.Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung menamakannya gunung Jayagiri. Jadi dari gunung Jayagiri/Sunda Purba meletus muncul Gunung Sunda dan Gunung Sunda meletus muncul Gunung Tangkubanperahu.<br />
<span id="more-630"></span></p>
<blockquote><p>Situ Lembang, lembah sempit berbentengkan dinding kaldera gunung Sunda. Di timur terlihat gunung berselimit kabut, Gunung Tangkubanperahu membiru (2.084 m.dpl). Dari Situ Lembang, bentuk gunung ini terlihat tidak seperti perahu yang terbalik. Jadi sangat mungkin, yang menciptakan sakakala Sang Kuriang &#8211; Dayang Sumbi itu adalah orang dari selatan gunung ini, yang setiap hari melihatbentuk gunung seperti perahu yang terbalik.<br />
Di Barat dan uatara danau, sejak lawang angin hingga di utara Situ Lembang, membentang dinding kaldera Gunung Sunda, saksi sejarah keberadaan raksasa Gunung Sunda (+-4000 m.dpl) yang meletus dasyat hingga membentuk kaldera, kawah raksasa dengan garis tengahnya sepanjang tujuh kilkometer. (sumber T.Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung).</p></blockquote>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=912" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107670_DSC_6216.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=908" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107465_DSC_6184.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=903" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107340_DSC_6081.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=902" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107297_DSC_6067.JPG" alt="" /></a>
</p>
<p>Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali mengunjungi Situ Lembang tapi berhubung sekarang daerah tersebut di &#8216;Pegang&#8217; oleh Kopassus maka tidak sembarangan orang di kasih izin buat mengunjungi daerah tersebut. Keinginan saya tersebut semakin besar setelah membaca (atau lebih tepatnya &#8216;teracuni&#8217; ) buku karangan Pak T.Bachtiar dan Pak   Budi Brahmantyo (Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung &#8212; KRCB)  yang berjudul &#8220;Wisata Bumi Cekungan Bandung&#8221;. Saya terkesan sekali baca buku itu .. dan jujur saya katakan itu buku kedua bagi saya dan keluarga saya yang menjadi bacaan wajib  kami semua yang tentunya buku pertama itu adalah buku2 tebal dan lecek2 karangan kuncen Bandung, Haryonto Kunto (&#8220;Semerbak Bunga di Bandung Raya&#8221; dan &#8220;Wajah Bandoeng Tempo Doeloe&#8221;), dan tidak ada paksaan untuk membaca buku tersebut malah antri menunggu giliran hehe . Membaca buku2 tersebut seperti mengendarai mesin waktu buat melintas di lorong waktu dan membebaskan pikiran kita untuk berimajinasi sendiri dan kembali ke waktu dimana buku tersebut bercerita. Beruntung kali ini saya bisa berjumpa dan bahkan mendapat penerangan yang lebih dari yang saya perkirakan dari para  penulis buku tersebut. Dan berbeda dengan buku2 sebelumnya yang saya sendiri tidak sempat melihat atau bercakap dengan penulisnya (Alm. Haryonto Kunto)</p>
<p>Dan kebetulan Matabumi sebagai  komunitas  dari pembaca buku  &#8220;Wisata Bumi Cekungan Bandung&#8221;  meng-invite saya di pesbuk dalam rangka  GeoTrek ke Situ Lembang, dan tanpa pikir panjang langsung saya confirm hehe. Ada dua alasan utama kenapa saya ikut, pertama sebenarnya tour geotrek ini dah sering di adakan dan saya belum pernah satu kalipun ikut, kedua saya ingin melihat 2 orang sosok yang tidak bertanggung jawab yang dengan tega telah memenuhi racun wisata bumi cekungan Bandung di otak saya dengan tulisan2 di bukunya hehe <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=901" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107254_DSC_6048.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=907" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107437_DSC_6181.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=915" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107790_DSC_6245.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=911" target="_blank"><img   class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1301107599_DSC_6196.JPG" alt="" /></a></p>
<p>Sabtu 12 February 2011, pagi2 jam setengah 6 saya sudah siap berangkat ke kampus UPI Bandung, padahal malamnya saya baru sampe ke Bandung dari Jakarta sekitar jam 8 malem dan kebetulan baru turun dari kereta ada yg ngajakin nongkrong di dago atas sampe malam sekitar jam 11 malem , nyampe rumah sekitar jam setengah satu malem. Tapi tetep bisa bangun pagi2 karena emang akan melakukan sesuatu yang saya sukai hehe. Yang saya takutkan cuma satu apakah trekingnya berat atau tidak karena benar2 kurang tidur. Dan ternyata komunitas ini cair banget dari peserta yang masih duduk di bangku SD sampe kakek yang berumur 72 tahun ikut .. dari sini saya lebih percaya diri kalo trek yg akan di lalui tidak akan sulit. Dan perkiraan saya 100% bener trek yang di lalui benar-benar nyantei dan tidak sulit tetapi tetap memberikan pengetahuan yang luas karena sepanjang perjalanan Pak Budi sama Pak T.Bachtiar tanpa henti memberikan penjelasan tentang ilmu bumi.</p>
<p>Setelah jalan-jalan (lupa berapa lamanya hehe) keliling di hutan dan sampai di Situ Lembang, saya agak terpana melihat keindahan dan KEBERSIHAN-nya, saya lalu berpikir kembali mungkin pengelolaan Situ Lembang yg sekarang tertutup dan di pegang Kopassus memberikan manfaat lebih buat keasrian,kelestarian dan kebersihan Situ Lembang. Â &#8221;Kuliah umum&#8217; kembali di lanjutkan pasca istirahat makan siang setelah itu Â sholat dan sesi poto2, akhirnya waktu juga yg membuat kami harus berpisah &#8230;</p>
<p>Thanks to Matabumi, Pak T.Bachtiar, Pak Budi Brahmantyo &amp; Kopassus &#8230; atas terlaksananya acara ini</p>
<p>Situ Lembang &#8230;semoga tetap terjaga selamanya ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/04/01/geotrek-kaldera-gunung-sunda-situ-lembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nusa Lembongan, Bali : Bali Hai Cruise</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/nusa-lembongan-bali-bali-hai-cruise/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/nusa-lembongan-bali-bali-hai-cruise/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 05:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Hai Cruise]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Lembongan]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Water sport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Nusa Lembongan merupakan pulau kecil yang menjadi andalan pariwisata Bali karena keindahan bawah air dan pantai putihnya yang berada di sebelah tenggara pulau Bali, serta bertetanggaan dengan dua pulau lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Secara administratif Nusa Lembongan masuk ke wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Mata pencaharian yang utama penduduk Nusa Lembongan adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=883" target="_blank"><img align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151629_IMG_1451.JPG" alt="" /></a>Nusa Lembongan merupakan pulau kecil yang menjadi andalan pariwisata Bali karena keindahan bawah air dan pantai putihnya  yang berada di sebelah tenggara pulau Bali, serta bertetanggaan dengan dua pulau lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Secara administratif Nusa Lembongan masuk ke wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Mata pencaharian yang utama penduduk Nusa Lembongan adalah petani rumput laut. Transportasi menuju Nusa Lembongan bisa dari Pantai Sanur menuju Jungutbatu di Nusa Lembongan dengan memakai perahu motor. Atau kita bisa ikut paket wisata cruise yaitu Bounty Cruises dan Bali Hai Cruises yang memakai kapal wisata yang sangat nyaman dan berangkat dari Benoa Harbour.<br />
<span id="more-600"></span><br />
Beberapa kali main ke Bali tempat ini benar2 di luar radar saya, karena setiap kali jalan ke Bali terlalu focus ke mainland nya saja. Setelah agak bosan keliling2 di pulau Bali-nya dan mencari alternatif lain akhirnya ketemu juga suatu pulau yang bernama Lembongan. Dan setelah survei2 akhirnya kami ikut paket wisata Bali Hai Cruises dan ini merupakan kapal laut termewah dan terbesar yang pernah saya naiki hehe (**Norak Mode ON**) sebelumnya kapal terbaik yang pernah saya naiki adalah speedboat pribadi yg lumayan mewah ketika numpang pulang dari pulau pramuka dan kapal cepat Kartini ketika ke Karimunjawa. Malahan sebelumnya kapal atau perahu yang terbesar yang pernah saya naiki adalah perahu kayu seadanya yang menuju pulau Tidung atau Pramuka yang super pelan hehehe.<br />
Dan ternyata Nusa Lembongan tidak meleset dari angan2 saya, setelah kapal berlabuh di pontoon Bali Hai yang cukup besar kami di antar menuju Nusa Lembongan dengan memakai perahu motor yang kecil. Dan sepanjang perjalanan dari pontoon ke Nusa Lembongan disuguhi pemandangan pantai yang keren dan juga banyak sekali resort-resort yang &#8216;nemplok&#8217; di sisi tebing pantai.<br />
Setelah sampai di tempat yang bernama Mushroom Bay yang merupakan Base Camp Bali Hai di Nusa Lembongan, pasir putih dan pantai yang biru Lembongan menyambut kami <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Setelah briefing sebentar oleh kru Bali Hai kita tinggal memilih paket jalan2 yang kita sukai. Disini semua acara benar-benar terjadwal dengan rapih supaya semuanya bisa menikmati dengan santai. Setelah melihat daftar paket jalan2nya akhirnya tim di bagi 2 ada yang mau tour jalan ke Desa dan ada yang ingin snorkeling terlebih dahulu di pontoon kecil dan sebenarnya yang ikut group snorkeling jauh lebih sedikit di banding yang jalan2 ke desa (karena kebanyakan tidak bisa berenang hehe). Saya sendiri memilih Snorkeling terlebih dahulu karena saking gatalnya melihat air laut yang dari tadi seakan2 memanggil saya hehe.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=888"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151697_IMG_1470.JPG" class=frame alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=882"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151610_DSC_5861.JPG" class=frame  alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=881"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151599_DSC_5840.JPG" class=frame  alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=880"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151590_DSC_5819.JPG" class=frame  alt="" /></a>
</p>
<p>Ada yang membuat saya bertanya-tanya apakah saya emang benar2 lagi di Indonesia atau di mana karena dari sekian banyak orang yang ikut group snorkeling cuman saya dan temen2 saya yang berkulit sawo gosong, sisanya bule semua. Dalam satu perahu saya jadi celingukan dan ketawa-ketiwi sama temen saya dan yang lucu temen2 saya yang cuman bermodalkan nekad lupa mengambil jaket pelampung haha. Tapi ada untungnya juga temen2 saya tidak ambil jaket pelampung karena semua bule di situ tidak ada satu pun yang memakai jaket pelampung hahaha. Dan setelah sampai di pontoon kecil Bali Hai buat spot snorkeling makin jiper lah temen2 saya karena bule2 yang lain langsung nyebur seperti ikan, karena temen2 saya sebelumnya sama sekali belum pernah berenang di laut. Tapi saya patut ajungkan semua jempol saya buat temen2 saya, karena kita saya loncat duluan dengan maksud stand by di bawah supaya temen2 saya ngak panik dan akan saya suruh turun lewat tangga, malahan saya yang di buat kaget karena semua temen2 saya ngikutin saya loncat dari pontoon langsung ke laut hahahaha. Bused bener2 nekat semuanya secara ini baru pertama kali mereka terjun berenang di laut dan renangnya pun ngak ada yang bener tanpa pelampung lagi haha. Setelah beberapa saat saya seperti jadi induk ayam yang kesana kemari nge-jagain anak ayamnya,  saya takut terjadi apa-apa dengan &#8216;anak ayam&#8217; tsb, walopun akhirnya saya bisa menikmati juga keindahan bawah laut Lembongan setelah memastikan &#8216;anak ayam&#8217; tersebut aman <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tips dari saya kalo ingin nyoba snorkeling &#8216;jangan takut&#8217; akan tenggelam bawa rileks dan juga di usahakan posisi tubuh jangan terlalu sering berdiri (vertical) karena akan lebih cape buat menyeimbangkan badan supaya terus mengapung, saya sarankan posisi tubuh terus terlentang dangan kepala menghadap ke bawah jangan takut tenggelam (juga jgn takut ngak bisa napas kan ada snorkel) semakin anda rileks semakin anda melayang apalagi di atas air laut, posisi tengkurap juga mengurangi terkurasnya tenaga karena tidak banyak gerakan yang di butuhkan. Intinya semakin anda takut dan panik akan tenggelam maka akan semakin mempercepat tenggelamnya tubuh anda hehe, tetapi semakin anda tidak panik dan rilek maka semakin mengambang juga tubuh kita apalagi dengan posisi terlentang dengan tubuh menghadap kebawah.</p>
<p>Ketika saya enjoy photo2 underwater, saya menoleh kesalah satu temen saya yang mengacung-ngacungkan telunjuknya. Dengan sigap saya langsung ngasih kode OK ke dia dan saya mundur agak jauh karena dia terlalu dekat untuk di photo. Dan ketika saya dive ke bawah karena saya mau ambil gambar dia dari bawah sekitar 2 &#8211; 3 meteran koq dia keliatan panik haha dan saya sadar kalo temen saya tuh mengacung-ngacungkan telunjuknya bukan minta di photo tapi minta tolong  karena tenggelam ketika salah satu fin yang di pakainya lepas dan dia langsung panik wakakakak. Dan disinilah saya ngeh kalo tugas life guard itu berat banget walopun saya menyeret dia sekitar belasan meter menuju pontoon tapi capenya luar biasa karena dia ngak mau diam dan sedikit panik.</p>
<p align = center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=889"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151710_IMG_1492.JPG"  class=frame  alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=887"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151685_IMG_1469.JPG"  class=frame  alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=886"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151667_IMG_1465.JPG"  class=frame  alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=884"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151640_IMG_1453.JPG" class=frame   alt="" /></a>
</p>
<p>Setelah snorkeling kami di jemput lagi ke Base Camp buat makan siang, dan temen2 saya yang ikut tour the village datang kemudian dan ternyata temen2 saya setelah tour the village langsung ikut tour kapal selam. Setelah makan siang melihat kano nganggur sayang juga kalo tidak di pakai karena paket disini semuanya free, kano dan banana boat bisa sepuasnya. Setelah maen kano penasaran pula buat naik banana boat hehe. Setelah itu saya melewatkan tour kapal selamnya karena saya berfikir lebih asik kalo badan saya nyemplung langsung dikedalaman di banding cuman melihat dari balik kaca kapal selam hehe akhirnya saya kembali ikut jadwal snorkeling berikutnya.</p>
<p>Selama beberapa kali main ke Bali pengalaman yang berkesan adalah ketika menyelam pertama kali tahun 2006 di Tanjung Benoa dan sekarang di akhir tahun  2010 ketika mengunjungi Nusa Lembongan. Siapapun yang turun untuk pertama kali di Nusa Lembongan pasti berdecak kagum akan keindahan pasir putihnya, tapi dengan catatan orang tersebut menyukai aktivitas di air kalau tidak menyukai aktivitas di air saya tidak akan pernah merekomendasikan Nusa Lembongantempat ini. Dan ini merupakan pengalaman pertama kali juga ikut paket Cruise -nya Bali Hai dimana aktivitas selain parasailing dan diving semuanya dah include paket. Bisa puas-puasan banana boat,kano snorkeling di pantainya (kalo snorkeling di spot snorkeling ada jadwalnya) ada tour the village melihat keindahan suasana desa Nusa Lembongan, ada jalan-jalan pake kapal selam buat melihat keindahan bawah laut dari balik kaca. Dan yang saya salut sama operatornya semuanya sudah di bikin jadwal yang pas supaya semuanya bisa menikmati tour secara merata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/nusa-lembongan-bali-bali-hai-cruise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanjung Benoa, Bali : Kinds Villa Bintang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/tanjung-benoa-bali-kinds-villa-bintang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/tanjung-benoa-bali-kinds-villa-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 05:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Kinds Villa Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Benoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang ke-sekian kalinya kalau jalan ke-Bali biasanya menginap di daerah pantai Kuta tepatnya di Hotel Grand Istana Rama, kenapa daerah Kuta ?? karena deket dengan pantai yang sangat luas hehe, dari tempat penginapan tinggal nyebrang jalan untuk ke pantai. Selain deket dengan pantai, juga daerah pendukung sekitar terutama tempat makan dan mini market yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=898"><img align=left class=frame src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151956_DSC_5798.JPG" alt="" /></a>Untuk yang ke-sekian kalinya kalau jalan ke-Bali biasanya menginap di daerah pantai Kuta tepatnya di Hotel Grand Istana Rama, kenapa daerah Kuta ?? karena deket dengan pantai yang sangat luas hehe, dari tempat penginapan tinggal nyebrang jalan untuk ke pantai. Selain deket dengan pantai, juga daerah pendukung sekitar terutama tempat makan dan mini market yang lumayan banyak dan juga deket dengan tempat dugem tapi ini khusus buat temen2 saya yang suka dugem, sebenarnya bagi saya lebih jauh dari tempat dugem lebih baik hehe. Tetapi tidak untuk kali ini , mungkin karena semuanya sudah mulai bosan dengan suasana Kuta hehe (akhirnya) kami memutuskan untuk menginap di daerah Nusa Dua, dan hotel yang masuk budget di daerah Nusa Dua yang terkenal mahal &#8216;hanya&#8217; Inna Putri Hotel yang terkenal dengan hotel bintang lima yang seadanya karena kondisi yang lumayan &#8216;menua&#8217;. Tetapi kami tidak seberuntung itu (atau malah bagus tidak jadi nginap di situ ???) karena untuk tanggal 2-6 Dec 2010 semua kamar di hotel Inna Putri Bali sudah ada  penghuninya.<br />
<span id="more-584"></span></p>
<p align=center>
<iframe src="http://wikimapia.org/#lat=-8.7694065&#038;lon=115.2226245&#038;z=17&#038;l=0&#038;ifr=1&#038;m=b" width="543" height="388" frameborder="0"></iframe>
</p>
<p>Maka pencarian hotel di arahkanlah ke utara Nusa Dua yaitu daerah Tanjung Benoa karena untuk terus memaksakan mencari Hotel di Nusa Dua yang ada private beachnya seakan memaksakan diri dan kami akhirnya dapat hotel di Kinds Villa Bintang Tanjung Benoa, yang lumayan ok, pemandangan kebun-nya mengingatkan saya dengan Grand Istana Rama walopun disini kelihatan lebih luas dan lebih terawat.   Private beach-nya tidak seperti yang di bayangkan karena kecil sekali dan kiri kanan pantai ada pembatas antara pantai satu hotel dengan pantai  hotel lainnya, tetapi suasana kolam renangnya juga cukup asik karena dekat dengan pantai.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=900"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151977_DSC_5808.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=893"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151840_DSC_5754.JPG" alt="" /></a><br />&nbsp;<br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=899"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151967_DSC_5801.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=894"><img src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1295151912_DSC_5778.JPG" alt="" /></a></p>
<p>Suasana jalan utama Tanjung Benoa tidak seramai di Kuta dan disini lumayan banyak tempat makan yang bagi saya lumayan lux. Dan yang bikin saya homie adalah kebanyakan resto/cafe/tempat makan disini menyuguhkan musik gamelan dari jawa barat alias gamelan sunda yang membuat setting otak di kepala saya men-setting Ondangan=Mode On hehe, serasa berada di Bandung tetapi dengan suhu udara yang sangat panas.<br />
Sebenarnya Tanjung Benoa ini merupakan pusat buat olahraga air di pulau bali, dari banana boat, flying fish, parasailing, jetsky, snorkeling, diving dll ada di tanjung benoa. Tetapi kami tidak akan melakukan aktifitas water sport di tanjung benoa karena sudah booking Bali Hai Cruise yaitu perjalanan full day memakai kapal wisata ke pulau/Nusa Lembongan, pulau yang berada di tenggara pulau bali. Di Nusa Lembongan sudah di sediakan fasilitas olahraga air seperti snorkeling,banana boat dan kayaking sepuasnya.<br />
Karena Tanjung Benoa berada di sisi timur pulau Bali maka bagi anda yang takut &#8216;gosong&#8217; dan ingin menikmati pantai di sini lebih baik di sore hari karena kalau pagi matahari cukup terik menyinari sisi timur pulau Bali, dan ini berbanding kebalik dengan Kuta, Kuta akan terasa panas setelah siang ke atas dan kalau pagi hari sinar matahari tidak terlalu banyak menyinari pantai Kuta karena Kuta ada di sisi barat pulau Bali. Jadi jangan mengharapkan melihat sunset di daerah Nusa Dua dan Tanjung Benoa dan juga jangan mengharapkan Sunrise di daerah Kuta hehe.<br />
Kalau anda suka suasana yang ramai dan banyak tempat dugem pilih daerah Kuta dan &#8216;JANGAN&#8217; pilih daerah Nusa Dua dan Tanjung Benoa, sebaliknya kalau anda suka suasana yang santai, sepi, fasilitas dugem &#8216;agak&#8217; lebih dikit maka Nusa Dua dan Tanjung Benoa benar2 Highly Reccommended &#8216;dibanding&#8217; Kuta dan karakteristik ini cocok bagi saya hehe. Makanya selama  5 hari 4 malam menginap di Kinds Villa Bintang saya bisa berenang 2 kali sehar,i pagi dan malam karena suasana yang tidak terlalu ramai. Sehabis lelah jalan2 full day keliling Bali, malam harinya kalau mencari saya gampang banget nengok di kolam renang di pastikan saya sudah nongkrong duluan hehe dan biasanya nyebur sampai jam 10 atau jam 11 malem.<br />
Selain private beachnya yang &#8216;terlalu kecil&#8217; dan sarapan yang kurang bervariasi (karena saya ngak makan makanan dari B2) semuanya OK. Dari kebersihan dan service cukup OK dan yang terpenting tidak terlalu ramai, tapi kurang tau juga kalu suasana lagi full hehe. Oh ya mungkin sekedar saran saja buat menu sarapan kalau ada menu dari daging B2 kalo bisa kasih gantinya karena yang nginap disitu ngak semua bisa makan daging B2 karena kalau tidak ada gantinya jadinya saya cuman makan nasi goreng ato roti SAJA. Juga kalao ada makanan yang tidak halal harap di kasih info di depan. Karena bagi beberapa orang apalagi orang tua akan bingung kalo ada daging yang cuman dikasi text hanya &#8216;Bacon&#8217; saja. Lebih baik di tulis &#8216;Non Halal&#8217; atau kata2 yang lebih clear yang bisa lebih di mengerti oleh banyak orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2011/01/17/tanjung-benoa-bali-kinds-villa-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karimunjawa Part#3 (End)  Sisi Barat KJ</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 14:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[New Posts]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Cemara Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gosong Seloka]]></category>
		<category><![CDATA[homepost]]></category>
		<category><![CDATA[Indonor Wreck]]></category>
		<category><![CDATA[Menjangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Gelam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Hari ketiga tanggal 15 Nov 2010, rencananya kami akan scuba diving di sisi barat Karimunjawa tepatnya di lokasi kapal karam yaitu Indonor Wreck. Malam hari sebelumnya kami sudah briefing dengan dive guide kami Pak Nurul yang asli orang Karimunjawa dan dia juga mantan penyelam tradisional yang memakai kompresor dari perahu yang dihubungkan dengan selang. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=866" target="_blank"><img class="frame" align="left"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828845_DSC_5593.JPG" alt="" /></a>Hari ketiga tanggal 15 Nov 2010, rencananya kami akan scuba diving di sisi barat Karimunjawa tepatnya di lokasi kapal karam yaitu Indonor Wreck. Malam hari sebelumnya kami sudah briefing dengan dive guide kami Pak Nurul yang asli orang Karimunjawa dan dia juga mantan penyelam tradisional yang memakai kompresor dari perahu yang dihubungkan  dengan selang. Setelah mengalami dekompresi yang parah dan kata dia sangat menyakitkan hampir membuat dia pensiun dari dunia selam &#8216;tradisional&#8217; tetapi akhirnya dia ikut pelatihan diving dan sampai dapet lisensi buat rescue yang lumayan tinggi, dia juga pernah cerita setelah ikut pelatihan diving ternyata baru tahu setelah sekian lama jadi penyelam tradisional kalo diving yang benar dan aman itu  tidak se-simple hanya nyemplung ke laut ada beberapa aturan buat naik atau turun kekedalaman yang tidak sembarangan. Dan akhirnya dia bisa make money menjadi dive guide yang lumayan profesional, mungkin hal beginilah yang patut di contoh bahwa industri pariwisata membawa manfaat bagi masyarakat lokal, dan saya lumayan banyak belajar dari pengalaman2 diving dia.<br />
<span id="more-551"></span></p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=838" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828301_DSC_5482.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=839" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828321_IMG_1151.JPG" alt="" /></a><br />
<small>Lokasi penyelaman pertama : Indonor Wreck</small>
</p>
<p>Pagi hari saya belajar dari kesalahan kemarin, akhirnya saya bangun lebih pagi buat hunting sunrise di Nirwana Hotel berjalan di pagi hari dengan tergesa-gesa dan hasilnya cukup memuaskan, kami mendapatkan gambar sunrise yang lumayan ok, untuk melihat suasana Nirwana Hotel di saat sunrise bisa di lihat <a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=259" target="_blank">disini</a>. Setelah cukup puas melihat sunrise saya balik kembali kehotel buat sarapan dan siapin peralatan buat scuba diving.<br />
Jam 08.00 kami kembali di jemput oleh &#8216;pick-up&#8217; yang selalu menemani kami dan tetap berangkat dari dermaga lama Karimunjawa. Disana pak Nurul sudah menyambut kami dengan peralatan scuba divingnya, ada sekitar 8 tabung oksigen dan 4 set BCD beserta regulatornya. Sepertinya cuaca kali ini akan benar2 cerah sepanjang hari dan tidak seperti kemaren cerah di awal, lalu hujan dan cerah lagi. Perahu di arahkan ke sisi barat pulau Karimunjawa dan ketika melewati laut dangkal (benar2 dangkal mungkin maksimum kedalaman 1.5 m)  dengan dasar pasir putih yang jelas dan warna laut berwarna hijau tosca yang amat sangat indah di sekitar Tanjung Gelam mengingatkan warna laut ketika di gosong Seloka tetapi dengan hamparan laut hijau tosca yang jauh lebih luas. Dan saat ini saya langsung berkesimpulan sisi barat Karimunjawa jauh .. jauh lebih indah di banding sisi timurnya tapi mungkin entah karena kemarin ketika jalan ke sisi timur dengan cuaca yg kurang mendukung.</p>
<p>Sekitar jam 9.30 kami sudah sampai di spot buat diving yaitu di kapal karam Indonor (Indonor Wreck), pak Nurul sudah bilang ke kami kalau sekarang ada arusnya dan turunnya harus lewat tali tetapi kata dia kalau sudah di dalam arusnya ngak terlalu kencang. Tetapi level kenceng arusnya pak Nurul sama saya agak beda kalo ngak dikatakan beda jauh hehe dan ini merupakan arus terkuat yang pernah saya alami sampai-sampai beberapa kali saya terbawa arus dan hampir naik kembali ke permukaan.</p>
<blockquote><p>Travelling kali ini sepertinya saya kehilangan jatidiri setidaknya ada krisis identitas haha, apakah saya berangkat sebagai penyelam, tukang renang, tukang photo, model photo atau penikmat alam. Karena biasanya ketika berangkat jalan-jalan cuma satu titik yang di focuskan dan biasanya adalah jadi tukang photo, dan resikonya kalau jadi tukang photo agak kurang menikmati suasana sekitar karena benar2 konsen melihat posisi pemandangan dalam view finder kamera, juga kurang berinteraksi dengan alamnya sendiri entah itu traking atau berenang, juga biasanya jumlah &#8216;photo diri&#8217; benar2 minimalis. Tetapi tidak dengan perjalanan kali ini, insting photo pemandangan sekitar benar2 kuat, insting jadi &#8216;model&#8217; jadi2an juga ok, full renang dilaut, full scuba diving di kedalaman dan amat sangat menikmati pemandangan sekitar. Dan ada kejadian lucu sih ketika Scuba Diving di lokasi Indonor Wreck yang lumayan seram dan ngeri karena suasana gelap dan arus yang kenceng membuat detak jantung lumayan kencang dan biasanya kalo adrenalin saya mulai naik dua buddy dive saya di pastikan dalam keadaan panik hahaha. Tapi di tengah2 kengerian itu saya masih sempat mendokumentasikan keadaan sekitar sambil main-main dengan men-shot muka saya haha. Padahal jangankan nge-shot, ketika menyerahkan underwater camera ke buddy dive saya dia menolak hahaha dan saya ngerti sih dia lagi dilanda kepanikan padahal tadinya pengen mendokumentasikan bagaimana badan saya terbawa arus yg kuat hehehe.</p></blockquote>
<p>Dan kita sampe di kapal karam tersebut pak Nurul mengajak masuk kedalam kapal tersebut padahal saya agak2 ngeri melihat suasana yang agak angker hehe, perasaan ngeri, takut karena kelihatan angker tetapi penasaran juga pengen melihat dari dalam di tambah posisi udara saya sudah mulai menipis. Ketika mengelilingi sisi lain kapal karam tersebut arus benar2 kelihatan kenceng dengan di tandai banyak benda2 kecil laut yang berjalan berlawanan dengan arah menyelam saya yang lumayan kenceng. Setelah puas lalu kami naik melalui tali kembali dan disitulah ternyata perkiraan saya kepada dua buddy dive saya yang di pastikan dalam keadaan panik terjawab hahaha. Mereka malah bilang sendiri lumayan ngeri dan satu buddy dive saya hidungnya mengeluarkan darah. Mungkin equalisasi dia yang kurang baik sehingga ada selaput di THT yang sedikit pecah.</p>
<p>Setelah penyelaman pertama, kami harus istirahat yang lumayan lama dan sambil istirahat kami menuju pulau Cemara besar, dan disinilah saya menemukan keindahan sesungguhnya Karimunjawa hehe. Lagi-lagi hamparan pasir putih dan pantai yang gradasi warnanya keren banget dari putih jernih ke biru tosca muda hingga biru agak gelap yang jelas kelihatan dengan background pulau Karimunjawa yang membuat pemandangan sangat fantastis. Lagi2 saya tidak tahan tuk nyemplung berenang disini, ngak peduli muka saya akan gosong, tengah hari saya tetap berenang di kolam alami tengah laut yang lumayan besar. Dan buat orang2 yang ngak bisa berenang jangan khawatir disini air kelihatan tenang dan dangkal sekali dari yang 0.5 m juga ada dan airnya jernih banget.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=868" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828939_DSC_5563.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=864" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828808_DSC_5534.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=863" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828789_DSC_5544.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=865" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828831_DSC_5569.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=860" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828723_DSC_5524.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=856" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828651_DSC_5526.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=850" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828523_IMG_1283.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=849" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828509_IMG_1287.JPG" alt="" /></a><br />
<small>Suasana Pulau Cemara besar yang fantastis, saya benar2 speechless</small>
</p>
<p>Tepat tengah hari kami bakar ikan di pulau Cemara Besar buat makan siang hmmm benar-benar nikmat membakar ikan yang fresh di tengah pulau kosong dengan di suguhi pemandangan pantai yang menakjubkan, jadi ingat film Cast Away yang di bintangi oleh Tam Hank hehe. Setelah puas jalan2,snorkeling dan photo2 akhirnya perjalanan di lanjutkan ke gosong cemara buat penyelaman kedua, dan di penyelaman kali ini saya benar-benar tidak mau meninggalkan spot diving di tengah terumbu2 karang yang menakjubkan sampai sampai pak Nurul yang mengajak pindah spot tidak saya hiraukan saya benar2 autis untuk menikmati keindahan terumbu karang dengan cara scuba diving keliling di areal ini sesuka hati tanpa dive guide pak Nurul. Akhirnya buddy dive sayalah yang menemani dan saya beruntung punya buddy dive seperti dia, semuanya terserah saya mau kemana hahaha pokoknya dia dengan setia mengikuti saya hehe sampai2 saya jarang  memperhatikan dia ada dimana karena terlalu percaya kalau dia selalu mengikuti saya thanks bro (btw ini jangan di contoh hehe).</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=843" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828399_IMG_1309.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=842" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828383_IMG_1303.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=844" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828409_IMG_1327.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=840" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828357_Fullscreen%20capture%2011172010%2041256%20PM.bmp.JPG" alt="" /></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=845" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828421_IMG_1332.JPG" alt="" /></a><br />
<small>Bawah laut Gosong Cemara</small>
</p>
<p>Setelah amat sangat kelelahan karena scuba diving yang benar2 autis hehe akhirnya saya naik karena tenaga benar2 drop dan ketika naik lagi2 arus lumayan kenceng ketika saya melawan arus buat menuju ke perahu seakan-akan saya berenang di tempat padahal kaki sudah di kayuh sedemikian rupa tetapi majunya dikit sekali, akhirnya saya putuskan untuk menuju ke perahu dari kedalaman saja dan saya turun kembali ke kedalaman  sekitar 2 atau 3 meteran karena mengayuh di kedalaman waktu itu lebih efisien di banding di permukaan dan  setelah sampai di bawah perahu lalu naik ke permukaan.</p>
<p>Karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya penyelaman di hentikan dan dilanjutkan perjalananya ke Tanjung Gelam dan lagi2 di sini saya disuguhi pemandangan pantai yang kerennnn sampai2 saya dan temen saya menjuliki tempat ini surga dunia hehe. Disisi barat ini banyak tempat2 yang tidak sempat di kunjungi karena kami selalu lama menikmati di setiap spotnya hehe setelah lumayan menikmati sore hari di Tanjung Gelam akhirnya harus balik ke Hotel. Sampai hotel saya sendiri bener2 kelelahan padahal temen saya lagi2 ngajak jalan ke alun2 karimunjawa, tapi fisik tidak memungkinkan akhirnya waktu di habiskan buat mereview photo perjalanan melalui netbook temen saya.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=848" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828477_DSC_5678.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=847" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828468_DSC_5687.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=846" target="_blank"> <img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828456_DSC_5667.JPG" alt="" /></a><br />
<small>Suasana Tanjung Gelam</small>
</p>
<p>Tanggal 16 Nov 2010 hari terakhir kami di Karimunjawa, kami segera packing di pagi hari setelah sarapan lalu menuju tempat souvenir setelah beli sedikit souvenir lalu menuju dermaga dan jam 10.00 KMC Kartini berangkat dan untuk jadwal hari selasa KMC Kartini mampir di Jepara lalu Ke Semarang. Dan ternyata penumpang hampir semuanya turun di Jepara akhirnya selepas Jepara penumpang benar2 kjosong melompong. Sekitar jam 16.45 an KMC Kartini mulai merapat ke Pelabuhan Tanjung Mas dan dari Tanjung Mas saya menuju ke station Kereta api Semarang Tawang karena jadwal kereta masih lama akhirnya kami putuskan untuk menitipkan tas kami di penitipan tas di station dan waktu yang masih banyak kami manfaatkan untuk beli oleh2 di pusat oleh2 Semarang. Jam 20.30 tepat kereta Harina yang menuju Bandung berangkat dan saya sendirian pake Harina karena saya ingin merayakan Idul Adha dengan keluarga diBandung, sedangkan 2 buddy dive saya memakai kereta Sembrani ke arah Jakarta dan jadwalnya sekitar jam 23.00.</p>
<p>Thanks to Monel yang dengan baik hati menjadi guide kami di sana, juga Pak Nurul dive guide kami yang We O We hehe<br />
Mudah2an bisa balik lagi dalam waktu dekat .. thank you Karimunjawa.</p>
<p>The END.</p>
<p>
<strong> Seri Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/" target="_blank">Karimunjawa Part#1</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#2 &#8211; Sisi Timur KJ</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#3 (END) &#8211; Sisi Barat KJ</a></li>
<p></p>
<p><strong>Gambar-gambar Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=262" target="_blank">Sisi Barat Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=261" target="_blank">Sisi Timur Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=259" target="_blank"> Nirwana Resort</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=271" target="_blank">Port Of Tanjung Mas, Semarang</a></li>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karimunjawa Part#2 &#8211; Sisi timur KJ</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 14:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Cemara Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Gosong Seloka]]></category>
		<category><![CDATA[Indonor Wreck]]></category>
		<category><![CDATA[Menjangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Gelam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Hari kedua tanggal 14 Nov 2010, janjian untuk melihat sunrise di hari kedua gagal total, walaupun kami dah bangun sekitar jam 5 pagi tetapi cahaya matahari sudah mulai memasuki jendela kamar kami. Itu tandanya matahari sudah mulai naik dan pengambilan gambar sunrise tidak akan maksimal karena posisi matahari sudah terlalu tinggi, selain itu butuh waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=823" target="_blank"><img align=left class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828048_DSC_5344.JPG" alt="" /></a>Hari kedua tanggal 14 Nov 2010, janjian untuk melihat sunrise di hari kedua gagal total, walaupun kami dah bangun sekitar jam 5 pagi  tetapi cahaya matahari sudah mulai memasuki jendela kamar kami. Itu tandanya matahari sudah mulai naik dan pengambilan gambar sunrise tidak akan maksimal karena posisi matahari sudah terlalu tinggi, selain itu butuh waktu juga untuk berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap ke Hotel Nirwana yang lumayan jauh yang akan membuat posisi matahari semakin tinggi. Akhirnya kami kembali tiduran dan reschedule ulang untuk hunting sunrise esok hari. Agenda hari kedua adalah jalan-jalan di sisi timur pulau Karimunjawa seperti Pulau Tengah, Pulau Kecil dan Gosong Seloka. Sepertinya cuaca kelihatanya bagus dan itulah yang kami harapkan. Setelah kami packing dan langsung memakai wetsuit akhirnya mobil pick-up jam 8.00 pagi sudah siap menjemput kami, dan setelah siap kami pun diantar ke dermaga lama dekat alun-alun Karimunjawa.<br />
<span id="more-530"></span><br />
Beberapa menit selepas dari dermaga lama Karimunjawa ternyata cuaca berubah drastis hujan mulai turun, gelombang lumayan besar dan kelihatanya arusnya pun lumayan kenceng. Tapi saya juga melihat hujannya tidak merata hanya di beberapa lokasi saja karena awan gelapnya tidak banyak hanya ada di beberapa titik. Ada lokasi yang hujannya besar dan ada lokasi yang hanya rintik2 kecil. Tetapi efek cuaca tersebut berpengaruh terhadap hasil hunting photo2nya, warna2 photo di hari ke dua ini tidak keluar dan tidak maximal dan agak sedikit underexposure.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=804" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827664_DSC_5129.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=805" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827674_DSC_5133.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=813" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827896_IMG_0937.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=810" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827856_IMG_0840.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=809" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827840_IMG_0810.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=806" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827687_DSC_5162.JPG" alt="" /></a><br />
<small>Suasana pulau Tengah, sisi timur Karimunjawa</small>
</p>
<p>Lokasi pulau pertama yang dituju adalah Pulau Tengah, dan ketika sampai di pulau tengah hujan rintik-rintik masih membasahi kami. Ketika melihat gelombang laut yang lumayan besar agak membuat ragu juga buat turun snorkeling tapi insting buat mendokumentasikan bawah laut Karimunjawa lebih besar dari pada keraguan untuk snorkeling. Akhirnya saya turun juga dan untuk yang pertama kalinya terjun ke laut di Karimunjawa serta melihat terumbu karang di sekitar pulau Tengah yang benar-benar indah ada beberapa kondisi karang yang rusak tetapi masi lebih banyak kondisi terumbu karang yang bagus berbeda sekali dengan kondisi terumbu karang di kep.seribu. Pasir putih langsung bertemu dengan terumbu karang dengan kedelaman yang sangat dangkal, disisi lain terlihat sangat indah tapi saya agak takut karena dengan kondisi yang sempurna seperti ini kelangsungan terumbu karangnya sangat terancam karena dangkal dan dekat dengan pasir putih di pantai. Terancam oleh pengunjung yang berenang/snorkeling di daerah dangkal seperti ini karena setelah saya lihat entah itu di kep.Seribu ataupun disini beberapa operator travel mengajarkan snorkeling ke pengunjung dengan menjadikan beberapa titik terumbu karang sebagai pijakan. Dan karena sangat dangkal kemungkinan tertendang oleh fin sangat tinggi. Karena itulah saya lebih baik menjauh dari lokasi snorkeling yang dangkal karena takut merusak karangnya. </p>
<p>Tidak terasa posisi matahari sudah mulai ada diatas kepala, gelombang laut masih cukup besar dan itu membuat kepala saya lumayan pusing entah terlalu lama snorkeling atau emang terombang-ambing di gelombang yang lumayan besar. Dan saya tidak akan memaksakan kondisi fisik saya akhirnya naik ke dermaga dan beristirahat sebentar lalu dilanjutkan dengan photo2 suasana pulau yang mungil ini di permukaan. Setelah pusing agak hilang kemudian turun lagi untuk menikmati suasana coral di pulau tengah, tetapi tidak terlalu lama karena sudah di panggil buat makan siang. Akhirnya naik ke dermaga dan makan siang di pulau Tengah.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=825" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828074_DSC_5375.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=824" target="_blank"><img class="frame"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828061_DSC_5360.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=822" target="_blank"><img class="frame"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828033_DSC_5343.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=816" target="_blank"><img class="frame"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827961_DSC_5277.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=818" target="_blank"><img class="frame"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827980_DSC_5325.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=827" target="_blank"><img class="frame"  src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828104_IMG_0770.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=831" target="_blank"><img  class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828153_IMG_1107.JPG" alt="" /></a><br /><small>Suasana pulau Kecil, sisi timur Karimunjawa, bisa dilihat ada beberapa org yang menjadikan karang sebagai pijakan buat belajar snorkeling</small>
</p>
<p>Setelah istirahat dan makan siang di pulau Tengah kondisi cuaca mulai membaik hujan mulai reda dan suasana pulau mulai terang, lalu di lanjutkan ke pulau Kecil yang kondisinya mirip dengan pulau Tengah. Dua pulau yang berada disisi timur Karimunjawa tersebut tidak berpenghuni. Kondisi terumbu karang disini juga bagus dan mirip dengan yang di pulau Tengah. Karena terlalu excited saya tidak bisa mengontrol penggunaan kamera underwater yang saya pegang disini batrai sudah habis karena terlalu banyak ambil gambar. Hari kedua sampai pulau Kecil saya hanya mengandalkan kamera underwater Monel guide kami, yang kurang maksimal karena tombol2 di housing underwaternya lumayan keras yang membuat gambar agak nge-blur.</p>
<p>Dan ternyata kekecewaan karena batre kamera habis muncul juga. Selepas pulau Kecil kami menuju Gosong Seloka yaitu pulau pasir putih yang kecil yang biasanya muncul di tengah laut ketika air surut. Dan melihat kondisi bawah air gosong Seloka yang biru muda cerah karena pantulan air laut dangkal dan pasir putih membuat penyesalan tiada duanya haha karena kurang maksimal untuk mendokumentasikan bawah laut gosong Seloka. Dari pada pusing memikirkan batre kamera lebih baik saya nyebur dan bersnorkeling ria kembali di lokasi yang benar-benar keren karena kondisi air yang lebih jernih dari kolam renang lumayan dangkal berpasir putih dan berwarna biru muda &#8230; WOW.</p>
<p align="center">
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=837" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828249_IMG_1266.JPG" alt="" /></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=835" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828224_IMG_1206.JPG" alt="" /></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=801" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827600_IMG_0884.JPG" alt="" /></a><br /><small>Gosong Seloka dan hiu di penangkaran Pulau Menjangan Besar</small>
</p>
<p>Dari gosong seloka hari sudah mulai sore dan tujuan berikutnya adalah Pulau Menjangan Besar buat melihat penagkaran Hiu. Ketika di bilang Monel bisa berenag dengan hiu saya lumayan tertarik. Dan setelah melihat hiu nya saya sama temen saya saling pandang2an dan bilang &#8216;hmmmm jiper juga gw lihat hiunya&#8217; wakakakakak. Tapi akhirnya saya turun juga dan yang lucu ketika si Monel bilang dia suka &#8216;gigit&#8217; jari ketika berenang dgn hiu, tangan saya selalu di kepalkan hahahaha, lumayan seru sih pengalaman yang tidak akan pernah di lupakan berenang dengan hiu walopun hiu dari penangkaran tapi tetap aja hiu hehehe.</p>
<p>Pulang dari Menjangan Besar hari sudah mulai gelap akhirnya kembali ke Hotel, bilas semua wet suit dan peralatan snorkeling, bersih2 mandi lalu langsung makan malam di sekitar alun-alun Karimunjawa dan janjian dengan Pak Nurul dive guide kami buat menyiapkan peralatan selam esok hari.</p>
<blockquote><p>Ada pemandangan yang sangat jarang terlihat di kota2 besar, ketika malam di alun-alun Karimunjawa saya melihat ada banyak bule makan malem lesehan di pinggir alun-alun dengan hanya di alasi oleh tikar seadanya hehe dan bermain2 dengan anak2 kecil Karimunjawa seakan-akan tidak ada perbedaan budaya antara bule dan anak kecil tsb hmmm indahnya melihat semua ini. Mudah2an pariwisata di Karimunjawa membawa kebaikan buat kondisi ekonomi masyarakat sekitar tanpa merusak alamnya&#8230;</p></blockquote>
<p>Bersambung ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-â€“-sisi-barat-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#3 (END) &#8211; Sisi Barat KJ</a></p>
<p>
<strong> Seri Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/" target="_blank">Karimunjawa Part#1</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#2 &#8211; Sisi Timur KJ</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#3 (END) &#8211; Sisi Barat KJ</a></li>
<p></p>
<p><strong>Gambar-gambar Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=262" target="_blank">Sisi Barat Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=261" target="_blank">Sisi Timur Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=259" target="_blank"> Nirwana Resort</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=271" target="_blank">Port Of Tanjung Mas, Semarang</a></li>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karimunjawa Part#1</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 12:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diving/Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai / Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Cemara Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Gosong Seloka]]></category>
		<category><![CDATA[Indonor Wreck]]></category>
		<category><![CDATA[Menjangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyelam]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Scuba Diving]]></category>
		<category><![CDATA[Snorkeling]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Gelam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya bisa juga menikmati keindahan alam Karimunjawa dengan mata kepala sendiri setelah selama ini cuma baca2 dan lihat photonya di internet. Dan Karimujawa sudah terlalu lama masuk dalam daftar waiting list tempat2 yang WAJIB di kunjungi di Indonesia versi saya hehe, dan harus segera di keluarkan dari daftar tersebut karena faktor waktu yang semakin lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=867" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290828857_DSC_0798.JPG" alt="" align="left"/></a>Akhirnya bisa juga menikmati keindahan alam Karimunjawa dengan mata kepala sendiri setelah selama ini cuma baca2 dan lihat photonya di internet. Dan Karimujawa sudah terlalu lama masuk dalam daftar waiting list tempat2 yang WAJIB di kunjungi di Indonesia versi saya hehe, dan harus segera di keluarkan dari daftar tersebut karena faktor waktu yang semakin lama akan semakin menumpuk dalam daftar waiting list nya <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Dan pada tanggal 13-16 Nov 2010 merupakan waktu yang tepat bagi saya dan temen jalan2 saya karena tanggal 17 nya pas hari Idul Adha bisa di pakai buat istirahat sebelum tanggal 18 nya masuk kerja. Enaknya sih tanggal 18 dan 19 nya cuti juga tapi berhubung tempat kerja saya bukan punya &#8216;abah&#8217; saya, dapat cuti 2 hari tanggal 14 dan 15 juga sudah merupakan suatu anugrah berhubung kerjaan di bulan ini yang lumayan banyak menyita perhatian dan otak saya.<br />
Lokasi Karimunjawa  ada di Jawa Tengah  masuk ke Kabupaten Jepara, kurang lebih 120Km di sebelah utara Kota Semarang atau kurang lebih 90 KM sebelah Utara Jepara yang di pisahkan oleh laut jawa. Lebih tepatnya posisi alun2 Karimunjawa berada di lat=-5.8800824 &amp; lon=110.432682.<br />
<span id="more-490"></span></p>
<p align=center><iframe  src="http://wikimapia.org/#lat=-5.8277852&#038;lon=110.4709625&#038;z=11&#038;l=0&#038;ifr=1&#038;m=b" width="459" height="293" frameborder="0"></iframe></p>
<blockquote><p>Oh iya sekedar tips aja lebih baik survey tempat yang akan kita tuju lebih dalam supaya ketika sampai ke tujuan tidak terlalu bingung dan ngak tahu arah tujuan mata angin. Saya sendiri mempelajari peta dan lokasi2 Karimunjawa lumayan lama jadi walaupun belum pernah kesana di otak saya sudah ada mapingnya kalau kita berada di sebelah mana pulau dan tidak disorientasi mata angin, saya sampai hapal jalan2 di karimunjawa walopun baru pertamakali kesana, dan ini bermanfaat sekali untuk mengambil photo karena kita tahu nanti sunrise atau sunset yang bagus lokasinya disebelah mana, tidak perlu bertanya lokasi pantai buat sunset atau sunrise .  Juga akan lebih menyenangkan sebelum berangkat kita survey terlebih dahulu sejarah, tatakrama dan budaya lokalnya. Jadi selain tujuan jalan2 kita juga belajar dari tempat yang akan kita kunjungi. Oh ya mempelajari  peta lokasi perjalanan ini juga bermanfaat ketika kami sampai di Tanjung Mas, saya dengan lebih percaya diri sudah tahu akan turun di mana di semarangnya, saya juga sampai survey lokasi tempat KMC Kartini berlabuh supaya tidak di bohongi oleh oknum yg tidak bertanggung jawab karena tidak terlalu kelihatan bego cari2 lokasi.</p></blockquote>
<p>Ada beberapa alternatif untuk jalan ke Karimunjawa tapi kami sendiri yang berangkat dari Jakarta memakai Bis (PO Shantika) dari rawamangun dan turun di Pintu Pelabuhan Tanjung Mas, dari Tanjung Mas memakai Kapal Cepat Kartini. Sedangkan pulangnya masih tetap pakai KM Kartini (via Jepara) tetapi dari Semarang kami pisah, saya sendiri pulang pakai Kereta Harina ke Bandung karena mengejar lebaran di Bandung, sedangkan  temen saya memakai kereta tujuan Jakarta.<br />
Jum&#8217;at tanggal 12 Nov 2010, setengah pikiran saya sudah berada di Karimunjawa sedangkan setengahnya lagi masih sibuk dengan kerjaannya. Dan jam 15.30  saya sudah pulang karena sudah janjian jam 16.00  untuk ke terminal bis Rawamangun, dan sekitar jam 18.30 bis jurusan Kudus tersebut berangkat. Perjalananya lumayan lama kalo ngak di katakan lama banget hehe, sekitar jam 05.30 pagi akhirnya kami sampai di pintu masuk pelabuhan Tanjung Mas. Dan menunggu kapal Kartini yang berangkat jam 9.00. Kalau ngak tahu tempat berlabuh kapalnya tinggal naik ojek aja dan tukang ojek akan mengantarkan ke dermaga tpt kapal kartini berlabuh yang lumayan jauh dari pintu gerbang pelabuhan. Untuk posisi di wikimapia tempat berlabuh KMC Kartini kurang lebih disini http://www.wikimapia.org/#lat=-6.9452087&amp;lon=110.4236215&amp;z=18&amp;l=0&amp;m=b.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=795" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827350_DSC_5721.JPG" alt=""/></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=792" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827305_DSC_4856.JPG" alt=""/></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=791" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827292_DSC_4843.JPG" alt=""/></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=790" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827250_DSC_4835.JPG" alt=""/></a><br />
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=794" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827334_DSC_5715.JPG" alt=""/></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=793" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827317_DSC_4867.JPG" alt=""/></a><br />
<small>Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang</small>
</p>
<p>Setelah lumayan lama menunggu sambil jeprat jepret  kapal yang berlabuh di tanjung mas, akhirnya KMC Kartini dateng juga, dan setelah masuk lumayan bagus juga, ada 2 lantai lantai bawah buat kelas bisnis dan lantai atas buat kelas executive kami pun kebagian di kelas executive walopun jujur pembagian kelas tersebut sebenarnya tidak perlu karena fasilitas dan layanan tidak ada yang berbeda selain beda lantai. Malahan saya rekomendasikan di kelas bisnis karena jajaran kursinya cuma 3-3 di banding executive yang 4-4 jadi kelihatan lebih nyaman, juga berada di bagian bawah tidak akan membuat goyangan kapal terasa berat seperti di lantai atas. Fasilitas toilet lumayan ok, cuma yang serba salah berada di kabin kapal yang super duper dingin berbanding kebalik ketika kita keluar kabin untuk menghilangkan rasa dingin tersebut, di luar kabin suhu udara malahan super duper puanaaaaas sekali. Jadi kalo ada orang yang berkacamata keluar dari kabin di jamin kacamatanya langsung berembun hehe.</p>
<p>Sekitar jam 13.00 akhirnya KMC Kartini berlabuh juga di dermaga Karimunjawa. Cuaca kurang bersahabat karena turun gerimis, setelah ketemu Monel contact person kami di Karimunjawa, akhirnya Monel mengantar kami menginap di Hotel Escape yang menghadap kelaut. Cukup kaget juga ternyata siang hari di Hotel tersebut ruangannya cukup dingin karena AC nya menyala, kenapa saya kaget karena berdasarkan &#8216;servey&#8217; yg saya lakukan listrik di Karimunjawa cuman ada malam hari, dan ternyata ngak 100% benar karena beberapa hotel yang cukup besar di sana mempunyai genset sendiri. Sebenarnya hotelnya lumayan strategis, bersih dan bagus tetapi service nya itu yang kurang ok, kalau kata temen saya namanya aja Hotel tapi servicenya Losmen hehe. Malah kalo saya pikir servicenya pun jauh dari service losmen hehe. Ketika masuk tidak ada satupun gelas apalagi air minum yang di sediakan wakkkkkkkk. Dan welcome drink nya kalo ngak kita minta tidak akan pernah datang itupun hanya dengan segelas kecil &#8216;TEH&#8217; hangat yang manisnya nanggung. Dan yang paling parah adalah kucuran air mandi yang ada di kamar mandi amat sangat sangaaaaaaat kecil sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii benar2 tidak layak buat di pakai shower (mungkin karena kamar kami ada di lantai 2, akan berbeda kalo kami pilih kamar di lantai 1), akhirnya setiap sy mau mandi harus nampung tetesan air dari shower tersebut kedalam ember. Saya sempet berpikir kayaknya lebih baik menginap di wisma/rumah penduduk yang di sewakan karena berdasarkan info dari temen tour yang menginap di rumah penduduk Air aqua galon tersedia panas dan dingin, air mandi melimpah ada tv juga walopun tv bukan nilai plus bagi kami (di hotel escape tidak ada tv), yang membuat nilai plus hotel escape &#8216;hanya&#8217; listrik(+AC) yang nyala 24 jam (dirumah penduduk listrik hanya nyala malam hari saja)  dan lokasi yang menghadap ke pantai. Tapi jangan harap service hotel yang jelek bisa menurunkan mood saya buat keliling pulau hehe, sejak merapat di dermaga Karimunjawa saya sudah jatuh hati melihat alamnya yang sangat natural, apalagi melihat kondisi air yang tenang seakan2 mempersilahkan  saya tuk menikmati ketenangan airnya hehe.</p>
<p>Setelah istirahat lumayan lama sekitar jam 16.00 kami di jemput memakai &#8216;pick-up&#8217; untuk menuju Nirwana Eco Resort, sebuat resort yang strategis dan mempunyai private beach yg sungguh indah yang berada di sisi timur pulau, sayang waktunya kurang tepat untuk datang karena pantai ini di sebelah timur akan lebih indah kalo datang di pagi hari sambil melihat sunrise. Tapi heyy itu tidak akan mengurungkan niat saya untuk hunting photo dan snorkeling saat itu juga hehe. Snorkeling sambil pemanasan buat tour full day esok hari karena sudah lumayan lama tidak snorkeling di laut.  Setelah maghrib akhirnya kami kembali ke Hotel dan beristirahat buat kegiatan esok hari dan &#8216;mungkin&#8217; temen saya penasaran ingin melihat sunrise di Nirwana Hotel (yg sebenarnya saya juga penasaran hehe) akhirnya kami setuju esok pagi untuk menikmati sunrise di Nirwana Hotel, sebelum acara tour kami.</p>
<p align=center>
<a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=798" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827467_DSC_4900.JPG" alt=""/></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=797" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827432_DSC_0570.JPG" alt=""/></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=799" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827486_DSC_0612.JPG"/></a><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=800" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827498_DSC_0659.JPG"/></a><br /><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?picId=796" target="_blank"><img class="frame" src="http://pictures.maleber.net/img/thumb/1290827420_DSC_0564.JPG"/></a><br />
<small>Suasana Nirwana Eco Lodge Resort</small>
</p>
<blockquote><p>Dan apa yang terjadi ternyata rencana hunting sunrise di hari kedua gagal total karena kurang pagi.. tapi hunting sunrise akhirnya terbayar di hari ketiga <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Bersambung ke <a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#2 &#8211; Sisi Timur KJ</a></p>
<p>
<strong> Seri Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/" target="_blank">Karimunjawa Part#1</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part2-sisi-timur-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#2 &#8211; Sisi Timur KJ</a></li>
<li><a href="http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part3-end-sisi-barat-kj/" target="_blank">Karimunjawa Part#3 (END) &#8211; Sisi Barat KJ</a></li>
<p></p>
<p><strong>Gambar-gambar Karimunjawa : </strong></p>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=262" target="_blank">Sisi Barat Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=261" target="_blank">Sisi Timur Karimunjawa</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=259" target="_blank"> Nirwana Resort</a></li>
<li><a href="http://pictures.maleber.net/index.php?catId=271" target="_blank">Port Of Tanjung Mas, Semarang</a></li>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/11/27/karimunjawa-part1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampung Toga, Sumedang</title>
		<link>http://blog.maleber.net/index.php/2010/10/16/kampung-toga-sumedang/</link>
		<comments>http://blog.maleber.net/index.php/2010/10/16/kampung-toga-sumedang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 08:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gunawan.ip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Places]]></category>
		<category><![CDATA[Sumedang]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Toga]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Toga]]></category>
		<category><![CDATA[Paralayang]]></category>
		<category><![CDATA[Villa Toga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.maleber.net/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi rutinitas saya 4 tahun terakhir ketika lebaran mengunjungi Sumedang . Macetnya jalur Bandung-Sumedang setiap lebaran seakan tidak pernah diingat-ingat ketika mau berangkat. Dan ketika terjebak di kemacetan lah baru mulai menggerutu hahaha. Pernah saya terjebak kemacetan dari Jatinangor sampe Cadas Pangeran , tapi yang paling sering biasanya di daerah jatinangor dan daerah pasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_475" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-475" title="Villa di Kampung Toga" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4596-1.jpg" alt="" width="400" height="267" />
<p class="wp-caption-text">Villa di Kampung Toga</p>
</div>
<p>Sudah menjadi rutinitas saya 4 tahun terakhir ketika lebaran mengunjungi Sumedang <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Macetnya jalur Bandung-Sumedang setiap lebaran seakan tidak pernah diingat-ingat ketika mau berangkat. Dan ketika terjebak di kemacetan lah baru mulai menggerutu hahaha. Pernah saya terjebak kemacetan dari Jatinangor sampe Cadas Pangeran <img src='http://blog.maleber.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> , tapi yang paling sering biasanya di daerah jatinangor dan daerah pasar tanjung sari. Tujuan utama adalah daerah Situraja dan juga Darmaraja, hmm mungkin banyak raja atau keturunan raja kali yah didaerah situ hehe.<br />
<span id="more-460"></span></p>
<blockquote><p>Warga sekitar Situraja sangat bangga sekali akan sosok Umar Wirahadikusumah,  mantan Wakil Presiden RI ke-4 (1983-1988) seorang putra asli Situraja, Sumedang.  Bahkan &#8216;dulu&#8217; ada Pameo yang mengatakan kalau untuk masuk ABRI cukup dengan KTP Situraja saja hehe :p, atau setidaknya itulah &#8216;joke&#8217; yg sering di ungkapkan Om saya seorang putra asli Situraja yang juga pensiunan pasukan marinir Indonesia.</p></blockquote>
<p>Dan lagi2 kemacetan dari Jatinangor sampai pasar tanjung sari menyambut perjalanan saya tetapi selepas tanjung sari perjalanan kembali lancar. Setelah melewati patung Pangeran Kornel dan Daendels  masuklah ke kawasan cadas pangeran yang merupakan jalan yang sangat bersejarah dan kalau dari kejauhan sebetulnya jalan tersebut seperti jembatan layang tetapi salah satu sisinya menempel ke dinding tebing, setelah beberapa saat meliuk-liuk di jalan cadas pangeran tersebut tibalah di alun-alun sumedang. Alun-alun yang masih mencerminkan pola alun-alun kota jaman baheula di Indonesia yang merupakan lapangan luas berbentuk persegi empat yang di kelilingi oleh masjid, kantor pemerintahan , pendopo bupati dan juga rumah tahanan.</p>
<p>Selepas alun-alun sumedang dan menuju Situraja pemandangan semakin ok, selain jalanan yang bagus juga di kiri kanan di hiasi hamparan sawah yang hijau dengan background gunung dan bukit-bukit yang terlihat rapih dan bersih. Semakin membuat hati ini berkhayal untuk tinggal di daerah seperti ini wakakakak. Setelah sampai ke tempat tujuan sekitar pasar Situraja lalu di suguhi ikan goreng yg masih fresh dari kolam pemancingan dan di tambah ikan beunteur yang kecil2 hasil dari sungai sekitar dan tidak lupa di temani berbagai olahan tahu sumedang hmmm mak nyosss.</p>
<blockquote><p>Saya punya pengalaman menarik ketika sepupu saya yg dari Darmaraja &#8216;merekomendasikan&#8217; tahu sumedangnya yg di daerah Tanjung Sari, tapi dia lupa nama tempat jualannya yang dia ingat cuman ada kata &#8216;sari&#8217; nya dan ada di pinggir kali. Dan ketika saya susuri sepanjang jalan Sumedang hingga tanjungsari untuk mencari tempat jualan tahu sumedang yang ada kata &#8216;sari&#8217;nya dan bused deh&#8230;. Ternyata 95% (hahaha statistik asal jgn di percaya)  tempat jualan tahu sumedang mengandung kata &#8216;sari&#8217; wakakakakak, dari Palasari,bumisari, dan serba sari lainnya. Dan ternyata sampai tempatnya pun mengandung kata sari yaitu tanjung sari wakakakak. Tapi belakangan yg dia maksud adalah Tahu sari kedelai yang ternyata lebih dekat ke Jatinangor di banding ke tanjungsari. Dan ternyata tiap orang punya favorit tahu sumedang masing-masing dan yg enak menurut saya adalah Bungkeng, Sari Kedelai, Palasari dan (lupa namanya) tempat jualan tahu yg di sebrang palasari.</p></blockquote>
<p>Setelah kenyang makan ikan lalu saya menuju daerah yang selama bolak-balik ke Sumedang selalu terlewatkan, yaitu Kampung Toga. Untuk menuju ke Kampung Toga dari situraja saya harus balik lagi ke alun-alun sumedang dan belok kiri di polres sumedang (kalo dari arah bandung belok kanan yg menuju gunung puyuh makamnya pahlawan nasional Tjut Nyak Dien).</p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4617-1.jpg"><img class="size-full wp-image-478" title="View Sumedang dari Bukit Toga" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4617-1.jpg" alt="" width="400" height="267" /></a>
<p class="wp-caption-text">View Sumedang dari Bukit Toga</p>
</div>
<div id="attachment_477" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4602-1.jpg"><img class="size-full wp-image-477" title="View Sumedang dari Bukit Toga" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4602-1.jpg" alt="View Sumedang dari Bukit Toga" width="400" height="266" /></a>
<p class="wp-caption-text">View Sumedang dari Bukit Toga</p>
</div>
<div id="attachment_476" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4597-1.jpg"><img class="size-full wp-image-476" title="View Sumedang dari Bukit Toga" src="http://blog.maleber.net/wp-content/uploads/2010/10/DSC_4597-1.jpg" alt="View Sumedang dari Bukit Toga" width="400" height="267" /></a>
<p class="wp-caption-text">View Sumedang dari Bukit Toga</p>
</div>
<p>Dan ternyata untuk menuju ke Kampung Toga ini selain jalanya yg super duper jelek tanjakannya pun mengingatkan saya ketika di daerah rancabuaya menuju ciwidey atau di daerah karang bolong di kebumen. Sampai-sampai plat kopling mobil pun mengeluarkan bau hangus hehe. Tetapi ketika sampai di atas (dengan jalan kaki karena mobilnya ngak kuat hehe) di suguhi pemandangan kota sumedang dari ketinggian yang keren. Tenang, sepi dan damai itulah suasana ketika berada di puncak kampung Toga. Oh iya kampung toga merupakan resort yg menyediakan villa yang di sewakan di bibir bukit yang menghadap ke kota sumedang. Kampung toga juga tempat buat penggila olahraga udara karena lokasi yg berada di ketinggian.<br />
Kalau jalan menuju bukit toga-nya dipebaiki, sebenarnya Kampung toga mempunyai potensi sebagai tambahan icon tujuan wisata kota Sumedang yang sangat minim, karena selama ini Sumedang seperti halnya Purwakarta tidak telalu di perhatikan karena hanya sebagai jalan lintas 2 kota Bandung dan Cirebon. Padahal pemandangan alam Sumedang termasuk bagus. Juga Sumedang termasuk kota yang bersih dan rapih terutama daerah yg menuju daerah Situraja dan Darmaraja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.maleber.net/index.php/2010/10/16/kampung-toga-sumedang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

