Ternyata saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meneruskan sisa cerita perjalanan Garut selatan. Saya harus tulis secepatnya karena beberapa memory perjalanan tersebut sudah mulai bercampur dengan perjalanan berikutnya yang lebih fresh di otak diantaranya perjalanan Ciamis selatan, Situraja Sumedang sampai yang paling deket hunting poto di Jayagiri yang gagal total hehe. Selanjutnya sehabis sarapan pagi di Sayang Heulang perjalanan dilanjutkan, dan justru disinilah keindahan Garut selatan kembali muncul sepanjang perjalanan dengan kondisi jalan yang bagus sekali dan banyak banget jembatan2 yang masih baru menemani kami berlima dalam menikmati keindahan Pantai yang berada disisi sebelah kiri jalan. Perjalanan yang sebenarnya bisa saja di tempuh lebih cepat ternyata tidak bisa, karena keindahan pesisir pantai tersebut selalu mengundang kami untuk narsis ria ber poto2 haha.
Pantai Sayang Heulang bagi saya agak2 unik … ada pasir pantainya yang putih tapi yg membuat unik hamparan gugusan batu karang dangkalnya yang luas, jadi kita bisa jalan agak ketengah lewati batu karang dengan catatan harus hati2 soalnya batu karangnya ngak se-flat yg dikira ada juga yang dalem hehe. Gulungan ombak disini gede banget tetapi akan mengecil bila sampe di bibir pantai karena terhalang oleh batu karang yang katanya terdapat palung yg dalam diantara batu karang tersebut. Batas jalan sama pantai lumayan dalam jadi kalau masuk ke pantai kita agak turun terlebih dahulu tidak seperti pantai2 pada umumnya. Dan dari jalan pun cuma kelihatan samar2 karena tertutup oleh rimbunya pohon pandan ciri khas pantai ini. Tetapi ketika kami mulai masuk kedalam pantainya barulah terlihat keindahan pantai Sayang Heulang sesungguhnya. Karakteristiknya tidak jauh beda dengan pantai di pulau santolo soalnya masih berdekatan dan kalau dari arah Pameungpeuk sebenarnya lebih enak ke Sayang Heulang terlebih dahulu baru ke Santolo.
Anda dipastikan akan sangat tertegun melihat keindahan Pantai Santolo. Lengkungan pasir putih pantai santolo benar-benar membuat saya takjub, walaupun ketika pertama kali kami datang kedaerah wisata tersebut sebetulnya terkesan kumuh sekali. Kesan kumuh pertama kali masuk daerah sini dikarenakan beberapa bangunan yang semrawut tempat pelelangan ikan juga terkesan kotor dan saya jamin anda pun akan berfikiran sama ketika sampai ketempat wisata ini karena berbeda sekali dengan deskripsi orang2 yang pernah kesini yang dikatakan indah itu ternyata kumuh.Tapi itu ternyata cuman kesan pertama, dan kekumuhan tersebut ternyata tidak dapat menyembunyikan keindahan garis pantai yang melengkung beserta hamparan pasir putih yang menawan dibalik warung2 yang berdiri di depan jalan.
Sebenarnya saya sudah beberapa kali ke gunung Papandayan dan yang akan terus diingat adalah yang kali pertama ketika camping di Papandayan dengan temen2 kuliah sekitar 1995 atau 1996. Kenapa karena ada beberapa kejadian lucu.
Pertama saya ngak tau apakah berjalan kaki dari lapangan/masjid cisurupan yang notabene nya jalan aspal sampai ke tempat parkir kawah Papandayan itu tindakan yang pintar atau sekedar ngirit kalau tidak mau dikatakan pelit hehe, walaupun dulu sebenarnya ongkosnya ngak terlalu mahal juga.
Tapi ada bagusnya juga dengan berjalan kaki di jalan aspal yang sudah bagus membuat lebih tahu bahwa kalau berjalan diatas permukaan aspal yang banyak di lalui mobil itu ternyata selain cape juga bukan tindakan yang meng-asikan hahaha. Anyway selanjutnya setiap kali saya pergi ke Papandayan apakah nginap atau tidak di Pondok Saladah saya tidak pernah melakukan tindakan berjalan kaki lagi dari masjid Cisurupan ke tempat parkir Kawah Papandayan, berjalan kaki hanya dilakukan ketika melewati kawah menuju pondok saladah.
Read the rest of this entry »
Starting Point rumah gw ama si hitam APV
Berawal dari tim jalan2 kantor yang gatal melihat ada tanggal merah berjejer selama 3 hari berturut2 maka tercetuslah ide jalan2 yang tadinya ada beberapa alternatif. Pertama keliling Sukabumi, kedua susur pantai selatan Ciamis dan yang ketiga opsi Garut selatan sebenarnya opsi terakhir. Berhubung kita belum pernah ada yg ke Garut selatan akhirnya putuskanlah selama libur 3 hari tersebut menyusur Garut selatan. Dan lagi2 berhubung jalur ke Garut selatan melewati Cisurupan maka ngak ada salahnya kita menikmati dulu sunrise di ketinggian Papandayan.Yang confirm ternyata hanya 5 orang termasuk gw yaitu Katenzoo,Ulpa,Bruce, Indra dan gw sendiri.
17 Mei 2009 Minggu sore selepas pulang dari Manglayang ehtah kenapa masih belum nendang kempingnya hehe apakah mungkin di Manglayang kurang dingin jadi nagih pengen ke tempat yg lebih dingin. Tapi untuk pergi ke gunung yang memerlukan extra fisik saya pikir2 seratus kali hehe soalnya saya sudah berhenti lari pagi ke sabuga sudah hampir 6 bulan lebih makanya tau diri ngukur kondisi pisik. Pokoknya cari tempat yang memungkinkan mobil bersebelahan atau setidaknya tidak terlalu jauh dengan posisi tenda dan tempat masih dingin hehe. Dan minggu berikutnya tanggal 23-24 Mei 2009 pergilah ke Ranca Upas - Ciwidey.
Read the rest of this entry »
Dari deretan gunung-gunung yang mengitari bandung mungkin bagi beberapa orang akan bertanya-tanya dimana Manglayang, walaupun belakangan ini ada banyak perumahan2 yang ada embel-embelnya Manglayang, sepertinya nama Manglayang sendiri masih tenggelam diantara nama-nama gunung seperti Tangkuban Perahu, Burangrang, Malabar ataupun Patuha. Tapi justru gunung ini membawa kesan sendiri bagi saya dimana tempat ini merupakan pertama kalinya saya menginap dibawah tenda dan dikelilingi padatnya jajaran pohon2 pinus ketika umur +-11.
Read the rest of this entry »
Akhir Dec 2008, posisi Status Bar Batre di otak saya tinggal satu Bar lagi, itu tandanya otak saya harus di charge lagi. Yup Batre di otak saya belakangan cepet habis karena harus mengejar deadline yang telah ditentukan sampai saptu pun harus masuk hehe, dan ketika tim yang laen lagi asik2nya liburan di akhir tahun, tapi dengan tetap semangat yang tinggi tim yang saya handle tetap masuk bekerja .. Bravo Bro….. Read the rest of this entry »
Melanjuti keinginan menyusur pantai selatan kebumen setelah garan-gara ngak ada waktu ketika pulang dari jogja akhir juni 2008 lalu, akhirnya kesampaian juga pada awal Desember 2008. Dengan sekali lagi berbekal peta di googleearth dan GPS seadanya akhirnya kesampaian juga niat untuk menyusur daerah2 wisata kebumen selatan. Read the rest of this entry »
Oct 2008, Untuk yang ketiga kalinya sy menginap di hotel yang sama yaitu Grand Istana Rama daerah Kuta, jujur bagi saya mau nginap yang ke-100-nya pun saya tidak akan bosan selama acaranya berbeda dan tentu yang paling penting dibayarin oleh kantor hehe. Read the rest of this entry »
Masih di bulan Juni 2008, ada satu tempat yang dituju buat saya dan temen2 kantor kalo lagi sumpek kerjaan yaitu Malabar Pangalengan. Perkebunan teh Malabar bagi saya pribadi sudah serasa menjadi charger alami untuk memenuhi semangat kerja kalau sudah low bat. Kami cuman punya waktu saptu-minggu untuk mencharge suasana hati kami. Read the rest of this entry »
Akhir Juni 2008, setelah lihat-lihat peta Jogjakartanya Om GoogleEarth tiba-tiba aja saya pengen langsung cabut jalan ke Jogja. Malam hari sekitar jam 11.30 malam start dari Bandung dan dengan kecepatan yang normal2 saja ketika adzan subuh sampe di purwerojo dekat dengan pertigaan jalur ke Magelang atau ke Jogja lewat Kulon Progo. Setelah istirahat dan sholat subuh perjalanan dilanjutkan lagi karena object pertama yang akan kita tuju adalah Candi Borobudur maka saya ambil jalur ke arah Magelang. Read the rest of this entry »
Dokumentasi gambar-gambar pengerjaan rumah saya yang berada di Eastern Hills Regency N-06 Cipadung. Berhubung rumah saya ada di hook demi keamanan dari awal saya cuma niat tambahin benteng+pintu (yg tidak lebih dari 3m panjangnya) ‘SAJA’ untuk tutup akses masuk samping rumah , tetapi dalam pelaksanaannya malah merembet kemana-mana . Meleset dari rencana awal ehh jadinya malah tambah pasang batu alam Andesit, batu Bandung, Coral Sikat + Kanopi buat carport dan juga nge-cor dak dibelakang rumah buat jemuran dan tempat air. Itupun kalau tidak cepat2 di stop bisa merembet kemana2 hehe. Ternyata kalo punya rumah sendiri gatel pengen ini pengen itu dan seperti tak berujung.

Peralatan saya siapkan khusus untuk menangkap momen sunset di Jimbaran. Setiap kali jalan ke Bali tanpa peduli dengan beratnya peralatan kamera, barang2 seperti Lensa,Flash dan Tripod WAJIB dibawa hukumnya. Lebih baik mubazir dan menyesal membawa barang berat dan tidak kepakai, dari pada saya harus menyesali ketika mau ambil gambar peralatannya kurang hehehe. Situasi keduanya pernah saya alami di tempat yang sama yaitu Jimbaran. Yang pertama akhir tahun 2005 saya hanya membawa 1 lensa dan tidak membawa yang laen, kesempatan kedua sekitar akhir tahun 2006 lupa membawa flash tambahan. Dan di dua kesempatan tsb nyeselnya minta ampun saya hanya bisa melihat sunset yang sempurna tanpa ‘memanfaatkannya’ dengan sempurna. Dan di kesempatan ketiga di Oct 2008 dengan di lengkapi peralatan yg cukup komplit (hahaha komplit ukuran kantong saya) berhubung sunsetnya lagi ngambek dan ngumpet di balik awan maka peralatan yg saya bawa jadi mubazir.
Read the rest of this entry »


: 
Recent Comments